Share

Bab 151

Author: Naiynana
last update publish date: 2026-01-20 15:12:07

Celestine Marvella bersedekap dengan ditemani lima orang desainer Lunare lainnya. Mereka berdiri mengelilingi sebuah gaun pengantin yang dipasang di manekin di tengah-tengah ruangan khusus.

Semua orang terlihat tegang dan fokus. Mata mereka begitu jeli mengamati setiap detail gaun tersebut. Takut jika ada elemen terkecil sekalipun dari gaun tersebut yang tak sesuai rencana.

“Pengantin akan kesini setengah jam lagi untuk fitting. Pastikan lagi bahwa tak ada sehelai benang pun yang tidak pada tem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
yeay.. tks marvella
goodnovel comment avatar
Mira Kurnia
good author satu ini kalau bikin cerita ga pernah ngebosenin,selalu menampilkan kesan yang mendalam
goodnovel comment avatar
Yulius Rini
senang membaca novel spt ini,, ceritanya nggak berbelit2, ringan jd kita bs msk dlm alur ceritanya, nggak bikin emosi berlebihan,, Terima kasih Thor,, semoga semakin sukses,, luvv sekebon
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 275

    “Mau kemana, Will?” Stephen baru saja pulang dari rumah lewat tengah malam. Dan ia terkejut melihat William yang memakai ransel seperti hendak pergi ke suatu tempat.“Aku mau ke rumah Nala,” jawab William sambil membetulkan kacamatanya.“Ke rumah Nala? Jam segini? Ini sudah sangat larut. Sudah lewat tengah malam, Will.” Stephen menunjuk arlojinya.“Ya. Aku tahu. Tapi aku gak bisa tidur. Aku kepikiran Nala terus. Dia kayak menghilang. Tak pernah ada kabar apa pun. Semua sosmednya non aktif. Nomornya juga. Aku gak bisa menghubunginya. Aku mau lihat keadaannya. Takut dia kenapa-kenapa.”“Iya. Tapi, gak tengah malam juga. Nanti gak ada yang bukain pintu juga buatmu. Papinya juga pasti ngomel kalo kamu main jam segini.”“Aku gak bisa nunggu sampai besok, Pa. Aku khawatir. Lagipula kan belum dicoba. Siapa tahu Papi Hamish tiba-tiba kasih izin.”Stephen menghela napas dan pada akhirnya tak bisa mencegah keinginan putranya. Ia biarkan William pergi. Toh, rumah mereka pun masih satu Kawasan.W

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 274

    Gwen berteriak-teriak. Wanita itu naik dari sungai ke darat. Berjalan cepat, membawa tubuhnya yang kuyup dengan rambut sebagian sudah terbakar. Wanita itu mengepalkan tangan. Ada amarah, juga cemas dalam yang menggelegak dalam dadanya.Mbah Ageng menatap Gwen yang berjalan ke arahnya. Rambut dan sekujur tubuhnya meneteskan air sungai. Dan seketika pria tua itu seperti baru tersadar akan sesuatu yang penting. Dia pun langsung menyongsong Gwen dengan kedua tangan terulur.“Mbah! Bagaimana ini? Apa ini masih bisa diulang? Ritual saya hancur!” Gwen menjerit-jerit, lalu menangis tersedu.“Bagaimana nasib saya sekarang! Bagaimanaaa!” jeritnya lagi. Menangis semakin kencang.“Pergilah. Pergi keluar pulau sebelum fajar datang.” Mbah Ageng memegang bahu Gwen yang gemetar.“Pergi sekarang juga.” Mbah Ageng berkata dengan sungguh-sungguh.Gwen menatap Mbah Ageng dengan nanar penuh air mata.“Apa? Keluar pulau? Sekarang juga?”“Iya. Mbah sudah bilang padamu, konsekuensinya berat. Perjanjian sudah

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 273

    “Heh! Jangan macam-macam kamu, ya!” Leo berteriak seraya mengacungkan bilah kayu di tangannya. Tak peduli meski tubuhnya masih bergulingan di tanah yang menurun.“Jangan macam-macam sama istriku!” Leo kembali berteriak-teriak. Pria itu susah payah berusaha bangkit berdiri.“Papaaa!” Ling Ling menatap Leo dengan rasa cinta yang kembali menyala. Hatinya tersentuh. Leo terlihat gagah. Keren. Begitu berani demi membela dirinya.Mbah Ageng kini beralih mengacungkan pisaunya pada Leo. Pria dengan baju serba hitam itu mulai kuda-kuda. Waspada. Bersiap menyerang Leo.Leo tak gentar. Pria itu maju sambil mengayunkan bilah kayu di tangannya tinggi-tinggi.“HIyaaaaahh!” Leo berteriak dan ….KREKK!Leo tiba-tiba melotot, terdiam, mematung.“Adduuuuuuuhhh!” Pria itu tiba-tiba berteriak, mengaduh kesakitan. Pinggangnya keseleo sampai berbunyi.Kayu di tangannya pun terlepas dan berganti sibuk memegangi pinggangnya yang kesakitan.“Aiyaaa! Papa! Papanya Steveee! Haduuuhh!” Ling Ling langsung panik.

