LOGINPada jamuan makan keluarga saat Festival Perahu Naga, Zaidan Pangestu mengatakan bahwa dia akan secara resmi memperkenalkan aku kepada orang tuanya. Aku telah mempersiapkan diri selama tiga bulan, tetapi malah dibiarkan menunggu selama satu jam di luar rumahnya. Setelah aku akhirnya diperbolehkan masuk ke rumah, ibu Zaidan memanggil seorang gadis yang mengenakan gaun tradisional mendekat, lalu mengumumkan kepada semua orang sambil tersenyum, "Ini Zafira Cahyadi, tunangan Zaidan. Pernikahan mereka akan diadakan pada Festival Pertengahan Musim Gugur." Aku menatap Zaidan. Dia menundukkan kepala dan tidak menyangkalnya. Selama makan, Zaidan dan Zafira menerima restu dari semua orang. Sementara itu, kepala pelayan membawaku masuk melalui pintu samping, lalu menyuruhku pergi ke meja di sudut ruangan. Aku bahkan tidak diberi tempat duduk yang layak. Setelahnya, Zaidan mengirim pesan WhatsApp kepadaku. [ Tunggu aku. Aku akan mengurus semuanya. ] Aku hanya membalas dengan sepatah kata. [ Selamat. ]
View MorePada hari Harvey menemui Zaidan, hujan sedang turun."Zaidan, aku sudah bernegosiasi dengan Keluarga Cahyadi. Aku akhirnya berinvestasi di proyek kawasan tepi sungai itu. Aku juga sudah cairkan bagianmu dan transfer uangnya ke kartu ini." Harvey meletakkan sebuah kartu bank di atas meja. "Ini hal terakhir yang bisa kulakukan untukmu. Gimanapun, kita itu teman."Zaidan menatap kartu itu. "Zafira yang suruh kamu mencariku?""Nggak, aku sendiri yang mau mencarimu.""Makasih."Harvey berdiri dan berjalan pergi. Saat tiba di pintu, dia menoleh dan berujar, "Dia akan nikah pada Festival Perahu Naga bulan depan. Kalau kamu mau pergi, aku bisa kasih kamu alamatnya. Selain itu, ada sesuatu yang belum kuberi tahu kamu selama ini.""Selingkuhan ayahmu sebenarnya adalah ibunya Zafira. Jadi, sejak awal, pertunangan kalian bukanlah aliansi bisnis, melainkan utang dari generasi yang lebih tua."Seusai berbicara, Harvey pun pergi.Zaidan duduk sendirian di kantor. Hujan di luar menerpa jendela. Dia te
Setelah Grup Pangestu mengalami krisis, Zaidan mulai mencari investor. Setiap hari, dia bertemu investor yang berbeda dan mengatakan hal yang sama. Kebanyakan orang menolak proposalnya.Ada orang yang berkata terus terang padanya, "Kamu bahkan nggak mampu pertahankan pertunanganmu. Mana bisa aku percaya padamu?"Ada yang diam-diam berdiskusi di belakang Zaidan bahwa Keluarga Pangestu telah menyinggung Keluarga Cahyadi. Siapa pun yang membantunya akan tertimpa kesialan.Setiap hari, Zaidan sibuk dari pagi sampai dini hari. Ketika dia kembali ke apartemen, ada lampu yang masih menyala. Itu adalah lampu yang kupilih. Dia berbaring di sofa dan menatap lampu itu.Terkadang, dia akan merenungkan apa yang sedang kulakukan, apakah aku makan dengan baik, apakah orang tersebut memperlakukanku dengan baik.Suatu hari, ayah Zaidan memanggilnya ke ruang kerja dan menyodorkan sebuah dokumen di depannya. "Tandatangani ini."Zaidan membaca isi dokumen itu. Itu adalah surat perjanjian pengalihan saham.
Bisnis toko bungaku sudah makin baik. Theo juga selalu membantuku. Suatu malam, dia berdiri di bawah rumahku dan memberitahuku bahwa dia menyukaiku.Aku ragu cukup lama, tetapi bukan karena dia tidak cukup baik."Theo, ada sesuatu yang perlu kamu ketahui dulu. Masa laluku agak rumit. Aku pernah tunggu seseorang di ibu kota selama tiga tahun. Sampai nggak ada lagi yang bisa kutunggu, aku baru datang kemari.""Aku sudah tahu dari awal."Aku mendongak untuk menatap Theo. Dia pun tersenyum. "Yang kutanya bukan apa kamu bisa menerimaku, melainkan apa kamu bersedia biarkan aku temani kamu menjadikan tempat ini rumahmu?"Malam itu, aku menyetujuinya. Bukan karena aku merasa terharu, tetapi karena aku merasa sangat santai saat bersama Theo.Suatu pagi, ketika membuka pintu, aku melihat sebuket bunga lili di depan pintu. Tidak ada kartu atau nama pengirim pada bunga itu.Lili adalah bunga favoritku dan aku hanya pernah memberi tahu satu orang. Aku mengambil bunga itu, lalu melihatnya sekejap se
Setelah kembali ke ibu kota, Zaidan mengajak Zafira bertemu."Aku mau akhiri pertunangan kita. Kamu boleh ajukan syarat apa pun."Zafira meletakkan gelasnya dan menatap Zaidan beberapa saat. "Kamu sudah ambil keputusan? Demi wanita itu?""Itu nggak ada hubungannya denganmu.""Oke, aku mau proyek kawasan tepi sungai yang kamu pegang.""Oke.""Dan vila di sebelah barat kota.""Oke.""Kamu bahkan nggak mau tawar-menawar denganku?""Aku akan berikan apa pun yang kamu inginkan. Tapi, aku punya satu syarat. Jangan pernah muncul di hadapannya lagi."Zafira tertawa terbahak-bahak. "Zaidan, dia nggak menginginkanmu lagi, tapi kamu masih melindunginya?""Itu nggak ada hubungannya denganmu."Seusai berbicara, Zaidan berdiri dan hendak pergi."Kamu kira dengan akhiri pertunangan kita, dia akan kembali? Sekarang, dia menghabiskan waktu bersama pemilik kafe itu setiap hari. Kamu kira kamu sedang berkorban demi dia? Dia sama sekali nggak tahu, juga nggak peduli."Zaidan terpaku di tempat, dengan pung


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews