Share

Bab 20 Desahan Vira

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2025-10-04 17:08:58

"Ookhhh, iya enak Om, oohh terus Om, aku hampir keluar," rengek Vira pada Bram.

Bram memilin puting Vira sambil terus menyodok-nyodok liang intim Vira.

"Ah, ah, ah, enak?" Tanya Bram.

"I-iya, enak banget Om, ookhhh, ohh, ohhh, aku klimaks, oohh, muncrat aku Om, aaaaaaahhh," sahut Vira dengan penuh gairah. Vira mengerang sambil menatap wajah Bram di belakangnya.

Bram sejak tadi mengukir senyum penuh kepuasan.

***

Di dapur, Murni sedang menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang di kediaman. Selangkangannya masih sakit gara-gara ulah Bram. Murni merasa lega sekaligus merasa puas apalagi semalam Guntoro tidak pulang ke rumah. Murni bisa menyalurkan hasrat gairah di dalam dirinya bersama Bram sampai benar-benar puas.

Saat menyiapkan sarapan Murni terus membayangkan ketika Bram menyodok-nyodok liang intimnya sampai memerah, pukulan keras Bram pada selangkangannya terus terlintas dalam benak Murni.

"Bram memang sangat hebat, aku merasa sangat puas dan senang semalam," bisik dalam hati Murn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 114 Puncak gairah

    Mendengar suara keributan dari ruangan utama, Renaldi dan Agung Setiaji segera pergi untuk melihat. Renaldi melihat Vira sedang duduk di samping Melati sambil berusaha membangunkan Melati.“Vira? Mama? Apa yang terjadi?” tanyanya seraya bergegas menggendong Melati lalu merebahkan Melati di dalam kamar. Vira mengikutinya dari belakang. “Aku nggak tahu Re, pas tiba di rumah tadi aku melihat Mama berteriak-teriak sendiri lalu dia pingsan di lantai.” Vira berbohong karena dia sengaja melakukan itu untuk menghukum Melati gara-gara Melati terus berusaha menyingkirkan dirinya dari sisi Renaldi. Renaldi tidak curiga sama sekali. Renaldi juga tidak bertanya tentang Melati pada Vira lagi. Agung Setiaji melihat baju yang Vira pakai sangat kotor dan basah, pikirnya entah dari mana Vira tadi. “Re, kamu bawa Vira untuk beristirahat, sudah larut malam, masalah Mama biarkan aku saja yang mengurusnya. Mungkin Mamamu hanya kelelahan saja jadi pingsan, seharian dia juga pe

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 113 Tamu tengah malam

    Vira tidak mengatakan apapun, dia juga tidak berhenti ketika melewati tubuh dukun tua tersebut. Namun, ketika langkah kakinya sudah sampai di ambang pintu gerbang dia menoleh sebentar ke belakang punggungnya. Tubuh dukun tua itu sudah kejang-kejang lalu mengembuskan napas terakhirnya. “Dia repot-repot membawaku ke sini karena tidak bisa menyelamatkan Ambar, apa dia pikir dia cukup kuat untuk menghancurkanku?” Vira berkata pada dirinya sendiri lalu segera bergegas pergi. ***Di sisi lain, Renaldi masih terlihat cemas dia terus berputar-putar di area sekitar bersama mobilnya. Vira yang ingin dia cari malam itu tak kunjung dia temukan, Renaldi cemas kalau sampai terjadi sesuatu padanya. Karena sudah hampir tengah malam akhirnya Renaldi memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Pada saat tiba di rumah, Renaldi melihat Melati bersama Agung setiaji sedang duduk di sofa ruangan utama. Entah apa yang mereka bicarakan bersama, wajah keduanya tampak serius membahas ses

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 112 Ulah Melati

    Pada sore hari Melati sudah bersiap-siap untuk pergi menjenguk Ambarwati, di pintu utama dia berpapasan dengan Agung dan Renaldi. Dua pria itu baru saja kembali dari perusahaan. “Mama mau pergi ke mana?” tanya Renaldi dengan tatapan mata bingung. Apalagi Melati terlihat sangat tergesa-gesa. “Ke mana lagi? Tentu saja pergi melihat kondisi menantu kesayanganku!” jawabnya dengan nada kesal. Renaldi tidak bertanya lagi, dia tahu siapa yang dimaksud oleh Melati tentu saja Ambarwati. Melati tidak pernah menyukai Vira, apalagi memujinya. Renaldi masih tidak tahu apa yang terjadi pada Vira, dia juga tidak bertanya pada Melati karena pikirnya Vira baik-baik saja dan sedang beristirahat di dalam kamarnya. Agung Setiaji masih berdiri di ruang tengah setelah masuk ke dalam rumah, dia merasakan firasat yang buruk semenjak karyawan heboh gara-gara Bima melaporkan pada polisi tentang Ambar yang pingsan di dalam ruangan kerjanya sore ini. Saat dibawa oleh petugas medis sepertiny

