Home / Romansa / Masih Menjadi Milikku / Bab 52 - Pelukan Calvin

Share

Bab 52 - Pelukan Calvin

Author: Delf
last update Last Updated: 2025-09-08 10:03:46
“Olivia, saya tau kamu karyawan berprestasi di sini, tapi bukan berarti kamu seenaknya izin. Bulan ini saja sudah 12 kali kamu izin. Itu sama dengan kamu hanya aktif bekerja setengah bulan saja.”

“Pak, maaf, saya tahu saya terlalu banyak izin. Saya juga merasa tidak enak dengan Bapak dan teman-teman di sini. Bolehkah saya membawa pulang kerjaan saya untuk saya lanjutkan di rumah? Dengan begitu, saya akan tetap bisa menyelesaikan semua berkas klien dengan tepat waktu.”

“Olivia, tidak semua hal bisa dilakukan dengan semudah itu. Saya percaya kamu sanggup menyelesaikan semuanya. Tapi ada aturan-aturan perusahaan yang tetap harus kamu patuhi. Jika kamu melanjutkan pekerjaanmu di rumah, apa bedanya dengan pekerja freelance?”

“Maaf Pak, saya hanya mencoba mencari solusi terbaik.”

“Solusi terbaik adalah kamu harus mencari seorang pengasuh untuk mengurus anakmu sembari kamu bekerja. Saya rasa dengan pendapatan kamu sekarang, kamu sangat mampu menggaji seorang baby sitter.”

“Bu.. bukan masalah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 80 - Keraguan Olivia

    Ivan senyum-senyum sendiri di dalam kamarnya, mengingat kejadian barusan. Tepat ketika dia menunggu jawaban Olivia, suara Dariel mengagetkan mereka berdua.“Mama dan Om Ivan lagi ngapain?” tanya Dariel polos.Wajah Olivia memerah, tiba-tiba merasa gugup dan salah tingkah.“Om Ivan dan Mama tadi kejedut.” Ucap Ivan pura-pura mengelus-elus dahinya. Kemudian menatap Olivia sekilas, sungguh menggemaskan melihat wajah Olivia yang memerah karena malu.Untung saja Dariel tidak memperhatikan tangan Ivan yang ternyata sudah menyelinap di balik pakaian Olivia. Ya ciuman tiba-tiba itu ternyata membuat kedua pasangan itu menjadi kehilangan akal, terjebak pada memori masa lalu. Walaupun awalnya ragu, namun akhirnya Olivia menyambut reuni ciuman tersebut yang selalu dirindukannya."Dariel uda bangun? Sini duduk depan, mama pangku."Dariel pun mengangguk dan setelah lepas dari baby car seatnya, anak laki-laki yang super menggemaskan itu pindah ke kursi depan. Ivan kemudian kembali melajukan mobil.S

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 79 - Ciuman Ivan

    Flashback OnIvan sibuk memainkan handphonennya, sibuk mengetik pada layar datar tersebut dengan tampang serius.“Kak Ivan ga makan? Koq minum aja? Nanti lapar loh.” tanya Nanda dengan sedikit manja.“Aku belum lapar. Aku nanti ada janjian makan malam juga.” Ucap Ivan sambil tetap mengetik di layar handphonenya. Dia sedang menyusun strategi dengan Calvin dan juga Steffany.“Dengan siapa?”Ivan mengalihkan pandangannya pada Nanda, “Olivia.” Jawab Ivan singkat kemudian tetap melanjutkan mengetik pada keyboard handphone.Seketika wajah Nanda berubah masam, “Olivia yang tadi datang itu ya?”Ivan hanya mengangguk tanpa menoleh.“Cantik ya, badannya bagus.”Ivan tersenyum, “Yeah, cantik.”“Tapi kata Bude, dia janda ya? Kalau wanita secantik itu bisa jadi janda, pasti ada yang ga beres dengan dia. Iya ga sih?”Seketika Ivan langsung meletakkan handphonenya dan menatap Nanda, “Jangan menghakimi orang karena masa lalunya. Jika ada perceraian, artinya ada yang tidak beres dalam pernikahan. Dan

