Share

Enampuluh Tujuh

Author: J. Hanin
last update publish date: 2026-05-25 22:27:38

Zeta sedang menatap langit yang merasa kesepian tanpa adanya bintang dan sang rembulan yang menemaninya. Sang Mentari sedang bersembunyi di bagian langit yang lain. Sedang bergilir untuk menjadi pelita untuk penghuni bumi lainnya.

Zeta sedang menyeduh susu yang ia beli di supermarket tadi sore. Ia bertemu dengan Genta, laki-laki yang ia rindukan selama ini. Ayah dari janin yang ia kandung beberapa bulan ini, sayangnya. Genta yang ia kenal tidak berubah sama sekali, masih tetap dingi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   EPILOG

    Seorang wanita yang beberapa hari kini telah menjadi seorang ibu tengah menggendong putrinya untuk duduk di ruang tengah bersama para sahabatnya yang menginap di rumahnya semenjak Zeta melahirkan. Zeta mengusap pelan wajah putrinya yang sedang terlelap, karena semalaman bayi mungil itu mengajak ibunya untuk bergadang terus menerus. “Ta! Mau gue bikinin susu atau teh?” Tawar Ira yang baru saja bergabung dengan membawa beberapa minuman hangat milik para sahabatnya. “Nggak kopi Ta?” Ledek Dicky yang langsung dibalas sebuah tatapan tajam dari Zeta. “Maaf Ta, emang sahabat gue yang satu ini agak ruwet otaknya.” Ucap Sam membuat tawa menggelegar, namun tak sampai puas mereka segera menutup mulutnya masing-masing begitu menyadari ada bayi yang terlelap ditengah-tengah mereka. “Kalian libur lama emang nggak masalah?” Tanya Zeta pada Salsa, Dicky dan Sam yang notabene mereka satu kantor. “Nggak, project kita mah udah dikelarin. Biar bisa ambi

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Delapanpuluh Empat

    Ta, Zeta sudah melahirkan seorang bayi perempuan. “Benarkah syukurlah, Genta belum bisa kesana ya Bu!” Ucap Genta kepada seorang wanita di seberang melalui sambungan telepon. Kemudian ia meletakkan benda pipih itu, di atas meja setelah sambungan telepon mereka berakhir. Senyum yang Genta pasang sekarang adalah senyum penuh kepalsuan, ia dirundung kebingungan mendalam sebab obrolan papah dan mamahnya semalam membuat terfikir akan bagaimana nantinya dirinya. “Apa aku harus mencoba terlebih dahulu saja?” Gumam Genta entah pada siapa, semua karyawan telah pulang karena jam memang sudah menunjukkan pukul delapan malam hanya tinggal dirinya di dalam ruangan sedang memikirkan bagaimana dan apakah semua pertanyaan muncul setelah ia berniat untuk memberitahu keluarganya tentang sosok Zeta. Mengingat papah dan mamahnya yang bersikap selalu apa-apa serba perfeksionis, Genta menatap sebentar meja kerja sahabat karibnya yang mendadak izin untuk hari

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Delapanpuluh Tiga

    Seorang wanita tengah menunggu anaknya yang melahirkan, dini hari Mila meminta bantuan orang sekitar untuk membawa Zeta ke tempat bidan terdekat. Hari yang diperkirakan dia akan melahirkan rupanya maju seminggu lebih cepat, kini Mila sedang menunggu anaknya di dalam yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya demi lahirnya putri semata wayangnya. Sedangkan di dalam, Zeta sudah merasakan kesakitan, namun belum pembukaan. Membuatnya harus bersabar sampai pembukaan agar persalinannya bisa dilaksanakan. Ia sebisa mungkin menahan tangisnya akan kesakitan di perutnya yang benar-benar tidak didefinisikan, keringat dinginnya bercucuran di pelipisnya. Ia menyakinkan dirinya bahwa ia bisa melaluinya, ia sudah menunggu hari ini tiba. Ia siap berjumpa dengan anaknya yang sebentar lagi lahir ke dunia. Tak hanya fikirannya terpacu pada Zeta yang berada di dalam, Mila sejak tadi menoleh ke pintu keluar berharap orang yang tadi ia hubungi akan segera datang. Namun harusnya ia t

