Share

Bab 5

Author: Sekar
Terkait kasus berita tersebut, Juan merasa tidak tenang membiarkan Raline tinggal sendirian, sehingga dia segera memboyong gadis itu ke vila pribadinya.

Begitu melangkah masuk, Raline langsung menyadari adanya barang-barang yang jelas-jelas bukan milik Juan di dalam vila tersebut.

Dia mengerucutkan bibirnya dengan wajah merengut, "Kok kamu masih nyimpen barang-barang mantan kamu sih."

Mendengar itu, Juan seolah baru tersadar, dirinya memang belum pernah membereskan barang-barang milik Anya.

"Aku lupa, jangan marah ya. Nanti aku suruh dia datang ambil sendiri."

Namun, pesan itu sudah dikirim cukup lama, tetap tidak ada balasan.

Tak tahan lagi, nada bicaranya pun terdengar tidak sabar.

"Cuma putus doang, kok ngambeknya kebangetan sih? Udah berapa lama nih, nggak mau balas pesan juga? Kalau emang nggak mau balas, sana, jangan pernah balas lagi!"

Melihat hal itu, sekilas kilatan kepuasan terpancar di mata Raline. Namun, sekejap kemudian, dia kembali memasang wajah polos. "Juan, Kak Anya masih belum balas pesan juga ya? Terus barang-barang ini gimana dong?"

"Terserah kamu aja."

Setelah berkata demikian, Juan tidak mau repot lagi.

Anya melayang di samping. Dia menyaksikan Raline, yang setelah mendapat izin dari Juan, mulai menggeledah seluruh isi vila untuk mencari barang-barangnya. Bahkan foto-foto bersama mereka yang dipajang pun diambil semua, lalu Raline memotong bagian Anya dari foto-foto itu dan melemparkannya ke dalam api.

Cahaya api memantul di wajah Raline dan Juan. Raline akhirnya menampilkan senyum puas, sementara Juan tetap datar tanpa ekspresi dari awal sampai akhir, seolah-olah apa yang dibakar itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Anya tidak bisa merasakan panasnya api, pun tak kuasa menghalangi kenangan-kenangan itu hangus terbakar.

Dia hanya terpaku menatap tumpukan barang yang perlahan hangus menjadi abu. Menatap bagaimana jejak terakhirnya di dunia ini lenyap tak bersisa.

Hari demi hari berlalu. Sesekali, Anya bertanya-tanya dalam hati, apakah dia harus terus terikat di sisi Juan seperti ini, atau haruskah dia menunggu hingga mereka mengetahui kabar kematiannya agar bisa benar-benar pergi. Jika memang begitu, dia menjadi sangat penasaran, kapan tepatnya Juan akan menyadari bahwa dirinya telah lama tiada.

Namun, Juan sama sekali tidak mengetahui hal itu. Dia sedang sibuk menghadapi rengekan manja Raline.

"Juan, aku dengar di Kota Louwe ini ada Jembatan Cinta yang terkenal banget. Katanya kalau kita gantungin gembok cinta di sana, kita bakal bareng selamanya dan nggak bakal pisah. Temenin aku ke sana ya?"

Mendengar kata-kata Jembatan Cinta dan gembok cinta, Juan sempat tertegun sejenak. Namun, pada akhirnya, dia tak kuasa menolak rengekan Raline dan menyetujuinya.

Untuk menuju Jembatan Cinta, mereka harus mendaki gunung terlebih dahulu. Salah satu keuntungan menjadi arwah adalah saat Juan dan Raline memutuskan untuk mendaki dengan berjalan kaki, Anya tidak perlu merasa lelah. Dia tak peduli pada kedua orang itu yang di penghujung pendakian tampak hampir menempel satu sama lain, melainkan memanfaatkan kesempatan terakhir ini untuk menikmati pemandangan alam. Hingga akhirnya mereka tiba di puncak, dan Jembatan Cinta pun muncul di hadapan mereka.

Pagar di kedua sisi Jembatan Cinta dipenuhi oleh gembok-gembok cinta yang terpasang rapat. Juan dan Raline kemudian membeli sebuah gembok cinta di kios terdekat.

Setelah memasang gembok cinta dan menguncinya, keduanya melemparkan kuncinya jauh ke bawah jembatan.

Detik berikutnya, Anya melihat Raline mencium bibir pria itu. Hanya sedetik, gadis itu langsung menjauh dengan pipi merona, "Juan, aku senang banget dan bersyukur banget bisa sama kamu."

Raut wajah pria itu memancarkan kelembutan yang tak bisa disembunyikan, lalu membalas ciuman itu. Selang beberapa saat, sebuah kalimat terucap lirih dan terbawa angin, tetapi tetap sampai ke telinga Anya.

"Aku juga."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Memilih Cinta yang Tepat   Bab 26

    Rayan mengantar Anya sampai ke depan asrama putri, lalu kembali ke asramanya sendiri.Teringat pada pesan dari Juan, Rayan tiba-tiba merasa kesal setengah mati. Dia tidak percaya Juan punya kemampuan sebesar itu hingga bisa memantau kecelakaan kecil di tanah air, padahal di sana sedang tengah malam.Kemungkinan terbesar adalah, di kehidupan sebelumnya, orang tua Anya juga mengalami kecelakaan mobil di waktu-waktu seperti ini. Itulah sebabnya Juan bisa mencari momen yang tepat untuk mengirim pesan.Perasaan mengetahui pacarnya memiliki rahasia dengan pria lain, benar-benar membuat hatinya dongkol.Di sisi lain, Anya tidak menyadari gejolak cemburu di hati Rayan. Baru saja melangkah masuk ke asrama, dia langsung dibuat kaget oleh tatapan dari teman-teman sekamarnya."Anya, aku denger orang tuamu kecelakaan. Parah nggak?"Merasakan kepedulian mereka, perasaan hangat seketika mengalir di lubuk hatinya. Dia menggeleng dan tersenyum pada mereka. "Cuma lecet sedikit, kok, nggak ada yang seriu

  • Memilih Cinta yang Tepat   Bab 25

    Juan tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Dia hanya bisa melihat bahwa mereka tampak sangat bahagia.Itu adalah senyuman Anya yang sekarang tidak akan pernah ditunjukkan lagi di hadapannya.Dengan getir, dia mengalihkan pandangannya, menatap perabotan besar di dalam kamar yang sudah ditutupi kain putih, serta koper-koper yang sudah dikemas dan diletakkan di depan pintu untuk dibawa pergi. Juan pun memendam ucapan perpisahan itu jauh di dalam hati.'Selamat tinggal, Anya.'...Tahun ini, Anya menjadi mahasiswa tahun kedua.Dia menerima pernyataan cinta Rayan dan keduanya menjadi pasangan paling serasi yang terkenal di Universitas Louwe. Dalam hubungan asmara, mereka sangat harmonis dan penuh kasih.Sedangkan dalam akademik, mereka adalah yang terbaik di jurusan masing-masing.Namun, Anya yang di mata orang lain tampak tidak memiliki kekhawatiran apa pun, belakangan ini justru makin dilanda kecemasan.Sebab, di kehidupan sebelumnya, orang tuanya mengalami kecelakaan mobil dan

  • Memilih Cinta yang Tepat   Bab 24

    Suara Anya terdengar jelas di telinga Rayan melalui telepon. Rayan tertegun sejenak, tetapi langsung segera paham.Sepertinya, di kehidupan sebelumnya, dia memilih untuk pergi ke luar negeri.Dia mengiyakan dengan suara pelan, lalu terdengar nada bicaranya yang lembut dan penuh kasih."Anya, aku mau kuliah bareng kamu."'Dan juga ingin bersamamu.'Dia menelan sisa kata-kata itu dan hanya menyuarakan kalimat pertamanya saja. Tak lama kemudian, suara ceria wanita itu pun terdengar dari seberang sana."Boleh! Kalau gitu, kita barengan ya."David dan Farel tidak tetap tinggal di Kota Louwe. Mereka akhirnya memilih universitas yang lebih cocok untuk mereka.Sebelum semua orang berpisah ke tujuan masing-masing, Anya dan teman-temannya mengadakan acara makan bersama untuk terakhir kalinya.Mereka mengobrol tentang kampus, tentang masa depan, dan baru di akhir obrolan mereka menyinggung nama Juan."Kayaknya dia bakal kuliah ke luar negeri, deh. Orang tua Juan udah mulai beres-beres barang dari

