Short
Dikecewakan 26 Kali, Kini Aku Menikahi Calon Kakak Ipar

Dikecewakan 26 Kali, Kini Aku Menikahi Calon Kakak Ipar

By:  MikhaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ini adalah ke-27 kalinya aku dan Zarend datang ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan. Baru saja petugas memanggil nomor antrean kami, Alicia, adik tiri yang mengikuti dari belakang, tiba-tiba membungkuk sambil memegangi perutnya. "Kak, perutku sakit banget." Zarend langsung memapahnya dan berkata, "Aku antar kamu ke rumah sakit sekarang." Alicia buru-buru menggeleng, lalu menjawab, "Nggak usah. Hari ini hari penting kalian. Aku tahan saja." Meski berkata demikian, tangannya yang mencengkeram lengan baju Zarend sama sekali tidak dilepaskan. Zarend mengernyit. "Alicia, jangan memaksakan diri. Kakak antar kamu sekarang." Usai bicara, dia menyelipkan kembali nomor antrean ke tanganku. Aku menatapnya. "Daftar nikah cuma butuh waktu sebentar. Bahkan sepuluh menit pun kamu nggak bisa luangkan untukku?" Dia bahkan tidak melirikku, melainkan berkata, "Toh sudah menunggu 26 kali. Sekali lagi juga nggak ada bedanya." Mendengar nada bicaranya yang seolah semua itu sudah sewajarnya, aku tiba-tiba tertawa. Ternyata selama ini dia tahu. Hanya saja, dia tidak pernah menganggap penantianku sebagai sesuatu yang penting. "Zarend, kalau hari ini kamu nggak menikah denganku, nggak akan ada lagi kesempatan selanjutnya." Dia merangkul Alicia tanpa mengangkat kepala dan berkata, "Jangan bikin masalah dulu. Tunggu sampai aku pastikan Alicia baik-baik saja." Aku menunduk dan mengeluarkan ponsel, lalu mencari sebuah nomor yang sudah lama tidak pernah kuhubungi. [ Datang ke kantor catatan sipil dalam sepuluh menit. Bawa dokumenmu. ]

View More

Chapter 1

Bab 1

Pesan itu baru terkirim kurang dari setengah menit ketika layar ponselku menyala.

[ Tunggu aku. ]

Hanya dua kata. Aku menatapnya selama beberapa detik, lalu mematikan layar ponsel.

Layar elektronik di aula masih menampilkan nomor antrean kami.

[ A027 ]

Tulisan "Silakan menuju loket nomor 3" terus berkedip berulang kali.

Namun, Zarend malah memapah Alicia untuk duduk di bangku panjang. Dia berjongkok di hadapannya dan bertanya dengan cemas, "Masih sakit? Kamu bisa jalan?"

Dengan wajah pucat, Alicia meraih pergelangan tangannya pelan dan berkata, "Nggak apa-apa, aku masih bisa tahan. Kakak temani Celine daftar nikah dulu saja. Jangan sampai gara-gara aku jadi tertunda."

Ucapannya memang terdengar sedang menyuruh Zarend untuk pergi, tetapi tubuhnya malah semakin bersandar ke pelukan Zarend. Zarend langsung memeganginya lebih erat.

"Sudah sesakit ini, kenapa masih memaksakan diri?"

Ibuku berjalan cepat menghampiri mereka, lalu membungkuk dan bertanya, "Alicia, sakitnya melilit atau perutmu terasa panas seperti terbakar?"

"Di mobil ada obat lambung yang biasa kupakai. Biar Karin ambilkan. Kamu minum sebutir dulu, lalu istirahat di sini ditemani Tante."

Karin, sepupuku, sudah membawa kunci mobil dan berlari keluar.

Namun, Alicia menggeleng dan berkata, "Nggak usah, Tante. Aku sudah lama punya masalah lambung. Obat biasa nggak mempan. Kalau salah minum obat, kondisiku mungkin malah makin parah."

Ibuku seorang dokter. Tentu saja dia bisa mendengar bahwa Alicia hanya mencari alasan untuk menolak.

Dengan sabar, dia berkata, "Yang akan kamu minum itu obat pelindung mukosa lambung. Nggak akan memperparah kondisimu. Kalau kamu benar-benar khawatir, Tante antar kamu ke rumah sakit sekarang. Proses pendaftaran pernikahan tinggal satu langkah lagi. Biar Zarend dan Celine masuk dulu."

Mata Alicia langsung memerah, seolah-olah dia baru saja diperlakukan tidak adil.

"Tante mengira aku sengaja sakit hari ini? Aku benar-benar nggak mau menghambat mereka."

Setelah berkata begitu, dia bertumpu pada bangku dan berusaha berdiri. Namun, kakinya tiba-tiba lemas dan dia kembali jatuh ke pelukan Zarend. Wajah Zarend seketika menggelap.

"Tante, Alicia sudah begini. Jangan paksa dia lagi."

Ibuku tertegun dan berkata, "Tante sedang mencari solusi untuknya."

"Tapi, sejak kecil dia memang takut ke rumah sakit. Percuma kalau orang lain yang menemaninya."

Zarend mengatakannya seolah itu hal yang sudah sewajarnya, seakan selain dia, tidak ada seorang pun yang bisa menemani Alicia.

Petugas di loket nomor tiga kembali menjulurkan kepala dan berkata, "Bu Celine, Pak Zarend, kalian masih mau melanjutkan prosesnya?"

Beberapa pasangan yang sedang menunggu di aula langsung menoleh ke arah kami.

Aku melihat jam. Pukul 11.01. Tinggal 29 menit sebelum batas terakhir pendaftaran.

"Ya," jawabku.

Zarend mengernyit seraya memprotes, "Celine, Alicia sedang nggak enak badan."

"Terus?"

"Simpan dulu dokumennya."

Dia melembutkan nada bicaranya, sama seperti setiap kali dia membujukku selama ini. "Setelah aku selesai bawa dia periksa, kita buat janji lagi. Aku nggak akan membuatmu menunggu terlalu lama."

Nggak akan terlalu lama.

Empat kata itu sudah kudengar 26 kali.

Pada janji pertama untuk mendaftarkan pernikahan, Alicia demam. Zarend meninggalkanku sendirian di studio foto dan menemani Alicia diinfus semalaman.

Pada kali ke-12, Alicia mabuk setelah putus cinta. Kami bahkan sudah sampai di depan kantor catatan sipil ketika dia menerima telepon, lalu langsung memutar balik mobil untuk menjemput Alicia.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status