Share

Keguguran

Author: Anita
last update publish date: 2026-08-01 10:24:40

“Kenapa kau tidak bisa mengenali bosmu? Kalau kita tahu pria itu adalah bos di perusahaanmu, kita bisa menjaga sikap di hadapannya,” protes Grace menyalahkan Ethan.

“Dia adalah CEO baru di Fierce Company. Beberapa bulan yang lalu, kakeknya sakit dan dia mengambil alih posisi CEO. Aku belum pernah bertemu dengannya karena dia jarang datang ke kantor dan hanya meninjau dari jauh. Aku dengar dia punya perusahaan sendiri dan akan menggabungkan dua perusahaan itu nanti. Kalau aku tahu dia adalah bosku yang baru, aku juga tidak akan membuat masalah dengannya sampai kehilangan pekerjaan,” kata Ethan. Dia juga menyesal karena perbuatannya.

“Lalu bagaimana selanjutnya?” tanya Grace.

“Aku juga tidak tahu. Aku sudah sampai di posisi manager dengan susah payah. Tapi sekarang harus kehilangannya,” jawab Ethan.

“Aku tidak menyangka bahwa ayah dari bayi Kathrine adalah bosmu. Kathrine sangat marah pada kita karena kita menipunya dan mengusirnya dari rumah. Sekarang, Kathrine sudah menikah dengan pria itu. Aku yakin, Kathrine yang meminta suaminya untuk memecatmu. Dia ingin membalas kita,” ujar Grace memprovokasi dan menyalahkan Kathrine.

“Lalu apa solusimu?” tanya Ethan. Dia malas mendengar ocehan Grace jika tidak ada solusi untuk karirnya.

“Kita tunggu Kathrine keluar. Kita datangi dia dan minta dia untuk membujuk suaminya agar mengembalikan posisimu lagi di Fierce Company. Kau kehilangan pekerjaan karena ulah Kathrine. Dia harus bertanggung jawab dan membuatmu bekerja kembali,” kata Grace memberi saran. Tanpa pikir panjang, Ethan setuju dengan saran Grace. Mereka menunggu Kathrine keluar dari pesta.

Setelah keributan yang terjadi di pesta, Henry mengajak Kathrine pulang lebih awal. Mereka berpamitan pada Leonardo dan keluar dari aula pesta. Henry menggandeng Kathrine ke mobil.

“Lebih baik kita segera pulang. Suasana pesta tidak baik untuk ibu hamil. Kamu bisa beristirahat dengan nyaman di rumah,” kata Henry. Kathrine mengangguk setuju.

“Terima kasih karena kamu sudah membelaku di depan Ethan dan Grace,” ucap Kathrine mengingat sikap Henry.

“Itu adalah kewajibanku untuk melindungi istri dan anakku.” Jawaban Henry membuat Kathrine terharu. Dia tidak pernah mendapatkan perlindungan seperti itu selama menjadi istri Ethan.

“Aku juga baru tahu bahwa kamu adalah CEO Fierce Company. Tapi bagaimana kau bisa tahu Ethan sementara dia tampak tidak tahu identitasmu?” tanya Kathrine penasaran.

“Aku menjadi CEO di Fierce Company karena menggantikan kakek yang sakit. Aku jarang berkunjung ke sana sehingga tidak banyak karyawan yang mengenalku. Aku pernah melihat suamimu saat kita bertemu di rumah sakit. Aku meminta seseorang mencari tahu tentang dia dan ternyata dia adalah manajer pemasaran di perusahaan kakek. Awalnya aku tidak mau membawa masalah pribadi pada pekerjaan meskipun dia adalah mantan suami yang sudah menyakitimu. Tapi malam ini, dia berani menghinamu di hadapanku. Aku tidak bisa membiarkan itu. Menurutmu, apakah aku mengambil keputusan yang salah karena memecatnya?” tanya Henry meminta pendapat Kathrine.

“Aku tidak bisa berkomentar. Kau adalah CEO perusahaan besar. Kau tahu yang salah dan yang benar. Aku tidak meragukan keputusanmu,” jawab Kathrine dan memberikan sebuah senyuman. Henry membalas senyum yang sama. Dia merasa ada seseorang yang mendukung tindakannya.

“Ayo kita pulang,” ujar Henry mengajak Kathrine masuk ke mobil.

“Tunggu. Tasku ketinggalan di aula pesta,” ucap Kathrine yang menyadari tasnya tidak ada.

“Kau tunggu di sini. Aku yang akan mengambilkan tasmu ke sana,” ujar Henry. Dia tidak ingin Kathrine kelelahan. Henry meninggalkan Kathrine sendirian di samping mobil.

Sebelum Henry kembali, Ethan dan Grace mendatangi Kathrine. Kathrine merasa heran. Untuk apa mereka menemuinya lagi. Tanpa basa basi, mereka menyalahkan Kathrine karena Ethan dipecat.

“Kau sombong karena sudah menjadi istri bos besar sekarang. Kau mengandalkan koneksi dan menyuruh suamimu untuk memecat Ethan. Kau harus membuat Ethan kembali bekerja di Fierce Company,” ujar Grace dengan angkuh.

