Compartir

bab 255. Pindah

last update Fecha de publicación: 2025-08-26 09:05:06

Marco tiba di hotel tempat keluarga Maryam menginap. Maryam merasa kedatangan Marco sembari membawa kemarahan.

Heru menatap Marco dengan sorot mata kesal. “Siapa kamu? Jangan ikut campur urusan orang lain!” ujar Heru.

“Saya nggak ada urusan dengan Anda!” sahut Marco, lantas beralih pada Maryam, “apa yang kamu kerjakan di sini?”

“Bang, tolong jangan salah paham, aku nggak ada hubungan apa-apa dengan dia.” Maryam melirik ke arah Heru, “mereka mau mengajak bicara, daripada ngobrol di kamar lebih b
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mencintai Seorang Climber   bab 404. Bayi yang Akan Diambil Lagi

    Malam itu Maryam sedang berada di luar paviliun, menguping beberapa orang yang sedang mengobrol, atau berdebat, di dalam ruang duduk paviliun itu.Terdengar lagi suara Bu Marianne, “Mama rasa sudah cukuplah Maryam bisa merasakan mengasuh Calvin. Kita pertemukan Calvin dengan Maryam itu kan, tujuannya supaya Maryam tahu kalau sebenarnya bayinya tidak m@ti saat lahir. Jadi dia jangan lagi menganggap ada hal yang salah di tubuhnya, yang bisa bikin bayinya meninggal. Tubuhnya sehat, baik-baik saja. Makanya segera kamu suruh dia buka KB, segera hamil lagi. keluarga Wiratama butuh banyak cucu!”Marco menjawab, “Mama masih punya anak dua lagi, Nirmala dan Evan. Mama bisa minta cucu sama mereka.”“Si Nirmala itu malah bilang mau childfree! Entah pikiran sesat dari mana itu?! Suara Bu Marianne menahan rasa geram. “Sedangkan Evan, katanya belum kepikiran mau nikah, dia pengin lanjut kuliah S-2, terus S-3. Jadi yang bisa mama harapkan punya anak lagi, adalah kamu, Marco!”Hening.Lalu suara Bu

  • Mencintai Seorang Climber   bab 403. Bayi yang Kembali

    Anita lanjut bicara, “Sewaktu kamu hamil, kamu sering terlihat stress, karena saat itu Marco lagi disandera di tempat jauh. Lalu ketika menjelang kamu melahirkan, ada berita di TV, aparat mengepung lokasi penyanderaan itu, dan terjadi kontak senjata. Ada sandera yang meninggal. Kamu langsung saja mengira hal buruk terjadi pada Marco. Kamu mengira sandera yang meninggal itu adalah Marco. Kondisi kamu drop.”Anita bertutur lagi, tentu saja separuh ucapannya adalah bohong. “Karena kondisi kamu menurun, akhirnya dokter menyiapkan operasi caesar. Setelah kamu melahirkan, bahkan kamu ... seperti mengingau, kamu bilang enggak mau hidup lagi, pengin ikut Marco. Kita jadi khawatir sekali dengan kondisi kamu.”“Masak sih, aku mengigau seperti itu?” tanya Maryam.“Namanya juga kamu lagi enggak sadar, masih ada sedikit pengaruh obat bius, pokoknya kamu bicara seolah ... kamu enggak peduli lagi sama apapun, kecuali pengin ikut Marco. Waktu itu kita juga belum dapat info soal kondisi Marco, apakah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 402. Depresi

    Pak Ardi melihat situasi yang makin panas di dalam keluarganya. Yang terlihat seolah Marco sedang dikeroyok dengan banyak permintaan, bujukan, oleh kakaknya dan mamanya. Namun Pak Ardi tahu, Marco itu keras kepala dan pantang menyerah. Tidak akan ada yang menang jika bertengkar dengan Marco, yang ada malah emosi berkepanjangan.“Baiklah, sekarang kita pulang ke rumah papa, bayi itu dibawa!”Anita menggeleng, “Tidak Pa. Secara hukum Calvin adalah anak kami, dan sekarang kami akan membawanya ke rumah kami di Serang.”“Apa kamu bisa ambil bayi itu dari tangan Marco, tanpa kena tonjok?”Anita menatap Marco yang masih menggendong bayi. Zakki berbisik pada istrinya, “Kita ikuti saja rencana papa.”“Itu berarti kita bisa kehilangan Calvin.” isak Anita.“Kita ke rumah papa saja, mungkin papa punya penyelesaian terbaik.”Marco mau masuk ke mobilnya tanpa melepas dekapan tangannya dari bayi, tapi Pak Ardi melarang Marco menaruh Calvin di jok mobil.“Marco, berikan Calvin pada mama, jadi kamu bi

