分享

161. Rahasia Raiden

作者: prasidafai
last update publish date: 2026-05-30 18:29:24

Sore itu taman rumah sakit menjadi tempat paling damai yang pernah Raiden kunjungi dalam beberapa minggu terakhir.

Matahari menggantung rendah di balik deretan pohon ketapang, melemparkan bayangan panjang di atas rumput yang baru dipotong.

Di tengah taman, Aveline berlari kecil mengejar bola plastik bersama dua anak lain seusianya. Tawa renyahnya terdengar jelas bahkan dari bangku tempat Naomi dan Raiden duduk.

Raiden mengamati gadi
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Yu Mi
paling males kl sudah ada jenderal cabul itu isshhh
查看全部評論

最新章節

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   206. Bukti Sudah Dihapus

    Naomi membuka mulut.Namun sebelum sempat menjawab, ponselnya berdering nyaring. Getaran itu memecah ketegangan yang menyelimuti koridor.Naomi menunduk.Nama yang muncul di layar membuat dahinya sedikit mengendur.[Mayor Raiden.]Olivia ikut melirik layar ponsel itu.“Dari Mayor Raiden?” tebak Olivia.“Iya.” Naomi mengangguk pelan.“Kalau begitu saya lanjut bekerja dulu, Dokter.”Tanpa menunggu jawaban, Olivia langsung berbalik.Beberapa langkah kemudian wanita itu masih sempat melambaikan tangannya.“Dokter berutang cerita pada saya!” teriak Olivia.“Ya, ya.” Naomi tidak bisa menahan senyum tipis.Naomi mengangkat ponselnya.“Ya, Raiden?” Naomi menempelkan ponsel ke telinga sambil menatap lobi rumah sakit yang terlihat ramai dari kejauhan.Namun senyum kecil yang sempat muncul itu lenyap hanya dalam hitungan detik.Wajah Naomi dengan cepat

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   205. CCTV Rusak

    Sesuatu menghimpit dada Naomi. Tatapannya masih terpaku pada pintu ruangan tempat Clara dirawat.Naomi memang belum lama mengenal Clara. Bahkan beberapa minggu lalu mereka masih saling menatap sinis hampir setiap kali bertemu.Namun sekarang, wanita itu terbaring tidak sadarkan diri. Naomi tidak bisa menghentikan satu pikiran yang terus berputar di kepalanya.‘Clara mengalami semua ini karena aku,’ batin Naomi sambil mengepalkan tangan.“Bagaimana dengan keluarganya?” Raiden menatap Henry dengan wajah serius. “Apa mungkin ada yang datang?”Naomi menoleh sekilas. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan Raiden.Dalam situasi seperti ini, emosi keluarga korban bisa meledak kapan saja.Jika keluarga Clara tahu bahwa kecelakaan ini mungkin berkaitan dengan konflik Naomi dengan seseorang, bukan tidak mungkin mereka akan menyalahkan Naomi.Meski Naomi tidak terlibat secara langsung.Henry menggeleng pelan. “Tidak

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   204. Telepon Pagi Buta

    Raiden perlahan melepaskan pelukannya. Kedua tangan pria itu berpindah ke bahu Naomi.Tatapan mereka bertemu di bawah sorot lampu helipad yang terang.“Jangan bicara sembarangan,” pinta Raiden. “Tidak akan ada yang berani melakukan hal buruk padamu, selama kamu ada di bawah pengawasanku.”Naomi tahu pria itu tidak menyukai kalimat yang baru saja dia ucapkan.Kalimat tentang dirinya yang bisa saja mati. Karena itu, Naomi hanya tersenyum tipis.Senyum kecil yang tidak berhasil menghilangkan kekhawatiran dari wajah Raiden.Beberapa saat kemudian, mereka meninggalkan rumah sakit.Karena Raiden sedang berada di Palvenia, pria itu bersikeras mengantar Naomi kembali ke rumah yang dulu pernah ditempati Naomi dan Aveline.Rumah itu masih sama. Tenang, sepi, dan penuh kenangan.Begitu masuk ke dalam, Naomi baru saja meletakkan tasnya ketika Raiden sudah bergerak lebih

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   203. Penasaran?

