Terkait kasus berita tersebut, Juan merasa tidak tenang membiarkan Raline tinggal sendirian, sehingga dia segera memboyong gadis itu ke vila pribadinya.Begitu melangkah masuk, Raline langsung menyadari adanya barang-barang yang jelas-jelas bukan milik Juan di dalam vila tersebut.Dia mengerucutkan bibirnya dengan wajah merengut, "Kok kamu masih nyimpen barang-barang mantan kamu sih."Mendengar itu, Juan seolah baru tersadar, dirinya memang belum pernah membereskan barang-barang milik Anya."Aku lupa, jangan marah ya. Nanti aku suruh dia datang ambil sendiri."Namun, pesan itu sudah dikirim cukup lama, tetap tidak ada balasan.Tak tahan lagi, nada bicaranya pun terdengar tidak sabar."Cuma putus doang, kok ngambeknya kebangetan sih? Udah berapa lama nih, nggak mau balas pesan juga? Kalau emang nggak mau balas, sana, jangan pernah balas lagi!"Melihat hal itu, sekilas kilatan kepuasan terpancar di mata Raline. Namun, sekejap kemudian, dia kembali memasang wajah polos. "Juan, Kak Anya ma
続きを読む