Short
Memberikan Restu Ketika Pacarku Memilih Menikahi Asistennya

Memberikan Restu Ketika Pacarku Memilih Menikahi Asistennya

By:  CahayaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
31Chapters
1.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Orang-orang selalu berkata bahwa Nyra memiliki sepasang mata yang tajam dalam menilai sesuatu. Dalam semalam, rekomendasi sahamnya bisa membuat lembaran yang tadinya tak bernilai langsung melambung tinggi. Para putra keluarga terpandang yang mengejarnya bahkan sangat banyak. Namun, di antara semuanya, dia justru memilih Yoshio, pria yang tak memiliki apa-apa. Sepuluh tahun berlalu. Pemuda itu kini telah menggenggam aset senilai ratusan triliun dan berhasil mengubah perusahaan keluarganya yang nyaris bangkrut menjadi sebuah konglomerat multinasional. Semua orang memuji ketajaman mata Nyra dan iri karena dia akan segera menikah dengan Yoshio. Namun, ketika Nyra datang ke kantor catatan sipil dengan penuh sukacita, dia menunggu hingga malam tiba tanpa ada tanda-tanda kehadiran Yoshio. Yang justru dia lihat adalah unggahan medsos asisten wanita Yoshio yang bernada provokatif. [ Tadi orang tuaku maksa aku menikah. Kakak CEO nggak tega melihatku kesusahan, jadi langsung mendaftarkan pernikahan denganku. Mulai sekarang, Kakak CEO bukan cuma bosku, tapi juga suamiku! ] Di dalam foto itu, akta nikah milik sang asisten dan Yoshio tampak begitu menyilaukan mata. Dalam sekejap, semua orang menunggu untuk melihat Nyra cemburu dan mengamuk. Namun, Nyra tetap tenang. Dia malah menyukai unggahan itu dan berkomentar. [ Sudah resmi nikah, ya? Kapan resepsinya? Aku pasti akan kasih kalian angpau besar. ] Detik berikutnya, Yoshio yang sejak tadi tak memberi kabar akhirnya menelepon. Nada bicaranya dingin. "Aku mendaftarkan pernikahan dengan Lora karena ada alasannya. Tadi orang tuanya tiba-tiba telepon dan memaksanya berhenti kerja untuk ikut kencan buta." "Aku nggak ingin kehilangan karyawan berbakat seperti dia, jadi aku setuju menikahinya hanya untuk mengelabui orang tuanya. Kami nggak benar-benar menikah. Kenapa kamu harus berpikiran sempit begini?" "Kuberi waktu satu menit. Hapus komentarmu dan minta maaf pada Lora. Setelah urusan orang tuanya selesai, aku akan ceraikan dia, lalu mendaftarkan pernikahan denganmu." Melihat pria yang hatinya sudah berubah itu, Nyra hanya tersenyum sinis. "Nggak perlu. Kita putus saja."

View More

Chapter 1

Bab 1

Orang-orang selalu berkata bahwa Nyra memiliki sepasang mata yang tajam dalam menilai sesuatu.

Dalam semalam, rekomendasi sahamnya bisa membuat lembaran yang tadinya tak bernilai langsung melambung tinggi. Para putra keluarga terpandang yang mengejarnya bahkan sangat banyak. Namun, di antara semuanya, dia justru memilih Yoshio, pria yang tak memiliki apa-apa.

Sepuluh tahun berlalu. Pemuda itu kini telah menggenggam aset senilai ratusan triliun dan berhasil mengubah perusahaan keluarganya yang nyaris bangkrut menjadi sebuah konglomerat multinasional.

Semua orang memuji ketajaman mata Nyra dan iri karena dia akan segera menikah dengan Yoshio.

Namun, ketika Nyra datang ke kantor catatan sipil dengan penuh sukacita, dia menunggu hingga malam tiba tanpa ada tanda-tanda kehadiran Yoshio. Yang justru dia lihat adalah unggahan medsos asisten wanita Yoshio yang bernada provokatif.

[ Tadi orang tuaku maksa aku menikah. Kakak CEO nggak tega melihatku kesusahan, jadi langsung mendaftarkan pernikahan denganku. Mulai sekarang, Kakak CEO bukan cuma bosku, tapi juga suamiku! ]

Di dalam foto itu, akta nikah milik sang asisten dan Yoshio tampak begitu menyilaukan mata.

