Compartilhar

Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk
Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk
Autor: Sasha

Bab 1

Autor: Sasha
Pada tahun kedua pernikahan mereka, saat Chastine sedang menyiapkan hadiah ulang tahun pernikahan untuk suaminya, dia menemukan sebuah surat cerai di dalam brankas.

Surat cerai siapa ini?

Dia membuka surat cerai itu dan tertegun saat melihat nama beserta foto dirinya dan suaminya tercantum di sana.

Sejak kapan dia bercerai tanpa mengetahuinya?

Terlebih lagi, tanggal yang tertera pada surat cerai itu adalah 30 hari kemudian, tepat pada hari ulang tahun suaminya, Elric.

Dengan hati gelisah, Chastine mendatangi kantor catatan sipil untuk mencari tahu.

Setelah memeriksa sistem, petugas menatapnya dengan heran dan berkata, "Bu, di dalam sistem cuma ada catatan pernikahan Ibu. Nggak ada catatan perceraian."

"Surat cerai ini palsu. Fotonya juga hasil editan. Tapi cetakannya nyaris sama dengan yang asli, bahkan stempel resminya pun sulit dibedakan."

"Apa Ibu ditipu seseorang?"

Mendengar penjelasan petugas, wajah Chastine memucat.

Kekhawatirannya ternyata benar.

Elric telah membuat surat cerai palsu.

Akan tetapi, untuk apa dia melakukannya?

Chastine menyimpan surat cerai itu dan mengucapkan terima kasih, lalu bergegas menuju Grup Wicaksana dengan pikiran kacau dan syok. Dia ingin meminta penjelasan langsung dari Elric, tetapi malah memergoki suaminya berselingkuh dengan Karina, adik tirinya yang berbeda ibu.

Pria tinggi dan tampan itu sedikit membungkukkan tubuh, membiarkan wanita muda nan cantik di hadapannya berjinjit dan mengecup pipinya.

Saking terkejutnya, pikiran Chastine mendadak kosong. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Terima kasih, Kakak Ipar."

Suara manja Karina menyadarkannya kembali.

Chastine mendorong pintu hingga terbuka dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?"

Karina langsung terlihat panik dan buru-buru menjelaskan, "Kak, ini nggak seperti yang kamu pikirkan. Makalah penelitianku dapat penghargaan, Ayah dan Ibu juga sedang nggak di rumah, jadi Kakak Ipar mau ngasih aku satu set perhiasan untuk merayakannya."

"Kalau Kakak nggak suka, aku nggak akan menerimanya."

Meski berkata demikian, Karina malah memeluk kotak perhiasan itu begitu erat sampai buku-buku jarinya memutih. Sementara itu, kelembutan di wajah Elric langsung menghilang. Tangannya yang ramping terangkat dan menepuk lembut bahu Karina, seolah sedang menenangkannya.

"Kamu keluar dulu."

Karina mengangguk patuh. Namun, ketika melewati Chastine, sorot matanya justru dipenuhi rasa puas dan provokasi. Dada Chastine terasa begitu sesak hingga hampir tak bisa bernapas.

Di sisi lain, Elric sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah meski baru saja dipergoki. Dia berjalan menuju kursi kerjanya dan duduk dengan tenang, lalu menatap Chastine dengan ekspresi datar.

"Mau apa ke sini?"

Dua tahun menikah, Elric semakin tenggelam dalam pekerjaannya dan sikapnya terhadap Chastine pun makin dingin. Kini, kelembutan yang begitu jarang dia tunjukkan itu, malah diberikan kepada wanita lain.

Hati Chastine terasa sakit dan dipenuhi kekecewaan. Jemarinya yang mengepal menusuk telapak tangannya sendiri. Rasa sakit itu memaksanya untuk tetap tenang.

"Kita cerai."

Chastine mengira Elric setidaknya akan menanggapi perkataannya dengan serius. Namun, tatapan Elric hanya berhenti padanya selama sedetik sebelum beralih ke dokumen yang dibacanya. Ketidaksabaran tampak jelas di matanya.