“Apa yang dikatan Grace benar. Kau harus mengembalikan posisiku sebagai manajer di Fierce Company,” kata Ethan memberikan tuntutan yang sama. Kathrine menghadapi mereka dengan tenang.

“Di pesta kau mengatakan bahwa aku hanya perempuan rumahan yang tidak punya kemampuan apapun. Kenapa sekarang kau memintaku mengembalikan posisi Ethan di perusahaan? Aku tidak punya kemampuan untuk melakukan hal itu,” balas Kathrine menggunakan hinaan Grace sebagai senjata. Grace kesal mendengarnya.

“Meskipun kau tidak punya kemampuan, tapi kau adalah istri pemilik perusahaan itu. Kau bisa membujuk suamimu untuk mengembalikan posisi Ethan,” kata Grace tetap berusaha melawan.

“Jadi sekarang kau mengakui bahwa nasibku sangat beruntung? Aku bercerai dengan suami tidak berguna dan menikah lagi dengan bos besar. Kalian mengusirku ke jalanan. Tapi aku justru naik lebih tinggi dan menginjak kebanggan kalian. Apa kalian sudah merasa malu?” Ucapan Kathrine membuat Grace semakin geram. Amarahnya tidak bisa ditahan.

“Kau benar-benar tidak berguna!” umpat Grace sambil mendorong Kathrine.

Kathrine kehilangan keseimbangan dan jatuh dengan benturan keras. Kathrine merasakan sakit pada perutnya. Dia semakin syok saat melihat darah di kakinya. Henry yang baru kembali dari aula pesta langsung berlari saat melihat kejadian itu.

“Kathrine!” teriaknya khawatir.

“Apa yang kalian lakukan pada istriku?” bentak Henry membuat Ethan dan Grace langsung kabur karena takut. Henry mengabaikan mereka dan lebih peduli pada kondisi Kathrine.

“Aw…sakit sekali. Tolong aku, Henry!” rintih Kathrine.

Henry panik melihat Kathrine mengeluarkan banyak darah. Dia menggendong tubuh Kathrine ke mobil dan membawa ke rumah sakit dengan cepat. Henry tidak bisa tenang selama Kathrine ditangani dokter. Dia menyalahkan dirinya sendiri. Seharusnya dia tidak meninggalkan Kathrine sendirian.

Setelah cukup lama, akhirnya dokter keluar dari ruangan. Henry menemui dokter dan menanyakan kondisi Kathrine.

“Bagaimana kondisi istri saya?” tanya Henry dengan cemas.

“Dia sudah berhasil selamat. Tapi dia masih butuh banyak istirahat,” jawab dokter.

“Lalu bagaimana dengan bayinya?” tambah Henry.

“Maaf. Bayi itu tidak bisa kami selamatkan. Istrimu mengalami keguguran.”

“Apa? Keguguran?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Romantisme di Kantor

    "Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Fokus Henry teralihkan setelah mendapat pertanyaan tak biasa dari Kathrine. "Aku hanya berpikir dia adalah pewaris Foster Group dan perempuan yang sudah disiapkan untukmu sejak awal. Apa kau tidak tertarik padanya?" tanya Kathrine lagi-lagi menguji Henry. "Tidak perlu berpikir jauh tentang itu. Aku tidak akan mengkhianatimu sama seperti mantan suamimu," jawab Henry justru menyangka pertanyaan Kathrine adalah sebuah kekhawatiran terulangnya masa lalu. Henry menyangka Kathrine bertanya hubungannya dengan cucu Kakek Hikmawan karena dia takut akan dicampakkan lagi karena perempuan lain seperti yang dilakukan Ethan. Dia mengerti rasa trauma seorang perempuan tidak mudah dihilangkan. Henry pun berjanji tidak akan menyakiti Kathrine seperti mantan suaminya. "Percayalah padaku. Aku tidak sama dengan mantan suamimu. Meskipun kau bilang pernikahan kita hanya tiga bulan, tapi selama kita masih menjadi suami istri, aku janji tidak akan dekat dengan

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Deep Talk

    "Ponselmu berdering? Kenapa kau tidak menjawab teleponnya?" tanya Henry membuat Kathrine gugup."Oh itu, bukan sesuatu yang penting juga, Pak" jawab Kathrine beralasan. Dia hanya membuat teleponnya diam dan bukan mereject panggilan. "Istriku juga tidak menjawab panggilan," ujar Henry membuat Kathrine dan Agita kembali saling lempar pandangan. Jelas panggilan itu tidak akan terjawab karena istrinya ada di hadapannya sendiri. "Tidak apa. Biar nanti saya langsung pulang cepat saja ke rumah. Sekalian kasih surprise juga padanya.""Memangnya hubungan bapak sedekat itu dengan istri?" tanya Kathrine membuat Henry mengerutkan kening."Maksudnya? Kenapa kamu bertanya seperti itu?" ujar Henry. "Em tidak, saya hanya penasaran saja bagaimana sebenarnya hubungan bapak dengan istri mengingat apa yang sedang diberitakan tentang kalian," kata Kathrine berdalih."Rumor yang beredar itu tidak benar. Saya tidak pernah merebut istri siapa pun. Ethan saja yang tidak bisa menghargai istrinya. Saya menik

