LOGINPada hari pemotretan foto kelulusan sebelum ujian masuk perguruan tinggi, seperti biasa, aku berdiri di samping teman masa kecilku. Beberapa teman sekelas pun menggoda kami. "Ah, cepat, suruh mereka berdiri bersama seperti pasangan suami istri!" Meskipun sudah tak terhitung berapa kali aku mendengar ucapan seperti itu, aku tetap memerah karena sebuah rahasia yang tersimpan di dalam hati. Olivia Turangan tidak berkata apa-apa. Namun, ketika fotografer menekan tombol kamera dan teman-teman sekelas berseru, "Cheese!" Terdengar suara tertahan dan kesal dari sampingku. "Menyebalkan sekali! Bisa nggak, menjauh dariku!" Itu suaranya. Mungkin karena sejak lahir penglihatanku lemah, pendengaranku justru sangat baik, jadi aku tidak mungkin salah mendengarnya. Saat melewati papan harapan di luar kelas, aku mengulurkan tangan dan mencabut kertas harapan yang kutulis dengan "pilihan universitas yang sama dengannya".
View More"Samuel, sudah lama nggak bertemu."Aku sedikit terkejut Adrian datang menghampiriku untuk berbicara.Dia juga langsung ke inti pembicaraan, "Aku pernah menyukai Olivia. Kamu tahu, 'kan?"Aku mengangguk.Aku pertama kali mendengar hal ini dari teman Olivia saat reuni yang pertama."Tapi kemudian aku menyerah. Kamu tahu kenapa?"Dia tidak menunggu jawabanku dan terus berbicara, "Karena aku menyadari kalau semua emosinya berpusat padamu.""Kebahagiaan, kegelisahan, kejengkelan, kepanikan, dan sebagainya. Saat itu, aku sadar nggak ada ruang untukku di dalam hatinya.""Aku juga nggak mau memaksakan diri, jadi aku menyerah."Aku tidak mengerti kenapa dia mengatakan semua ini kepadaku. Namun, Adrian segera memberitahuku jawabannya, "Aku dengar dari teman-teman kalau hubunganmu dengan Olivia nggak seperti dulu lagi.""Aku nggak tahu apa yang terjadi di antara kalian, tapi aku takut jangan-jangan ada hubungannya denganku. Jadi, aku sengaja datang buat menjelaskan.""Antara aku dan Olivia, bahk
Aku teringat masa kecil.Saat itu, kami masih kecil.Meskipun orang tuaku sudah berpesan agar aku tidak terlalu sering berada di bawah sinar matahari. Namun, aku tetap tidak bisa menahan keinginan untuk bermain bersama teman-teman.Ketika mataku sampai tak bisa terbuka karena cahaya yang menyilaukan, barulah rasa takut muncul.Olivia kemudian menggenggam tanganku. Dia terus berada di sisiku.Saat itu, aku berkata kepadanya, "Ke depannya, maukah kamu jadi mata keduaku?"Kemudian, Olivia benar-benar menjagaku selama bertahun-tahun.Sosok kecil di masa lalu itu perlahan menyatu dengan Olivia yang berdiri di hadapanku sekarang.Aku ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak tahu harus mengatakan apa.Aku bisa memahami perasaannya, tetapi aku juga tidak bisa melepaskan luka-luka yang pernah ditimbulkannya.Setelah lama terdiam, aku menatapnya. "Olivia, apa yang sudah terjadi nggak bisa diubah. Menyesal juga nggak ada gunanya. Lebih baik menatap ke depan."Aku membawa barang-barangku dan meningg
Cahayanya sangat redup, tetapi aku bisa melihat matanya memerah.Namun, aku agak tidak mengerti dirinya. Apa yang terjadi saat reuni waktu itu, masih kuingat dengan jelas sampai sekarang.Lalu, untuk apa dia bersikap seperti ini sekarang?"Olivia, kamulah yang memintaku buat melepaskanmu.""Aku juga sudah memikirkannya. Kamu benar, aku memang nggak seharusnya terus menghambatmu."Olivia melangkah maju dua langkah dan buru-buru menjelaskan, "Bukan begitu! Aku selalu menyesal karena mengatakan hal-hal sekejam itu padamu hari itu, tapi sebenarnya bukan itu yang kumaksud.""Aku sudah lama mau meminta maaf padamu, tapi ... kamu malah memblokirku.""Aku berencana minta maaf padamu saat kita bertemu setelah kuliah mulai.""Tapi ketika aku datang ke rumahmu mencarimu, bibi malah mengatakan kamu sudah pergi ke Universitas Lundar."Suaranya dipenuhi rasa sedih dan memohon."Samuel, maafkan aku, ya? Jangan sekejam ini padaku.""Aku kejam?"Aku menatapnya dengan sedikit kebingungan.Sampai sekaran
Universitas Lundar tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar tiga jam perjalanan dengan mobil.Kalau ada keperluan mendesak, rumah bibi juga berada tidak jauh dari sana.Biasanya aku tinggal di asrama. Saat akhir pekan, sesekali aku pergi ke rumah bibi, sedangkan saat libur panjang, aku pulang ke rumah.Selain mengikuti perkuliahan, aku juga mengikuti kegiatan organisasi kampus. Dari sana, aku mengenal beberapa teman yang memiliki minat dan tujuan yang sama denganku.Aku tidak pernah menyembunyikan masalah pada mataku, tetapi juga tidak memaksakan diri.Setelah berusaha mencobanya, aku menyadari ....Ternyata, ada banyak hal yang bisa kulakukan sendiri dengan baik.Saat libur semester, sesekali aku mengambil pekerjaan paruh waktu. Namun, aku lebih sering bepergian bersama orang tuaku.Kalau dihitung-hitung, sejak masuk universitas, aku sudah dua tahun tidak bertemu Olivia.Menjelang kelulusan, keluargaku berencana melakukan perjalanan jauh ke Jirma.Menjelang keberangkatan, ibuku menelepo






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.