Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 2742 Rendahan

Share

Bab 2742 Rendahan

Author: Sarjana
"Gandhi, kalau standar menjadi presdir adalah bertanding siapa yang lebih nggak tahu malu, aku pasti akan menyerahkan posisiku padamu sekarang juga," kata Rosa dengan agak kesal.

Emosinya memang sudah tersulut oleh sikap tidak tahu malu Gandhi ini.

Saat rapat sebelumnya, pria itu mengatakan dia bisa segera mengamankan kerja sama dengan Rumah Sakit Marim, memanfaatkan hal ini untuk mengancamnya dan menghasut para petinggi perusahaan.

Sekarang pria itu malah mengatakan Mandy memiliki harapan palin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3654 Taktik Wanita Cantik

    Ardika mengira Alendo akan menggunakan taktik seperti apa untuk menghadapinya, tetapi dia tidak menyangka ternyata lawannya itu menggunakan taktik wanita cantik.Alendo benar-benar masih belum berhasil memperoleh informasi apa pun tentang dirinya. Bagi orang yang tahu identitas aslinya, sudah pasti tidak akan menggunakan taktik yang satu ini."Pak Ardika, beberapa orang gadis muda ini dipastikan bersih. Kalau kamu suka, di samping juga ada kamar."Alendo mengingatkan dengan ambigu.Alendo meyakini dengan percaya diri pria mana pun tidak akan tahan menghadapi taktik wanita cantik. Tanpa butuh waktu lama, Ardika pasti akan terbuai dalam pelukan hangat wanita cantik.Alendo juga menuangkan segelas anggur untuk dirinya sendiri, lalu melambaikan tangannya, menginstruksikan beberapa orang gadis muda itu untuk melayani Ardika.Beberapa gadis muda itu sudah sangat berpengalaman soal ini. Walaupun mereka tidak tahu detail situasi di dalam sini, tetapi mereka tahu apa yang harus mereka lakukan.

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3653 Kalau Begitu Itu Salahku

    Lucas juga tidak menyangka pertemuan pertama antara kedua orang itu bisa begitu menegangkan.Namun, sebagai seorang asisten biasa, seharusnya dia tidak ikut campur dalam hal seperti ini. Karena itulah, dia hanya berpura-pura tidak terjadi apa-apa, lalu keluar dari ruangan dalam diam."Belakangan ini kamu sedang sibuk apa? Sepertinya sangat sulit untuk menemuimu."Alendo berinisiatif untuk memulai pembicaraan."Hmm, nggak ada kesibukan apa-apa. Yah, hanya jalan-jalan nggak jelas saja."Ardika berbicara dengan ekspresi acuh tak acuh sambil mengamati apa yang telah disuguhkan di atas meja, bahkan seperti menunjukkan ekspresi agak jijik.Melihat sikap Ardika itu, Alendo sudah merasa agak tidak senang. Yang disuguhkan di atas meja itu adalah anggur bagus koleksi pribadinya, semuanya adalah koleksi langka.Juga hanya kolektor sejatilah yang bisa memiliki koleksi-koleksi itu.Namun, siapa sangka Ardika malah menunjukkan sorot mata jijik saat menatap koleksi-koleksi tersebut."Seharusnya kamu

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3652 Kamu Sangat Sulit Diajak Bertemu

    Ardika melihat mobil sudah berhenti. Di hadapannya, adalah sebuah kelab mewah, juga dibangun di area paling ramai di pusat kota."Ini adalah Kelab Hemos, ini adalah kelab khusus anggota, hanya anggota yang bisa mengundang teman masuk. Kalau ingin mengunjungi tempat ini, harus mendaftarkan keanggotaan. Setiap kali isi saldo paling nggak harus 1 miliar.""Tapi, hampir semua orang yang mengunjungi tempat ini akan menghabiskan 1 miliar ke atas dalam setiap kali kunjungan."Saat membicarakan soal ini, Lucas tetap merasa agak bangga.Kelab-kelab privat seperti ini umumnya diperuntukkan bagi orang-orang kaya.Ada berbagai macam hiburan dan fasilitas yang tersedia di dalam, inilah yang membuat orang-orang kaya itu bersedia untuk menghabiskan uang di sini.Pintu masuk kelab tidak terlalu menonjol. Bagi yang belum pernah mengunjungi tempat ini, mungkin akan sering melewatkannya.Lucas langsung membawa Ardika masuk ke dalam.Kalau ingin memasuki kelab, perlu menggesek kartu terlebih dulu.Setelah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3651 Kelab Hemos

