Short
Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah

Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah

By:  JubeiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ketika pertama kali aku menemukan sebuah kalung di mobil tunanganku, ibunya sendiri yang menelepon untuk menjelaskan. “Nora, kamu salah paham soal Owen. Kalung itu milik Bibi yang tidak sengaja tertinggal di mobil” Kedua kalinya, aku menemukan 2 tiket bioskop. Sahabat dekatnya langsung menandai namaku di grup. [Kakak ipar, jangan berpikir sembarangan. Aku yang memintanya membeli tiket bioskop itu ….] Ketiga kali …. Keempat kali …. Dan setiap kali setelahnya, selalu ada seseorang yang maju membelanya. Hingga untuk yang kesembilan kalinya, aku mengambil sebuah lipstik dari celah jok mobil, lalu mengangkatnya di depan wajahnya. “Lipstik siapa ini?” Tangan Owen yang sedang menggenggam kemudi tampak bergetar sesaat. Namun, dia segera bertindak setenang biasanya dan menelepon seseorang. “Siapa yang lipstiknya tertinggal di mobilku?” Yang mengangkat telepon adalah adik kandungku dan sahabat dekatku. “Kakak Ipar? Jadi lipstiknya tertinggal di mobilmu? Pantas saja dari tadi Mia tidak menemukannya.” “Tetapi, Kakak, kamu juga keterlaluan. Kenapa selalu curiga tanpa alasan? Bukankah saat kumpul terakhir kita sudah sepakat? Jika lain kali kamu masih membuat keributan seperti ini, sekalian saja batalkan pernikahan kalian.” Sahabatku pun ikut menimpali, “Benar. Nora, masa kamu tidak tahu sebaik apa Owen memperlakukanmu? Belakangan ini kamu benar-benar keterlaluan.” Saat telepon dimatikan, Owen menatapku dengan wajah polos. “Bagaimana? Sekarang kamu sudah bisa berhenti mencurigaiku, kan? Ini sudah yang kesembilan kalinya, Nora. Jika lain kali masih membuat keributan seperti ini, kurasa pernikahan kita ....” Aku tersenyum tipis dan langsung memotong ucapannya, “Kalau begitu, tidak usah dilanjutkan. Batalkan saja pernikahannya.” Owen tidak pernah tahu ... lipstik itu bukan milik wanita simpanannya. Juga bukan milik sahabatku. Lipstik itu ... kubeli sendiri. Lalu sengaja kutinggalkan di mobilnya. Hanya untuk membuktikan ... bahwa semua orang di sekitarnya telah berbohong demi menutupi perselingkuhannya.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Jamuan pernikahan di hotel sudah kubatalkan. Jangan lupa beri tahu semua kerabat dan teman-temanmu.”

Mendengar perkataanku, Owen langsung menginjak rem mendadak.

“Nora, kamu serius? Sekarang kamu bahkan tidak percaya pada adik kandung dan sahabatmu sendiri?”

Dia menatapku, wajahnya benar-benar mengeras.

“Mungkin kamu memang harus menemui psikiater. Orang yang normal tidak menjalani hubungan seperti ini.”

“Bahkan perkataan adikmu sendiri saja tidak kamu percaya. Bagaimana lagi aku harus membuktikan bahwa aku tidak bersalah?”

“Jika di antara kita bahkan tidak ada kepercayaan yang paling mendasar, apa gunanya pernikahan ini dilanjutkan?”

Setelah selesai berbicara, ponselnya pun berdering. Begitu melihat nama penelepon, sorot matanya langsung melunak.

“Aku masih ada urusan. Pulanglah dan renungkan sikapmu. Hari ini akan kuanggap tidak pernah terjadi apa-apa.”

Mobil hitam itu melaju pergi tanpa ragu.

Sementara itu, aku masih belum bisa menerima kenyataan dan segera menghentikan sebuah taksi dan mengejar mobilnya.

Setengah jam kemudian, pelacak lokasi di ponselku berhenti di sebuah restoran tepi laut.

Di balik jendela kaca yang lebar, kulihat di dalamnya sedang berlangsung pesta perayaan 1 bulan seorang bayi.

Di tengah suasana yang ramai, wajah-wajah yang kulihat terasa begitu familier.

Dan wanita yang menjadi pusat perhatian semua orang itu ....

Kalung mutiara yang melingkar di lehernya adalah kalung yang pertama kali kutemukan di mobil Owen.

Ikat rambut yang menghiasi rambutnya ... adalah ikat rambut yang ketiga kali kutemukan di saku jas Owen.

Saat wajah wanita itu terlihat jelas, ketenangan yang susah payah kupertahankan langsung runtuh.

Ternyata dia.

Sebulan yang lalu, saat mengganti cairan infus, aku tidak sengaja membuat darah pasien mengalir balik ke selang infus.

Keluarga Eva kemudian menuduhku melakukan “penganiayaan terhadap pasien” dan mengajukan gugatan ke kantor pusat rumah sakit.

Di tengah perselisihan itu, salah seorang pengawalnya mendorongku hingga terjatuh.

Akibatnya, tangan kananku patah saat itu juga, dan pekerjaanku pun diberhentikan sementara.

Namun kini ... adik laki-lakiku yang berprofesi sebagai pengacara, yang dulu berlari ke sana kemari membantuku menangani gugatan itu ....

Justru sedang sibuk menggantikan Eva menerima minuman dari para tamu.

Sahabatku yang pernah berkali-kali membelaku di hadapan pimpinan rumah sakit, bahkan rela begadang menyusun laporan banding ....

Kini malah sibuk membantu Eva menyambut para tamu.

Sedangkan Owen ... dialah yang paling menggelikan.

“Kak Owen, kamu terlambat! Bukankah sudah waktunya melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati Kakak Ipar?”

Diikuti sorakan orang-orang di sekelilingnya, dia langsung merangkul Eva ke dalam pelukannya. Lalu menciumnya di depan semua orang.

Adegan demi adegan itu ... bagaikan lelucon besar yang terus menghantam kewarasanku.

Ternyata mereka adalah keluarganya Eva.

Merekalah yang membesar-besarkan kesalahan kecilku hingga menjadi pengaduan besar dan membuatku kehilangan pekerjaan.

Dalam sekejap, rasanya seperti ada lempengan besi membara yang menampar pipiku. Panasnya menjalar hingga memenuhi kepalaku.

Jadi ... inilah rasanya dipermainkan oleh semua orang yang kupercaya selama ini.

Saat itu juga, ponselku bergetar. Sebuah pemberitahuan mutasi dari rumah sakit muncul di layar.

[Dokter Reed, permohonan mutasi Anda telah disetujui. Mohon melapor ke Rumah Sakit Ashford dalam waktu 3 hari ….]

Aku menatap layar ponsel itu dan merasa semuanya sangat menggelikan.

Baguslah. Memang sudah tidak ada lagi yang layak membuatku tetap tinggal di kota ini.

3 hari lagi, hubunganku dengan Owen pun akan benar-benar berakhir.

Aku pergi dengan langkah berat, tidak ingin melihat lagi pemandangan yang sangat menjijikkan itu.

Namun di belakang, Eva melihat sosokku yang terasa familier, lalu segera mengejarku.

“Dokter Reed? Apa Anda sengaja datang untuk menghadiri pesta perayaan 1 bulan bayi kami?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status