Share

Menaklukan Hati Pria Dingin
Menaklukan Hati Pria Dingin
Author: J. Hanin

PROLOG

Author: J. Hanin
last update publish date: 2025-10-09 12:58:42

Memilih menghilang bak ditelan bumi demi tetap bisa hidup dibawah lindungan ibunya yang hatinya benar-benar sekuat baja, Arzeta benar-benar bergantung pada ibunya tidak ada tempat ia bersanding seiiring perutnya yang semakin bucit.

Bak sebuah kertas yang menutupi lubang, satu lubang ditutup tumbuhlah lubang yang lain. Mila memutuskan menutup kedua telinganya dari berita tentangnya yang simpang siur, kedua tangannya tidak cukup untuk menutup semua mulut yang membicarakannya bukan masalah untuk dirinya, ia hanya tidak mau Arzeta mendengar dan tidak menghadapinya.

hidup yang hancur itu seperti apa, layaknya sesuatu yang diambil paksa atau harus tetap berjalan dengan kaki diatas serpihan kaca. hidup yang terombang ambing demi menghindari beberapa ucapan yang membuat naluri benar-benar terputus. dikelilingi aib dimana-mana tetapi tetap harus bertahan hidup! 

Lelaki itu menunggu seseorang di dalam toilet perempuan, berkali-kali ia mengigit kukunya matanya menatap cemas sekitar. Seperti seseorang yang mengalami depresi ia mondar-mandir dengan setia menunggu seseorang di dalam untuk keluar. 

“Kamu nggak minum obat itu kan?” Bentak Genta dengan mata yang memerah dan nafasnya memburu. 

“Kamu pikir hidup dan karirku tidak hancur? Aku yang lebih dirugikan disini!” Tandas Zeta kemudian menekan tombol lift membuat Genta terdiam mendengar suara Zeta yang tak lagi bergetar namun justru terdengar sedang menggertaknya. 

“Kalau lelaki bajingan itu tidak mau bertanggung jawab, ataupun kamu takut mencoreng nama baik keluarga. Mamah tegaskan apapun yang terjadi jangan aborsi bayi yang tidak berdosa di dalam rahimmu!!!” Ucap Mila penuh penekanan, berapi-api dalam kata demi kata. 

Story Beginning..... 

Arzeta memandang keluar dari teduahn parkiran, ia memeluk helmnya di kedua tangannya. Melihat jalanan yang masih belum kering dan juga dimana-mana ada genangan. Beberapa karyawan berlalu untuk segera pulang takut jika langit belum selesai mengguyur kota. Hujan susulan bukankah sering terjadi di cuaca dan iklim yang tidak menentu.

Ira : Ta, sorry gue ada lembur!

Arzeta menghela nafas membaca pesan dari sahabat karibnya. Entah harus bahagia atau justru benar-benar sedih. Arzeta menengok ke belakang melihat motor Genta masih terparkir di tempat yang semula menandakan laki-laki itu belum pulang.

Ibu : Pulang sama siapa Ta?

Ponselnya bergetar kembali, hanya ia baca sekilas tanpa berniat membalasnya. Ia lebih memperhatikan lorong yang bisa saja tiba-tiba Genta muncul, sedetik lambat saja pasti laki-laki itu mengabaikan Arzeta. Sesuai dengan pengamatan Arzeta laki-laki itu muncul dari lorong, Zeta bergegas menghampiri Genta.

Genta hanya melirik sinis, memakai jaket kulitnya. Zeta sudah menyiapkan ekspresi yang akan ia perlihatkan pada Genta saat ini.

“Bang, Zeta bareng ya! Temen dan…”

“Ibu lo sibuk iya?” Potong Genta menirukan ucapan Zeta yang selalu sama setiap ia ingin pulang bersama dengannya.

“Iya!” Jawab Zeta dengan wajah cengengesan padahal astmosfer di sekitarnya tampak jelas jika laki-laki itu tidak menyukai keberadaannya.

“Ya udah buruan!” Tukas Genta dengan wajah dan suara sangat sinkron menyiratkan ketidaknyamanannya pada Zeta.

Zeta dengan senyum lebarnya segera naik ke atas jok belakang Genta, ia hanya memegang erat tas ransel milik Genta sebagai pembatas antara dirinya dengan Genta. Motor melaju dengan kecepatan sedang, dengan lihai Genta menghindari genangan ditambah kota sehabis hujan, jalanan tampak sepi. Genta menjadi lebih leluasa untuk beraksi di jalanan.

Zeta yang berada dibelakang hanya tersenyum malu, lagi-lagi ia berhasil memanfaatkan momen demi momen guna menambah daftar kenangan bersama laki-laki yang ia dambakan, Genta Nugroho. Genta sama sekali tidak mau melihat spion yang memantulkan wajah Zeta yang sejak tadi menyembunyikan senyumannya.

