Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 332. Alasan Sakit

Share

bab 332. Alasan Sakit

last update publish date: 2026-02-09 23:58:03

Zakki agak kesal karena dia merasa lelah baru pulang kerja, tapi istrinya malah memberondongnya dengan banyak pertanyaan tentang boneka bayi yang dibawa pulang.

Anita masih bicara dengan nada yang menuntut jawaban segera, “Kang, kalau nanti anak Marco diberitakan meninggal, aku kira beberapa kerabatmu akan datang untuk melayat. Berarti harus ada jenazah yang mereka lihat.”

“Boneka itu akan kita kafani.”

“Lalu boneka itu yang akan dikuburkan di pemakaman keluargamu? Berarti ... ibaratnya kamu me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencintai Seorang Climber   bab 386. Info Tentang Ibu Susu

    Bimo sebenarnyan pesimis jika pemilik warung yang pernah mengobrol dengannya itu, akan menghubungi nomornya. Dia pikir pemilik warung itu hanya berbasa-basi mengobrol dengannya dan memperlihatkan rasa simpati. Namun ternyata pada pukul delapan malam, pemilik warung itu menghubungi nomor Bimo melalui chat.(Ini nomornya bapak yang tadi siang mampir ke warung saya, mau mencari kerabatnya Bi Inah?)Bimo : Iya, benar. Ada kabar baik, Bu?”(Bapak masih mencari ibu susu untuk bayi?)Bimo : Masih.(saya sudah ngomong sama Bi Inah. Kalau bisa, Bapak datang ke warung saya, Bi Inah mau ketemu dengan Bapak.)Bimo : Apakah sekarang warung Ibu masih buka?”(Warung saya tutup jam sepuluh malam.)Bimo yang sudah ada di rumah, segera memacu motornya menuju kawasan Dago, tapi di bagian pemukiman padat kelas menengah ke bawah. Bimo memarkir motor di depan warung sembako yang tadi siang disambanginya. Ternyata di dalam sudah ada seorang wanita usia separuh abad.“Ini Bi Inah.” ucap pemilik warung.“Nama

  • Mencintai Seorang Climber   bab 385. Mencari Ibu Susu

    Bimo, mantan polisi yang jadi detektif swasta, sudah mendapatkan nomor ponsel Ridan, suami Maisaroh. Nomor itu didapat dari tetangga Ridan. Kesaksian Ridan tentang bayi itu sangat penting. Bimo ingin tahu, siapa yang menitipkan bayi itu kepada istri Ridan? Bimo yakin, hanya Ridan yang tahu siapa orang itu, sedangkan istrinya hanya dititipi bayi, yang diberikan oleh suaminya. Bimo menghubungi nomor Ridan, tapi nomor itu tidak aktif. Entah ponsel Ridan dimatikan, atau posisi Ridan sedang berada di daerah yang tidak ada sinyal telepon.Akhirnya Bimo berjalan ke luar dari kafe. Seorang juru parkir mendekatinya. Sebenarnya juru parkir itulah yang sedang ditunggu oleh Bimo.“Kang, sudah lama kerja parkir di sini?” tanya Bimo.“Sudah Pak.”“Tahu atuh soal butik di seberang itu?”“Oh, itu butik punya Ibu Marianne. Ada apa, Pak? Mau belanja di sana, tapi isin?” juru parkir itu menyeringai, “di sana memang jualannya baju perempuan, tapi enggak apa-apa kalau laki-laki mau belanja sendirian, tanp

  • Mencintai Seorang Climber   bab 384. Mencari Bayi

    Bimo masih berbincang dengan seorang wanita yang merupakan tetangga Maisaroh. Bimo berusaha mencari tahu nomor telepon Maisaroh, ataupun suaminya.Bimo berujar, “Begini, nasabah bank memang mencatatkan nomor telepon pada datanya, tapi nomornya Ibu Maisaroh dan suaminya ternyata tidak aktif. Makanya saya ke sini, karena nomor mereka tidak bisa dihubungi. Saya pengin tahu, mereka serius atau tidak, soal pinjaman itu.”Bimo melihat seorang anak laki-laki usia sekitar 10 tahunan, memakai seragam SD, datang ke rumah tetangga Maisaroh, lantas duduk di bale-bale bambu depan rumah itu sembari melepas sepatu dan kaus kakinya.“Ini putra Ibu?” tanya Bimo.“Iya, anak sulung saya.”“Mah, buku tulis sudah penuh, mau beli lagi.” ucap anak itu.“Uang mamah barusan sudah dipakai buat belanja. Nanti tunggu bapak pulang, mudah-mudahan banyak penumpang.”Mendengar obrolan ibu dan anak itu, hati Pak Bimo meleleh. Hanya sekadar buku tulis, wanita itu ternyata tidak punya uang untuk membelinya. Anaknya har

