Share

Donatur

Penulis: Erna Azura
last update Tanggal publikasi: 2026-04-29 07:21:22

Pagi ini, tidak ada lagi musik maupun suara tawa yang memecah halaman.

Tenda masih berdiri, meski sebagian sudah setengah dibongkar.

Beberapa kursi ditumpuk di sudut.

Sisa-sisa pesta masih terasa tapi suasananya jauh lebih hening.

Kaluna menghirup udara pagi yang dingin di teras rumah.

Rambut sengaja digerai, wajahnya masih segar setelah mandi.

Tidak lama kemudian Satria keluar sambil membawa koper kecil.

“Sudah siap?” tanyanya.

Kaluna menoleh, lalu mengangguk.

“Iya .…”

Hari ini merek
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Aduh Ratu serem jg ya gaya pacarannya....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menantang Kasta   Ketulusan Satria

    Perjalanan pulang terasa sunyi.Tidak ada percakapan.Tidak ada musik.Hanya suara mesin mobil dan napas yang sama-sama ditahan.Kaluna menatap ke luar jendela.Satria fokus ke jalan.Keduanya diam.Tenggelam dalam pikiran masing-masing.Hingga mereka sampai ke apartemen dan hari berganti malam, apartemen terasa lebih dingin.Lebih sunyi dari biasanya.Satria masuk kamar lebih dulu.Mengganti kemejanya dengan kaos rumahan lalu berbaring.Membelakangi Kaluna.Tanpa banyak kata.Kaluna berdiri beberapa detik di ambang pintu.Menatap punggung pria itu.Yang terlihat lelah.Sangat lelah.Ia berjalan mendekat.Pelan.Naik ke atas ranjang.Dan tanpa suara—memeluk Satria dari belakang.Erat.Hangat.Wajahnya menempel di punggung pria itu.“Kamu enggak perlu sejauh itu, Satria .…” bisiknya pelan.Satria tidak bergerak.Tapi napasnya berubah.Lebih

  • Menantang Kasta   Hadiah Mahal

    Keesokan harinya, Jakarta terasa lebih panas dari biasanya.Atau mungkin—yang panas bukan udaranya.Melainkan isi kepala dan hati mereka.Mobil Satria melaju pelan di antara padatnya jalanan. Kaluna duduk di sampingnya, memandangi luar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun.Mereka sedang menuju sebuah pusat perbelanjaan kelas atas.Tempat di mana—harga bukan lagi pertimbangan utama.Setidaknya bagi sebagian orang.Bagi mereka?Hari ini—semuanya terasa berbeda.***Mall itu berdiri megah.Kaca-kaca tinggi memantulkan cahaya siang. Interiornya bersih, elegan, dan terlalu mewah untuk kondisi mereka sekarang.Kaluna melangkah masuk bersama Satria.Langkahnya sedikit ragu.Bukan karena tidak terbiasa.Tapi karena situasinya berbeda.Dulu—ia masuk ke tempat seperti ini tanpa berpikir.Sekarang—ia masuk sambil memikirkan seseorang di sampingnya.“Jadi .…” Satria membuka suara sambil berjalan santa

  • Menantang Kasta   Undangan Ulang Tahun Bunda

    Hari-hari kembali berjalan.Satria berangkat di suatu pagi—entah untuk melamar pekerjaan, menemui kenalan, atau sekadar mencari peluang.Kaluna tetap di apartemen. Menunggu. Berpikir.Dan menyimpan sesuatu yang belum bisa ia sampaikan.Sampai akhirnya—siang hari.Ponsel Kaluna berdering.Nama yang muncul membuat jantungnya sedikit berdebar.Davanka.Kaluna menatap layar beberapa detik.Lalu menjawab.“Halo, Bang.”“Lun.”Suara itu seperti biasa—tenang, berwibawa.“Lo lagi di mana?”“Di rumah.”“Sendirian?”“Iya.”Ada jeda kecil.Seolah Davanka sedang memilih kata.“Ada acara di rumah minggu ini.”Kaluna terdiam.Tidak perlu dijelaskan panjang lebar—ia sudah tahu rumah mana yang dimaksud Davanka.“Acara apa?” tanyanya pelan.“Barbeque. Sabtu malam.”Kaluna tidak langsung merespon.Tapi kemudian, “Sekalian … ulang tahun Bunda.”Deg.Jantungnya berdegup lebih cepat.“Ulang tahun bunda …?”“Iya.”Kaluna menelan ludah.Ia lupa. Atau mungkin—sengaja tidak mau

