Beranda / Romansa / Menantang Kasta / Pelukan Hangat

Share

Pelukan Hangat

Penulis: Erna Azura
last update Tanggal publikasi: 2026-03-10 20:28:06

Langkah mereka pelan ketika kembali dari restoran dekat pantai menuju bangunan utama resort.

Malam Bali terasa hangat saat itu. Angin laut masih berembus lembut membawa aroma asin yang samar.

Satria berjalan di samping Kaluna, kedua tangan mereka saling bergandengan.

Sesekali Satria menoleh ke samping dan menemukan senyum manis Kaluna.

Dia juga balas tersenyum tipis.

“Makasih ya dinner-nya.” Kaluna buka suara.

“Bukan special dinner ….” Kalimat Satria menggantung. “Karena aku sendiri masih
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
rianur378
anjay 🫣🫣🫣🫣🫣
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menantang Kasta   Gosip

    Pagi di rumah bapak dan ibu dimulai jauh lebih cepat dibanding kehidupan mereka di Jakarta.Saat langit masih diselimuti kabut tipis, suara ayam jantan sudah lebih dulu memecah kesunyian.Udara Bandung yang dingin menyelinap masuk dari sela jendela.Aroma kopi hitam dan bawang putih tumis dari dapur membuat Kaluna perlahan membuka mata.Ia mengerjap beberapa kali.Butuh beberapa detik untuk mengingat kalau sekarang dia bukan lagi berada di apartemen kecil mereka di Jakarta.Melainkan di rumah sederhana milik bapak dan ibu.Di desa.Kaluna menoleh ke samping.Satria sudah tidak ada.Selimut di sisinya dingin.Berarti pria itu sudah bangun lebih dulu.Kaluna duduk perlahan.Bekas operasinya masih terasa sedikit tertarik, tapi jauh lebih baik dibanding beberapa hari lalu.Setelah mandi dan berganti pakaian dengan blouse krem longgar dan celana kulot bahan linen, Kaluna keluar kamar.Ia mendapati Satria sedang membantu bapak di halaman belakang.Keduanya tampak sedang memi

  • Menantang Kasta   Pulang

    Perjalanan dari Jakarta ke Bandung terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.Satria dan Kaluna sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.Mobil Satria melaju membelah jalan tol dengan kecepatan stabil.Kaluna duduk di kursi penumpang sambil sesekali menatap ke luar jendela.Gedung-gedung tinggi perlahan menghilang.Digantikan hamparan hijau, pepohonan, sawah, dan langit yang terasa lebih luas.Udara pun perlahan berubah.Lebih sejuk dan ringan.Dan entah kenapa lebih menenangkan.Kaluna mengusap perutnya pelan.Bekas operasi itu masih terasa sesekali.Tidak terlalu sakit.Tapi cukup untuk mengingatkannya pada apa yang baru saja mereka lalui.Di sampingnya, Satria fokus menyetir.Tangannya mantap di kemudi.Namun tatapannya lebih dalam dari biasanya.Kaluna melirik sekilas.“Sayang…”“Hm?”“Kamu enggak nyesel, kan?”Pertanyaan itu membuat tangan Satria sedikit mengencang di setir.“NyeseI apa?”“Pulang ke Bandung.”Sunyi beberapa detik.Sampai akhirnya Satria mengg

  • Menantang Kasta   Membahagiakan Ratu

    Pagi di Manhattan terasa jauh berbeda dari Jakarta.Udaranya dingin namun segar. Langit biru terang. Sinar matahari memantul di kaca-kaca gedung tinggi, membuat kota itu terlihat seperti hidup tanpa pernah benar-benar tidur.Di dalam penthouse, Ratu baru saja selesai sarapan ketika Zyandru keluar dari walk-in closet.Hari ini pria itu tampil berbeda.Bukan kaos santai seperti semalam.Melainkan kemeja putih fitted, coat hitam panjang, jam tangan mewah, dan rambut yang tertata rapi.Benar-benar seperti pria yang keluar dari cover majalah bisnis.Ratu yang sedang duduk di kitchen island sampai tersedak air putih yang dia minum.Matanya mengerjap beberapa kali.Zyandru yang sadar sedang diperhatikan justru menyeringai.“Kenapa?”Ratu cepat menggeleng.“Enggak…”“Bohong.” Zyandru berjalan mendekat.Membungkuk sedikit.“Gelagat kamu aneh.”Pipi Ratu langsung memanas. “Ganteng banget .…” Kalimat itu keluar beg

