Home / Romansa / Membuatmu Menjadi Milikku / 182. (H 43) Musyawarah Suami Istri

Share

182. (H 43) Musyawarah Suami Istri

Author: CacaCici
last update Huling Na-update: 2025-08-25 22:46:55
"Poni, sejujurnya aku khawatir mereka sedang bertengkar." Zeeshan lagi-lagi bersuara, "kuperhatikan sejak mereka datang, mereka tak pernah berinteraksi."

Nindi mengerjapkan mata lalu memperhatikan Raela dan Harvey secara bergantian. Benar saja! Putranya dan menantunya terlihat tak pernah mengobrol selama mereka di sini.

Tadi saja, saat ingin makan malam dan Raela tak sengaja menabrak punggung Harvey yang berjalan di depannya, Raela langsung minta maaf. Cara menantunya meminta maaf pada Harvey, layaknya seseorang yang tak sengaja menabrak orang asing di super market–canggung dan terkesan kaku.

"Kalian bertengkar yah?" tanya Nindi hati-hati.

Raela melebarkan mata lalu dengan cepat menggelengkan kepala. "Tidak, Mommy. A-aku dan Mas-- Suami baik-baik saja. Iya kan, Suami?" gugup Raela sambil menendang kaki suaminya. Sengaja supaya pria ini menyahut.

"Humm. Kami tidak bertengkar, Mommy. Kami baik-baik saja," jawab Harvey dengan nada datar.

"Hehehe … baik-baik saja, Mommy. Sumpah,
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka dengan 2 bab kita hari ini, MyRe. Papai ...

| 26
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
beauty night
canggung ya naa tbtb jd calon istri sepupu, biasa bercanda bebas mendadak berubah wkwkwk
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi ... Raela pengennya gitu, Kak. Cuma Mas Harveynya nggak sesuai yang Raela kira. Sama-sama, Kakku. Terima kasih kembali karena masih setia di novel kita. Love sekebun buat Kakak. (⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)(⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Mau nabok siapa, Kak? Jangan-jangan CaCi lagi ....⁠·⁠´⁠¯⁠`⁠(⁠>⁠▂⁠<⁠)⁠´⁠¯⁠`⁠·⁠..⁠·⁠´⁠¯⁠`⁠(⁠>⁠▂⁠<⁠)⁠´⁠¯⁠`⁠·⁠.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Membuatmu Menjadi Milikku   189. (H 50) Dia Tampan Nggak Kak?

    "Umm … dia bertanya apa anak yang kukandung anak Mas Harvey atau tidak." "Lalu kau jawab apa?" tanya Harvey, mendadak nadanya dingin dan tatapannya tajam ke arah istrinya. Entah kenapa, dia khawatir jika Raela menjawab hal yang aneh. Misal tidak mengakui Harvey sebagai ayah bayi di perutnya. "Kujawab tentu saja anak Mas Harvey. Tapi dia terlihat tidak senang," jawab Raela pelan. "Humm." Harvey berdehem sebagai balasan, "jika dia mengganggumu, katakan padaku. Jangan diam," peringat Harvey, mendapat anggukan dari Raela. 'Aku pikir Mas Harvey tidak peduli, ternyata dia peduli,' batin Raela, kembali tak percaya dan kaget karena Harvey benar-benar peduli pada masalah tersebut. **** Hari ini adalah hari penting bagi Raela dan Sheena, keduanya akhirnya wisuda. Setelah mengikuti sejumlah acara pada gedung aula, akhirnya mereka bertemu dengan para keluarga masing-masing. Raela lebih dulu menemui keluarganya, begitu juga dengan Sheena yang menemui orang tuanya. "Raela, selamat untuk

  • Membuatmu Menjadi Milikku   188. (H 49) Ketika Respon Pria Terlalu Santai

    "Aduin ke suami kamu, biar dia dikasih pelajaran sama Harvey." ucap Nindi menggebu-gebu. Raela lagi-lagi menganggukkan kepala. "Mas Harvey sudah tahu, Mom." Nindi manggut-manggut dan kembali fokus men-stalker seseorang. Kali ini seorang model bernama Aubria. Sheena yang memulai dan Nindi terjerumus oleh dua makhluk sesat ini. So-- Nindi jadi ikut-ikutan. Sheena bilang model ini sering curi pandang pada Harvey, padahal Aubria tahu kalau Harvey sudah menikah dan istrinya adalah Raela. Raela sendiri akhirnya jujur mengenai masalah di toilet restoran, ketika Aubria menanyakan ayah anak di perutnya. Dia sebenarnya ingin menyimpan sendiri, akan tetapi Nindi mendesak–terus bertanya apakah perempuan itu mengusiknya. Mau tak mau, akhirnya Raela jujur. "Nggak cantik. Mukanya pasaran," julid Nindi, menatap foto Aubria yang dipost di salah satu akun sosial media perempuan itu. "Cantikan Raela kan, Mom," komentar Sheena, mendapat anggukan kepala dari Nindi. Saat mereka sibuk mem

