Share

97. Lebih Istimewa

Author: prasidafai
last update publish date: 2026-05-03 16:58:12

Ini bukan kebetulan. Vance tidak pernah pergi ke mana pun tanpa alasan.

Jantung Nicolle berdegup begitu keras hingga terasa menyakitkan.

Mata Nicolle dan mata Vance bertemu sepersekian detik. Orang lain mungkin tidak menyadarinya, tetapi itu cukup membuat darah Nicolle seakan berhenti mengalir.

“Selamat datang, Jenderal Vance!” Viktor menyapa dan memberi hormat.

Vance memalingkan pandangan ke sumber suara.

Di belakang Vance, Brandon menyusul turun. Pengawal ayahnya itu tidak pernah ketinggalan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
Nicolle payah sekali... jadi gampang banget ketebak...
goodnovel comment avatar
Yu Mi
kenapa Mayor jeli sekali matanya ya.?suka makan wortel ya.?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   98. Di Luar Dugaan

    Nicolle menahan napas sesaat. Dada wanita itu naik turun, berusaha menenangkan detak jantungnya yang belum juga stabil sejak kedatangan Vance.“Hmm, benar juga.” Henry menimpali dari sisi lain. “Dokter Nicolle bahkan tidak segugup itu di depan saya, yang memegang penuh hak untuk menilai kemampuannya demi lulus pendidikan spesialis.”Nicolle menatap Henry dan Raiden bergantian. Dia mengepalkan tangan, berusaha mengumpulkan kekuatannya.“S-siapa yang bilang saya gugup?!” tanya Nicolle.Olivia menutup mulutnya, menahan senyum. Sementara Henry hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya sebelum berbalik.“Kerjakan bagianmu, Dokter Nicolle,” ucap Henry sambil melirik jam tangannya. “Masih banyak pasien yang menunggu. Giliran saya yang beristirahat.”Henry langsung melangkah pergi, begitu pula dengan Olivia.Nicolle tidak punya pilihan selain mengikuti mereka, meninggalkan Raiden yang masih berdiri dengan tatapan penuh tanya.Kepala Nicolle sedang tidak bisa berpikir jernih. Jika dia terus bera

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   97. Lebih Istimewa

    Ini bukan kebetulan. Vance tidak pernah pergi ke mana pun tanpa alasan.Jantung Nicolle berdegup begitu keras hingga terasa menyakitkan.Mata Nicolle dan mata Vance bertemu sepersekian detik. Orang lain mungkin tidak menyadarinya, tetapi itu cukup membuat darah Nicolle seakan berhenti mengalir.“Selamat datang, Jenderal Vance!” Viktor menyapa dan memberi hormat.Vance memalingkan pandangan ke sumber suara.Di belakang Vance, Brandon menyusul turun. Pengawal ayahnya itu tidak pernah ketinggalan ikut.Nicolle refleks mundur setengah langkah sambil sedikit menundukkan kepalanya. Satu-satunya hal yang bisa Nicolle lakukan untuk menyembunyikan keterkejutannya di tengah puluhan pasang mata yang sedang menyaksikan.Namun gerakan kecil itu tidak sepenuhnya luput dari pandangan.Raiden, yang berdiri tidak jauh dari Nicolle dalam posisi hormat, melihat semuanya. Dia menyipitkan mata penuh curiga pada Nicolle.Tanpa menunggu lama, Raiden meraih pergelangan tangan Nicolle dan menariknya mendekat

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   96. Masalah Lagi

    Alex menoleh. Pria itu langsung menegang.“Mayor Raiden,” sapa Alex spontan memberi sikap hormat.Raiden dengan santai merangkul bahu Alex.“Kau tadi bilang apa, Kapten Alex?” ulang Raiden, kali ini penuh penekanan.Alex, alih-alih menciut, justru tersenyum lebar.“Berbuat mesum.” Alex menjawabnya tanpa ragu. “Saya pernah memergoki Mayor di ruangan waktu itu bersama Dokter Nicolle. Tadi pagi pun, Mayor dan Dokter terlalu terang-terangan di depan semua orang. Saya bisa mengerti, tapi orang lain tidak, Mayor.”Nicolle menghela napas panjang sambil mengalihkan pandangannya sesaat. “Jenderal Viktor juga melihat Mayor dan Dokter. Saya tidak mau Mayor mendapatkan masalah lagi,” tambah Alex sedikit khawatir.Ucapan itu membuat Nicolle langsung menoleh cepat.Namun sebelum Nicolle sempat mencerna sepenuhnya, Raiden sudah lebih dulu membekap mulut Alex dengan tangannya.“Mmff–!” Suara Alex teredam.Nicolle membelalak.“Masalah?” ulang Nicolle tidak percaya, tatapannya berpindah dari Alex ke R