Dalam sekejap, semua orang menunggu untuk melihat Nyra cemburu dan mengamuk. Namun, Nyra tetap tenang. Dia malah menyukai unggahan itu dan berkomentar.

[ Sudah resmi nikah, ya? Kapan resepsinya? Aku pasti akan kasih kalian angpau besar. ]

Detik berikutnya, Yoshio yang sejak tadi tak memberi kabar akhirnya menelepon. Nada bicaranya dingin.

"Aku mendaftarkan pernikahan dengan Lora karena ada alasannya. Tadi orang tuanya tiba-tiba telepon dan memaksanya berhenti kerja untuk ikut kencan buta."

"Aku nggak ingin kehilangan karyawan berbakat seperti dia, jadi aku setuju menikahinya hanya untuk mengelabui orang tuanya. Kami nggak benar-benar menikah. Kenapa kamu harus berpikiran sempit begini?"

"Kuberi waktu satu menit. Hapus komentarmu dan minta maaf pada Lora. Setelah urusan orang tuanya selesai, aku akan ceraikan dia, lalu mendaftarkan pernikahan denganmu."

Melihat pria yang hatinya sudah berubah itu, Nyra hanya tersenyum sinis. "Nggak perlu. Kita putus saja."

....

Begitu kata-kata itu terlontar, Yoshio terdiam beberapa saat di seberang telepon. Ketika kembali berbicara, suaranya jelas dipenuhi amarah. "Nyra, harus berapa kali lagi aku menjelaskan?"

"Aku sudah bilang, pernikahan dengan Lora cuma pura-pura. Hanya formalitas. Semua ini demi menghadapi desakan orang tuanya agar segera menikah. Apa perlu kamu permasalahkan sampai seperti ini?"

"Toh aku sudah janji akan mendaftarkan pernikahan denganmu. Sebenarnya kamu masih mau apa lagi? Ngambek juga harus ada batasnya. Masa minta putus dijadikan bahan candaan?"

Nyra tidak menjawab. Dia hanya menggenggam ponselnya erat sambil menatap kantor catatan sipil yang kini telah kosong, lalu menyunggingkan senyum pahit.

Selama sepuluh tahun terakhir, menikah dengan Yoshio selalu menjadi impiannya. Bahkan dalam mimpinya pun, dia selalu membayangkan kehidupan pernikahan yang bahagia bersama pria itu.

Karena itulah, sejak lama Nyra sudah menyiapkan suvenir pernikahan dan undangan. Studio foto prewedding, pakaian pengantin, bahkan lokasi resepsi pun sudah dia pilih. Asalkan Yoshio setuju, mereka bisa menikah kapan saja.

Namun, setiap kali Nyra ingin membahas pernikahan, Yoshio selalu menggunakan karier sebagai alasan. Dia berkata sekarang adalah masa krusial perkembangan perusahaan dan memintanya menunggu hingga semuanya mapan.

Demi membantu Yoshio mengokohkan posisi perusahaan, Nyra bahkan rela mengambil semua pekerjaan paling berat. Dia bekerja lembur siang malam tanpa mengenal lelah.

Namun, setelah posisi perusahaan benar-benar kokoh, Yoshio kembali berkata bahwa dirinya belum siap dan meminta Nyra menunggu lagi.

Nyra pun menunggu sepuluh tahun lamanya.

Hingga kemarin, saat dia berhasil mendapatkan proyek akuisisi lintas negara untuk perusahaan, Yoshio yang selama ini terus menunda pernikahan akhirnya setuju mendaftarkan pernikahan, bahkan menyebutnya sebagai hadiah untuknya.

Nyra begitu bahagia. Dia mengira penantian bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Karena terlalu bersemangat, dia tidak bisa tidur semalaman. Dia bahkan mengambil cuti sehari dan berangkat pagi-pagi ke kantor catatan sipil untuk menunggu Yoshio.

Alhasil, dia menunggu hingga malam tanpa pernah melihat batang hidung Yoshio. Sebaliknya, dia justru melihat unggahan provokatif dari Lora yang memamerkan buku nikah miliknya bersama Yoshio.

