Teilen

Bab. 86 Puas

last update Veröffentlichungsdatum: 30.12.2025 20:06:34

Keriuhan langsung pecah begitu pintu ruangan terbuka dan sang pemilik baru perusahaan melangkah masuk. Tatapan penuh pesona sempat menyambut Aiden hingga dalam hitungan detik tatapan itu memudar. Semua mata sontak tertuju pada wanita cantik yang digandengnya dengan begitu bangga. Tanpa ragu, Aiden memperkenalkan Sera sebagai istrinya… sekaligus CEO baru perusahaan ini.

Sera membelalakkan mata. Ia bahkan sempat menahan napas.

"Sayang… kamu jangan main-main," bisiknya pelan di telinga Aiden. Se
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 86 Puas

    Keriuhan langsung pecah begitu pintu ruangan terbuka dan sang pemilik baru perusahaan melangkah masuk. Tatapan penuh pesona sempat menyambut Aiden hingga dalam hitungan detik tatapan itu memudar. Semua mata sontak tertuju pada wanita cantik yang digandengnya dengan begitu bangga. Tanpa ragu, Aiden memperkenalkan Sera sebagai istrinya… sekaligus CEO baru perusahaan ini. Sera membelalakkan mata. Ia bahkan sempat menahan napas. "Sayang… kamu jangan main-main," bisiknya pelan di telinga Aiden. Sementara itu, Sebastian dan Olivia tampak seperti tersambar petir tidak percaya, marah, sekaligus terhina. "Aku tidak main-main, sayang. Perusahaan ini sekarang milikmu. Kau yang akan mengurusnya… tentu saja dengan bimbinganku," Aiden mengedipkan satu matanya, membuat seluruh karyawan terperangah melihat kemesraan itu. Bisik-bisik mengalir dari berbagai sudut ruangan. Banyak yang memuji, banyak yang iri tapi semua sepakat bahwa pasangan itu terlihat sangat serasi. Berbeda dengan Sera yang mula

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 85 Merasa Pulang

    Seminggu berlalu setelah bulan madu mereka berakhir. Kini Sera dan Aiden harus kembali pada realita menjalani hari-hari dengan bekerja seperti biasa. Mereka sudah tinggal bersama di apartemen baru yang Aiden beli khusus untuk istrinya. Sementara apartemen lama milik Aiden, kini ia sewakan. Pagi itu, Sera sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya. “Kenapa tidak apartemen lama mu saja yang kita tempati, sayang?” tanya Sera sambil menata piring. Aiden mendekat, mengambil tangan Sera, lalu menciumnya lembut. “Itu rumah bujangku. Ini rumahku bersama istriku. Aku hanya ingin suasana baru.” Sera tersenyum kecil. “Oh iya… apa aku akan jadi ibu rumah tangga?” “Siapa bilang?” Aiden menjawab santai sambil menikmati sarapannya. Sera hanya mengangkat bahu, pasrah. “Kau tetap jadi sekretarisku,” ujar Aiden sambil mengedipkan sebelah mata. “Kau harus selalu ada di sampingku. Jadi kita bisa berbulan madu di mana saja.” Senyumnya berubah penuh makna. “Maksudmu?” Sera mengernyit, bingung denga

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 84 Di Cintai

    Pagi hari, Aiden sudah bersiap, begitu pula dengan Sera. Dengan gaun sederhana yang melekat di tubuhnya, Sera tampak cantik tanpa perlu usaha berlebihan. Aiden menatapnya lama, tersenyum, lalu mendekat dan memeluk pinggang istrinya dari belakang. “Terima kasih,” bisik Aiden sambil mengecup ceruk leher Sera. Sera menatap pantulan mereka di cermin, memegang tangan Aiden yang di perutnya. “Terima kasih untuk apa?” “Untuk semua yang kau berikan.” Sera berbalik menghadap suaminya. Dengan lembut ia memegang kedua pipi Aiden. “Dengar… aku tidak memberikan apa pun selain cintaku. Dan aku rasa itu pun belum cukup. Aku ingin memberimu seorang anak.” Ia lalu mengecup bibir Aiden penuh kelembutan. Aiden terdiam sejenak, menatap Sera dengan penuh cinta. “Seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Terima kasih atas perjuanganmu selama ini. Kalau kau tidak berjuang, aku tidak akan bersamamu sekarang… dan tidak akan sebahagia ini.” Air mata Sera mulai mengalir. “Terima kasih,

