Share

Bab 59

Author: Naiynana
last update publish date: 2025-11-14 21:18:59

Brady memukul kemudi mobilnya. Baru saja, sebuah kecelakaan hebat terjadi. Sebuah mobil terbalik dengan beberapa mobil lain saling bertabrakan beruntun.

Jalan terblokade dan pemuda itu terjebak di tengah-tengahnya.

“Oh, damn!” umpatnya sambil menurunkan kaca jendela. Ia mendongak ke langit dan melihat hujan mulai turun dengan deras.

“Aku akan mati di tangan si Psikopat Lea kalau sampai tak datang,” ucap Brady mulai mencemaskan Kalea. Mengira bahwa gadis itu kini tengah panik sendirian menghadap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
pak tua anda sungguh ayah terburuk,dan masih berharap pertolongan kalea untuk bertemu hamish............ tak tau diri anda pak tua.
goodnovel comment avatar
Ati Husni
bagus kalea keluarkan uneg2mu spy tuan elias paham
goodnovel comment avatar
Ati Husni
makasih k naiy upnya, sehat, bahagia dan sukses slalu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 320

    Hamish memapah Shaynala di tengah hiruk pikuk Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Hari ini, semua orang akan kembali. Tim tinju, Stephen, juga geng Nenek Ling Ling hendak pulang ke Indonesia. Sementara Arsen ke Amerika. Dan William, pemuda itu akan bertolak ke Jepang. “Kamu kuliah di mana nanti?” tanya William pada Arsen. Kedua pemuda itu berjalan di paling belakang rombongan.“Entah. Mamaku menyuruhku di Amerika saja. Tapi, Papa menyuruhku masuk univ negeri di Indonesia biar gampang katanya. Entah apa yang dimaksud gampang papaku. Aku juga gak paham. Tapi, Papi Hamish lain lagi. Dia tak menyuruhku di sana di sini. Dia malah menyuruhku menggali dulu apa yang paling membuatku tertarik. Menyuruhku melihat apa yang sekiranya ingin aku raih.” Arsen menjawab dengan dua tangan masuk ke saku jaket baseballnya.“Hah? Apa tadi? Papi Hamish? Sejak kapan kamu panggil Papi?” William mengernyit.Arsen menyeringai, lalu mengangkat dagunya dengan sombong.“Mulai sekarang, aku juga memanggilnya Papi. Dia

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 319

    Dari sejak makan malam dimulai, Hamish tak henti memperhatikan interaksi Shaynala dan William. Matanya begitu tajam pada setiap gerak-gerik keduanya, sekecil apa pun itu.Gara-gara ucapan Shaynala tentang perasaannya pada William sebelumnya, membuat Hamish menjadi gelisah sendiri.Dari sejak pulang jalan-jalan sore itu, Hamish mencium aroma-aroma konspirasi masa muda yang sangat mencurigakan di antara keduanya. Apalagi saat ia mendapati sebuah cincin perak yang asing telah melingkar di jari manis putrinya.“Apa mereka jadian? Jangan-jangan mereka pacarana di belakangku! Diam-diam? Hah? Hmmm!” Hamish bicara dalam hati sambil mengawasi William juga Shaynala.Ia sampai tak fokus pada makan malam perpisahan di restoran hotel tersebut. Ia juga beberapa kali tak menanggapi obrolan Johan seputar Shaynala gara-gara terlalu konsentrasi pada dua anak muda itu.Dan sepertinya, hanya ia saja yang tak menikmati makan malam itu tak peduli selezat apa menu-menu yang tersaji. Padahal, semua orang ten

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 318

    Hamish sudah menunggu di lobi. Mondar-mandir sambil sesekali mengecek arloji. Pria itu menunggu William yang membawa Shaynala jalan-jalan. Matahari sudah tenggelam dan ia mulai gelisah karena kedua remaja itu tak kunjung kembali.Gara-gara inisden malam-malam itu, Hamish jadi mudah cemas. Takut hal serupa terjadi lagi apalagi saat ini Shaynala dalam kondisi terkilir. Kakinya pincang tak bisa berjalan dengan benar untuk sementara waktu.“Ya Tuhan! Duduk saja! Aku pusing melihatmu bolak-balik seperti itu!” Stephen menegur.Pria berkacamata itu juga ada di sana. Duduk santai di salah satu sofa empuk sambil memeriksa laporan tentang pasien yang dikirim ke nomornya.“Bagaimana aku bisa tenang! Anakmu dua kali membawa Nala! Tak munggu izinku turun! Bagaimana kalau ada apa-apa?” Hamish langsung sewot.“Oh my god! Mereka baru mengabari kita lima menit yang lalu! Lima menit laluuuuu! Mereka bilang sudah di perjalanan pulang! Astaga! Sabar sedikit!” Stephen berdecak.“Lagipula dia sama William.