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 272

    “Pa, kamu berjaga. Kalau misal lihat ada yang janggal cepat kasih kode.” Ling Ling memberi perintah pada suaminya.“Gak aku aja yang turun, kamu yang jaga?”“Aiyaaa! Pinggang dan kakimu sering cekot-cekot. Mana bisa kamu harus turun ke pinggir sungai sana. Jalannya banyak batu.”Leo akhirnya setuju.Ling Ling yang keluar lebih dulu dari persembunyian. Berjalan membungkuk-bungkuk, mengendap, menuju nampan sesajen di bawah obor yang cahaya apinya menyala meliuk-liuk tertiup angin.Tak lama, Martha ikut turun setelah membuang sepatu princess-nya dan menggulung celana panjangnya. Ia rela tak beralas kaki demi menemani Ling Ling.Setelahnya, kawan-kawan yang lain ikut turun satu per satu.“Cepaaat! Ambil saja semua!” bisik Martha seraya membuang penutup sangkar yang menaungi nampan sesajen tersebut.“Ini kita bawa pulang?” tanya Donna yang rebutan ayam hitam yang sudah disembelih dengan Maria.“Aiyaa! Kenapa dibawa pulang? Memang mau kau bikin sop, hah? Buang saja.”“Kemana?”“Ke sungai!”

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 271

    Gwen sudah sangat bertekad. Ia lawan dinginnya air sungai. Tetap tenang berendam di cekungan. Duduk bersila di batu yang ada di dasar.Gwen memejamkan matanya. Berusaha memusatkan seluruh pikiran pada apa yang tengah diinginkannya.Hamish.Wanita itu menginginkan Hamish pergi selamanya dari muka bumi. Ia ingin Hamish membayar semua perbuatan buruk yang pernah dilakukan padanya. Ia ingin Hamish dikirim ke neraka. Mati menderita.Dendam kesumat menyala-nyala dalam dada Gwen. Kenangan demi kenangan masa lalu berkelebatan. Dari mulai kenangan manis nan indah, hingga memori-memori buruk yang sampai sekarang pun masih sukses membuatnya gemetaran.“Aku ingin pria iblis itu mati! Dia tak berhak bahagia! Dia harus tersiksa! Dia harus merana seperti halnya aku.” Gwen benar-benar sudah dibutakan dendam serta kebencian.“Kau mau Hamish mati seperti apa?” Sayup-sayup, ia merasa ada sebuah suara membisiki. Suara itu jenis suara yang berat, suara laki-laki.“Katakanlah dan aku akan mengabulkannya.”

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 270

    Gwen tercengang saat mendengar syarat-syarat yang harus dipenuhinya. Wanita itu menatap Mbah Ageng, berharap bisa mendapat kemudahan, tetapi Mbah Ageng hanya bisa menggeleng.“Ini belum seberapa. Ini sudah diambil yang paling mudah buatmu. Sudah mbah bilang, pikirkan masak-masak soal ini. Lihatlah sekarang! Kamu malah jadi ragu-ragu. Dan seperti yang mbah katakan sebelumnya, sekali kamu terjun, maka tak ada lagi jalan kembali. Kita Sudah sepakat itu, kan?”Gwen tercenung beberapa saat, memikirkan segala resiko yang mungkin akan ditanggungnya. Namun, kemudian ia kembali menganggukkan kepala.“Saya akan menerimanya, Mbah. Saya akan lakukan semua ritualnya. Lalu, kapan kita mulai, Mbah?” Gwen benar-benar sudah tak sabar“Satu jam lagi,” ucap Mbah Ageng.“Nanti, kamu akan berendam di dekat hulu Sungai tak jauh dari sini sampai tengah malam. Jangan keluar dari sana apa pun yang terjadi sebelum mbah beri instruksi.”Gwen menangguk.“Mungkin nanti kamu akan mendapat gangguan. Tapi kamu harus

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 207

    Pernikahan Ginna dan Stephen berlangsung begitu meriah. Sebuah ballroom hotel bintang lima yang disulap tema glamorous. Semua tentang kemewahan, keanggunan, dan eksklusif dengan dominasi warna-warna bold.Ling Ling tak henti menangis karena tak menyangka jika putranya akhirnya bisa kembali menikah.

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 203

    “Dokter sudah meresepkan bermacam-macam buat booster berat badan Eldan. Susu juga yang sekaleng kecilnya hampir setengah gaji saya. Tapi tubuh Eldan tetep saja kecil. Tetep rewel.” Suster bernama Nina itu menjelaskan.“Ini kalau di kampung saya pasti sudah dibully,” sahut Diana. “Pasti ibunya disan

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 205

    Ginna berdiri di depan pintu rumah Kalea. Gadis itu ingin menjenguk sekaligus memberikan kabar bahagia. Ia datang diantar oleh Ling Ling.Dan saat bertemu, Kalea serta Ginna langsung berpelukan. Keduanya menangis. Lama.“Maaf aku baru datang, Lea. Aku kemarin ingin datang menjengukmu. Tapi Stephen

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 206

    Kalea mengantar Ginna untuk fitting baju pengantin ke Lunare dan setelahnya, mereka pergi untuk berjalan-jalan keliling mall.Hamish senang mendengarnya karena ini adalah kali pertama sang istri mau pergi bersosialisasi ke dunia luar sejak dari rumah sakit. Berharap, Kalea semakin membaik setiap ha

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status