Beranda / Romansa / Mencintai Seorang Climber / 19. Accessory to Murder

Share

19. Accessory to Murder

Penulis: Yanti Soeparmo
last update Tanggal publikasi: 2024-10-29 11:39:30

Ipda. Binsar tak bisa menerima asumsi seperti itu. “Bagaimana kalau jus alpukat itu salah sasaran, bukan diminum oleh Raymond, tapi malah diminum oleh orang lain. Marco kan, nggak bisa mengendalikan hal itu?”

Iptu. Ekky masih memaparkan pemikirannya. “Nggak ada anggota Adventure yang berani ngerjain Marco, kecuali Raymond yang kentara tidak suka pada Marco. Sejak awal Marco sudah menduga, kalau ada orang yang berani iseng pada makanannya, orang itu pasti Raymond!”

Ekky lanjut berujar, “Say
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mencintai Seorang Climber   bab 373. Hasil Autopsi

    Wanita muda itu berjalan menghampiri Marco, “Maaf, saya yang bikin foto Windy sama Mas. Waktu itu Windy bilang dia butuh difoto bareng cowok ....”“Buat apa?” tanya Marco.“Katanya ada cowok rese yang mengejar-ngejar dia. Windy enggak suka, makanya dia pengin nolak dengan mengaku sudah punya pacar.”“Mestinya dia jangan bawa-bawa saya!” Marco geleng kepala, “Windy tahu saya sudah punya istri. Kalau dia iseng-iseng mengunggah foto bersama saya, itu seperti mau bikin masalah dalam rumah tangga saya.”“Iya Mas, eh Bos, nanti saya omongkan sama si Windy, rumahnya dekat dengan saya.”“Lain kali, kalau ada yang minta kamu bikin foto pria dan wanita, pikir ulang! Siapa tahu foto yang kamu bikin bisa membuat rumah tangga orang rusak!”“Iya Bos, maaf.”Pemilik rumah makan juga menegur pegawainya itu. “Lain kali kalau sedang kerja, jangan nyambi bikin foto!”Pelayan itu menunduk. “Maaf Pak, tapi kalau ada customer yang pengin berfoto di rumah makan ini, dan minta difotoin sama pegawai di sini,

  • Mencintai Seorang Climber   bab 372. Tanah Kuburan

    Marco sedang berbicara dengan seorang dokter senior di sebuah rumah sakit swasta.Dokter itu berucap, “Paham ya, jika nanti hasil autopsi ini sudah ke luar, hasil itu tidak akan bisa menjadi barang bukti untuk proses hukum.”Marco menjawab, “Iya Dokter. Saya kira saya juga butuh tes DNA terhadap jenazah bayi itu, supaya ada kejelasan.”“Tes DNA perlu DNA pembanding. Nah, DNA siapa yang jadi pembanding?”“Saya Dok.”“Anda ingin membuktikan bahwa bayi itu putra Anda, atau sebaliknya?”“Ingin ada kejelasan saja Dok. Saat istri melahirkan, saya tidak bisa mendampinginya. Bayi dinyatakan meninggal, tapi ternyata ada hal-hal janggal pada saat proses pemakaman. Saya meragukan bayi yang dikuburkan itu. Jadi saya putuskan untuk melakukan tes DNA”“Sebenarnya tes DNA belum bisa dilakukan di rumah sakit ini, tapi kami bisa memfasilitasi. Kami akan ambil sampel dari jenazah bayi, dan dari Anda, nanti kedua sampel akan kami kirim ke rumah sakit besar yang punya fasilitas tes DNA. Tapi hasilnya tid

  • Mencintai Seorang Climber   bab 371. Autopsi

    Kuncen menceritakan pada Marco tentang permintaan Zakki untuk penggalian makam bayi, kemudian jenazah bayi dikubur lagi dengan dibungkus kain kafan yang tampak masih baru. Kuncen merasa yakin bahwa sosok yang dikubur pertama kali, bukanlah bayi manusia.“Kalau bukan bayi manusia, lantas apa? Kucing?” tanya Marco.“Kucing juga bukan, karena kucing yang sudah mati dua hari, mestinya juga mengeluarkan bau busuk yang akan menempel pada tanah tempatnya dikubur. Sedangkan yang Mamang rasakan, tidak ada bau mayat sama sekali.”“Jadi sebenarnya apa yang dikubur pertama kali oleh Zakki?”“Kalau ingat gelagat Den Zakki saat itu, sesuatu yang digendongnya tidak boleh dipegang oleh para pelayat, Mamang merasa yang dikubur itu bukan makhluk hidup. Mungkin saja yang digendong oleh Den Zakki saat itu hanya gedebong pisang yang dibungkus kain kafan. Makanya tidak boleh disentuh oleh orang lain, karena bakal ketahuan.”Marco menatap kuncen itu, pikirannya masih diliputi rasa bingung. Apakah benar perk