  • Menantang Kasta   Belum Siap

    “Sayang, besok kita ke dokter ya,” kata Satria sambil memijat punggung istrinya dan mengolesi dengan minyak kayu putih.“Enggak usah, Sayang … aku cuma masuk angin aja.” Kaluna menolak secara halus.“Tapi selama perjalanan dari Bandung sampai ke Jakarta, muka kamu pucat dan kamu tidur terus.”“Iya … aku nahan mual itu.” Kaluna menyengir. Satria bisa melihatnya dari pantulan cermin meja rias.“Kamu enggak akan sembuh hanya dengan dipijat dan dibalur minyak kayu putih, dari kecil kamu terbiasa minum obat kalau sakit.”Hening. Kaluna tidak punya tenaga untuk berdebat.“Atau mungkin kamu hamil ya, Sayang?” Ucapan Satria itu membuat Kaluna menoleh.“Semoga aja enggak.” Kaluna menggeleng.Raut wajahnya tampak tegang.“Tapi kalau iya juga enggak apa-apa … kalau kamu ternyata hamil, mau diapain lagi? Itu kabar bahagia.” Satria menatap teduh Kaluna.“Enggak … kita belum punya penghasilan tetap … kasian anak kita.” Raut wajah Kaluna tampak serius sekali dan pucat.Sebelum sang

  • Menantang Kasta   Membalas Sakit Hati Satria

    Kabut tipis mulai menyelimuti kebun teh, lampu-lampu kecil di sepanjang jalan menyala satu per satu, menciptakan suasana hangat di tengah udara dingin dan gelapnya malam.Di dalam kamar villa, Kaluna sedang duduk di depan cermin, merapikan rambutnya yang kini dibiarkan jatuh alami di bahu.Satria keluar dari kamar mandi, sudah rapi dengan kemeja kasual berwarna gelap.“Kita keluar sebentar ya,” katanya sambil mengambil kunci mobil.Kaluna menoleh. “Makan malam?”Satria mengangguk. “Ada Caffe yang lagi viral, enggak jauh dari sini. Tadi aku lihat di sosial media.”Kaluna tersenyum. “Yeaaaay.” Dia senang sekali.Tidak berapa lama kemudian, Satria sudah memarkirkan mobilnya di depan Caffe yang dimaksud.Caffe itu tidak terlalu besar.Bangunannya dominan kayu dengan lampu kuning temaram yang memberi kesan hangat dan intim.Dari luar sudah terlihat beberapa meja terisi, sebagian besar pasangan atau keluarga kecil.Begitu mereka masuk

  • Menantang Kasta   Bulan Madu Kedua

    Perjalanan menuju resort terasa lebih sunyi.Bukan karena tidak ada yang ingin dibicarakan melainkan karena keduanya sedang menikmati jeda.Jeda setelah hari kemarin yang penuh tawa dan kebahagiaan.Tiga puluh menit kemudian, mobil berhenti di sebuah gerbang kayu dengan ukiran sederhana.Tidak terlalu mencolok.Tidak terlalu mewah.Namun begitu mereka masuk—hamparan kebun teh langsung menyambut.Hijau.Luas.Seolah tidak berujung.Udara di sana lebih dingin.Lebih bersih.Lebih menenangkan.“Keren banget pemandangannya…,” gumam Kaluna pelan.Satria tersenyum tipis.“Lumayan lah buat second honeymoon,” katanya santai, padahal ia memilih tempat ini dengan sangat hati-hati dan menekan kebutuhan pribadinya mengingat saldo di rekening semakin menipis.Villa yang mereka tempati berdiri sedikit terpisah.Privat. Tenang. Menenangkan.Begitu pintu dibuka—aroma kayu dan udara hangat langsung menyambut.Interiornya sederhana. Elegan.Dengan jendela besar menghadap langsung ke

  • Menantang Kasta   Perjalanan Bisnis

    Pesawat mendarat mulus di landasan bandara Ngurah Rai.Begitu roda menyentuh aspal, getaran ringan terasa di kabin. Mesin jet perlahan menurunkan tenaga sebelum akhirnya berhenti di apron khusus.Beberapa menit kemudian pintu pesawat terbuka.Udara Bali langsung menyambut dengan hangat, sedikit

  • Menantang Kasta   Tidak Akan Menyangkal Lagi

    Pagi itu di meja makan sudah tertata rapih sarapan pagi.Kama duduk di ujung meja dengan tablet di tangan.Di hadapannya secangkir kopi hitam mengepul lembut.Beberapa menit kemudian Kaluna turun dari lantai dua.Ia sudah berpakaian rapi—blazer semi casual warna krem, celana bahan, dan rambut y

  • Menantang Kasta   Akan Selalu Dekat

    Mobil berhenti di depan lobi gedung utama AG Group.Satria turun lebih dulu seperti biasa. Ia memutari mobil dan membuka pintu untuk Kaluna.“Nona.”Kaluna turun dengan gerakan anggun, seolah hari itu hanyalah hari kerja biasa.Tidak ada yang akan menyangka bahwa beberapa jam

  • Menantang Kasta   Satu Langkah Lebih Berani

    Setelah peninjauan area pondasi selesai, mandor proyek mengajak Kaluna dan Satria melihat bagian lain dari lokasi pembangunan.“Kalau Ibu berkenan, kita bisa lihat jalur akses utama di sisi bukit,” kata mandor itu sambil menunjuk ke arah jalur tanah yang lebih sempit.Satria menatap arah yang dim

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status