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 78 - Saingan Olivia

    “Ya ampun Dariel, kamu lebih imut daripada di foto. Kamu ganteng sekali, Nak. Gemesin banget.” Ucap Bu Sari ketika melihat Dariel datang bersama Ivan dan Olivia, dia tidak tahan untuk tidak mencubit pipi bulat Dariel yang sangat montok.Olivia tersenyum, “Terima kasih, Bu.”"Boleh Ibu gendong?"Dariel menatap ke arah ibunya, seakan meminta persetujuan. Olivia mengangguk kemudian menyerahkan Dariel ke pelukan Bu Sari.Wajah Bu Sari sumringah, “Kamu mirip banget sih sama Ivan pas kecil.” ucapnya sambil sesekelai mencubit pipi Dariel gemas kemudian menciumnya bertubi-tubi.Ucapan Bu Sari membuat Olivia cukup terkejut namun dia memilih diam sambil memandang Ivan memberi senyuman tipis.“Ivan, kalau kamu mau tau wajah kamu pas kecil, ya persis kayak gini. Ibu inget banget pas kamu datang pertama kali ke sekolah ini. Ibu merasa dejavu.”Ivan tersenyum, "Semua anak kecil memang menggemaskan, Bu.""Ya, tapi Dariel memang mirip sekali dengan kamu pas kecil. Lihat, mata dan hidungnya persis kam

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 77 - Meminta restu

    Ivan menuruni tangga menuju meja makan sambil bersenandung riang.“Tumben ikut sarapan.” Sindir papa Ivan melihat anaknya menarik kursi meja makan.“Kayaknya lagi walking sleep deh, Pa.” sambung mama Ivan menahan tawanya.Steffany tidak tahan kemudian menyemburkan tawanya, dia tidak habis pikir kelakuan kedua orangtuanya yang selalu berucap hal konyol. “Kak Ivan itu lagi jatuh cinta.”Seketika kedua orangtua Ivan terkejut dan tidak bisa menyembunyikan bahagianya, “Puji Tuhan ternyata anak kita normal.” Ucap papa Ivan sambil menatap terharu isrinya.“Pa, akhirnya doa puasa kita berhasil setelah bertahun-tahun.” Ucap Mama Ivan sambil meremas lengan sang suami karena bahagia.Ivan mendecakkan lidahnya kesal, untung saja suasana hatinya sedang bahagia.“By the way, siapakah wanita yang kurang beruntung yang dicintai oleh Ivan?” ucap papa Ivan lagi.Steffany terbahak melihat kakaknya dikerjain habis-habisan oleh kedua orangtuanya. Sekarang sudah tau kan dari mana asal muasal kedua bersauda

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 76 - Pulang bareng

    “Liv, kamu tolong anterin Ivan pulang ya.” Ucap Steffany ketika mereka telah berada di parkiran.“Ivan ga bawa mobil?” Olivia sedikit heran. Tapi memang tadi dia tidak melihat mobil Ivan di panti, itu sebabnya dia sangat terkejut melihat keberadaan Ivan di sana.Steffany menggeleng, “Lagi service di bengkel. Aku bisa aja sih anter dia pulang ke rumah dulu, tapi...”Olivia mengangguk mengerti, ingin rasanya Olivia menjawab ada Calvin atau bisa naik ojek online, kenapa harus dirinya? Tapi dia sangat mengerti bahwa Calvin pasti ingin berdua dengan Ana, begitu pun Steffany dan Andrew. Hari masih tergolong “pagi” bagi pasangan baru di akhir weekend seperti ini. Olivia menoleh kepada Ivan yang masih asik berbincang dengan Calvin, Ana, dan juga Andrew sambil menggendong Dariel. Ada rasa teduh di hati Olivia melihat pemadangan itu, terlihat Ivan sangat menyayangi Dariel.“Please.. kalian kan searah juga.” Lanjut Steffany melihat keraguan di mata Olivia.Olivia akhirnya mengangguk menyetujui.

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 75 - Kita hanya teman

    “Liv, mau ke mana? Ga ikut makan?” Ivan terkejut melihat Olivia yang berjalan ke arah mobilnya, dan pria itu segera mengejarnya.“Engga, aku mau jemput Iel.”Ivan melihat jam tangannya, baru menunjukkan pukul lima sore. “Kamu tadi bilang Iel nonton bioskop sama Calvin.”“Iya, harusnya bentar lagi selesai. Aku juga ada janji makan malam dengan Calvin.”Ivan merasa kecewa namun dia mengangguk.“Kaki kamu uda ga papa? Bisa nyetir ga? Mau aku anter pulang?”Olivia tersenyum, “Uda ga papa koq, untung ga terkilir. Thanks ya.”Ivan tersenyum, “Yeah, sama-sama.”“Kak Ivan, ayo..” suara Nanda terdengar, mereka berdua menoleh pada sumber suara tersebut. Terlihat gadis cantik itu melambaikan tangan sambil tersenyum.“Uda ada yang nungguin tuh.” Ucap Olivia terdengar menggoda Ivan walau entah mengapa perasaannya sedikit sakit ketika mengatakan hal itu.“Ya uda, aku duluan ya. Ati-ati di jalan, Liv. Bye.”Olivia mengangguk dan melihat pria itu berlari sambil melambaikan tangan menuju Nanda. Olivi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status