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 83. HoneyMoon

    Pagi-pagi sekali mereka sudah berkumpul di restoran hotel. Aiden tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan istrinya, seolah takut Sera menghilang barang sedetik. Mereka menyapa keluarga satu per satu sebelum akhirnya duduk dan ikut menikmati sarapan hangat bersama. “Aku akan membawa Sera berlibur, Dad,” ucap Aiden sambil tersenyum pada Daddy dan Mommy. “Itu bagus. Sudah seharusnya kalian berbulan madu,” jawab Daddy ringan. “Papa akan mensponsori tiket keberangkatan dan kepulangan kalian. Ke mana pun.” Papa berkata dengan bangga. Hari itu, ia baru benar-benar melihat anaknya tersenyum tanpa tekanan, sepanjang hari bersama Aiden. “Dan Daddy akan mensponsori penginapan kalian,” Daddy menimpali tak mau kalah. Mommy ikut menggoda, “Enak ya punya orang tua dan mertua kaya.” Tawa pun pecah di meja itu. “Terima kasih Pa… thank you, Dad,” Aiden bertos ria, seperti kebiasaannya sejak dulu bersama Daddy. Sera dan keluarganya bisa merasakan kehangatan keluarga Aiden, sesuatu y

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 82 Nakal

    Sebastian dan keluarganya naik ke panggung untuk memberi selamat kepada pengantin baru. Aiden menatap mereka dengan ekspresi datar, namun ia menggenggam tangan Sera erat seolah ingin melindungi pujaan hatinya dari apa pun yang mungkin datang. “Selamat, Sera… akhirnya kau menemukan pengganti kakakku,” ucap Olivia dengan cibiran yang jelas merendahkan. Aiden tidak langsung turun tangan. Ia ingin melihat sejauh apa Sera bisa melawan. “Ada apa dengan kakakmu? Siapa dia? Dan kau sendiri… siapa? Aku rasa aku tidak mengenalmu. Bagaimana bisa kau datang ke pestaku?” Sera berpura-pura masih hilang ingatan, dengan ekspresi yang begitu tenang. Olivia terkekeh meremehkan. “Dasar amnesia. Kau itu janda, jangan bermimpi terlalu tinggi. Aku rasa…” Olivia mendekat dan berbisik di telinga Sera. “Kau akan bernasib sama seperti dengan kakakku dulu. Habis manis, sepah dibuang.” Sera tetap tersenyum, senyum yang justru semakin memancing emosi Olivia. “Kita lihat saja. Jika suamiku dibandin

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 81 Hari Bahagia

    Hari ini adalah hari bahagia Sera dan Aiden. Berbeda dengan pernikahannya yang dulu, kali ini Sera benar-benar bahagia menikah dengan hati dan pilihannya sendiri. Sekali lagi, kebaya putih menyelimuti tubuh mungilnya. Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Sera, senyum manis terukir begitu sempurna. “Ayo sayang… Aiden sudah menunggumu,” ucap Mama dan Mommy lembut. Mereka menggandeng Sera menuju tempat Aiden berada. Aiden menatap Sera dengan senyuman yang langsung melembutkan seluruh raut wajahnya. Air mata menggenang di matanya, akhirnya ia sampai pada titik ini, menikahi perempuan yang benar-benar ia cintai. “Tidak ada yang tidak mungkin untuk cinta. Akhirnya kau menikahi wanita yang kau cintai, brother,” Mike menepuk pundak Aiden. “Aku acungkan jempol untuk perjuangan cintamu,” tambah Vincent dengan bangga. Aiden tersenyum sambil mengusap sudut matanya. Ia terharu, ini hari yang sudah ia nantikan sejak lama. “Terima kasih sudah membantuku. Hari ini tidak akan ada tanpa kalian

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 9 Asing

    Hari ini, Sera tampak luar biasa, kecantikannya memukau. Balutan kebaya modern berwarna lembut menyatu sempurna dengan riasan natural di wajahnya. Rambutnya disanggul sederhana, tapi justru itulah yang membuatnya terlihat anggun. Sebastian berdiri di ambang pintu kamar, menatap istrinya dengan se

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 8 Mulai Mencintai

    Pagi menyambang, Sera kembali mendatangi kampus. Sebenarnya urusan akademiknya sudah rampung, tapi rasa suntuk yang menghantuinya di rumah membuatnya memilih pergi. Setidaknya, bertemu Jelita bisa menghilangkan rasa sepinya. Setelah menemani Jelita menyelesaikan keperluannya, mereka pun melipir k

  • Mantan Jadi Suami   Bab. 7 Sepi

    Sore itu, Sera tiba di rumah orang tuanya dengan taksi online. Bukan ke rumahnya bersama Sebastian, melainkan ke rumah tempat ia dibesarkan. "Ma, aku pulang," ucap Sera sambil memeluk mamanya erat. "Sera, sayang?" Mama menatapnya kaget dan heran. Matanya refleks melirik ke arah pintu, seolah me

  • Mantan Jadi Suami   Bab.6 Aiden Arsenio

    Di belahan bumi yang lain, seorang pria tampan berdiri membelakangi dunia, menatap nanar ke arah jendela besar di ruang kantornya yang mewah. Dari sana, hamparan kota yang gemerlap terlihat begitu indah… namun tak mampu menghangatkan sorot matanya yang dingin dan penuh perhitungan. Dalam waktu

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status