LOGINIsabelle Lightwood, the best neurosurgeon of America, wants to become the head of the medical council but to get that position she needs to be MARRIED!!!!! Ashton King, the CEO of KINGS COop.,have worked day and night to bring the company on the top... but to inherit the company completely he needs to get MARRIED in a couple of months! What happens when they both put themselves into a marriage contract for a year Will they stay As strangers? As friends? As companions? Or will love blossom between the two???? Read to find out! Detailed introduction inside.
View More"Apa yang terjadi sama Liana?"
"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi. Tapi kata suster, Liana mengalami kecelakaan. Dia ditabrak mobil." "Terus, sekarang kita harus apa. Bagaimana kalau terjadi sesuatu sama Liana? Kita tidak bisa memanfaatkan dia lagi. Aku tidak mau hidup miskin." "Karin, kamu harus tenang. Kalau terjadi sesuatu sama Liana, aku yang akan mengurus semua hartanya. Harta dia akan menjadi milik kita semua." "Kamu kan tahu, Liana masih memiliki wali, pamannya. Pamannya tidak akan membiarkan kita memiliki semua harta itu. Apalagi kalian tidak mempunyai anak. Kita akan ditendang keluar." "Masalah paman Liana biar aku urus juga, ya." "Baiklah. Apa kata dokter tentang Liana." "Kata dokter, kepala Liana mengalami benturan yang cukup keras. Kita harus menunggu dia sadar dulu untuk mengetahui perkembangannya." "Aku pikir dia beneran akan mati." "Dia tidak boleh mati dulu sebelum kita mengambil alih semua hartanya. Kamu sabar ya. Aku pasti akan usahakan semua hartanya menjadi milik kita secepatnya" "Kamu janji." "Iya, aku janji." "Jangan lama-lama. Aku tidak tahan melihat kalian saling menempel." "Iya-iya. Sekarang kita keluar dulu. Kita jangan ngobrol di sini lagi. Nanti Liana bisa bangun," ujar Evan melirik ke arah Liana. Evan begitu terkejut ketika melihat Liana yang sudah duduk di atas ranjang tempat tidur. Begitu pula dengan Karin, perempuan yang tadi sibuk bicara dengan Evan, suami Liana. Apakah Liana mendengar semua obrolan mereka tadi. Seharusnya Liana masih dibawah obat bius. Tidak secepat itu bangun. "Li-liana, kamu sudah sadar, sayang. Sejak kapan kamu bangun. Aku kok nggak tau," tanya Evan dengan gugup. Evan sekali-kali melirik ke arah Karin. Karin berdiri di sampingnya dengan wajah datar. Beda dengannya yang kalangan kabut. Liana sudah sadar dari tadi. Dia mendengar semua percakapan antara sang suami dan sahabat baiknya. Sama sekali tidak ada dalam bayangannya jika Evan berani selingkuh di belakangnya. Apalagi selingkuhan itu adalah sahabat baik yang sudah dianggap seperti saudara sendiri. Kemudian suami dan sahabatnya juga berkomplotan untuk mengambil semua hartanya. Harta yang ditinggalkan oleh almarhum kedua orang tuanya. Mau hidup enak tapi menggunakan cara yang kotor. 'Aku tidak akan membiarkan mereka mengambil uang aku satu sen lagi. Aku akan membalas semua perbuatan mereka. Aku juga harus mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Semua hak yang ada pada Evan harus aku ambil kembali. Aku harus pura-pura tidak dengar obrolan mereka. Ya, aku sekalian pura-pura tuli saja,' batin Liana dengan raut wajah masih datar berbeda dengan isi hatinya. "Evan kamu bilang apa. Suara kamu sangat kecil. Aku tidak bisa dengar," ujar Liana mengerut kening. Istri yang baru saja mengetahui penghianatan memutuskan untuk berpura-pura tuli agar mereka tidak mengetahui jika dia sudah mendengar semuanya. Sekalian mencari tahu sejauh mana hubungan mereka berdua. "Liana kamu tidak bisa mendengar suara kami?" tanya Karin ingin memastikan Liana. Tatapan Liana berfokus pada Evan. Sehingga otomatis dia tidak merespon pertanyaan Karin. Seakan dia tidak mendengar suara Karin. "Evan!" seru Liana. "Liana, kamu baik-baik saja?" "Evan kamu jangan berbisik. Aku tidak bisa mendengar suara kamu bahkan suara lain. Apa yang terjadi sama aku. di sini sangat sunyi, Evan. Evan, aku takut," gumam Liana memeluk tubuhnya seolah menunjukkan gerakan ketakutan. Evan dan Karin saling bertatapan. Mereka saling memberikan kode jika ada yang tidak beres dengan Liana. Bagaimana mungkin Liana tidak mendengar suara apapun. Keadaan dalam kamar memang sepi, tapi masih ada suara AC dan orang-orang yang lewat. "Kamu tunggu di sini dan jaga Liana, biar aku panggilkan dokter," suruh Karin. Evan mengangguk kecil. Setelah itu Karin segera keluar mencari dokter. Hingga tinggal mereka berdua saja di dalam ruangan. "Evan, kenapa Karin pergi." "Liana." "Kamu jangan diam saja Evan," tangis Liana memaksa air mata keluar. "Liana, apa kamu bisa dengar suara aku?" tanya Evan menatap lekat ke arah Liana. "Evan, kamu jangan nakutin aku. Kamu bicara yang keras. Jangan buat aku takut Evan," teriak Liana dengan suara keras dengan putus asa. "Liana, hei Liana. Kamu dengar aku?" ulang Evan menjentikkan tangan di samping telinga Liana. "Kenapa aku tidak bisa mendengar suara kamu. Apa kamu mau bercanda sama aku. Kamu jangan seperti itu, aku takut Evan," ujar Liana memegang kedua tangan Evan. "Jangan-jangan dia bener-bener tuli. Dari tadi kami tidak nyambung," gumam Evan yang bisa didengar oleh Liana. "Evan!" 