Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 1926 Takdir Hukum Rimba

Share

Bab 1926 Takdir Hukum Rimba

Author: Sarjana
"Sirilus, kematian putramu dan adikmu adalah hasil dari perbuatan mereka sendiri, nggak bisa menyalahkan orang lain."

"Jadi, Sirilus, sekarang kamu menunjukkan ekspresi seolah-olah nggak bersalah, sedih sekaligus marah ini untuk ditunjukkan kepada siapa?"

"Kalau kamu ingin menunjukkannya kepada Gina, kamu sudah ditakdirkan akan menelan kekecewaan."

"Jangankan dia, hari ini bahkan Vanya sendiri yang datang pun, Keluarga Halim juga harus mati."

"Ya, benar! Keluarga Halim, termasuk kamu!"

Saat meng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adi Defatima
oiiii anjing masih tetap di jalur yang sama kapan endingnya babi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3656 Itu Tergantung pada Sepasang Kakiku Ini

    "Oh, nggak ada maksud apa-apa, hanya mau lihat apakah kamu akan menyesali perbuatanmu."Ardika tiba-tiba berbicara seperti itu, membuat suasana di dalam ruang pribadi tersebut berubah menjadi tegang.Gadis-gadis itu sangat mengerti caranya meredakan ketegangan. Karena itulah, satu per satu dari mereka segera mengambil botol anggur dan mulai membujuk.Mereka tidak memedulikan hal-hal itu, mereka hanya tahu selama pelayanan mereka bagus, para tamu baru akan memberi mereka bonus."Ya ampun, Pak Ardika, kalau ada apa-apa, bisa dibicarakan secara baik-baik. Untuk apa marah? Itu nggak baik untuk kesehatan.""Pak Ardika, ayo kita minum bersama.""Pak Ardika, biar aku suapi kamu makan anggur."Satu per satu dari beberapa orang wanita itu langsung menggunakan segala macam trik yang mereka kuasai, melakukan yang terbaik untuk menjilat Ardika.Alendo mulai hanyut dalam pemikirannya sendiri, tidak tahu bagaimana caranya menangani hal ini.Dia tidak tahu identitas lawan bicaranya itu, jadi sedari t

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3655 Sangat Rendahan

    Sebelum mereka masuk ke ruangan ini, mereka sudah menerima informasi. Sebelum-sebelumnya, sangat mudah bagi mereka untuk bisa memperoleh informasi. Namun kali ini mereka mengalami kegagalan lagi dan lagi.Seakan-akan tidak bisa berbicara, setiap kali mereka menanyakan pertanyaan yang penting, Ardika selalu saja tutup mulut dengan rapat, hanya meminum anggurnya dalam diam.Makin dia bersikap seperti ini, makin menyulut keinginan beberapa orang wanita itu untuk menaklukkannya."Pak Ardika, kenapa kamu nggak bersedia untuk berbicara? Apa mungkin kamu nggak punya latar belakang apa pun, jadi kamu nggak berani mengatakannya?"Melihat trik godaan maut mereka tak kunjung berhasil, para gadis muda itu hanya bisa menggunakan trik memprovokasi."Alendo, apa kamu begitu ingin tahu identitasku?"Ardika tiba-tiba menoleh, melihat ke arah Alendo.Saat mendengar namanya disebut, Alendo merasa agak terkejut. Awalnya, dia sedang minum anggur sambil memeluk wanita dan mendengarkan pembicaraan orang-oran

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3654 Taktik Wanita Cantik

    Ardika mengira Alendo akan menggunakan taktik seperti apa untuk menghadapinya, tetapi dia tidak menyangka ternyata lawannya itu menggunakan taktik wanita cantik.Alendo benar-benar masih belum berhasil memperoleh informasi apa pun tentang dirinya. Bagi orang yang tahu identitas aslinya, sudah pasti tidak akan menggunakan taktik yang satu ini."Pak Ardika, beberapa orang gadis muda ini dipastikan bersih. Kalau kamu suka, di samping juga ada kamar."Alendo mengingatkan dengan ambigu.Alendo meyakini dengan percaya diri pria mana pun tidak akan tahan menghadapi taktik wanita cantik. Tanpa butuh waktu lama, Ardika pasti akan terbuai dalam pelukan hangat wanita cantik.Alendo juga menuangkan segelas anggur untuk dirinya sendiri, lalu melambaikan tangannya, menginstruksikan beberapa orang gadis muda itu untuk melayani Ardika.Beberapa gadis muda itu sudah sangat berpengalaman soal ini. Walaupun mereka tidak tahu detail situasi di dalam sini, tetapi mereka tahu apa yang harus mereka lakukan.