"Kenapa harus mempermasalahkan hal kecil sama adikmu sendiri?"

Sikap acuh tak acuh itu membuat hati Chastine semakin dingin.

Nolan, asisten Elric, berjalan masuk sambil membawa setumpuk dokumen. Elric bahkan tidak repot-repot melirik Chastine lagi.

Melihat mereka memperlakukannya seolah tidak ada, hati Chastine makin membeku. Dia berbalik dan pergi, berniat membicarakan perceraian mereka lagi setelah pulang malam nanti.

"Pak Elric, soal rencana mengambil alih Grup Wibisono, sebaiknya Bapak kasih tahu Nyonya," ujar Norlan dengan sedikit khawatir.

Elric mengangkat kepala dan memandang punggung Chastine yang menjauh. Bibir tipisnya terbuka dan berkata, "Nggak perlu."

Diberitahukan 30 hari lagi juga belum terlambat.

Kalau masalah sekecil ini saja tidak bisa diterima oleh Chastine, bagaimana dia bisa menghabiskan sisa hidup bersamanya?

Elric teringat ekspresi Chastine saat menatap perhiasan dalam pelukan Karina tadi, lalu menambahkan dengan datar, "Alihkan satu rumah atas namanya."

....

Setelah Chastine keluar dari ruang direktur utama, Karina langsung menghalangi jalannya. Karina mengusap-usap kalung zamrud di lehernya dengan sorot mata penuh kemenangan.

"Kak, aku sarankan kamu pura-pura nggak tahu saja. Itu lebih baik untuk kita berdua."

Chastine sedikit mengernyit. "Apa maksudmu?"

"Setelah surat cerai kalian keluar, Kak Elric akan menikah denganku. Nanti kita tetap menjadi keluarga. Kita masih akan sering bertemu. Nggak baik kalau hubungan kita sampai rusak."

Ucapan Karina membuat Chastine tiba-tiba memahami semuanya.

Surat cerai palsu itu dibuat Elric untuk membujuk Karina.

Chastine teringat masa lalu. Saat ibunya sedang mengandung dirinya, ayahnya berselingkuh, lalu ibu Karina datang dan memaksa ayahnya untuk memilih dirinya.

Ketika hubungan kedua orang tuanya hancur, ayahnya memperebutkan hak asuh Chastine demi saham yang dimiliki ibunya. Akibatnya, Chastine harus hidup menumpang di rumah orang lain selama bertahun-tahun dan menerima begitu banyak penderitaan.

Elric tahu semua itu.

Namun, dia malah berselingkuh dengan wanita yang selama ini menindas dan menyakitinya.

Elric sudah lama tidak mencintainya. Atau mungkin, sejak awal Elric memang tidak pernah mencintainya. Dia menikahi Chastine hanya karena dijodohkan.

Rasa terima kasih Chastine kepada Elric karena pernah menyelamatkan nyawanya juga semakin terkikis oleh sikap dingin pria itu dari hari ke hari.

Padahal, di awal pernikahan, mereka juga pernah bahagia ....

Chastine menatap Karina dengan dingin dan berkata, "Sekeluarga denganku? Memangnya kamu pantas?"

"Kamu dan ibumu sama saja. Kalian merebut suami orang, menghancurkan keluarga orang lain, lalu mengambil tempat yang bukan milik kalian dengan nggak tahu malu. Sama-sama pelakor."

Ucapan itu langsung menyulut emosi Karina. Dia meninggikan suaranya. "Yang nggak dicintai itulah yang pelakor!"

Cinta?

Cinta Elric?

Chastine sudah tidak menginginkannya lagi.

Teringat surat cerai palsu di dalam tasnya, dia mencibir, "Kamu yakin dia bakal menikahimu?"

Karina buru-buru membantah, "Tentu saja! Dia belum bilang ke kamu cuma karena ingin menjaga harga saham perusahaan tetap stabil. Setelah perusahaan gabungan Grup Wibisono dan Grup Wicaksana resmi melantai di bursa, kamu harus angkat kaki!"