  • Mencintai Seorang Climber   bab 370. Makam yang Digali Lagi

    Marco menatap kuncen di hadapannya, dia belum sepenuhnya paham akan omongan kuncen itu.“Bayi itu sudah dikuburkan, lalu ... dua hari kemudian, makamnya digali lagi?”“Iya Den.”Marco terdiam sejenak, berpikir, lantas bertanya lagi, “Apakah waktu itu ada dokter dan polisi yang mengawasi penggalian makam?”“Tidak ada, Den. Yang ada hanya Den Zakki, yang meminta makam bayi itu digali lagi.”“Jadi penggalian lagi makam bayi itu bukan atas dasar perintah polisi dan dokter?”“Bukan Den, hanya Den Zakki yang menyuruh.”Tadinya Marco mengira, setelah bayi yang dilahirkan Maryam dinyatakan meninggal, lantas dikubur, kemudian ada komplain dari keluarganya. Mungkin Zakki atau Anita yang mempertanyakan prosedur rumah sakit yang dianggap salah, sehingga diduga membuat bayi itu tidak selamat. Komplain kemudian diteruskan ke polisi, sebagai kasus dugaan malpraktik. Setelah itu polisi memerintahkan penggalian lagi makam bayi untuk autopsi. Hal seperti itu mungkin saja terjadi, dan prosedurnya adalah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 369. Ziarah Malam

    Sekitar pukul enam pagi, Maryam merasa harus bicara pada seseorang soal Marco yang tidak pulang semalaman. Di ruang makan, Pak Ardi sedang minum obat, ditemani oleh Bu Marianne. Maryam jadi tidak tega kalau membebani pikiran mertua yang sudah sakit-sakitan.“Tapi Marco kan, anak mereka. Aku tidak salah kalau bicara soal kelakuan Marco yang mulai enggak jelas.”Bu Marianne menoleh ke arah Maryam yang berdiri di pojok ruang makan. “Kamu sudah sarapan, Maryam?”“Belum Ma, nanti sebentar lagi.”Pak Ardi bicara, “Kalau sudah lapar, kamu sarapan saja, tidak usah menunggu Marco. Oh ya, Marco sedang mandi ya? Nanti Papa mau tanyain soal perkembangan bengkel.”“Marco ... belum pulang sejak kemarin.”Pak Ardi dan Bu Marianne hanya mengernyit, tidak tampak terlalu kaget.“Sudah ditelepon, dia ada di mana?” tanya Pak Ardi, “saya harap dia ada di bengkel, daripada dia kumat lagi ....”“Kumat apa, Pa?” tanya Maryam.“Kumat naik gunung lagi.” jawab Bu Marianne. “buat Mama sama Papa, kelakuan Marco

  • Mencintai Seorang Climber   bab 368. Tidak Pulang

    Siang itu Windy berada di rumah makan yang letaknya berseberangan dengan bengkel Black Falcon. Bengkel itu berada di jalan raya, dekat dengan kompleks perumahan tempat tinggalnya. Ketika tadi pagi Windy berangkat kerja melewati bengkel itu, dia melihat Marco memarkir motor di depan bengkel itu. Marco masih pakai motor trail yang dulu biasa dibawa ke kampus, sehingga Windy langsung mengenali motor itu.Siang hari, ketika pada jam istirahat Windy melewati bengkel itu, dia melihat motor Marco masih ada di depan bengkel. Tepatnya di tempat parkir motor pegawai bengkel, yang disediakan di satu sisi halaman depan. Sedangkan sisi lain untuk ke luar masuk kendaraan customer.Windy duduk di rumah makan itu, makan es campur pelan-pelan. Dia berharap Marco datang untuk makan siang di situ. Kebetulan hari ini Windy tidak dikejar waktu untuk segera kembali ke kantor setelah jam istirahat.Windy jadi berpikir, jika Marco sering makan siang di luar, berarti Marco tidak disiapkan bekal makan siang ol

  • Mencintai Seorang Climber   bab 329. Reaksi Obat

    Zakki sedang menatap layar ponselnya waktu Teguh muncul membawa lunc box. Zakki membuka tutup lunc box, isinya daging sapi yang dimasak menjadi gepuk, ada lima potong.“Wah, enak nih, kesukaan saya. Berapa Om?”“Bawa aja, nggak usah nanyain harga!” ujar Teguh.“Eh, jangan begitu, Om. Ini kan, bisni

  • Mencintai Seorang Climber   bab 328. Bantuan yang Tidak Diharapkan

    Maryam masih bicara lewat telepon dengan emaknya. Hanya saja dia tidak bisa mengungkapkan bahwa sebenarnya dia sangat butuh kehadiran emaknya, menjelang kelahiran anaknya.“Benar kamu baik-baik aja, Nok?”“Iya Mak.”“Ya sudah atuh, emak lebih tenang kalau kamu di sana banyak yang memperhatikan. Ema

  • Mencintai Seorang Climber   bab 327. Tentang Istri Muda

    Anita mengajak Maryam ke sebuah rumah makan, yang ada tempat makan berupa pondok di tengah kolam ikan. Merasa hanya berdua di situ, tak akan ada yang mendengar, Anita mencurahkan isi hatinya tentang suaminya. Anita bilang kalau Zakki telah menikah lagi secara siri dengan seorang janda, demi untuk m

  • Mencintai Seorang Climber   bab 326. Kawin Kontrak

    Zakki pulang ke rumahnya, dan bicara dengan Anita tentang anaknya Maryam yang sebentar lagi bakal lahir. Mereka mesti menyamakan persepsi dulu, jika nanti bayi itu sudah bersama mereka, apa yang akan mereka katakan pada kerabat yang bertanya.“Anak hasil program bayi tabung. Yang hamil ibu penggant

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status