Begitu sampai di depan rumah Zeta, Zeta segera turun dan tersenyum kemudian melangkah pergi. Ia pernah basa-basi dengan Genta untuk bersinggah sebentar di rumahnya namun laki-laki itu mengacuhkan itu tidak terjadi sekali dua kali tapi berkali-kali, membuat Zeta memilih hanya mengucapkan terimakasih atas tumpangannya. Perasaan yang ia simpan rapat-rapat membuat Zeta mengetahui Genta merupakan sosok laki-laki yang tidak suka dengan hal yang basa-basi.

“Heh!” Panggil Genta membuat Zeta langsung menoleh dengan senang hati. Langsung mendekat pada Genta yang menatapnya dingin, sorot matanya begitu tajam benar-benar membunuh bak seekor elang menemukan mangsa.

“Gue tegasin ya Ta sama elo! Gue nolong elo bukan karena gue punya rasa yang sama kayak elo!” Ucap Genta dengan menggebu-gebu namun wajah Zeta tampak tenang mendengarnya, membuat Genta semakin terpancing emosi.

“Tapi karena sesame rekan kerja aja! Jadi gue harap elo nggak meminta lebih!” Ucap Genta begitu taja, dan menusuk namun wajah Zeta tampak tenang, membuat Genta berfikir bahwa Zeta tidak mengerti maksud ucapannya.

“Percuma gue ngomong sama cewek setengah kayak elo!” Ucap Genta pedas kemudian menancap gasnya kencang meninggalkan Zeta yang mematung kemudian tertawa ketir menertawakan dirinya sendiri.

TO BE CONTINUE --->

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Tujuhpuluh Sembilan

    Semuanya sudah bergegas dengan koper masing-masing, termasuk Genta yang tampak sudah merasa lega. Wajahnya kini tampak teduh dan damai tak seperti beberapa hari sebelum mereka berangkat melakukan proyek kantor mereka, satu-satunya orang yang menyadari perubahan Genta adalah Sam, lelaki itu sangat merasakan Genta yang tampak tenang dari hari sebelumnya, hari-hari kelam bak mayat hidup dengan pikiran kemana-mana. Apalagi jika bukan berkat Zeta yang mengobati kerinduan yang begitu dalam, hebatnya Genta simpan dengan baik tanpa melakukan sesuatu yang ceroboh demi mendapatkan hati Zeta. Setelah ucapan yang mengganjal hatinya kemarin ia lontarkan kepada Zeta, Genta benar-benar merasa salah satu beban dalam hidupnya hilang. Tidak ada kegelisahan yang begitu berarti. “Ta!” Tegur Sam yang sejak tadi mengamati Genta yang tak bisa berhenti mengulum senyumannya dari wajahnya. “Hm.?” Jawab Genta dengan deheman tanpa mengalihkan pandangannya ke Sam yang tampak penasa

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Tujuhpuluh Delapan

    “Genta, nginap sini aja! Hujannya awet sampai nanti malam lo!” Celetuk Mila dari belakang membuat Genta terkejut, mendengar ucapan mamah Zeta, Genta langsung melirik pada Zeta yang rupanya ia juga sedang menatapnya. Rupanya keduanya sama-sama terkejut, Zeta terkejut karena mamahnya menawarkan tumpangan untuk tidur kepada Genta. Jauh dari dugaannya sebelumnya. “Mah!”Tegur Zeta kemudian menghampiri Mila untuk diajak bicara empat mata sebentar, ia membawa mamahnya ke dapur. Mila pun tampak heran dengan tarikan anaknya tapi ia menurutinya. “Kenapa?” Tanya Mila dengan berbisik begitu Zeta menghadap kepadanya dengan tangan berkacak pinggang. “Mamah kok biarin Bang Genta nginep sih? Yang bener aja? Apa kata orang nanti Mah?” Tanya Zeta tidak habis fikir dengan keputusan yang dibuat mamahnya, begitu sangat memperdulikan Genta yang berkunjung ke rumah. “Zeta! Kamu nggak kasian? Diluar hujan deras gimana mau pulang?” Tanya Mila membuat Zeta diam, yang d

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Tujuhpuluh Tujuh

    Seharian penuh Genta menghabiskan waktu di rumah Zeta, tidak berpergian kemana-mana hanya terus mengobrol satu sama lain berharap Genta ada hal perubahan dari Zeta yang ia harapkan. Kenyataannya, setelah semua yang telah dilalui, keputusan Zeta benar-benar tidak bisa diubah, Zeta tetap tidak bisa niat Genta untuk menikahinya demi bertanggung jawab atas perbuatannya. Ah bukan, bukan lebih tepatnya kesalah mereka di malam itu, kesalahan bersama menghubungkan mereka semua. Genta tengah duduk di balkon tengah bersama Zeta yang menemaninya, mau tidak mau Zeta menemani Genta yang sedang bertamu di rumahnya. Mau tidak mau, meski hatinya mulai rapuh jika terus berdekatan dengan Genta tapi ia tidak menyerah karena ia harus bertahan karena sebentar lagi Genta akan Kembali ke kota, meninggalkan kota Mataram tempat persembunyian Zeta selama ini dari dunianya. “Gue ulangin sekali lagi Ta!” Ucap Genta setelah ia melihat waktu yang ditunjukkan jam arloji yang melingkar di tanga

