Se connecterSuasana New Space pagi ini tidak sunyi namun seperti riuh yang tertahan. Terdengar bisik-bisik di setiap sudut perusahaan dan arah pandang yang seolah menyelidik penasaran. Kabar bahwa istri kontrak CEO sudah kembali ke perusahaan telah menyebar begitu cepat. Dan mengakibatkan terbagi menjadi dua pendapat. Sebagian berpikir jika Mark dan Alicia sengaja menutupi pernikahan kontrak ini dengan kebohongan baru, yaitu berpura-pura saling mencintai. Dan sebagian lainnya berpikir jika Mark dan Alicia memang telah ditakdirkan bersama dengan cara Tuhan sendiri. Pernyataan Alicia benar, kita tidak bisa memilih bagaimana cara Tuhan akan menyatukan kita dengan takdir yang sudah ditetapkan. Namun mereka juga tidak ingin terlalu ikut campur dengan apa yang sebenarnya terjadi. Walau bagaimanapun sebuah hubungan pernikahan adalah sesuatu yang harus dihargai privasinya."Ada apa?" tanya Sam saat Ia melihat kerumunan karyawan di koridor perusahaan"Pak Mark datang bersama Bu Alicia, Pak," jawab karyawa
"Saat Mark tahu jika Alicia juga merasakan hal yang sama, kami sepakat untuk tetap menjalankan pernikahan ini dengan cinta, bukan kesepakatan di atas kertas," lanjut MarkHarry masih diam. Sebenarnya dia mulai percaya dengan ucapan Mark dan Alicia mengenai perasaan mereka, namun ingatan jika Mark dan Alicia bahkan bisa berbohong mengenai pernikahan.. membuat Harry harus lebih tegas terhadap keduanya.“Apa kamu membawa rekamannya?” tanya Alicia“Bawa. Aku membawanya,” jawab Mark lalu mengambil ponsel di kantong celananya“Ini, Pa.. rekaman cctv di apartemen Mark saat Mark dan Alicia membakar surat perjanjian itu,” ucap Mark seraya menyerahkan ponselnya ke hadapan Harry.Harry mengambil ponsel itu dari atas meja tepat di depannya. Ia melihat dengan seksama dan detail. Matanya terlihat begitu tajam dan wajahnya serius, membuat Mark dan Alicia gugup. Apakah akan dimaafkan, kali ini? tanya mereka di dalam hati.“Bagaimana, Pa?” tanya Athena yang juga ikut melihat rekaman itu bersama Harry
"Hello, sayang? Kamu baik-baik saja kan?" tanya Mark setelah mengangkat panggilan dari sang istri"Aku baik-baik saja. Mark, di balkon apartemenmu apakah ada cctv?" jawab dan tanya Alicia yang membuat Mark mengerutkan keningnya bingung."Cctv? Kenapa sayang?" tanya Mark"Saat kita membakar surat perjanjian itu kan di balkon. Apakah ada cctv yang bisa lihat kita saat membakarnya?" jawab dan tanya Alicia lagi yang kemudian membuat Mark berpikir. Untuk apa istrinya menanyakan cctv saat membakar surat perjanjian?"Ada.. ada banyak cctv yang dipasang di setiap sudut apartemen, salah satunya di balkon. Dan seharusnya saat kita membakar surat perjanjian itu akan tertangkap kamera cctv," jawab Mark yang membuat Alicia merasa lega"Tapi ada apa, sayang? Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan cctv saat kita membakar suratnya?" tanya Mark yang masih bingung "Apa kamu bisa memeriksa rekaman cctvnya sekarang?" bukannya menjawab, Alicia justru kembali bertanya"Bisa. Cctv apartemen bisa aku akses pakai
“Mama.. Claudia minta maaf, sekali lagi tolong maafkan Claudia, ya Ma.. hiks, Claudia benar-benar menyesal.. hiks,” ucap Claudia yang membuat Elena menghela nafas beratnya diikuti isak tangisnya.“Mama sangat terkejut saat mengetahui suami dan anak Mama bisa melakukan kejahatan seperti ini.. hiks. Mama marah.. hiks.. Mama kecewa,” ucap Elena“Tapi memangnya apa lagi yang bisa Mama lakukan selain memaafkan kalian? hiks..,” ucap Elena yang semakin menangis dengan keras, membuat Claudia langsung memeluk sang Mama erat. Viona yang melihat pun turut meneteskan air mata dan mengusap punggung Elena dan Claudia, berusaha menenangkan.Beberapa saat pelukan itu dilonggarkan oleh Elena dan Claudia pun melepaskan pelukan itu. Elena menatap mata Claudia begitu juga Claudia. Kedua pasang mata yang penuh air mata itu saling tatap dalam sorot kecewa dan penyesalan.“Jika kau benar-benar merasa menyesal.. hiks, tolong.. berubahlah menjadi pribadi yang jauh lebih baik,” ucap Elena dan Claudia menganggu
"Mark bergerak cepat. Dia langsung memberikan pernyataan. Tapi dia tidak menyebut namamu, Claud," ucap Viona setelah membaca pernyataan yang dirilis oleh New Space. Viona dan Claudia sedang berada di kantor agency. Mereka baru akan melakukan meeting untuk membahas kasus yang melibatkan Claudia dan langkah apa yang sebaiknya diambil. "Apa itu bagus untukku?" tanya Claudia"Bagus. Setidaknya untuk saat ini. Kita tidak pernah tahu apa rencana Mark untukmu," jawab Viona yang membuat Claudia mendengus."Apa Mark akan tega menghancurkan aku lebih jauh lagi?" tanya Claudia yang terdengar seperti rengekan. Dan Viona menghela nafasnya."Claudia.. apa yang telah kau lakukan pada Mark jauh lebih tega. Menurutmu semua masalah ini berawal dari siapa?" ucap Viona yang membuat Claudia terhenyak. Viona benar, Ia jauh lebih jahat dari pada Mark. Tapi Claudia tetap tidak rela jika karirnya harus sampai hancur.Semua pihak yang terkait dengan pekerjaan Claudia di agency sudah hadir semua dan meeting p
"Claudia dan manajernya tahu?" tanya Caitlin dan Mark mengangguk ragu."Sebenarnya setelah pernikahan, Mark masih menjalin hubungan dengan Claudia, Mom. Mark benar-benar minta maaf," jawab Mark yang lebih membuat Caitlin kembali terkejut"Menyakitkan sekali, Mark," ucap Caitlin yang kembali menangis"Maaf, Mom.. Maaf," ucap Mark"Lalu, apa sekarang kamu masih berhubungan dengan Claudia?" tanya Caitlin dan Mark menggeleng "Kami sudah benar-benar berakhir, Mom. Sekarang Mark hanya mencintai Alicia, tidak ada orang lain," jawab Mark yang membuat Caitlin sedikit lega"Karena kasus New Space?" tanya Caitlin Caitlin tidak ingin Alicia hanya menjadi pelarian saat Mark sedang sangat kecewa dan marah pada Claudia karena kasus New Space."Bukan. Mark mengakhirinya sebelum Mark tahu pelaku dari semua serangan ini, Mom," jawab Mark yang membuat Caitlin kembali merasa lega."Banyak hal sudah terjadi, dan dari semua itu.. Mark perlahan menyadari jika hati Mark sudah beralih pada Alicia," imbuh Ma







