Pernikahan adalah tentang kepercayaan dan komunikasi, tapi ketika ada mantan yang terus mengganggu, rasanya seperti ada duri di dalam daging. Pertama, bicarakan dengan suami secara terbuka tanpa emosi berlebihan. Ungkapkan perasaanmu dengan jelas, tapi hindari menuduh. Misalnya, 'Aku merasa tidak nyaman dengan caranya masih menghubungimu, bagaimana menurut kamu?'
Kedua, bangun kembali intimacy dalam hubungan. Seringkali, mantan muncul karena ada celah emosional yang dia rasa bisa dimanfaatkan. Rencanakan date night, buat kejutan kecil, atau sekadar ngobrol lebih dalam dari biasanya. Ingatkan suami tentang alasan kalian memilih bersama, tanpa perlu membandingkan dengan mantannya.
Terakhir, tetapkan batasan bersama. Jika mantannya terus memaksa, mungkin perlu diskusikan apakah suami mau memblokir kontaknya atau memberi tegasan. Tapi ini harus keputusan bersama, bukan ultimatum sepihak. Yang terpenting, jangan sampai kamu sendiri jadi pihak yang toxic dalam prosesnya.