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Tujuhpuluh Enam

    “Kamu pagi-pagi sudah marah-marah gitu Ta, ayo sarapan!” Ajak Mila dengan senyumannya mengabaikan wajah Zeta yang tampak kesal tapi tak dihiraukan oleh mamahnya. Genta hanya tersenyum menatap Zeta yang duduk disampingnya sedangkan Zeta berdecak kesal karena kehadiran Genta benar-benar merusak mood di pagi harinya. Ia menyuapkan buah ke mulutnya, agar Kembali ke moodnya yang segar seperti ia menyambut pagi sebelum datangnya Genta. “Bang Genta! Zeta sudah bilang berkali-kali kisah kita sudah selesai!” tegas Zeta membuat Genta bungkam, rupanya gadis disampingnya masih belum bisa menerima keberadaannya, berbeda dengan mamahnya yang meski berapi-api hingga kemarahannya meluap tak terkendali, kini tampak menerima Genta dengan tangan terbuka. “Zeta! Mari makan dulu! Nggak baik, menyela waktu sarapan. Kita bicarakan nanti setelah makan!” Tegur Mila pada Zeta yang tidak bisa menahan emosinya kepada Genta yang sejak tadi memilih diam, tak menanggapi ucapan Zeta y

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Tujuhpuluh Lima

    Sang fajar hampir menampakkan diri, Mila bergegas untuk menyiapkan kue yang akan diantar ke rumah pelanggannya. Ia mengeluarkan kotak boxnya hati-hati takut jika putrinya yang sedang terlelap akan terganggu. Ia menutup pintu secara hati-hati, menaruh kunci di bawah pot bunga seperti biasanya. Ini hari libur, swalayan tempatnya bekerja masih buka namun dia sedang mendapat hak untuk cuti. Deggg… Jantung Mila hampir lepas dari tempatnya kala ia berbalik badan dan menemukan Genta yang berdiri di pagar rumahnya. Mila hampir terjungkal jika saja ia lupa bahwa ia sedang membawa pesanan seseorang yang segera diantar. “Pagi tante!” Sapa Genta dengan senyum ramahnya, memberanikan diri menyapa Mila yang sejak tadi memasang wajah kesalnya kepada Genta. Lebih tepatnya, wajah dengan kemarahan yang tidak tahu kapan tersulut. “Mau apa kamu kesini!” Hardik Mila membuat Genta bungkam, pandangannya tertuju pada dua box yang sedang dibawa oleh Mila. “Su

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Tujuhpuluh Empat

    Zeta masih merenung, ia tengah menemani mamahnya yang sedang membungkus beberapa pesanan kue untuk esok. Waktu yang ditunjukkan masih dini hari, Zeta tidak bisa tidur sehingga ia memilih menghampiri Mila yang sibuk dengan alat-alat dapurnya. Mila melihat Zeta yang tampak tenang menata kue yang telah ia masukkan ke bungkus. Mila tahu, apa yang menyebabkan Zeta tidak bisa tidur. Mila pun sebenarnya masih terngiang-ngiang dengan kejadian kemarin. Sikapnya kepada Genta benar-benar keterlaluan menurutnya, ia tidak berbohong bahwa pertama kali bertemu dengan Genta, Mila memiliki firasat baik dengan kedatangan Genta. “Ta! Kamu itu lagi hamil tua! Istirahat aja sana!” Ucap Mila merebut roti yang dibungkus Zeta sedangkan Zeta hanya memanyunkan bibirnya. “Cucu mamah itu kuat kali Mah, Mamah masa nggak percaya?” Tanya Zeta membuat Mila hanya mengangguk-angguk lagi-lagi ia merasa kalah jika Zeta sudah membawa cucunya. “Kalau kamu nggak bisa tidur, nonton

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Sembilan

    “Ira!” Panggil Zeta dengan suara yang sedikit bervolume dibandingkan sebelumnya. Membuat sag pemilik nama Ira menghentikan motornya yang baru saja ia akan menancap gas.“Ini, lupa kan?” Tanya Zeta menyodorkan sebuah kotak bekal yang rupanya berisikan bolu yang ditawarkan.“Oh iya lupa Ta!” Ucap Ira

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Delapan

    Hari masih sedikit gelap, sang mentari belum juga menampakkan diri pasanya. Sedangkan perempuan yang tengah memeluk dirinya sendiri dengan selimut itu sedikit terusik tidurnya karena mendengar kebisingan diluar kamarnya. Ia memaksa dirinya untuk membuka matanya. Merenggangkan sedikit ototnya, tidak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status