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3653 Kalau Begitu Itu Salahku

    Lucas juga tidak menyangka pertemuan pertama antara kedua orang itu bisa begitu menegangkan.Namun, sebagai seorang asisten biasa, seharusnya dia tidak ikut campur dalam hal seperti ini. Karena itulah, dia hanya berpura-pura tidak terjadi apa-apa, lalu keluar dari ruangan dalam diam."Belakangan ini kamu sedang sibuk apa? Sepertinya sangat sulit untuk menemuimu."Alendo berinisiatif untuk memulai pembicaraan."Hmm, nggak ada kesibukan apa-apa. Yah, hanya jalan-jalan nggak jelas saja."Ardika berbicara dengan ekspresi acuh tak acuh sambil mengamati apa yang telah disuguhkan di atas meja, bahkan seperti menunjukkan ekspresi agak jijik.Melihat sikap Ardika itu, Alendo sudah merasa agak tidak senang. Yang disuguhkan di atas meja itu adalah anggur bagus koleksi pribadinya, semuanya adalah koleksi langka.Juga hanya kolektor sejatilah yang bisa memiliki koleksi-koleksi itu.Namun, siapa sangka Ardika malah menunjukkan sorot mata jijik saat menatap koleksi-koleksi tersebut."Seharusnya kamu

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3652 Kamu Sangat Sulit Diajak Bertemu

    Ardika melihat mobil sudah berhenti. Di hadapannya, adalah sebuah kelab mewah, juga dibangun di area paling ramai di pusat kota."Ini adalah Kelab Hemos, ini adalah kelab khusus anggota, hanya anggota yang bisa mengundang teman masuk. Kalau ingin mengunjungi tempat ini, harus mendaftarkan keanggotaan. Setiap kali isi saldo paling nggak harus 1 miliar.""Tapi, hampir semua orang yang mengunjungi tempat ini akan menghabiskan 1 miliar ke atas dalam setiap kali kunjungan."Saat membicarakan soal ini, Lucas tetap merasa agak bangga.Kelab-kelab privat seperti ini umumnya diperuntukkan bagi orang-orang kaya.Ada berbagai macam hiburan dan fasilitas yang tersedia di dalam, inilah yang membuat orang-orang kaya itu bersedia untuk menghabiskan uang di sini.Pintu masuk kelab tidak terlalu menonjol. Bagi yang belum pernah mengunjungi tempat ini, mungkin akan sering melewatkannya.Lucas langsung membawa Ardika masuk ke dalam.Kalau ingin memasuki kelab, perlu menggesek kartu terlebih dulu.Setelah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3651 Kelab Hemos

    Ardika seolah-olah memenuhi janji temu hanya demi makan.Lucas juga tidak berani mengatakan apa pun, dia hanya mempersilakan Ardika masuk ke dalam mobil, lalu langsung mengendarai mobil meninggalkan Hotel Biston.Begitu Ardika pergi, Chalis sudah pasti diam-diam mengikutinya.Hanya saja, hari ini agak berbeda. Dia bahkan secara khusus membawa beberapa orang anggota Organisasi Snakei."Paman Chalis, apa perlu sampai sebegitunya?"Ada anggota yang agak kebingungan.Selama beberapa waktu ini, Ardika juga tidak melakukan apa-apa, mereka juga tidak tahu identitas Ardika, hanya mendengarkan instruksi Chalis saja."Tujuan kita adalah melindungi Ardika. Alendo traktir makan, nggak ada bedanya dengan perjamuan berbahaya. Kalau kita nggak ikut dan sampai terjadi sesuatu, kita yang akan kena masalah."Melihat anak-anak muda yang masih belum mengerti apa-apa itu, Chalis secara khusus mengingatkan.Para anak muda itu juga tidak mengatakan apa pun lagi, hanya mengikuti dalam diam.Namun, karena mere

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 559 Perintah untuk Blokade

    Melalui panggilan telepon itu, Handi memberi tahu penanggung jawab Asosiasi Dagang Polam bahwa dalang di balik kejadian adanya orang yang menyebut-nyebut dirinya sebagai Dewa Perang dan sangat menggemparkan itu adalah Grup Bintang Darma!Setelah mendengar hal tersebut menyangkut Dewa Perang, Asosiasi

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 468 Pergi Bercerai

    Saat menerima panggilan telepon dari Desi, Ardika baru kembali ke kediaman mewah Draco yang bersebelahan dengan kediaman mewahnya.Dia sangat senang karena Desi berinisiatif meneleponnya dan memintanya pulang ke rumah.Dia mengira amarah ibu mertuanya itu sudah mereda.Jadi, dia bergegas meninggalkan k

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 526 Tidak Ada Uang Tidak Bisa Bertemu Idola

    Di bawah pengawasan ketat sekelompok pengawal bersetelan jas, sebuah mobil van melaju memasuki lokasi acara dengan perlahan.Melihat penjagaan ketat itu, orang yang duduk di dalam mobil sudah pasti adalah Fiona.Seketika itu pula, sekelompok pria dan wanita muda itu langsung bersemangat.Saat ini, seor

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 454 Membual Tanpa Perlu Naskah

    Dua buah mobil itu berhenti di depan pintu taman logistik.Jacky dan Desi, serta bibi Luna, Amanda sekeluarga dan Xavier, satu per satu keluar dari mobil.Hanya Handoko yang masih kesal atas perceraian kakaknya dengan kakak iparnya tidak ikut datang ke sini.Begitu mereka semua keluar dari mobil dan me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status