Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 204. Balas Dendam

Share

bab 204. Balas Dendam

last update Petsa ng paglalathala: 2025-05-28 00:13:41

Maryam menatap foto-foto dan video prewedding yang diposting di sebuah akun.

“Apa-apaan ini? Kalau benar Marco dan Sabrina bikin prewedding, ngapain juga diposting di akunnya Siska?” gumam Maryam. Siska adalah rekan kerjanya saat di butik. Dalam postingan itu, Siska nge-tag beberapa akun milik rekan-rekannya yang sudah resign, termasuk akun Maryam. Itulah sebabnya muncul notif, dan Maryam melihatnya.

Maryam memang merasa cemburu dengan foto-foto dan video itu, tapi saat ini dia sudah bisa berpi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 387. Mencari Istri Kedua

    Bimo terlibat percakapan dengan Bi Inah, tentang Maisaroh yang menyusui bayi dari istri mudanya Zakki. Bimo mengira, Maisaroh sudah banyak mengobrol dengan Bi Inah, ketika sedang berada di mess, dalam pengawasan Bi Inah.Bimo bertanya, “Kalau enggak kenal, bagaimana Maisaroh bisa menyusui bayi dari wanita lain?”Bi Inah menjelaskan sesuai yang dia ketahui, “Kata Saroh, mulanya suaminya kerja renovasi bangunan bengkel punya Den Zakki. Suaminya Saroh mendengar Den Zakki menelepon seseorang, mencari ibu susu buat bayinya. Suami Maisaroh memberanikan diri menawarkan istrinya untuk menyusui bayi itu. Ternyata Den Zakki setuju.”“Jadi Maisaroh dikasi bayi dari Den Zakki?”“Enggak begitu, Pak. Kata Maisaroh, dia dan suaminya disuruh datang ke sebuah klinik bersalin di Kabupaten Bandung.”“Klinik apa?”“Katanya nama klinik itu “Harapan Ummi”. Di sana, bayi itu diserahkan sama perawat, ke tangan Maisaroh dan suaminya. Begitu ceritanya.”“Oooh, jadi mungkin istri kedua Den Zakki melahirkan di k

  • Mencintai Seorang Climber   bab 386. Info Tentang Ibu Susu

    Bimo sebenarnyan pesimis jika pemilik warung yang pernah mengobrol dengannya itu, akan menghubungi nomornya. Dia pikir pemilik warung itu hanya berbasa-basi mengobrol dengannya dan memperlihatkan rasa simpati. Namun ternyata pada pukul delapan malam, pemilik warung itu menghubungi nomor Bimo melalui chat.(Ini nomornya bapak yang tadi siang mampir ke warung saya, mau mencari kerabatnya Bi Inah?)Bimo : Iya, benar. Ada kabar baik, Bu?”(Bapak masih mencari ibu susu untuk bayi?)Bimo : Masih.(saya sudah ngomong sama Bi Inah. Kalau bisa, Bapak datang ke warung saya, Bi Inah mau ketemu dengan Bapak.)Bimo : Apakah sekarang warung Ibu masih buka?”(Warung saya tutup jam sepuluh malam.)Bimo yang sudah ada di rumah, segera memacu motornya menuju kawasan Dago, tapi di bagian pemukiman padat kelas menengah ke bawah. Bimo memarkir motor di depan warung sembako yang tadi siang disambanginya. Ternyata di dalam sudah ada seorang wanita usia separuh abad.“Ini Bi Inah.” ucap pemilik warung.“Nama

  • Mencintai Seorang Climber   bab 385. Mencari Ibu Susu

    Bimo, mantan polisi yang jadi detektif swasta, sudah mendapatkan nomor ponsel Ridan, suami Maisaroh. Nomor itu didapat dari tetangga Ridan. Kesaksian Ridan tentang bayi itu sangat penting. Bimo ingin tahu, siapa yang menitipkan bayi itu kepada istri Ridan? Bimo yakin, hanya Ridan yang tahu siapa orang itu, sedangkan istrinya hanya dititipi bayi, yang diberikan oleh suaminya. Bimo menghubungi nomor Ridan, tapi nomor itu tidak aktif. Entah ponsel Ridan dimatikan, atau posisi Ridan sedang berada di daerah yang tidak ada sinyal telepon.Akhirnya Bimo berjalan ke luar dari kafe. Seorang juru parkir mendekatinya. Sebenarnya juru parkir itulah yang sedang ditunggu oleh Bimo.“Kang, sudah lama kerja parkir di sini?” tanya Bimo.“Sudah Pak.”“Tahu atuh soal butik di seberang itu?”“Oh, itu butik punya Ibu Marianne. Ada apa, Pak? Mau belanja di sana, tapi isin?” juru parkir itu menyeringai, “di sana memang jualannya baju perempuan, tapi enggak apa-apa kalau laki-laki mau belanja sendirian, tanp

