Share

Aku di jalanmu

Berada di Jalanmu Membuatku Merasa Nyaman

Akhirnya di sinilah kami berada. Duduk di jok mobil milik keluarga Zia. Bertolak menuju kota Surabaya. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi sewaktu kami menumpang mobil berjenis mini bus ini. Kalau bukan karena Bia bersikeras memaksa kami menumpang kendaraan ini, sudah pasti aku menolaknya karena aku tidak ingin merepotkan siapa pun. Tetapi, jika dipikir ulang, memang ada baiknya menyetujui permintaan Ibu mertuaku ini. Mengingat kondisi Zia yang istimewa, sulit menemukan kendaraan yang sesuai. Belum lagi bila orang-orang menatapnya dengan iba atau tatapan aneh yang harusnya biasa saja. 

Kadang kala, semua itu menguji kesabaran dan keikhlasanku. Tak jarang juga membuat darahku mendidih menahan emosi saat seseorang menyebutnya sebagai gadis cacat, atau ketika dengan sengaja orang-orang itu membicarakannya di depan mukaku.

Walaupun sejatinya semua omongan itu tak berarti apa-apa selain sebagai warna-warni hidup, pahit-manis,
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status