    Ardika seolah-olah memenuhi janji temu hanya demi makan.Lucas juga tidak berani mengatakan apa pun, dia hanya mempersilakan Ardika masuk ke dalam mobil, lalu langsung mengendarai mobil meninggalkan Hotel Biston.Begitu Ardika pergi, Chalis sudah pasti diam-diam mengikutinya.Hanya saja, hari ini agak berbeda. Dia bahkan secara khusus membawa beberapa orang anggota Organisasi Snakei."Paman Chalis, apa perlu sampai sebegitunya?"Ada anggota yang agak kebingungan.Selama beberapa waktu ini, Ardika juga tidak melakukan apa-apa, mereka juga tidak tahu identitas Ardika, hanya mendengarkan instruksi Chalis saja."Tujuan kita adalah melindungi Ardika. Alendo traktir makan, nggak ada bedanya dengan perjamuan berbahaya. Kalau kita nggak ikut dan sampai terjadi sesuatu, kita yang akan kena masalah."Melihat anak-anak muda yang masih belum mengerti apa-apa itu, Chalis secara khusus mengingatkan.Para anak muda itu juga tidak mengatakan apa pun lagi, hanya mengikuti dalam diam.Namun, karena mere

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3650 Mungkin Akan Lebih Menarik

    "Aku benar-benar berharap Alendo nggak mengecewakanku."Boleh dibilang sejak tiba di Provinsi Aste, semuanya berjalan terlalu mulus, juga tidak ada hal yang menarik.Sekarang akhirnya dia akan pergi menemui Alendo itu, juga tidak tahu apa yang akan terjadi.Alendo sudah mencurigai Ardika, maka sudah pasti akan menyerangnya.Lucas berdiri di samping untuk menunggu instruksi bosnya."Dia bilang atur saja sesuka hati kita besok pagi.""Benar-benar berpikiran terbuka, ya. Sama sekali nggak takut padaku."Alendo tertawa. Bagaimanapun juga, asalkan orang itu berani muncul, maka dia pasti bisa mencari tahu semua identitas pria tersebut. Tidak ada rahasia yang bisa disembunyikan."Pesan sebuah ruang pribadi di Kelab Hemos, barang yang perlu disiapkan, siapkan dengan baik."Alendo sudah mulai menantikan pertemuan mereka.Dia juga ingin tahu sebenarnya rahasia apa yang disimpan oleh orang itu.Seseorang yang bahkan tidak takut pada Andelin, seharusnya memiliki latar belakang yang besar.Namun, o

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3649 Perlukah Membuat Pengaturan Terlebih Dulu

    "Lucas, asistennya Alendo, terus menunggu di lobi. Pak Ardika, kalau kamu nggak ingin bertemu dengannya, aku akan membersihkan lokasi."Chalis tetap menanyakan pendapat Ardika."Pada akhirnya juga akan bertemu, hanya saja nggak tahu identitasku yang seperti apa yang sudah tertebak."Terakhir kali di pesta ulang tahun Kesya, Ardika memang agak menonjol.Mungkin saat itulah dia dilirik oleh Alendo."Kalau kamu nggak bersedia, aku bisa melakukan pembersihan kapan saja, dan soal pihak Alendo juga bisa langsung bergerak."Chalis tidak ingin merugikan Ardika."Nggak perlu begitu khawatir, tetap saja perlu pergi lihat."Ardika menyunggingkan seulas senyum tipis. Yang akan datang, tetap akan datang. Lagi pula, ini juga yang ingin dilihatnya.Alendo sudah kehilangan begitu banyak bisnis, juga tidak tahu apakah pria itu sudah belajar untuk menjadi lebih patuh.Kalau pria itu tidak belajar untuk menjadi lebih patuh, dia bisa membuat pria itu mengalami apa yang dialaminya sekali lagi."Perlukah ak

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1278 Mencuri Barang

    Melihat ekspresi arogan staf toko itu, Luna benar-benar kesal setengah mati.Dia langsung melangkah maju dan berkata, "Kalau ibuku dan bibiku benar-benar sudah mencuri barang di toko kalian, seharusnya kalian lapor polisi, bukannya meminta petugas keamanan untuk mengusir orang, bahkan memukul pelangg

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1236 Amarah Luna Meledak

    Begitu mendengar ucapan Ardika, semua orang di tempat itu langsung terkejut bukan main.Menanyakan pada Amir, berani datang atau tidak?!Dari mana keberanian bocah yang hanya bisa mengandalkan istri itu, sampai-sampai bisa mengucapkan kata-kata searogan itu?Oscar juga tertegun sejenak.Meminta Amir unt

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1250 Aku Tidak Leluasa Kamu Berada di Sini

    Mendengar ucapan Levin dengan niat membunuh yang kuat itu, ekspresi semua orang langsung berubah drastis.Tidak ada seorang pun yang menyangka masalah akan menjadi seperti ini.Malam ini, akan ada orang yang kehilangan nyawa!Saat ini, Oscar, Jelita dan yang lainnya memelototi Ardika dengan penuh keben

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1219 Menerima Hadiah Besar Itu dengan Senang Hati

    "Aku mau lihat apakah Asosiasi Dagang Kota Banyuli juga bisa menggantungku di tiang bendera atau nggak!"Ekspresi Yaori diwarnai dengan kebencian yang mendalam.Husam Kosasih adalah anak buah kepercayaannya yang sudah mengikutinya selama bertahun-tahun. Sekarang Asosiasi Dagang Kota Banyuli malah mele

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status