Bahkan demi menghindari bertemu Nyra, mereka sengaja pergi ke provinsi sebelah untuk mendaftarkan pernikahan. Di dalam foto itu, akta nikah mereka benar-benar menusuk hati Nyra.

Ternyata bukan Yoshio belum siap menikah. Pria itu hanya tidak ingin menikah dengannya.

Nyra menarik napas panjang. Kali ini dia tak lagi memilih menelan semua rasa sakit seperti sebelumnya, melainkan membalas dengan nada dingin.

"Benar, ini cuma formalitas. Dari ambil nomor antrean sampai selesai mendaftarkan pernikahan bahkan nggak butuh sepuluh menit. Tapi selama sepuluh tahun bersama, kamu nggak pernah sudi melakukan formalitas sesederhana itu denganku. Sebaliknya, kamu malah melakukannya dengan Lora."

"Lagi pula, kali ini kamu sendiri yang mengusulkan pendaftaran pernikahan. Tapi akhirnya kamu malah membiarkanku menunggu seharian. Apa aku nggak pantas marah?"

Di seberang telepon, Yoshio tampaknya tidak menyangka sikap Nyra kali ini akan sekeras itu. Dia pun terdiam.

Namun tak lama kemudian, dia kembali berbicara dengan nada yang lebih angkuh, "Nyra, bisa nggak, kamu berhenti bersikap semaunya? Aku sudah bilang ini ada alasannya, 'kan? Masa aku harus biarin Lora dipaksa menikah dan akhirnya hidup menderita?"

"Coba pikirkan, perusahaan sudah menghabiskan begitu banyak biaya untuk melatih Lora. Aku melakukan ini demi mempertahankan karyawan berbakat. Apa aku salah?"

Mendengar Yoshio berbohong tanpa merasa bersalah, Nyra hanya merasa geli. Begitu banyak karyawan di perusahaan yang dipaksa menikah oleh keluarganya, kenapa Yoshio tidak berusaha mempertahankan mereka? Kenapa hanya Lora yang dia lindungi?

Lagi pula, sejak kapan Lora bisa disebut sebagai talenta? Kemampuan kerjanya nyaris nol. Bahkan menggunakan WPS yang paling dasar pun dia tidak bisa. Prestasinya selalu berada di peringkat terbawah. Selama enam bulan bekerja dia belum pernah mendapatkan klien.

Kalau itu karyawan lain, jangankan yang tidak menghasilkan penjualan, yang kurang menghasilkan sedikit saja atau yang tidak memiliki kesadaran diri pasti sudah dimarahi Yoshio habis-habisan dan dipecat.

Namun, ketika giliran Lora, Yoshio malah berdalih bahwa Lora sengaja menyerahkan prestasinya kepada rekan-rekannya agar semua orang tetap bisa mencari nafkah. Katanya, kalau perusahaan benar-benar menghadapi krisis, Lora pasti akan mampu membalikkan keadaan.

Nyra tahu betul, kalau bukan karena Yoshio berkali-kali merebut proyek miliknya untuk diberikan kepada Lora demi mempercantik prestasinya, dengan kemampuan Lora yang sebenarnya, dia pasti sudah lama dipecat.

Mungkin Yoshio sendiri tidak pernah menyadarinya. Keberpihakannya kepada Lora sudah lama terlihat dalam setiap hal kecil di kehidupan sehari-hari. Itu adalah perhatian yang bahkan tidak dia sadari sendiri, juga perlakuan istimewa yang muncul begitu saja dari nalurinya.

Tiba-tiba, Nyra merasa lelah. "Kamu memang nggak salah. Yang salah adalah aku."

Mendengar itu, alis Yoshio yang sedari tadi berkerut akhirnya sedikit mengendur. Nada bicaranya bahkan terdengar puas. "Kalau sudah tahu salah, cepat hapus komentarmu dan minta maaf ke Lora. Kalau nggak, gimana karyawan lain memandang Lora nanti ...."

Namun, sebelum dia selesai berbicara, Nyra langsung menyela, "Nggak. Kesalahan terbesarku adalah nggak memutuskan hubungan denganmu lebih awal."