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 317

    Waktu terasa lambat sekali berjalan. Hamish dan Arsen tak kunjung kembali, Stephen entah sampai kapan di restoran, begitu juga para nenek yang sepertinya mendadak amnesia kalau di kamar itu ada Nala dan William yang tak bisa kemana-mana.Sementara William dan Shaynala, keduanya malah terjebak dalam suasana canggung yang aneh.Sejak saling setuju untuk ide yang diajukan Ling Ling, dua remaja itu malah berubah menjadi malu-malu. Mendadak bingung harus mengobrol apa seakan-akan semua topik yang ada di dunia tak lagi menarik untuk dibahas. Bahkan untuk mengobrol hal-hal ringan pun lidah mereka teras kelu.“Aku bosan!” keluh Shaynala setelah sekian lama waktu mereka dihabiskan hanya untuk membuka ponsel masing-masing.“Aku juga,” balas William. Pemuda itu melempar ponselnya ke sofa.“Jalan-jalan mau gak?” cetus William, menoleh menatap Shaynala.“Bagaimana caranya jalan-jalan dengan kaki pincangku?” Shaynala menunjuk kakinya yang bengkak dengan dagu.“Dengan kakiku,” jawab William yakin.“

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 316

    Shaynala dan William melongo kala kerumunan nenek-nenek itu perlahan pergi satu per satu. Ruangan seketika lengang. Bebas dari kebisingan. Mereka berdalih hendak buka kamar lagi, lalu beristirahat sejenak. Merebahkan tubuh-tubuh jompo mereka yang kelelahan akibat perjalanan Pattaya-Bangkok yang ditempuh dengan grasak-grusuk saking cemasnya pada William.Tak berapa lama, Stephen pun bangkit sambil memegangi perutnya. Mukanya meringis-ringis.“Papa mau kemana?” tanya William.“Mau nyari makan. Lapar. Papa abis operasi cito sampai sepuluh jam. Operasi yang rumit dan sampe sekarang papa belum makan. Gara-gara kamu!” jawab Stephen.“Papa mau cari makan kemana?” tanya William lagi.“Ya, sekitaran sini. Mungkin di resto hotel.”“Lalu aku?”“Maksudnya? Kamu lapar juga?”“Bukan, aku … ummm ….” William menengok ke arah Shaynala yang tengah duduk selonjoran di sofa. Meluruskan kakinya yang masih sakit gara-gara terkilir.“Aku sama Nala ….” Ucap William mengambang.“Oh, ya sudah kalian di sini. Ka

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 315

    "Tunangan apa! Tidak ada tunangan-tunangan! Mereka ini masih kecil, masih harus kuliah, berkarier, masa depan masih panjang!" Hamish langsung memotong heboh dengan suara baritonnya yang menggelegar, tangannya bergerak cepat menyilangkan dada membentuk tanda silang besar.Ling Ling berdecak, melambaikan tangan sutranya dengan malas. "Aiyaa, Hamish, zaman sekarang apa-apa harus cepat diikat. Toh, cuma tunangan dulu, kawinnya bisa nanti kalau Willy sudah lulus jadi dokter!""Tetap tidak bisa, Tante! Nala masih harus menghadapi ujian masuk universitas dan banyak lagi. Urusan cinta-cintaan begini bisa bikin fokusnya buyar," omel Hamish lagi, bersikeras menegakkan wibawanya sebagai kepala keluarga yang protektif.Di tengah perdebatan sengit dan penuh tawa antara Stephen, Ling Ling, dan Hamish yang berusaha mempertahankan bentengnya, suasana kamar hotel itu menjadi begitu ramai. William dan Shaynala sesekali bertukar pandang di sela-sela obrolan, saling melempar senyum canggung namun sarat

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 207

    Pernikahan Ginna dan Stephen berlangsung begitu meriah. Sebuah ballroom hotel bintang lima yang disulap tema glamorous. Semua tentang kemewahan, keanggunan, dan eksklusif dengan dominasi warna-warna bold.Ling Ling tak henti menangis karena tak menyangka jika putranya akhirnya bisa kembali menikah.

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 206

    Kalea mengantar Ginna untuk fitting baju pengantin ke Lunare dan setelahnya, mereka pergi untuk berjalan-jalan keliling mall.Hamish senang mendengarnya karena ini adalah kali pertama sang istri mau pergi bersosialisasi ke dunia luar sejak dari rumah sakit. Berharap, Kalea semakin membaik setiap ha

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 211

    “Bukankah kamu masih cuti?” tanya Ginna. Memandangi Stephen yang grasak-grusuk berganti pakaian.“Iya, Sayang. Aku masih cuti. Tapi ada panggilan darurat. Aku harus operasi satu jam lagi. Ini permintaan khusus dari pasien VVIP. Dia pasienku langsung. Tak bisa aku delegasikan. Kondisinya sudah gawat

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 205

    Ginna berdiri di depan pintu rumah Kalea. Gadis itu ingin menjenguk sekaligus memberikan kabar bahagia. Ia datang diantar oleh Ling Ling.Dan saat bertemu, Kalea serta Ginna langsung berpelukan. Keduanya menangis. Lama.“Maaf aku baru datang, Lea. Aku kemarin ingin datang menjengukmu. Tapi Stephen

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status