Share

Meragu

Berbeda dengan Galendra dengan keriuhan persiapan-persiapan pernikahan. Di sini, di sebuah bangunan tanpa dinding, di halaman depan rumah, sebuah bangunan yang  lebih pantas disebut saung karena semua tiangnya terbuat dari bambu, hingga angin dengan leluasa menyapu tubuhku. Yang malam ini hanya memakai kaus lengan panjang tipis berbahan parasut. Terpaku dalam alam pikiran. Galendra sosok yang lebih dari sekadar baik, hadir memberi warna dalam kehidupanku, mengisi hari-hari dengan keinginan dan harapan. 

Lelaki itu, seperti magis penyemangat dalam keseharian, pemandu dalam perbaikan diri, juga penenteram dalam kekalutan. 

Aku mengenal Galendra dengan sangat baik. Sejauh ini dia bukan tipikal pria yang suka bermain dengan perasaan tanpa keyakinan. Watak, kebiasaan, bahkan semua tentangnya pun Insya Allah aku tak salah. 

Dan apa yang dia katakan tempo hari, layak aku percayai, aku aminkan, semoga menjadi kenyataan. Toh, semua persiapan menuju ik
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status