Mag-log inDi bawah tatapan banyak orang, Andelin beranggapan Ardika tidak akan berani melakukan tindakan yang terlalu ekstrem.Namun, pada akhirnya dia tetap merasa agak gugup. Kalau Ardika benar-benar menyinggung Keluarga Demode, itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.Akan tetapi, kalau terjadi sesuatu pada Linko di wilayah kekuasaannya, Keluarga Demode pasti akan melampiaskan amarah padanya.Alasan Andelin membiarkan putrinya berpacaran dengan Linko adalah tertarik pada bisnis Keluarga Demode.Kemudian, mereka berdua putus, dia juga tidak memedulikan apa pun, karena tindakan Linko memang sudah keterlaluan.Kesya juga benar-benar tidak menyukai Linko lagi, jadi Andelin merasa mereka putus, ya putus saja.Namun, kalau benar-benar terjadi sesuatu pada Linko di wilayah kekuasaannya, maka dia harus bertanggung jawab.Ucapan ejekan yang ditujukan oleh Andelin terhadap Ardika tadi sesungguhnya juga sedang merangsang pria tersebut.Ardika adalah seorang bocah miskin yang tidak punya sandaran. Kalau
"Sebaiknya kamu jangan gegabah, kami berbicara seperti ini juga demi kebaikanmu sendiri. Kalau kamu ingin menunjukkan sisi jantan seorang pria, sama sekali nggak perlu menggunakan cara seperti ini."Andelin tetap menatap Ardika dengan sorot mata meremehkan. Dalam benaknya, orang itu hanya datang untuk membohongi perasaan putrinya.Dan, orang itu bahkan adalah seorang bocah miskin yang tidak punya apa-apa.Seorang bocah miskin tanpa latar belakang sama sekali tidak pantas untuk putrinya.Saat ini, Andelin malah ingin Ardika menyerang.Dengan begitu, api amarah Keluarga Demode baru bisa dialihkan pada Ardika."Kamu nggak berhak atur-atur apa yang kulakukan."Ardika mengerahkan kekuatan yang lebih besar, membuat Linko kembali berteriak kesakitan."Lepaskan aku! Apa kamu benar-benar ingin mati? Saat Keluarga Demode membalasmu, kami akan memastikan kamu menyesal!""Jangan menyesal nantinya, dasar miskin!"Linko terus melontarkan kata-kata kasar. Dalam situasi seperti ini, dia tetap berangga
"Kalau bukan karena dia bertindak tepat waktu, aku bahkan sudah dibawa pergi oleh Linko."Kesya juga mengerti kalaupun Linko membawanya pergi, sebenarnya pria itu juga tidak akan melakukan apa-apa padanya.Namun, kejadian seperti itu sangat mengerikan, dia juga takut mengalaminya lagi.Yang terpenting adalah dalam situasi seperti itu, ibunya tidak memedulikannya, juga tidak maju untuk menghentikan.Dari hal-hal itu bisa dilihat, ibunya sama sekali tidak menyayanginya.Saat ini, Kesya hanya ingin berusaha semampunya untuk membela Ardika.Dia juga merasa ucapan ibunya benar-benar terlalu tidak enak didengar.Alendo juga tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi. Tadi dia dipukuli sampai rasa sakit yang luar biasa menjalar di sekujur tubuhnya, dia masih berusaha untuk mempertahankan citranya.Namun, siapa sangka ada orang yang tiba-tiba muncul dan membalikkan keadaan.Yang terpenting adalah wajah orang ini sangat asing, sama sekali belum pernah dilihatnya.Alendo mengamati sekitarnya d
"Apa yang kalian lakukan? Cepat hentikan!"Sambil berbicara, Chalis menumbangkan satu orang dengan tendangannya.Ada beberapa orang petarung masih ingin melakukan perlawanan, tetapi sudah ditangkap oleh orang-orang Organisasi Snakei.Awalnya Andelin juga sangat berterima kasih pada Ardika, tetapi dia tetap memandang rendah pria itu.Akan tetapi, saat melihat orang-orangnya Organisasi Snakei bergegas datang, dia mengira alasan orang-orang itu datang adalah untuk memberinya muka.Pada dasarnya, dia adalah presdir Grup Biston, tentu saja orang-orang Organisasi Snakei juga bisa mendengarkannya."Linko, seharusnya kamu nggak begini."Saat ini, Andelin berjalan kemari, mencoba untuk membawa pergi putrinya.Namun, Linko tetap memeluk Kesya dengan erat, enggan melepaskannya."Aku nggak akan putus dengannya."Linko masih mengucapkan kalimat yang sama dan tidak berencana untuk melepaskan Kesya.Tanpa bicara omong kosong lagi, Ardika langsung melangkah maju dan mencengkeram pergelangan tangan Lin
"Hentikan."Kemunculan Ardika secara tiba-tiba juga menarik perhatian semua orang.Saat melihat sosok pahlawan dalam hatinya itu muncul, senyum langsung mengembang di wajah Kesya.Awalnya dia masih sangat ketakutan, tetapi saat dia melihat Ardika, dia benar-benar tenang sepenuhnya."Ardika, cepat selamatkan aku!"Kesya memercayai Ardika tanpa syarat.Linko juga mengenal Ardika. Ibarat musuh benar-benar berjodoh, hari ini mereka bertemu lagi.Namun, hari ini dia tidak takut karena hari ini dia sudah membawa petarung yang hebat. Dia sudah bisa memberi pelajaran kepada Ardika, memanfaatkan kesempatan ini untuk membalaskan dendamnya."Aku masih khawatir nggak bisa menemukanmu! Siapa sangka kamu benar-benar datang sendiri."Linko menarik Kesya dengan kuat, tidak membiarkan wanita itu meronta, lalu menatap Ardika dengan tatapan dingin."Sudah kubilang, kamu sudah boleh melepaskannya."Ardika tetap menatap Linko dengan tatapan dingin, juga tidak akan membiarkannya membawa Kesya pergi.Menyaks
"Kalau kamu nggak setuju, kelak kamu nggak akan menjadi ibu mertuaku."Linko mengucapkan satu kalimat itu dengan dingin.Andelin melemparkan sorot mata meminta bantuan pada Alendo. Pria itu sudah dipukuli beberapa kali, berdiri dengan agak terhuyung-huyung di sana, kelihatan cukup menyedihkan.Namun, jelas makin terlihat tidak berguna.Keributan di pesta, tentu saja juga menarik perhatian beberapa orang.Tentu saja Ardika tahu hari ini Kesya mengadakan pesta, tetapi dia tidak berencana untuk menghadiri pesta tersebut.Dia sendiri memang datang ke sini karena ada urusan, tentu saja dia tidak ingin memprovokasi gadis-gadis muda di sini.Namun, Chalis adalah tipe orang yang suka ikut campur dalam urusan orang lain. Bosan berada di lantai atas, dia secara khusus turun ke bawah, ingin menyelinap masuk ke pesta untuk makan-makan.Saat melihat Linko membawa orang-orangnya membuat keributan di sana, dia merasa sangat senang.Chalis tiba-tiba teringat Ardika dan Kesya saling mengenal. Karena it