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 111 Rayuan Ambarwati

    Ambarwati mengepalkan kedua tangannya karena kebersamaan antara dirinya dengan Renaldi diganggu oleh orang lain. “Pak Renaldi, ini berkas yang Anda minta, sebentar lagi meeting akan dimulai jadi silakan menuju ke ruangan meeting,” ujar asisten Renaldi sambil menaruh map di atas meja kerja Renaldi.Melihat berkas diletakkan di meja, Renaldi spontan meletakkan gelas minum tersebut kembali ke tempat semula. “Ya, jangan sampai ada kesalahan dalam meeting kali ini, aku tidak ingin investor membatalkan kerjasama antar perusahaan,” jawabnya pada asistennya.Asisten Renaldi menganggukkan kepalanya lalu pergi keluar meninggalkan ruangan kerja Renaldi untuk mengurus persiapan meeting. Ambar sangat geram melihat Renaldi menganggapnya tidak ada di ruangan tersebut. Ambar lebih tidak tahan melihat Renaldi mengacuhkan gelas yang sudah dia siapkan pagi-pagi sekali tadi. Minuman dalam gelas itu masih utuh dan tidak jadi disentuh. Karena tidak sabar Ambar segera berkata pada Renaldi sebelum Renaldi

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 110 Kutukan

    “Bagaimana jika kamu izinkan aku ikut pergi bersama denganmu?” tanya Vira tiba-tiba.Renaldi tercengang, dia tidak mengira Vira berencana ikut dengannya. Di perusahaan dan di seluruh kalangan bisnis Renaldi sekarang adalah suami sah dari Ambarwati sementara Vira tidak memiliki nama sama sekali. Renaldi tidak ingin Vira terluka lantaran mendengar cacian dan ejekan dari semua orang.Melihat ekspresi tidak baik pada wajah Renaldi, Vira seolah tahu apa yang mengganggu pikiran Renaldi. Vira mengambil segelas air lalu meneguknya sambil melirik Renaldi. Dia berharap Renaldi setuju dengan usulnya barusan. Akan tetapi yang dia lihat Renaldi malah mengepalkan kedua tangannya bahkan tidak menyendok satu suap pun makanan di piring.“Maafkan aku, sepertinya akan lebih baik jika kamu tetap tinggal di rumah. Perusahaan keluargaku sama sekali bukan tempat yang cocok untuk kamu kunjungi,” jawabnya.Vira menelan senyum pahit lalu menyahut, “oh? Apa Ambar lebih cocok berada di sana? Jadi menurutmu itu b

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 109 Kunjungan Ratu Kenanga

    ***Pada keesokan harinya, Suparman mencoba menghubungi Melati.Pagi-pagi sekali telepon di kediaman Renaldi berdering nyaring, kebetulan Vira baru saja selesai mandi dan berjalan menuju ke arah ruangan utama kediaman Renaldi, Vira ingin keluar rumah untuk menikmati udara segar. Ketika langkah kakinya hampir sampai di ruangan utama Vira mendengar suara dering telepon tersebut. Langkah kaki Vira terhenti, Vira menatap ke sekitar tidak ada seorang pun di ruang tengah. Ke mana perginya semua orang? Renaldi masih tertidur pulas dalam kamarnya, jika aku mencarinya untuk menjawab telepon pasti orang di seberang sana bakalan terlalu lama menunggu.Vira berjalan mendekat ke meja telepon, saat dia mengangkat gagang telepon dalam waktu bersamaan ternyata seseorang sudah menerima panggilan tersebut dengan telepon lain. Vira secara tidak sengaja ikut mendengar suara percakapan antara dua orang tersebut. “Bu Melati, saya tidak tahu harus memulainya dari mana.” Ujar seorang pria di seberang sana.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status