Beranda / Urban / Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua / Bab 121: Sering Sebut Saudara Kembar Jahat

Share

Bab 121: Sering Sebut Saudara Kembar Jahat

Penulis: mrd_bb
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-05 14:31:45
“Jangan buru-buru dulu, aku akan telpon Desi agar memandikan anak ini, lalu beri pakaian bagus, agar dia enjoy bercerita,” cegah Raymond, hingga Mike dan Barlan mengangguk.

Desi datang satu setengah jam kemudian, tanpa ragu dia ajak Mona ke sebuah hotel yang tak jauh dari rumah sakit ini dan memandikan bocil ini sampai bersih, lalu di berikan pakaian bagus.

Wajah Mona pun kini terlihat makin cantik dan menggemaskan.

Mona makin bahagia, saat Desi belikan boneka labubu yang sangat lama dia idam-idamkan. Tentu saja ini semua atas perintah Raymond, agar bikin Mona senang dulu, untuk mudah korek keterangan dari mulutnya.

Setelah wanita mirip Rahma kini di pindahkan ke ruang perawatan VVIP dan terlihat nyenyak bobo seteah di beri suntikan beris obat penenang, untuk suntik vitamin, karena menderita lapar berhari-hari.

Tak lama Desi datang bersama Mona.

Raymond, Mike dan Barlan sempat pangling lihat Mona yang gendong boneka Labubu-nya, yang kini sudah berbaju bagus plus sepatunya juga baru dan
mrd_bb

BERSAMBUNG

| 66
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Saparuddin Udin
ceritanya bagus
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 483: Akhirnya Bertemu Brigitha

    Mamon menatap ke akraban Putri Intan, baby Raka dan kedua ortunya, ke empatnya ramai sekali bercanda, tak lama datangkan si Princess Cilla.Mamon sampai senyum lebar, ibunya seolah menemukan cucu yang baru lagi, Rahma terlihat sangat sayang dengan Putri Intan, juga Raymond yang tiada henti candain si Putri Intan yang emank pintar sekali itu.Anehnya Putri Intan dan Cilla juga langsung akrab, biarpun beda usia 5 tahun, keduanya cocok berteman.Bahkan setelah baby Raka bobok karena kecapekan bercanda, Cilla tak sungkan ajak Putri Intan ke kamarnya dan mereka main bersama.“Aku harus temui Brigitha, moga saja dia tak marah lagi?” batin Mamon dan kini dia dia ikut perkembangan kasus Adelia dari sahabatnya yang ada di Mabes.“Ya, kamu bantulah, jadikan si Adel korban saja, biar kelak dia bisa bebas,” kata Mamon lagi pada temannya yang berpangkat Brigjen Polisi itu, dan kini dia bersiap ke sana, tujuannya jelas…bukan temui Adelia, tapi Brigitha.Mamon bawa mobil sportnya langsung geber ke Ma

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 482: Baby Raka dan Putri Intan Akrab

    Paginya…Langkah kaki Mamon tertahan di pintu kamar, saat mendengar Putri Intan sedang berbicara dengan seseorang melalui gawai barunya.Niatnya untuk ajak sarapan tertahan, ia pun dengarkan percakapan Putri Intan, yang seakernya sengaja di buka Putri.“Iya Mama, nyaman banget, Om Mamon loh orangnya, Putri tadi malam di ajak Om keliling kota Malang, belanja-belanja, trus ini di beli’in ponsel, makanya bisa nelpon Mama!"Mama akan ke Jakarta, susul kakak kamu si Adel!" terdengar suara dari seberang telpon.“Mama susul ke Jakarta, emank ka Adel kenapa Ma? Jadi…Putri di sini saja sama Om gitu yaa Ma?”"Kaka kamu nakal! Ya udah, kamu aman sama si Om itu, kamu di sana saja dulu yaa, nanti Mama akan jemput sepulang dari Jakarta"“Ya deeeh, dahh mamaaaa!” Putri Intan tutup telpon.“Haloo Om…tadi Putri menelpon Mama, kan Putri hapal nomornya, kata mama, Putri sementara sama Om dulu, katanya mama mau ke Jakarta susul ka Adel yang ke tangkap polisi, nggak tau kenapa ka Adel ketangkep, nakal kale

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 481: Makin Akrab dengan Putri Intan