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   95. Cinta Lokasi

    “Siap, Jenderal,” sahut Raiden.Viktor hanya mengangguk tipis, lalu berbalik. Pria paruh baya itu langsung melangkah keluar dari zona medis.Sebelum mengikuti Viktor, Raiden sempat melirik Nicolle. Tatapan itu hanya berlangsung singkat, tetapi cukup untuk membuat dada Nicolle kembali menegang.Tanpa berkata apa-apa lagi, Raiden berbalik dan mengikuti Viktor dari belakang.Baru setelah punggung mereka benar-benar hilang di tikungan, Nicolle mengembuskan napas panjang penuh kelegaan.“Dokter Nicolle!” Olivia sudah ada di sampingnya bahkan sebelum Nicolle sempat mengumpulkan dirinya kembali.Perawat itu berdiri dengan clipboard di dada dan senyum lebar yang sangat kontras dengan situasi pascaserangan saat ini.“Bukannya Mayor Raiden sebentar lagi akan menikah?” lanjut Olivia tanpa basa-basi. “Dokter Nicolle tidak boleh–”“Tidak boleh apa?” potong Nicolle cepat sambil menyugar rambut ke belakang telinga. “Saya tidak melakukan apa-apa.”“Sebenarnya, kalau Dokter melakukan apa-apa pun tidak

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   94. Gara-Gara Alarm Darurat

    “Lihat baik-baik,” tambah Raiden. Nicolle menunduk. Dua cincin kecil yang berkilauan itu tergeletak di telapak tangannya. Sementara Raiden memperhatikan setiap perubahan pada raut wajah wanita itu dengan lekat. Matahari yang mulai naik membuat segalanya tampak lebih jelas, termasuk ekspresi Nicolle. Mustahil Nicolle tidak mengenali benda itu. Hanya saja, beberapa saat yang lalu dia melihatnya dari kejauhan, di bawah cahaya redup. Wajar jika Nicolle salah mengira itu sebagai cincin pertunangan Raiden dan Lucy. Namun sekarang, setelah cincin itu berada di telapak tangan dan tepat di depan matanya, Nicolle tidak mungkin salah lagi. Dengan ukuran ‘N & R’ yang begitu membekas di hatinya. Jantung Nicolle berdebar keras. Tangannya yang memegang cincin gemetar. ‘Kenapa Raiden memakai cincin pernikahan kami, saat dia akan menikah dengan Lucy?’ tanya Nicolle dalam hati sambil mengernyitkan dahi. ‘Meski hanya dijadikan liontin, tetap saja ini aneh.’ Nicolle pikir, cincin itu sudah lama

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   93. Alarm Darurat

    Pintu mobil baru saja terbuka ketika Nicolle sudah lebih dulu turun.“Terima kasih tumpangannya, Mayor,” ucap Nicolle singkat tanpa menoleh. “Saya harus langsung ke zona medis.”Raiden terdiam di dalam mobil, membiarkan tatapannya mengikuti punggung wanita yang menjauh ke arah bangunan klinik.Raiden menghela napas.Setelah memastikan wanita itu benar-benar masuk ke dalam, pria itu mengeluarkan buku catatan kecil dari saku celana. Penanya bergerak tanpa ragu.[Empat, Dokter Nicolle punya putri yang usianya kurang lebih sama, jika seandainya Everly lahir.]Raiden menutup buku itu dan mengembalikannya ke tempat semula.Di sisi lain, Nicolle langsung tenggelam dalam kesibukan begitu memasuki zona medis.Aroma antiseptik yang tajam langsung menyambutnya.“Dokter Nicolle, akhirnya Anda datang.”Henry berdiri di dekat meja administrasi dengan beberapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status