    Naomi membeku.Sementara itu, Dante justru tertawa.“Lihat wajahmu,” gumam Dante.Jantung Naomi berdebar sangat kencang.Darah seolah mengalir mundur dari wajahnya. Tubuhnya terasa ringan sekaligus lemas.Namun bertahun-tahun hidup dalam kebohongan membuat Naomi terbiasa menyembunyikan kepanikan.Naomi perlahan menarik napas, memaksa dirinya tetap tenang.“Aku tidak mengerti kenapa kamu menyebut nama mendiang kakakku,” tukas Naomi.Tatapan Dante semakin dalam. Lalu pria itu tersenyum licik.“Awalnya aku juga menyangkal itu. Namun kemudian aku mengingat sesuatu,” balas Dante. “Malam itu kamu bilang bahwa dirimu yang sekarang bukanlah dirimu yang sebenarnya. Kamu bilang ada banyak masa lalu yang kamu sembunyikan. Itu alasanmu untuk terus mendorongku menjauh. Sekarang semuanya menjadi jelas.”Dante tertawa pelan.Naomi ingat dia pernah mengatakan hal itu saat Dante terus mendesaknya membe

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   202. Lebih Baik Bertanya Langsung

    Seakan bisa mendengar gumaman itu, Dante langsung menoleh.Tatapan mereka bertemu. Jantung Naomi spontan berdegup lebih keras.Dante melambaikan salah satu tangannya untuk menyapa. Pria itu berjalan lurus ke arah Naomi.“Nao?” Suara Raiden terdengar dari ponsel.Naomi tersentak. Dia hampir lupa kalau panggilan video mereka masih tersambung.Di layar, Raiden sudah duduk tegak di atas ranjang. Tatapannya menajam.“Dokter Nicolle,” panggil Raiden lebih tegas. “Jangan matikan panggilan video kita.”Naomi membuka mulut untuk menjawab. Namun pada saat yang sama layar ponselnya berkedip, lalu mati sepenuhnya.Naomi membeku. Dia menekan tombol daya beberapa kali, tetapi tidak ada respons.Baru saat itulah Naomi teringat sesuatu. Hari ini dia sama sekali belum mengisi daya ponselnya.“Nicolle.” Suara berat Dante terdengar dari depan meja.Naomi mengangkat kepala.Pria itu sudah berdiri

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   201. Jangan Percaya pada Ucapannya

    Naomi mengernyitkan dahi.Clara tampak sedikit salah tingkah.“Saya tahu itu bersifat pribadi,” jelas Clara. “Kalau Dokter tidak mau menjawab juga tidak apa-apa.”Naomi menatapnya beberapa saat. “Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”Clara menghela napas panjang. Tatapannya beralih pada beberapa pasien yang sedang berjalan santai di jalur setapak.“Kalau memang hubungan Dokter dan Mayor sangat dekat ...” Clara menggigit bibir bawahnya sejenak. “Saya punya teori kenapa Tuan Dante melakukan itu.”Naomi terdiam. Keningnya berkerut semakin dalam.Kata-kata Clara berputar di kepalanya beberapa kali sebelum sebuah kemungkinan muncul.Lalu pada saat yang hampir bersamaan …“Karena Dante cemburu?” tanya Naomi.“Karena Tuan Dante cemburu,” sambung Clara.Keduanya spontan saling menatap.Mata Clara membola. Wanita itu langsung mengangguk beberapa kali.“Tidak ada alasan lain

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   154. Jalan-jalan

    Vance terdiam lama. Sorot mata pria paruh baya itu bergetar saat menatap putrinya sendiri yang kini duduk di samping ranjang dengan air mata membasahi pipi. Naomi menunduk, masih menggenggam tangan Vance erat-erat seolah takut pria itu kembali jatuh sakit kalau dia melepaskannya. Monitor jantu

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   153. Membuat Janji

    Kalimat itu langsung membuat tenggorokan Naomi terasa tercekat.Wanita itu menggigit bibir bawahnya keras, berusaha menahan sesuatu yang sejak tadi terus menekan dadanya dari dalam.Ruangan mendadak terasa terlalu sunyi.Monitor jantung masih berbunyi sta

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   152. Kembali Bersama

    Dada wanita itu langsung terasa sesak.Jari-jari wanita itu mengencang di tali tas laptop, sementara napasnya mulai memburu di balik masker yang menutupi setengah wajahnya.Beberapa detik Naomi hanya diam membelakangi Raiden.Perlahan Naomi menoleh. Tatap

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   151. Memaksakan Diri

    Jam di dinding kamar Vance menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh menit ketika Aveline akhirnya menyerah pada kantuknya. Aveline tertidur pulas di sofa panjang dekat jendela. Tubuh kecil itu meringkuk di balik selimut sambil memeluk stiker kelinci yang sejak tadi tidak dilepaskannya. Rambu

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status