    5X panggilan Mamon belum di jawab Adelia, tapi dia lalu tinggalkan pesan buat si artis itu dan sebutkan Putri Intan ada di rumahnya, sekaligus kirim sherlock-nya dan minta agar segera di jemput.“Mungkin dia lagi sibuk syuting, masa sepupu sendiri ngilang dia nggak panik, aneh saja si Adelia ini” batin Mamon, hibur hatinya.Kini Mamon kembali ke kamar dan menatap wajah jelita si gadis kecil ini. Putri Intan nyenyak sekali bobok chantiiik-nya, sudah satu jam belum juga bangun, saking nyenyaknya.Tiba-tiba ponsel Mamon bunyi, ternyata Adelia yang telpon balik, Mamon pun geser ke balkon dan menerima telpon si artis ini, agar tak ganggu boboknya Putri Intan.“Heii Mamooooonn…duehh tumben nih setelah sekian tahun baru nelpon akiuuuu, mentang-mentang udah duren, makin sombioooong nihhh,” terdengar suara Adelia, bukannya tanyakan soal Putri Intan, Adelia malah nyerocos soal Mamon.“Adelia, kamu udah kelar syutingnya? Nih sepupu kamu Putri Intan, si gadis cilik ada di tempat aku, dia nyasar ka

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 480: Putri Intan Sepupunya Adelia

    “Woww…ini rumah milik Om, ini istana apa rumah sih?” ceplos Putri Intan polos dan terkagum-kagum, melihat kemewahan dan besarnya rumah bercat putih ini.“Rumahlah, masa istana…ayo masuk, kamu bisa makan sepuasnya di dalam,” ajak Mamon, sambil tarik tangan Putri Intan yang masih terbengong - bengong dengan kemewahan rumah ini.Tapi soal rumah seketika di lupakan Putri Intan, si gadis cilik ini makan dengan sangat lahap, semua menu dia cicipin, tak ada yang tidak dia rasain.“Den bagus ini anak siapa sih? Cakep benar kayak anak bule ajee?” Mbok Imah bertanya sambil menatap si Putri makan tanpa malu-malu dan kadang berseru wowww kalau lauknya sedap.“Katanya dia sepupunya artis, nggak tau siapa namanya, pas sepupunya lagi syuting dia malah jalan-jalan dan nyasar. Lalu minta duit karena lapar, ya udah aku bawa aja ke sini,” sahut Mamon, yang ikutan menatap kelakuan si Putri Intan ini makan.“Pasti ortunya atau sepupunya panik dia ngilang! Ni anak bukan anak orang biasa agaknya, lihat ajah

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 479: Gadis Cilik yang Cantik

    Sepanjang jalan sejak pisah dengan Listi, Mamon jadi sering senyum, selain ingat Listi, dia juga ingat Wiwi.Kalau Wiwi punya apem mulus tanpa rumput, milik Listi rimbun dan ASI-nya yang bikin Mamon sering senyum sendiri, apalagi kalau lihat ibu-ibu kasih ASI pada bayinya.“Ahh kacau, gara-gara aku duda dan kumat lagi nakalku, ya gini jadinya,” keluh Mamon dan geber motor gedenya menuju ke Jawa Timur.Anehnya…gara-gara kembali kumat dengan dua wanita strata biasa, Mamon jadi nggak begitu selera dengan wanita higtclass, apalagi yang suka oplas-oplas dan maunya perawatan mulu di salon mehong.“Mereka lebih alami dan jujur, nggak malu-malu ungkapkan perasaannya, beda dengan wanita di kota, banyak kamuplase dan banyak tuntutan. Itunya juga wangi alami” gumam Mamon, lalu tertawa sendiri.Mamon akhirnya sampai di Surabaya, kali ini dia tak perlu nginap di hotel-hotel murah, di sini ada rumah mewah dan gede milik keluarganya, tapi Mamon pilih ke Malang, ia bosan di kota pahlwan ini, kemana-ma

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 478: Pengalaman tak Terlupakan dengan Listi

    Tangan Mamon bergerak dan…bless, Listri kaget dan menjerit lirih, tapi setelahnya merem melek saat miliknya terasa sangat penuh plus senat senut yang bikin dirinya merasakan kenikmatan tiada tara.Tarikan Mamon di pingganya, membuat dua kutub min dan plus ini langsung merapat penuh.“Enak gaa…?” bisik Mamon tertawa, sambil remas-remas melon Listi yang penuh ASI.“Bukan enak lagi…komplet, enak, perih dikit, dan aduuhh Bang…pingin keluar nih,” balas Listi dan tubuhnya membungkuk karena di tarik Mamon dan sesaat keduanya saling berbagi air liur di sisi bayi Listi.Listi pun tak ragu mulai gerakan pinggulnya bergoyang pargoy di atas kuda jantan nan tangguh dan perkisong ini.Desahannya di tambah bunyi jalan berlumpur, jadi musiik indah persenggamaan keduanya. Listi ternyata nggak nahan di atas, dia cepat keluar tanpa bisa di tahan lagi, sehingga miliknya yang awalnya sesak, kini sangat lancar, olie pelumas Listi yang tiada henti keluar membuat jalannya semakin mulus. Si baby ini tak terg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status