  • Menantang Kasta   Memutuskan Untuk Pulang

    Matahari pagi kini sudah benar-benar naik.Cahayanya masuk dari balik jendela apartemen kecil mereka, memantul lembut di lantai keramik dan meja makan mungil yang sejak tadi dipenuhi aroma mentega, roti panggang, dan telur orak-arik.Di dapur kecil itu, Satria sibuk sambil mengenakan celemek hitam yang entah sejak kapan melingkar di pinggangnya.Tangannya cekatan menuang teh hangat ke dalam dua cangkir.Sesekali matanya melirik ke arah kamar.Memastikan Kaluna baik-baik saja.Sejak pulang dari rumah sakit, pagi-pagi mereka berubah.Tidak ada lagi pagi yang terburu-buru.Tidak ada lagi suara notifikasi email pekerjaan atau jadwal interview.Yang ada hanya Kaluna.Dan memastikan istrinya pulih.Beberapa menit kemudian, suara pintu kamar mandi terbuka terdengar.Satria refleks menoleh.Dan seketika tatapannya melembut.Kaluna keluar dari kamar dengan rambut yang masih setengah basah.Tubuhnya dibungkus dress rumahan berbahan katun lembut. Wajahnya masih pucat, tapi jauh le

  • Menantang Kasta   Orang Yang Paling Mengerti

    Langit masih gelap.Sinar matahari belum benar-benar muncul, hanya semburat jingga tipis yang mulai membelah ufuk timur.Area kolam renang apartemen pun masih sepi.Belum banyak penghuni yang turun. Belum ada suara anak-anak. Belum ada riuh percakapan para penghuni.Hanya suara air yang sesekali beriak dan embusan angin pagi yang menyentuh permukaan kolam.Satria duduk sendirian di salah satu kursi santai dekat tepi kolam.Rambutnya masih basah sehabis berenang.Kaos abu-abu tipis menempel di tubuh atletisnya yang juga masih sedikit lembab setelah sesi gym dan berenang.Biasanya aktivitas pagi seperti ini bisa membuat kepala Satria lebih jernih.Tapi tidak hari ini. Tatapannya kosong ke permukaan air.Ponsel di tangannya sudah terbuka sejak beberapa menit lalu.Nama Bapak yang tertera di layar membuat dadanya terasa berat.Jempolnya sempat berhenti beberapa detik. Ragu.Lalu akhirnya Satria menekan tombol panggil.Nada sambung terdengar.Satu kali.Dua kali.Sampai ak

  • Menantang Kasta   Saran Untuk Pulang

    Matahari sore mulai condong ketika pintu ruang rawat akhirnya terbuka.Seorang dokter masuk sambil membawa clipboard di tangan.“Untuk kondisi pasien sudah stabil,” katanya sambil menatap Satria. “Lukanya juga bagus, tidak ada perdarahan lanjutan. Kalau tidak ada keluhan, pasien sudah boleh pulang hari ini.”Sesuatu di dada Satria yang sejak beberapa hari terakhir terasa berat akhirnya sedikit mengendur.“Terima kasih, Dok.”Dokter mengangguk lalu pergi.Begitu pintu tertutup, Satria langsung menoleh ke arah Kaluna.Kaluna yang sejak tadi duduk bersandar di ranjang pasien tersenyum kecil. Lemas. Tapi hangat.“Akhirnya…,” bisiknya.Satria ikut tersenyum.Namun senyum itu berbeda. Lebih lega. Lebih tulus. Dan mungkin sedikit rapuh.Karena hanya dia yang tahu betapa berat beberapa hari terakhir. Biaya rumah sakit. Biaya operasi.Harga dirinya yang diinjak di depan keluarga Kaluna.Dan jam Rolex yang kini sudah tidak lagi

  • Menantang Kasta   Cemburunya Satria

    Keesokan harinya Andre datang lagi. Kali ini untuk presentasi kolaborasi properti.Ia duduk di ruang meeting bersama Kaluna dan Satria.Andre berbicara dengan percaya diri.“Kita bisa mulai pilot project bulan depan.”Kaluna mengangguk.“Menarik.” Matanya berbinar.Satria membuka dokumen di i

  • Menantang Kasta   Pria Lain

    Pagi itu berjalan terlalu normal dan justru itu yang membuat Kaluna merasa tidak normal.Kaluna keluar dari lift dengan langkah tenang. Blazer peach, rambut diikat rendah. Wajahnya kembali dingin dan profesional seperti keputusan yang ia buat beberapa hari lalu meski hatinya berkata lain.Satria

  • Menantang Kasta   Bukan Lagi Profesionalisme

    Sepanjang perjalanan pulang dari gala dinner, Kaluna tidak banyak bicara.Kama sendiri sibuk mematuti ponselnya membalas chat dan email jadi tidak menyadari kegalauan Kaluna.Bayangan Putri berdiri terlalu dekat dengan Satria terus terputar di kepala Kaluna.“Pak Satria tadi bantu

  • Menantang Kasta   Apa Namanya Kalau Bukan Cinta?

    Senin pagi datang terlalu cepat.Kaluna berdiri di depan cermin kamar, blazer krem terpasang rapi, rambutnya digelung elegan. Wajahnya tampak profesional seperti biasa.Tapi pikirannya tidak setenang tampilannya.Ucapan Kanaya, ucapan ayah, ucapan bunda di meja makan kemarin tentan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status