Tiga puluh hari lagi, setelah Kak Elric mendapatkan surat cerai, pria itu pasti akan menikahinya. Saat itu, dialah yang akan menjadi Nyonya Wicaksana dan Chastine hanya akan menjadi wanita yang dicampakkan suaminya.

Chastine menatap Karina yang terlihat marah, lalu pergi tanpa ekspresi.

Soal Elric akan menikahi Karina atau tidak, ataupun apakah pria itu ingin menceraikannya atau tidak, semua itu sudah tidak ada hubungannya dengannya lagi. Dia akan meninggalkan Elric.

Setelah kembali ke mobil, Chastine menelepon balik Aires.

"Kak Aires, aku sudah memutuskan untuk bergabung dengan tim penelitianmu dan pergi ke Lembah Silika untuk ikut dalam penelitian dan pengembangan."

Mereka berdua belajar di bawah bimbingan mentor yang sama. Aires adalah salah satu pakar terkemuka di bidang semikonduktor yang berfokus pada pengembangan cip berskala nanometer rendah.

Dari seberang telepon, Aires terdengar terkejut sekaligus lega, "Syukurlah akhirnya kamu berubah pikiran. Tapi bagaimana dengan ibu mertuamu ...."

Dia tahu betul betapa Chastine mendambakan sebuah keluarga.

Setelah menikah, Chastine memusatkan seluruh perhatiannya pada keluarga dan perlahan mundur dari dunia penelitian. Namun, Aires tidak serta-merta melupakan Chastine begitu saja.

Sejauh ini, Chastine adalah salah satu ilmuwan paling berbakat yang pernah dia temui. Karena itulah, dia berkali-kali mengundang Chastine untuk bergabung dengan lembaga penelitiannya.

Hanya saja, Keluarga Wicaksana merupakan keluarga elite papan atas dengan aturan keluarga yang sangat ketat. Kalau Chastine pergi selama setahun, Keluarga Wicaksana mungkin akan keberatan.

Chastine memahami kekhawatirannya dan menjawab dengan yakin, "Itu sudah bukan masalah lagi."

Aires langsung mengerti.

"Kalau begitu, bagus. Siapkan paspormu dan antarkan ke aku besok pagi supaya aku bisa mengurus keperluan keberangkatanmu ke luar negeri. Tim penelitian kita akan berangkat 30 hari lagi."

"Sekalian akan kukenalkan kamu dengan Pak Zevan, mitra kerja sama kami."

"Pandangan dia tentang perjalanan kuantum ternyata sangat mirip dengan pandanganmu. Kurasa kalian akan punya banyak hal untuk didiskusikan."

"Baik."

Tiga puluh hari lagi adalah hari ulang tahun Elric, hari ketika dia berencana berpura-pura bercerai dengan Chastine.

Hari itu juga merupakan hari keberangkatan Chastine ke luar negeri.

Setelah meninggalkan Grup Wicaksana, Chastine menerima telepon dari kediaman utama keluarga Wicaksana. Setiap tanggal satu dan lima belas tiap bulannya, mereka selalu pulang ke kediaman utama untuk makan bersama.

Awalnya Chastine tidak berniat datang. Namun, dia masih membawa dokumen yayasan amal yang perlu ditandatangani Rosalie, ibu Elric, terkait dana yang sebelumnya sudah dijanjikan Rosalie.

Chastine mengambil dokumen itu dan bergegas menuju kediaman utama. Setibanya di sana, dia melihat Karina duduk berdampingan dengan Elric.

Elric bahkan berani membawa Karina masuk ke kediaman keluarga mereka tanpa memikirkan harga diri Chastine sedikit pun.

Sementara itu, Rosalie menggenggam tangan Karina sambil memujinya, "Aku dengar dari ibumu, skripsimu kali ini bahkan berhasil diterbitkan di jurnal. Kamu memang hebat."

"Dulu entah apa yang merasuki ommu sampai dia tega memisahkan pasangan serasi seperti kalian ...."

"Kamu jauh lebih baik daripada dia."