  • Mencintai Seorang Climber   bab 401. Mencuri Identitas

    Bu Marianne sedang membujuk Marco, “Tolong biarkan Calvin menjadi anak kakakmu. Calvin tetap menjadi cucu Pak Ardi Wiratama. Calvin akan dirawat dengan sangat baik. Calvin akan menjadi pewaris. Kamu dan Maryam akan punya anak lagi. Kamu bisa memantau perkembangan Calvin, sembari mengasuh anak-anakmu yang kelak akan lahir. Kamu juga bisa bertemu Calvin kapan saja. Tapi jangan katakan pada istrimu kalau Calvin adalah anaknya.”“Jadi anakku sendiri, akan memanggil aku dengan sebutan Om Marco? Ironis sekali.”Bu Marianne mengusap lengan putranya. “Ini penyelesaian yang paling logis dan damai untuk keluarga kita. Pada dasarnya juga tidak ada yang dirugikan.”Marco tertawa pahit. “Bahkan tidak ada yang buka mulut untuk meminta maaf padaku karena sudah mencuri bayiku. Tidak ada yang merasa bersalah, sudah menipu istriku?” “Kakakmu sudah mengakuinya. Jangan kamu buat Zakki seperti kriminal. Tidak ada yang dirugikan. Anakmu masih ada, jadi jangan kamu sebut anakmu dicuri!”Marco berdiri, men

  • Mencintai Seorang Climber   bab 400. Bujukan Seorang Ibu

    Pak Ardi masih menggendong Calvin, walaupun Anita berkali-kali meminta bayi itu diberikan padanya. Pak Ardi bicara, “Sehari saja Calvin mampir ke rumah kakeknya, masak tidak bisa?”Marco yang menjawab, “Karena Kang Zakki dan Teh Anita tidak mau bayi itu ketemu dengan ibu kandungnya.”Pak Ardi menatap Marco, “Memangnya kamu tahu siapa ibu kandung Calvin?”“Tahu.” jawab Marco, “menantu yang tinggal di rumah Papa, itulah ibu kandung Calvin.”“Maryam ibu kandung Calvin?” Pak Ardi menatap tajam pada Marco, lalu pada Zakki.Anita menukas, “Anaknya Maryam itu meninggal saat lahir! Calvin itu anak Zakki!”“Anaknya Zakki? Brojolnya dari siapa?” tanya Marco, “sudah berkali-kali Papa menanyakan hal itu, tapi kalian tidak bisa menjawabnya, kan? Makanya aku saja yang jawab, ibu kandungnya Calvin adalah Maryam! Kalau kalian merasa benar, ayo kita tes DNA, Calvin dengan Maryam! Jika ternyata tidak cocok, ya sudah, berarti aku yang gila! Silakan kalian ambil aset-asetku, rumah, mobil, motor, jika aku

  • Mencintai Seorang Climber   bab 399. Membawa Pergi Bayi

    Maisaroh muncul lagi ke ruang makan, menggendong anaknya pakai kain jarik. Satu tangan menenteng travel bag.“Saya mau pamit, Tuan, Nyonya.”Pak Ardi yang masih menggendong baby Calvin, menatap wanita itu. “Ini anakmu?”“Iya Tuan, umurnya sudah mau sembilan bulan, di mah sudah dikasi makan bubur.”Pak Ardi memberikan segepok uang pada Maisaroh. “Ini untukmu. Terima kasih ya, kamu sudah merawat cucu saya dengan baik.”Maisaroh tersenyum sumringah saat menerima uang itu. “Terima kasih banyak, Tuan. Saya juga senang mengasuh Calvin, dia anak yang sehat dan cakep.” Maisaroh menoleh ke arah Marco yang berdiri di pojok ruang makan. Dia ingat pria muda itu pernah membayari belanjaannya di sebuah minimarket, ketika dirinya sudah tidak punya uang dan tak ada sisa sembako di rumah.“Dia itu putra Tuan?”Pak Ardi menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Maisaroh. “Iya, dia anak saya. Kenapa memangnya?”“Calvin mirip dengan putra Tuan yang di sana.”Penjaga vila muncul, “Saroh, di depan ada taksi, kata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 378. Hasil Tes DNA

    Hari itu, saat istirahat kerja, Marco datang ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA, yang menurut dokter sudah dikirim dari rumah sakit besar. Mulanya Marco biasa saja ketika menerima sebuah amplop dari asisten dokter. Kemudian Marco kembali ke mobilnya di halaman parkir.“Bagaimana kalau ...

  • Mencintai Seorang Climber   bab 377. Tangis Bayi

    Menunggu adalah hal yang paling menjengkelkan. Marco sedang menunggu keluarnya hasil tes DNA dari jenazah bayi. Seminggu telah lewat, Marco telah menelepon pihak rumah sakit, namun jawabannya adalah hasil tes belum ada.Marco berpikir, apapun hasilnya, kondisi bayi tetap menjadi tanda tanya besar.

  • Mencintai Seorang Climber   bab 375. Luka Batin

    Siang itu Maryam ingin memberi kejutan pada Marco, dengan cara datang ke bengkel tanpa janjian terlebih dahulu. Maryam membawa dimsum ayam buatannya. Biasanya Marco sangat suka makan dimsum ayam itu. Ketika Maryam turun dari taksi di depan bengkel itu, dia melihat seorang wanita muda yang sedang bi

  • Mencintai Seorang Climber   bab 373. Hasil Autopsi

    Wanita muda itu berjalan menghampiri Marco, “Maaf, saya yang bikin foto Windy sama Mas. Waktu itu Windy bilang dia butuh difoto bareng cowok ....”“Buat apa?” tanya Marco.“Katanya ada cowok rese yang mengejar-ngejar dia. Windy enggak suka, makanya dia pengin nolak dengan mengaku sudah punya pacar.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status