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Delapanpuluh Dua

    Genta baru saja pulang kerja, sejak tadi ia hanya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, menunggu seseorang di seberang sana membaca pesan yang ia kirimkan. Siapa lagi jika bukan Zeta, kekasihnya. Ah bolehkah menyebutnya sebagai kekasih mulai sekarang? Karena mereka sedang menjalin hubungan? Lebih tepatnya kapan itu dimulai? Genta menghela nafas kala dibawah nama kontak gadis itu tidak tertuliskan sebuah kata yang menandakan bahwa gadis itu sedang online, membaca kemudian segera membalas pesan dari Genta. Begitu tidak sabarnya lelaki yang sedang merasakan asmara layaknya remaja bangku SMA yang baru resmi menentukan hari jadi mereka. Genta memilih bangkit dari acara melepas penatnya setelah seharian sibuk bekerja, laki-laki itu berniat mandi untuk mempercepat waktu menunggu Zeta mengirim pesan untuknya. Baru saja mereka menjalin hubungan yang belum sepenuhnya resmi namun mereka harus sudah merasakan bagaimana hubungan terbentang jarak yang memisahkan mereka. Ting… Zeta : Ba

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Delapanpuluh Satu

    Beberapa orang mengeluhkan kepada semesta, ketika hujan terus menerus mengguyur kota tanpa ampun tapi tidak untuk para mereka yang membutuhkan adanya hujan untuk pekerjaan mereka. Beberapa orang juga mengeluhkan kepada semesta, mengapa hari itu matahari itu begitu terik hingga terasa membakar setiap kulit yang terpapar sinarnya. Tapi tidak dengan mereka yang menganggap sang surya adalah sumber pokok kehidupan mereka. Semua itu, tidak berlaku untuk orang yang sedang jatuh cinta. Percaya tidak percaya. Hati mereka yang berbunga-bunga terus dipenuhi dengan hal-hal yang manis dan pikiran yang positif membuat senyuman terus terukir di wajah mereka, tanpa sebab yang masuk akal. Maka, inilah alasan mengapa cinta itu gila?Sama seperti yang dialami gadis yang sejak tadi tengah mengotak-ngatik ponselnya, mengusap foto dirinya dan seorang lelaki yang mereka ambil kemarin jauh. Lelaki yang kini menjadi dambaan hatinya, anehnya ketika sang lelaki memintanya untuk menjadi separuh bagian hidupnya,

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Delapanpuluh

    Sang Mentari seperti tidak memberikan kesempatan untuk bernafas dengan begitu gampang, pada sosok laki-laki yang tengah tertidur kini mulai terjaga, terganggu dengan hiruk pikuk kota yang mulai ramai dengan aktivitas masing-masing. Genta yang masih merasa begitu Lelah memaksakan dirinya untuk segera bangun. Kembali bekerja perbedaannya kini, mimpi buruk tak berani lagi bersinggah dalam tidurnya. Sebab separuh raga yang dulunya benar-benar menyiksa dirinya telah ia temukan di Kota tempat ia menjalankan suatu project, Kota Mataram. Genta meraba permukaan tempat tidurnya, mencari benda pipih yang ia geletakan asal di samping bantalnya semalam. Begitu ketemu, tangannya dengan lincah menari di permukaan layer sentuh miliknya. Mencari nama seorang gadis yang mengobati luka hatinya dulu! Zeta, sejak bertemu gadis itu Genta tidak menepis jika mentalnya perlahan membaik. Bisa berbicara dan melihat senyuman tulus gadis itu begitu menenangkan dan melenyapkan keresahan hatin

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Tujuh

    Hujan deras yang mengguyur kota tidak mengindahkan kedua insan yang dalam perjalanan pulang, hujan yang cukup dalam beberapa detik membuat baju basah tak mengurungkan niat Genta untuk segera pulang. Dia bahkan mengabaikan soal Arzeta yang tidak membawa mantol. Jadilah perempuan yang berada di jok

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Enam

    Cuaca siang hari begitu panas namun tiba-tiba begitu menjelang sore langit mendadak gelap dipenuhi dengan awan hitam. Tidak hanya Zeta yang merasakan hawa dingin mulai melanda ruangan, banyak karyawan lainnya berdoa agar tidak hujan saat jam pulang nanti. Zeta justru mencemaskan ibunya yang sekaran

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Lima

    “Pagi !” Sapa seorang perempuan yang baru sampai menyapa teman-teman satu kantornya mereka tersenyum pada Zeta.“Ta hari ini gue gak titip kopi dulu deh!” Celetuk seseorang dari belakang yang langsung dibalas anggukan Zeta.“Kenapa lo? Tumben bener!” Tanya Dicky pada lelaki yang berkutik dengan pon

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Empat

    Sebuah motor yang tadinya melaju dengan kecepatan sedang, perlahan menepi setelah menyalakan lampu sen kirinya. Sang pengemudi tidak sendiri, ada sosok perempuan yang duduk di jok belakangnya. Raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setiap kali laki-laki itu mengantarnya pulang. Ia t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status