  • Mencintai Seorang Climber   bab 383. Istri yang Cemburu

    Marco mengambil kertas hasil tes DNA yang masih dipegang oleh Maryam. Dia melipat kertas itu, dimasukkan lagi ke dalam tas kerjanya.Maryam masih terus bertanya, “Kenapa Abang melakukan tes DNA pada seorang bayi? Siapa wanita yang melahirkan bayi itu? Abang menjalin hubungan dengan wanita lain?”Marco menjawab, “Sekarang kamu pikirkan pakai logika!” Marco menyentuh pelipis Maryam. “Kalau misalnya aku punya hubungan pribadi dengan wanita lain, dan saat ini ada bayi yang lahir, coba kamu hitung mundur selama ... sembilan bulan, sampai setahun deh!”“Buat apa?” Maryam cemberut.“Coba saja hitung mundur, kamu tahu ada di mana aku pada saat sembilan bulan lalu.”“Ada di Makassar.”“Pada saat itu, dengan siapa aku hidup di Makassar?”“Dengan aku .... ““Lantas kalau aku hidup denganmu, siapa yang bakal hamil anakku?”Maryam masih cemberut. “Tapi waktu itu Abang kan, sering bepergian ke banyak tempat, sampai beberapa hari enggak pulang.”“Terus kenapa pada saat itu kamu enggak cemburu? Padah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 382. Ada Wanita Lain

    Ketika Pak Bimo bertanya soal istri muda Zakki, Marco tidak bisa menjawab dengan jelas.“Sebenarnya saya tidak tahu banyak soal istri muda kakak saya. Semua info itu saya dapat dari menguping obrolan Zakki dengan papa saya. Saya pribadi tidak pernah menanyakannya, karena ... saya sungkan, khawatir menyinggung kakak ipar saya.”“Bagaimana obrolan antara papamu dengan kakakmu, soal istri muda itu?”“Ehmmm ... saya kira waktu itu papa saya menanyakan isyu yang terlanjur beredar di keluarga besar saya, soal Zakki yang punya istri muda, dan kabarnya istri muda itu sudah melahirkan bayi laki-laki. Papa saya menanyakan bayi itu. Zakki bilang bayinya ada bersama istri muda itu. Lantas papa saya meminta Zakki membawa istri dan anaknya, ke hadapan orang tua. Zakki bilang nanti saja.”“Apakah pada akhirnya orang tuamu bisa bertemu dengan istri muda kakakmu?”“Saya kira tidak, karena Zakki bilang dia sudah bercerai dari istri mudanya itu. Padahal papa saya ingin Zakki tidak perlu bercerai dari wa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 381. Membeli Jenazah

    Bimo, sang detektif swasta, sedang berbincang dengan Marco.“Saya akan memulai penyelidikan dari data kiriman Iptu. Binsar, yaitu temuan m@yat bayi perempuan yang tersangkut di saluran air. Menurut data polisi, jenazah bayi itu dievakuasi ke sebuah RSU di Kabupaten Bandung. Saya akan ke RSU itu untuk mencari tahu keberadaan jenazah bayi.”“Iya Pak.”“Kalau ada, saya ingin melihat foto seluruh keluargamu, orang tua, saudara kandung, dan istrimu. Jangan khawatir, foto itu tidak akan disalahgunakan. Saya butuh untuk identifikasi, jika diperlukan saja.”Marco mencari beberapa foto dari galeri ponselnya, dikirim ke nomor Pak Bimo.“Apakah ada kerabat dekat yang tinggal di Bandung?” tanya Bimo lagi.“Hampir semua keluarga besar dari papa saya tinggal di Bandung, di kota, maupun di kabupatennya.”“Pada saat istrimu melahirkan, kamu tidak bisa mendampingi, yang mendampingi adalah kakakmu beserta istrinya. Orang tuamu ke mana?”“Saat itu kedua orang tua saya sedang berobat ke Penang, Malaysia.

  • Mencintai Seorang Climber   bab 323. Menanti Lahirnya Bayi

    Bu Marianne menatap tajam wajah Anita, menantunya.“Apa maksud kamu mau anak dari Marco? Karena Zakki tidak bisa membuatmu hamil, lantas kamu mau hamil dari Marco?”Anita mengernyit, lantas menggeleng. “Mama salah paham. Yang aku maksud, adalah anaknya Marco yang sebentar lagi akan dilahirkan oleh

  • Mencintai Seorang Climber   bab 321. Menantu Kesayangan

    Ketika Anita masuk ke ruang kerja Bu Marianne, mertuanya itu sedang menatap TV layar datar yang ada di ruangan tersebut. Sejak Marco diculik, Bu Marianne tak pernah putus menanti pemberitaan tentang wilayah timur, tentang kelompok dari pegunungan yang menyandera putranya. Bu Marianne selalu menyete

  • Mencintai Seorang Climber   bab 320. Istri yang Disalahkan

    Ketika dokter memberikan surat hasil pemeriksaan terhadap Zakki, dokter sudah berusaha menjelaskan kondisinya, tapi Zakki tidak paham, atau tidak ingin paham karena sulit bagi seorang pria yang mulanya normal, harus menerima penjelasan bahwa dirinya bakal sulit punya anak.“Masih bisa dengan cara b

  • Mencintai Seorang Climber   bab 318. Disuruh Poligami

    Bu Marianne menatap menantunya.“Mungkin kalian harus mulai memikirkan saran dokter, punya anak melalui proses bayi tabung. Kabarnya bahkan proses itu punya peluang dapat anak kembar.”Anita terdiam.“Kamu enggan karena biaya yang mahal?”“Ya, biayanya mahal, dan bagi kami, mungkin peluang keberhas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status