LOGINKetika pertama kali aku menemukan sebuah kalung di mobil tunanganku, ibunya sendiri yang menelepon untuk menjelaskan. “Nora, kamu salah paham soal Owen. Kalung itu milik Bibi yang tidak sengaja tertinggal di mobil” Kedua kalinya, aku menemukan 2 tiket bioskop. Sahabat dekatnya langsung menandai namaku di grup. [Kakak ipar, jangan berpikir sembarangan. Aku yang memintanya membeli tiket bioskop itu ….] Ketiga kali …. Keempat kali …. Dan setiap kali setelahnya, selalu ada seseorang yang maju membelanya. Hingga untuk yang kesembilan kalinya, aku mengambil sebuah lipstik dari celah jok mobil, lalu mengangkatnya di depan wajahnya. “Lipstik siapa ini?” Tangan Owen yang sedang menggenggam kemudi tampak bergetar sesaat. Namun, dia segera bertindak setenang biasanya dan menelepon seseorang. “Siapa yang lipstiknya tertinggal di mobilku?” Yang mengangkat telepon adalah adik kandungku dan sahabat dekatku. “Kakak Ipar? Jadi lipstiknya tertinggal di mobilmu? Pantas saja dari tadi Mia tidak menemukannya.” “Tetapi, Kakak, kamu juga keterlaluan. Kenapa selalu curiga tanpa alasan? Bukankah saat kumpul terakhir kita sudah sepakat? Jika lain kali kamu masih membuat keributan seperti ini, sekalian saja batalkan pernikahan kalian.” Sahabatku pun ikut menimpali, “Benar. Nora, masa kamu tidak tahu sebaik apa Owen memperlakukanmu? Belakangan ini kamu benar-benar keterlaluan.” Saat telepon dimatikan, Owen menatapku dengan wajah polos. “Bagaimana? Sekarang kamu sudah bisa berhenti mencurigaiku, kan? Ini sudah yang kesembilan kalinya, Nora. Jika lain kali masih membuat keributan seperti ini, kurasa pernikahan kita ....” Aku tersenyum tipis dan langsung memotong ucapannya, “Kalau begitu, tidak usah dilanjutkan. Batalkan saja pernikahannya.” Owen tidak pernah tahu ... lipstik itu bukan milik wanita simpanannya. Juga bukan milik sahabatku. Lipstik itu ... kubeli sendiri. Lalu sengaja kutinggalkan di mobilnya. Hanya untuk membuktikan ... bahwa semua orang di sekitarnya telah berbohong demi menutupi perselingkuhannya.
View More“Maaf ... akulah yang telah membunuh anak pertama kita dengan tanganku sendiri.”Sambil berkata demikian, Owen mengangkat tangannya dan menampar wajahnya sendiri berkali-kali.“Maaf ... maaf, Nora. Aku bajingan ... aku benar-benar bukan manusia ....”“Maukah kamu memberiku satu kesempatan lagi? Aku ... aku ingin menebus semua kesalahanku.”Sinar matahari senja menembus jendela, menyinari sosok Owen yang tampak begitu mengenaskan.Tanpa sadar, aku teringat saat pertama kali bertemu dengannya.Saat itu juga di rumah sakit, di sebuah ruang rawat.Di matanya terpancar keputusasaan yang masih menyisakan secercah harapan. Sambil menggenggam tanganku, dia pun berkata, “Dokter Reed, tidak apa-apa. Jika Anda tidak bisa menyembuhkan saya pun tidak apa-apa.”Waktu itu aku baru kembali setelah ditugaskan di rumah sakit medan perang.Aku yang masih muda, penuh keyakinan dan semangat, tersenyum lalu berkata kepadanya, “Tidak. Aku yakin 100 persen bisa menyembuhkan penyakitmu.”Namun siapa sangka, pe
Saat rasa sakit yang menusuk menjalar dari punggungnya, Mia akhirnya mengerti makna ucapan Nora tempo hari.[Liam sedikit banyak mewarisi sifat ayahku yang dingin dan tidak setia. Mia, jangan pernah terlalu dikuasai perasaan ….]Dia juga baru memahami niat baik Nora yang dulu mati-matian menentangnya terburu-buru menikah dengan Keluarga Reed.[Mia, aku tidak akan menghalangimu mengejar cinta dan kebahagiaanmu. Tetapi ada yang ingin kukatakan. Apapun yang terjadi, aku akan selalu berdiri di pihakmu, meski orang itu adalah adik kandungku sendiri ….]Namun saat itu, betapa bodohnya dia mengira Nora memandang rendah dirinya sebagai sahabat sekaligus adik ipar.Mia mengira Nora meremehkannya karena dia hanyalah anak yatim yang ditelantarkan orang tuanya, dan tidak pantas menjadi bagian dari Keluarga Reed.Sejak saat itulah benih iblis dalam hatinya mulai tumbuh dan semakin tenggelam, hingga membawa semuanya pada keadaan yang tidak lagi bisa diperbaiki.Mia terduduk lemas di lantai. Luka di
[Apa bayi ini benar-benar anak Owen? Eva, katakan yang sebenarnya padaku!][Memangnya kenapa? Kita sudah putus, Liam! Jangan kira hanya karena kejadian malam itu, kamu bisa memisahkanku dan Owen!][Tetapi aku sudah melakukan tes DNA dan dia memang anakku! Eva, demimu aku sudah mengkhianati kakakku sendiri. Sekarang, apa kamu juga ingin merampas anak kandungku?!][Kita bersama selama 6 tahun penuh! Eva, kamu tidak boleh sekejam ini kepadaku ....]Hanya dengan beberapa kalimat singkat, seluruh kisah cinta, kebencian, dan pengkhianatan di antara mereka berdua pun tersingkap.Adegan terakhir dalam rekaman itu memperlihatkan Liam yang menyeret paksa Eva ke ruang penyimpanan di ujung lorong.Akibatnya, mereka bahkan tidak mendengar tangisan bayi dari ruang rawat.Mereka juga tidak tahu … bayi itu menangis hingga hampir kehabisan napas.Jika saja seorang perawat yang kebetulan lewat tidak segera menemukan dan membawanya ke IGD untuk mendapat pertolongan, nyawanya mungkin sudah tidak tertolong
[Nora, kehamilan intrauterin berusia 2 minggu, mengalami keguguran akibat kecelakaan ....]Tatapan Owen terpaku pada kalimat itu.Kepalanya terasa berputar, tubuhnya limbung hingga hampir tidak mampu berdiri.“Kakakku ... hamil? Kalau begitu darah di lantai tadi ....”Liam yang ikut melihat laporan itu langsung memucat.Mendengar perkataannya, Mia pun membeku. Dia menatap genangan darah di lantai yang belum mengering. Tangannya mulai gemetar tanpa kendali.Barusan ... dia telah membunuh seorang anak yang tidak berdosa?Dan wanita itu ... bukan hanya sahabatnya. Melainkan juga kakak kandung suaminya sendiri.“Aku tadi hanya terlalu panik. Siapa yang tidak panik jika bayinya hilang?”“Kalau memang hamil, kenapa dia tidak memberi tahu kita? Tidak mungkin. Dia itu seorang dokter. Mana mungkin terjadi sesuatu semudah itu. Laporan pemeriksaan ini pasti dipalsukan untuk menipu kita!”Saat pembicaraan beralih pada anak, tatapan Eva refleks melirik ke arah Liam. Ada sedikit rasa bersalah yang t
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.