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Dua Peran

    "Kalian saling kenal?" Pertanyaan Henry membuat Kathrine dan Agita sama-sama kebingungan. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Henry di sana. Lagi-lagi Kathrine harus bersandiwara. "Em, Pak Henry juga makan siang di sini?" tanya Kathrine berusaha mencairkan suasana agar tidak tegang. "Ya begitulah. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kau sedang apa di sini bersama orang dari Foster Group?" tanya Henry mengulang kembali pertanyaannya. Dia juga melayangkan tatapan curiga pada Agita. "Saya dan Agita memang sudah lama berteman. Iya kan, Git?" ujar Kathrine berbohong. Dia memberi kode pada Agita agar ikut bekerja sama. "Iya itu benar," kata Agita. "Dulu kami kuliah di kampus yang sama. Sayangnya setelah melamar kerja, kami diterima di perusahaan yang berbeda. Setelah bekerja kami sama-sama sibuk dan jarang bertemu. Tadi kami juga tidak sengaja bertemu di sini lalu sekalian makan siang bersama," kata Kathrine mengarang cerita. "Kalau begitu boleh saya bergabung sekalian?" tanya

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Perempuan dalam CCTV

    "Kamu ikut saya."Perintah Henry pada Kathrine setelah membubarkan rapat. Hal itu membuat Kathrine cukup gugup. Dia khawatir Henry curiga padanya. Meski begitu dia tetap mengikuti Henry ke ruangannya. "Saya suka keberanian dan semangatmu untuk membalikkan keadaan di tengah situasi perusahaan yang sedang sulit. Kamu juga bisa menularkan energi positif dan membangun kepercayaan diri karyawan yang lain. Saya rasa kamu mampu menjadi penanggung jawab tim untuk tender proyek ini," kata Henry menyampaikan keinginannya. "Maksud bapak bagaimana ya?" tanya Kathrine memastikan. "Ke depannya, tanggung jawab terkait tim ini aku serahkan padamu. Kau leadernya," jawab Henry.Kathrine menerima jabatan itu dengan senang hati. Dia tidak menaruh curiga sama sekali. Dia berpikir dengan menjadi penanggung jawab tim maka pergerakannya akan lebih mudah untuk mengarahkan karyawan yang lain sesuai keinginannya. Dia juga lebih bebas menuangkan aspirasinya untuk proyek itu. "Kalau bapak sudah memberikan kep

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Penyamaran

    "Aku tetap akan mencari cara membantu perusahaan Henry. Tapi aku tidak bisa membuka identitasku sekarang," ujar Kathrine pada kakeknya. Kakek Hikmawan tidak memaksa dan mempercayakan semuanya pada Kathrine. Kathrine memutar otak mencari cara. Henry tidak akan mau menerima bantuan darinya jika tahu dia adalah cucu Kakek Hikmawan dan pewaris Foster Group. Kathrine juga meminta kakeknya agar membujuk Kakek Wijaya tetap merahasiakan identitasnya. Saat ini perusahaan Henry sedang kesulitan karena kekurangan karyawan. Banyak karyawan Fierce Company yang pindah karena disuap dengan uang dan iming-iming gaji yang lebih besar. Masalah itu cukup krusial karena saat ini mereka sedang mempersiapkan proyek untuk tender besar yang sudah menghabiskan banyak dana. "Halo, Agita. Tolong buatkan aku identitas palsu sebagai karyawan Fierce Company," titah Kathrine menghubungi Agita lewat telepon. "Identitas palsu sebagai karyawan? Apa yang akan Nona Kathrine lakukan?" tanya Agita. "Sepertinya ak

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Pesan Rahasia

    "Jelaskan padaku kenapa kau bisa ada di sini apalagi sampai bersembunyi di bawah meja," tanya Henry setelah membantu Kathrine keluar dari persembunyiannya. Kathrine duduk bersama mereka. Kathrine sibuk berpikir mencari alasan untuk membohongi Henry. Sementara Henry sibuk memeriksa jari tangan Kathrine yang memerah karena terkena injak. "Maafkan saya Nona Kathrine. Saya tidak sengaja. Saya tidak tahu kalau ada Nona di bawah meja," ucap pelayan itu merasa bersalah. Dia sadar sudah melakukan tindakan tidak sopan pada majikannya sendiri. "Tidak masalah. Kembalilah ke dapur," balas Kakek Hikmawan membuat pelayan itu pamit undur diri. Kakek Hikmawan tahu situasi bahwa identitas cucunya masih harus dirahasiakan. "Kenapa pelayan itu tahu namamu dan tampak sudah mengenalmu dengan akrab?" tanya Henry semakin membuat Kathrine bingung. Satu pertanyaan belum dijawab, sudah muncul pertanyaan yang lain. Kakek Hikmawan memberi kode bahwa dia tidak mau ikut campur dan memasrahkan segalanya pa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status