Share

Bab 161

Penulis: Skyy
last update Tanggal publikasi: 2026-09-23 20:50:52

Pengurus itu menatap Revan dengan dingin. “Revan Cakrawala, karena telah membuat keributan, merusak bangunan perguruan, dan tidak menghormati para tetua, kau dijatuhi hukuman mematahkan kedua lenganmu. Hukuman akan dilaksanakan sekarang.”

Suaranya menggema ke seluruh area sehingga setiap orang yang berada di sekitar dapat mendengarnya dengan jelas.

Para pemuda yang datang untuk mengikuti seleksi Perguruan Sangkara langsung menunjukkan ekspresi terkejut. Mereka memang tidak menyaksikan awal pert
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 305

    Revan dan kedua rekannya memasang ekspresi muram. Rencana awal mereka adalah bersembunyi di hutan lebat di luar Kota Hangai untuk mengamati situasi secara diam-diam.Berdasarkan penyelidikan selama beberapa hari terakhir, mereka menemukan bahwa sebagian besar mayat kering ditemukan di hamparan tanah tandus di sekitar wilayah tersebut.Saat ditemukan, kebanyakan mayat telah terpapar sinar matahari dalam waktu lama. Tidak ada luka yang terlihat pada tubuh mereka. Satu-satunya hal yang bisa dipastikan adalah bahwa seluruh darah di dalam tubuh mereka telah terkuras habis.Karena itu, mereka menduga pelakunya adalah seseorang yang mempraktikkan teknik kultivasi sesat. Dari semua orang yang mereka curigai, Jeremy merupakan kandidat yang paling mungkin.Namun, mereka bertiga menyadari bahwa sekalipun bekerja sama, mereka sama sekali bukan tandingan Jeremy. Itulah sebabnya mereka berencana mengintai dari balik bayang-bayang dan mengumpulkan bukti tanpa memperlihatkan keberadaan mereka.Jika k

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 304

    Sementara itu, Revan dan kedua rekannya telah meninggalkan Kota Hangai.Di bawah pengawasan para pelayan, sosok mereka perlahan menghilang dari kejauhan.Setelah memastikan ketiganya benar-benar pergi, para pelayan segera kembali untuk melaporkan hal tersebut kepada Jeremy.Malam pun tiba di Kota Hangai.Jalanan gelap gulita. Cahaya bulan menyelinap di antara bangunan, namun hampir tidak ada seorang pun yang terlihat di luar. Semua toko telah tutup lebih awal.Di tengah kesunyian itu, sesosok bayangan hitam bergerak menyusuri jalanan, nyaris tanpa suara.Sosok tersebut mengamati sekeliling hingga akhirnya melihat dua pemuda berpakaian mewah berjalan tergesa-gesa di sebuah sudut jalan. Wajah keduanya tampak tegang."Sialan! Semua ini gara-gara Makna! Dia membuat kita berangkat selarut ini!""Kasus orang hilang di kota ini sudah jauh berkurang belakangan ini. Seharusnya tidak ada masalah. Jangan sampai kita malah menakut-nakuti diri sendiri."Keduanya terus berjalan sambil berbincang. U

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 303

    Revan mengangguk dan menjelaskan, "Meskipun aku tidak bisa mencium bau darah, aku merasakan aura pembunuh yang sangat kuat di luar. Aku baru keluar setelah aura itu menghilang.""Kau bisa merasakan niat membunuhnya?"Livia dan Arvin serentak mengalihkan pandangan kepada Revan.Revan mengangguk. Dia memang merasakan aura pembunuh yang sangat kuat di luar kamar mereka.Kultivasi orang itu sangat tinggi. Meski keberadaannya tidak terlihat jelas, Revan masih bisa merasakan fluktuasi samar dari auranya.Livia meliriknya dengan kesal. "Berhenti pamer."Arvin hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum getir.Revan hanya bisa terdiam mendengar ucapan itu. Dia merasakan semua itu berkat kemampuannya sendiri. Apa hubungannya dengan Livia?Namun, mereka bertiga menyadari bahwa situasi saat ini cukup mendesak, sehingga tidak melanjutkan perdebatan tersebut."Bagaimana pendapat kalian tentang masalah ini?" Arvin menatap Revan dan Livia.Alis Livia sedikit berkerut. Dia mengangkat wajahnya ya