  • Membuatmu Menjadi Milikku   187. (H 48) Cela Menyingkirkan Raela

    "Ahahahaha … ternyata aku masih punya kesempatan." Aubria tertawa bahagia, merasa punya cela untuk menjatuhkan Raela dan merebut Harvey dari perempuan itu. "Yah, dan paling gong-nya, perempuan yang Kak Harvey nikahi itu perempuan miskin," ucap Liana, teman Aubria tersebut, "banyak yang tak setuju dengan pernikahan mereka sebab Kak Harvey seorang pewaris dan Raela jauh dari kalangan elit. Namun, sayang keluarga kami tidak bisa menentang Uncle Zeeshan. Jika Uncle sudah angkat bicara, maka kami semua hanya bisa tunduk dan patuh."Senyuman manis dan wajah penuh kepercayaan diri Aubria seketika hilang saat mendengar ucapan Liana tersebut. Zeeshan sendiri yang memerintah Harvey menikahi Raela? Ck, kenapa harus pemimpin Azam yang menjadi penghalangnya untuk mendapatkan Harvey?! Sialan! "Apa tidak ada sama sekali yang berani menentang keputusan Tuan Zeeshan? Banyak Azam yang lebih hebat darinya pastinya." Aubria berkomentar, mencari cela untuk bisa melawan Zeeshan. Liana menggelengkan kepa

  • Membuatmu Menjadi Milikku   186. (H 47) Alasan Menikah

    "Ck, gini-gini Mommy masih gaul, Mommy mengikuti perkembangan jaman." Nindi berdecak lalu memukul pelan paha putrinya, setelah itu lanjut men-scroll. "Gaul tapi sosial medianya nggak ada," sindir Sheena. "Elleh, itu gara-gara tidak diperbolehkan sama Daddy yah. Coba kalau Daddy mengizinkan Mommy punya akun sosial media, huh, kamu dan Raela, kalah populer sama Mommy," celetuk Nindi dengan nada cerewet. Sheena memutar bola mata jengah dan Raela tertawa kecil karena merasa lucu dengan sang mommy mertua. Tapi, sepertinya ucapan mommy mertuanya bisa dikatakan benar. Mommy mertuanya sangat cantik, punya daya tarik yang tinggi dan ada aura centil manjanya. Mommy mertuanya baddie! "Mantanmu kok jelek yah, La. Tampanan Harvey Mommy kemana-mana," ungkap Nindi ketika melihat sebuah postingan berupa foto Raela dan pria bernama Morgan tersebut. "Benar kata Sheena, anak ini sepertinya tak move on sama kamu, La." "Ck, rusak ini LCD-nya. Dia yang milih pilihan orang tuanya, tetapi dia ya

  • Membuatmu Menjadi Milikku   185. (H 46) Mommy Gaul

    "Kau yakin itu anak Tuan Harvey?" sinis Aubria, bersedekap di dada sambil menatap Raela dengan ekspresi angkuh. Raela mengerutkan kening, menatap wanita angkuh tersebut dengan wajah tak senang dan tak bersahabat. Apa maksud perempuan ini bertanya demikian? "Ya, tentu," jawab Raela singkat, "aku perempuan terhormat yang menyerahkan tubuhku hanya untuk suamiku. Tak tahu kalau denganmu, makanya curigaan begitu pada perempuan hamil," lanjutnya, sambil mengeringkan tangan dengan tissue. Setelah itu, dia menuju pintu keluar, di mana saat membuka pintu dia langsung berhadapan dengan mata elang suaminya. Raela begitu terkejut karena Harvey berdiri tepat di depan pintu kamar toilet. Raela cepat-cepat keluar dan menghampiri pria tampan tanpa ekspresi wajah tersebut. "Suami, kenapa datang ke sini?" tanya Raela sambil menoleh ke sana kemari. "Kau lama," jawab pria itu, langsung meletakkan tangan di perut Raela, "apa bayi-nya menyusahkanmu? Dia membuatmu muntah?" Raela reflek mengge

  • Membuatmu Menjadi Milikku   184. (H 45) Anak Tuan Harvey?

    "Wah, ini yah alasan Kak Harvey tidak memperbolehkan Lala keluar rumah? Takut ketahuan jalan dengan cewek yah?" sindir Sheena pada sang kakak, tanpa basa-basi atau menyapa terlebih dahulu. Harvey, Erik dan Axel seketika menoleh ke arah Sheena dan Raela, di mana wajah kedua perempuan itu terlihat sangat berbeda. Sheena memasang wajah galak dan Raela memasang wajah canggung. "Hai, Suami. Hai, Kak, Pak," sapa Raela pada suaminya, Erik dan Axel. Erik dan Axel senyum tipis pada Raela yang menyapa ramah, berbeda dengan Harvey yang hanya diam dengan ekspresi datar. Seperti biasa! Axel meminta kursi tambahan, lalu mempersilahkan Sheena dan Raela untuk duduk. Tentunya dia memastikan Sheena duduk di sebelahnya. Sedangkan Raela duduk di sebelah Harvey. Meja tersebut persegi panjang, akan tetapi tak terlalu panjang. Bisa untuk 6 hingga delapan orang. Harvey memang sengaja memilih meja ini, karena lebih luas sehingga dia minim sentuhan dengan lawan jenis. Harvey duduk di ujung meja, di sis

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status