"Nyra, kamu benar-benar keterlaluan! Jadi kamu mau terus keras kepala, ya? Tunggu saja!" Yoshio langsung menutup telepon dengan marah.

Tak lama kemudian, ponsel Nyra dipenuhi notifikasi dari berbagai aplikasi bahwa status hubungan pasangan mereka telah diputus. Bukan hanya itu, foto profil pasangan mereka pun sudah diganti oleh Yoshio.

Nyra sudah terbiasa melihat hal seperti ini. Setiap kali Yoshio marah, dia selalu melakukan cara yang sama, memutus semua jalur komunikasi untuk memberi tekanan agar Nyra yang lebih dahulu mengalah.

Namun, kali ini Nyra benar-benar lelah. Dia juga tak ingin lagi membujuknya seperti yang sudah-sudah. Saat hendak mematikan layar ponsel, tiba-tiba Lora menandainya di grup kerja.

[ Kak Nyra, aku dan Kak Yoshio mendaftarkan pernikahan memang karena ada alasannya. Dia hanya ingin membantuku menghadapi desakan orang tuaku agar segera menikah. Di zaman sekarang, bos yang baik hati seperti Kak Yoshio sudah jarang. Tolong jangan salah paham! ]

[ Kalau tahu kamu akan begitu keberatan, aku pasti nggak akan mengunggahnya ke media sosial. Semua ini salahku. Aku akan minta maaf langsung kepadamu .... ]

Yoshio segera membalas di bawah.

[ Lora, kamu nggak melakukan kesalahan apa pun. Nggak perlu minta maaf. Yang seharusnya minta maaf adalah orang yang menyindir dan menuduh orang lain dengan niat buruk! ]

Melihat itu, rekan-rekan kerja di grup pun langsung memahami maksud Yoshio dan ikut menyahut.

[ Betul! Lora, ini bukan salahmu. Nyra yang terlalu picik. Dia iri karena kamu masih muda, cantik, dan sangat dihargai Pak Yoshio, makanya sengaja menyebarkan fitnah! ]

[ Pak Yoshio baik sekali. Nyra yang mengaku pacarnya malah nggak punya rasa iba. Pantas saja dibiarkan menunggu seharian. Pak Yoshio memang hebat. Memang seharusnya Nyra dikasih pelajaran biar nggak terlalu sombong! ]

Melihat deretan komentar penuh kebencian itu, wajah Nyra tetap tanpa ekspresi.

Sejak Lora bergabung ke perusahaan dan Yoshio mulai memihaknya, rekan-rekan kerja yang oportunis itu sudah makin terbiasa menjilat. Mereka juga sering bergosip tentang Nyra di belakang.

Hati Nyra sudah lama mati rasa, jadi cibiran seperti ini tidak lagi mampu melukainya. Dia malas membaca lebih lanjut dan langsung mematikan layar ponsel.

Petugas kantor catatan sipil memandangnya dengan wajah penuh simpati. "Bu, Anda sudah menunggu seharian. Orang yang Anda tunggu masih belum datang? Kami sebentar lagi tutup. Gimana kalau Anda datang lagi besok?"

Nyra menggeleng pelan sambil menundukkan pandangan. "Dia sudah mendaftarkan pernikahan dengan orang lain. Dia nggak akan datang lagi. Besok pun aku nggak akan datang lagi."

Setelah berkata begitu, Nyra menatap nomor antrean di tangannya dan tiba-tiba merasa semuanya begitu ironis. Padahal dialah orang pertama yang datang, tetapi justru menjadi orang terakhir yang pergi.

Akhirnya, dia merobek nomor antrean itu hingga hancur, lalu membuangnya ke tempat sampah. Dia tidak ingin lagi menunggu orang yang tak kunjung datang dan pernikahan yang tak pernah terwujud. Perasaan yang tak pernah mendapat balasan ini juga tidak ingin dia pertahankan lagi.

Setelah membuang nomor antrean itu, Nyra melangkah dengan mantap menuju pintu keluar kantor catatan sipil. Namun, baru saja sampai di pintu, Yoshio yang beberapa saat lalu memblokir semua aksesnya kini justru menelepon.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
31 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status