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 302

    Menjelang akhir jamuan, Jeremy menghela napas panjang. "Kasus ini benar-benar membuatku pusing. Kedudukanku sebagai Penguasa Kota membuatku tidak bisa meninggalkan Kota Hangai sembarangan. Jika terjadi sesuatu selama aku pergi, akibatnya bisa sangat buruk."Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada berat, "Belakangan ini, seluruh kota diliputi kepanikan. Kehidupan penduduk pun semakin sulit."Menurut penjelasan Jeremy, laporan orang hilang memang berasal dari dalam Kota Hangai. Namun, tidak ada yang bisa memastikan apakah para korban benar-benar menghilang di dalam kota atau justru dibawa pergi ke tempat lain.Satu hal yang pasti, seluruh mayat kering yang ditemukan sejauh ini berada di luar kota.Jeremy tidak bisa meninggalkan Kota Hangai begitu saja. Sementara itu, setelah begitu banyak anggota keluarga mereka menjadi korban, berbagai keluarga di kota tersebut juga enggan mengambil risiko dengan mengirim orang untuk menyelidiki lebih jauh.Pada akhirnya, keluarga-keluarga

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 301

    Revan dan kedua rekannya langsung berdiri untuk membalas salam tersebut."Tuan, Anda terlalu sopan."Dari aura yang dipancarkan pria itu, Revan bisa merasakan bahwa kultivasinya sangat tinggi. Setidaknya, dia telah mencapai Fase Inti Roh."Nama saya Jeremy. Saya berterima kasih kepada kalian karena bersedia membantu Kota Hangai," ujar Jeremy kembali menangkupkan kedua tangannya.Revan dan Arvin hendak membalas dengan ucapan yang tak kalah santun.Namun, sebelum keduanya sempat berbicara, suara dingin Livia terdengar dari samping. "Tidak perlu berbasa-basi. Kami datang untuk menjalankan misi."Suasana seketika hening.Jeremy sempat tertegun. Dia melirik Livia beberapa kali dan harus mengakui bahwa wanita itu memiliki kecantikan luar biasa, dengan aura dingin yang membuatnya tampak sulit didekati. Sayangnya, cara bicaranya benar-benar tidak mengenal basa-basi."Uhuk... Tuan Jeremy, mohon jangan tersinggung. Adikku memang selalu seperti ini." Revan terbatuk kecil, berusaha mencairkan sua

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 300

    Malam mulai menyelimuti perjalanan mereka."Kota Hangai hanya berjarak sepuluh mil dari sini," ujar Livia.Wajah cantiknya tetap sedingin embun beku. Sepanjang perjalanan, Revan hanya sesekali berbincang dengan Arvin, Livia nyaris tidak mengucapkan sepatah kata pun. Wanita itu memang memiliki aura dingin yang membuat orang lain enggan mendekatinya.Revan dan Arvin hanya mengangguk tanpa menanggapi.Sejujurnya, Poin Kontribusi bukanlah alasan utama Revan menerima ajakan Livia kali ini. Dia menyetujuinya karena ingin berjalan-jalan dan mencari pengalaman baru.Sejak mencapai tahap akhir Fase Roh tingkat kedelapan, Revan belum mencoba menerobos ke tingkat berikutnya. Sebaliknya, dia memilih untuk terus mengasah kemampuan dan memperkuat dirinya.Membaca berbagai teknik bela diri di Balai Kitab memang menyenangkan. Namun, memanfaatkan kesempatan menjalankan misi untuk menjelajahi dunia luar juga bukan ide yang buruk.Bagaimanapun, sejak bergabung dengan Perguruan Sangkara, Revan belum pern

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status