  • Memilih Cinta yang Tepat   Bab 23

    Saat kembali ke tempat duduk, suasana di antara mereka kembali berubah. Juan tiba-tiba menyadari bahwa dirinya telah menjadi orang yang tidak dibutuhkan.Semua pesanan barbeku telah disajikan. Anya menerima makanan yang diberikan Rayan, dan sesekali saat menemukan yang sangat enak, dia akan menyodorkannya untuk dibagi bersama yang lain.Seolah semuanya berjalan seperti biasa. David dan Farel sesekali juga membagikan beberapa tusuk sate kepadanya, tetapi Juan selalu merasa, dirinya tidak bisa lagi membaur dengan mereka.Juan akhirnya memutuskan untuk pulang lebih awal dari liburan kelulusan ini. Hanya David dan Farel yang berbasa-basi mencoba menahannya beberapa kali, tetapi melihat Juan bersikeras ingin pergi, mereka pun membiarkannya.Begitu Juan pergi, sisa rombongan itu justru tampak makin menikmati liburan mereka.Setiap hari, mereka mengunggah berbagai foto ke media sosial. Sementara itu, Juan yang telah lebih dulu tiba di rumah, menatap foto-foto yang menampilkan kedekatan antara

  • Memilih Cinta yang Tepat   Bab 22

    Anya mendorongnya keluar dan menutup pintu, membiarkan Juan beranjak pergi dengan raut wajah hampa dan jiwa yang seolah tertinggal.Sementara itu, di sudut lorong, hati Rayan seketika berkecamuk hebat.Sepertinya, dia baru saja mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan. Dari percakapan antara Anya dan Juan, sepertinya mereka kembali dari sepuluh tahun di masa depan. Di kehidupan sebelumnya itu, mereka saling mencintai selama sepuluh tahun, tetapi pada akhirnya, Juan mengkhianatinya dan jatuh cinta pada orang lain. Anya bahkan meninggal karena ulah Juan.Teringat pada niatnya untuk pergi ke luar negeri beberapa waktu lalu, Rayan hanya ingin menampar dirinya sendiri dengan keras.Bagaimana mungkin dia rela mundur dan menyerahkan Anya pada pria berengsek seperti itu!Dia berusaha sekuat tenaga menahan amarah di hatinya, menatap lekat-lekat pintu kamar Anya yang tertutup rapat, lalu diam-diam membulatkan tekad."Anya, kali ini, aku nggak bakal mau mengalah dan ngelepasin kamu ke siapa pu

  • Memilih Cinta yang Tepat   Bab 21

    Setelah ujian masuk perguruan tinggi selesai, tiba masa liburan paling santai sekaligus paling panjang sepanjang masa SMA.Saat menghadiri acara kumpul kelas, Anya mendengar beberapa teman dekat sedang berdiskusi untuk pergi berlibur bersama setelah lulus. Bagaimanapun juga, setelah masuk kuliah, waktu bagi mereka untuk berkumpul lagi akan sangat sedikit.Anya memiliki ingatan dari kehidupan sebelumnya. Dia tahu bahwa selain Rayan, semua orang akan tetap tinggal di Kota Louwe. Rayan, satu-satunya yang akhirnya memilih kuliah di luar negeri, tidak mengurangi intensitas komunikasi dengan ketiga sahabatnya. Empat tahun kemudian, dia juga akan kembali ke tanah air. Jadi, bagi mereka, tidak ada istilah berpisah. Meski begitu, saat Rayan mengusulkan pergi liburan kelulusan, Anya tetap tidak menolaknya.Cuaca di bulan Juni belum terlalu panas. Mereka memilih sebuah destinasi wisata tepi laut sebagai tujuan. Begitu pesawat mendarat, mereka langsung bergegas menuju hotel.Karena Anya adalah sat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status