'Aku harus mengetes dia dulu.' "Liana apa kamu tahu, kalau aku mencintai Karin sahabat kamu," kata Evan dengan takut-takut. Evan gugup dengan pertanyaannya sendiri. Pertanyaan yang bisa menjebak diri sendiri. Jika nanti Liana merespon, alasan aja itu hanya candaan saja. "Evan! Evan! Tolong aku, aku takut Evan," teriak Liana masih berpura-pura tidak dengar dan memeluk pinggang Evan dengan erat. Hati Liana seakan tertusuk dengan tombak. Dia sangat yakin jika tadi Evan sengaja mengetesnya. Namun dia lebih yakin lagi jika pertanyaan Evan tadi bukan bohongan semata. Hatinya sungguh kecewa dengan sang suami dan juga Karin. 'Kamu harus kuat Liana. Kamu tidak boleh goyah. Kamu harus bisa pura-pura tuli agar semua rahasia suami kamu bisa terbongkar,' batin Liana menguatkan diri. Semakin memeluk Evan dengan erat. Evan puas dengan reaksi Liana. Liana sama sekali tidak merespon pertanyaannya. Artinya Liana tidak mendengar percakapan dia dengan Karin tadi. "Bagus, ini bagus sekali. Kamu tetap saja seperti ini, ya Liana," kata Evan mengelus punggung Liana. Evan melepaskan pelukan Liana. Lalu merubah raut wajah sesedih mungkin untuk menyakinkan Liana jika dia ikut sedih. Membingkai wajah Liana dengan kedua tangan agar pandangan mereka bertemu. "Evan! Evan!" histeris Liana dengan air mata yang bercucuran. Evan kembali membawa Liana ke dalam pelukan. Bersikap seolah sedang menghibur Liana. Namun dia tertawa keras di belakang Liana. "Liana, Liana. Semoga saja kamu tuli permanen. Biar aku lebih mudah mengambil semua milik kamu. Tahu gini sekalian saja kamu buta gara-gara kecelakaan tadi," bisik Evan sambil mengelus punggung Liana. Liana meremas kedua tangan di balik punggung Evan. Sangat sakit hati mendengar perkataan Evan. Apakah Evan sama sekali tidak mempunyai hati. Mereka sudah menikah selama setahun lebih dan mengenal lebih dari tiga tahun. Apa waktu selama itu hati Evan tidak bisa digoyahkan sedikit pun. Sampai hati menginginkan hal buruk menimpanya. Liana sudah memberikan apapun yang dimiliki untuk Evan. Sudah begitu banyak perhatian dan cinta. Lalu tidak terhitung lagi modal untuk usaha Evan yang juga tidak membuahkan hasil. Bersambung ….Ashton KingI almost completed my work for the day I was ready to join my bed and Netflix for the rest of the day. I took my blazer and went towards the elevator. Just then my phone started ringing, the id showed Nik.Ugh what does he want now!Don't get me wrong, I love him, he's my best friend, but this man is annoying as f***. He wants to go party every single night after work. And I hate doing that. I hate going to clubs. What's even fun in that? Most of the time I make my escape, but sometimes when I don't he drags me to wherever he's going for the night.Lord save me today!"Hey Nik""Hey bro what's up?"
Isabelle Lightwood,I turned to see the owner of the line and it was Mr. Niklaus fucking Mikaelson. Wow what a day!"So at last you graced us with your presence Mr. Mikaelson.""Well that wasn't the answer to my question Ms. Lightwood.""I'm not obliged to answer your any question which isn't work related, so let's get to business, shall we?"I said knowing he is the way he is. And saying anything more would be a waste of my energy and time. And I hate wasting any of it. I also am meeting my brother, I definately won't want to be late to it because of this."Yes sure."
Isabella Lightwood, I was standing in my conference room looking at the city through the glass window. There were many thoughts on my mind, I haven't met my mom in months, I don't even know what's going on in her life, she must have been feeling lonely, there's no one with whom she can share her thoughts with. I did get her a big mansion but she's lonely in that majestic mansion, maybe I should start living with her. I haven't even met my brother from a long time, the last time I met him was on his birthday, four months ago. He's coming today so I'm gonna meet him, maybe me and my brother both should live with mom, she would feel good. I know she has buried herself in work because she doesn't want her mind to be empty. She says"Empty minds are home to devil " which
Ashton King, Beep beep I wake up and press dismiss button on my alarm clock. My eyes move to the digital clock on the table beside my bed, which shows 5:00 am. I get up from my bed and observe the peaceful weather from the window. Then I go to my bathroom and get freshen up and wear my work out clothes, shoes and take my skipping rope and earplugs with me. I go for a run in a park nearby, then do skipping because I like to do my exercise in the nature as rest of the workout will have to be in gym. After half an hour of running and skipping I return to my penthouse and go to my gym I work out there for an hour. Then I go to my room and get ready for office. I go to the washroom, to bath. Wearing a towel ar
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.