  • Mencintai Seorang Climber   bab 384. Mencari Bayi

    Bimo masih berbincang dengan seorang wanita yang merupakan tetangga Maisaroh. Bimo berusaha mencari tahu nomor telepon Maisaroh, ataupun suaminya.Bimo berujar, “Begini, nasabah bank memang mencatatkan nomor telepon pada datanya, tapi nomornya Ibu Maisaroh dan suaminya ternyata tidak aktif. Makanya saya ke sini, karena nomor mereka tidak bisa dihubungi. Saya pengin tahu, mereka serius atau tidak, soal pinjaman itu.”Bimo melihat seorang anak laki-laki usia sekitar 10 tahunan, memakai seragam SD, datang ke rumah tetangga Maisaroh, lantas duduk di bale-bale bambu depan rumah itu sembari melepas sepatu dan kaus kakinya.“Ini putra Ibu?” tanya Bimo.“Iya, anak sulung saya.”“Mah, buku tulis sudah penuh, mau beli lagi.” ucap anak itu.“Uang mamah barusan sudah dipakai buat belanja. Nanti tunggu bapak pulang, mudah-mudahan banyak penumpang.”Mendengar obrolan ibu dan anak itu, hati Pak Bimo meleleh. Hanya sekadar buku tulis, wanita itu ternyata tidak punya uang untuk membelinya. Anaknya har

  • Mencintai Seorang Climber   bab 383. Istri yang Cemburu

    Marco mengambil kertas hasil tes DNA yang masih dipegang oleh Maryam. Dia melipat kertas itu, dimasukkan lagi ke dalam tas kerjanya.Maryam masih terus bertanya, “Kenapa Abang melakukan tes DNA pada seorang bayi? Siapa wanita yang melahirkan bayi itu? Abang menjalin hubungan dengan wanita lain?”Marco menjawab, “Sekarang kamu pikirkan pakai logika!” Marco menyentuh pelipis Maryam. “Kalau misalnya aku punya hubungan pribadi dengan wanita lain, dan saat ini ada bayi yang lahir, coba kamu hitung mundur selama ... sembilan bulan, sampai setahun deh!”“Buat apa?” Maryam cemberut.“Coba saja hitung mundur, kamu tahu ada di mana aku pada saat sembilan bulan lalu.”“Ada di Makassar.”“Pada saat itu, dengan siapa aku hidup di Makassar?”“Dengan aku .... ““Lantas kalau aku hidup denganmu, siapa yang bakal hamil anakku?”Maryam masih cemberut. “Tapi waktu itu Abang kan, sering bepergian ke banyak tempat, sampai beberapa hari enggak pulang.”“Terus kenapa pada saat itu kamu enggak cemburu? Padah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 382. Ada Wanita Lain

    Ketika Pak Bimo bertanya soal istri muda Zakki, Marco tidak bisa menjawab dengan jelas.“Sebenarnya saya tidak tahu banyak soal istri muda kakak saya. Semua info itu saya dapat dari menguping obrolan Zakki dengan papa saya. Saya pribadi tidak pernah menanyakannya, karena ... saya sungkan, khawatir menyinggung kakak ipar saya.”“Bagaimana obrolan antara papamu dengan kakakmu, soal istri muda itu?”“Ehmmm ... saya kira waktu itu papa saya menanyakan isyu yang terlanjur beredar di keluarga besar saya, soal Zakki yang punya istri muda, dan kabarnya istri muda itu sudah melahirkan bayi laki-laki. Papa saya menanyakan bayi itu. Zakki bilang bayinya ada bersama istri muda itu. Lantas papa saya meminta Zakki membawa istri dan anaknya, ke hadapan orang tua. Zakki bilang nanti saja.”“Apakah pada akhirnya orang tuamu bisa bertemu dengan istri muda kakakmu?”“Saya kira tidak, karena Zakki bilang dia sudah bercerai dari istri mudanya itu. Padahal papa saya ingin Zakki tidak perlu bercerai dari wa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 333. Ingin Anak Laki-Laki

    Ketika Zakki pulang kerja, Anita menanyakan keberadaan kedua mertuanya.“Papaku lagi berobat di rumah sakit, di Penang, Malaysia,” jawab Zakki, “enggak mungkin lah kalau sembunyi di Puncak. Papa kan, enggak mungkin diajak bohong soal urusan Maryam. Si Marco itu kan, sekutu papa yang paling dekat. P

  • Mencintai Seorang Climber   bab 332. Alasan Sakit

    Zakki agak kesal karena dia merasa lelah baru pulang kerja, tapi istrinya malah memberondongnya dengan banyak pertanyaan tentang boneka bayi yang dibawa pulang.Anita masih bicara dengan nada yang menuntut jawaban segera, “Kang, kalau nanti anak Marco diberitakan meninggal, aku kira beberapa keraba

  • Mencintai Seorang Climber   bab. 330. Newborn Baby

    Selesai sarapan, Anita bicara pada Maryam.“Aku mau ikut Kang Zakki ke bengkel, mau ambil mobilku. Nanti aku pasti buru-buru pulang, nggak mampir-mampir dulu.”“Iya.”Zakki turut bicara, “Kamu enggak sendirian di rumah, ada ART dan satpam. Sudah aku wanti-wanti sama mereka untuk ikut jagain kamu.”

  • Mencintai Seorang Climber   bab 329. Reaksi Obat

    Zakki sedang menatap layar ponselnya waktu Teguh muncul membawa lunc box. Zakki membuka tutup lunc box, isinya daging sapi yang dimasak menjadi gepuk, ada lima potong.“Wah, enak nih, kesukaan saya. Berapa Om?”“Bawa aja, nggak usah nanyain harga!” ujar Teguh.“Eh, jangan begitu, Om. Ini kan, bisni

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status