Karina tersenyum dan merendah dengan sopan. "Kak Chastine juga lulusan Universitas Cendana. Dia juga nggak kalah hebat."

"Dia?" Rosalie mencibir. "Dia tuh cuma kuliah biar dapat gelar untuk mempercantik diri. Mana bisa dibandingkan sama kamu?"

Awalnya, Chastine mengira hubungan antara menantu dan ibu mertua memang selalu sulit. Karena itu, dia selalu berusaha sebisa mungkin untuk membuat Rosalie puas.

Namun, belakangan dia baru mengetahui bahwa Rosalie selalu mempersulitnya karena Elric.

"Kenapa masih berdiri di sana?"

"Nggak tahu waktu ya. Kamu sudah bikin begitu banyak orang menunggumu. Cepat ke dapur dan lihat makanannya sudah siap belum!"

Mendengar bentakan Rosalie, Chastine mengabaikan tatapan mengejek Karina dan menoleh ke arah Elric. Elric bukan anak kandung Rosalie. Meski dari luar hubungan mereka terlihat harmonis, sebenarnya ada banyak perselisihan di antara mereka.

Dulu, setiap kali Rosalie mempersulit Chastine, Elric selalu membelanya. Namun, sekarang Elric tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia membiarkan Rosalie mengomeli Chastine.

Bukan hanya itu.

Di depan semua orang, Elric yang biasanya angkuh bahkan menuangkan teh untuk Karina dengan tangannya sendiri dan memperlakukannya dengan penuh perhatian. Dia benar-benar menghancurkan harga diri Chastine di depan semua orang.

Hati Chastine benar-benar membeku. Dia berbalik dan berjalan ke luar.

Bulan Maret di Kota Marina diselimuti gerimis yang tak kunjung reda. Tubuh Chastine yang basah kuyup menggigil diterpa angin.

Setelah masuk ke rumah, dia mengembalikan surat cerai palsu itu ke dalam brankas, lalu membuat surat perjanjian cerai dua rangkap.

Besok adalah ulang tahun pernikahan mereka yang kedua dan Chastine akan menceraikan Elric.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 50

    Malam semakin larut, tetapi Chastine tidak bisa tidur.Mengingat kembali adegan dalam mimpinya, ternyata saat itu ada begitu banyak orang yang membantu mereka.Memikirkan Farhan, dia jadi teringat celana Zevan. Dia mengeluarkan celana itu dari mesin pengering, menyetrikanya hingga rapi, lalu memasukkannya ke tas.Setelah itu, dia membersihkan seluruh bagian rumah dari dalam hingga ke luar. Sampai tubuhnya terasa lelah dan mati rasa, dia pun tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak dipikirkannya.Setelah hari mulai terang, dia mandi untuk menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.Saat hendak keluar, dia menerima telepon dari psikolognya. Sudah waktunya kontrol bulanan.Sebentar lagi Chastine akan pergi ke luar negeri. Akhir-akhir ini, dia makin sering bermimpi buruk. Dia pun ingin berbicara dengan psikolognya. Dia berencana pergi sore nanti.Saat hendak keluar, pintu unit di seberang terbuka. Zevan mengenakan setelan jas yang dibelikannya kemarin. Potongannya pas di

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 49

    "Mencari masalah dengannya sama saja dengan mencari masalah denganku. Aku harap Bu Solana memahami hal ini.""Barang-barang ini akan kusimpan dulu untukmu."Ancaman yang begitu jelas membuat Solana langsung ketakutan dan tidak berani bersuara.Elric menutup telepon, lalu menatap Karina yang berlutut di lantai sambil menangis tersedu-sedu. Tatapan dinginnya perlahan berubah lembut."Kak Elric, maaf .... Apa Kakak pergi dari rumah ...?" Karina gemetar ketakutan setelah mendengar percakapan telepon Elric dengan ibunya.Namun, karena Elric tidak menyalahkannya, dia kembali menenangkan dirinya sendiri.Pergi dari rumah? Wanita itu bersusah payah mendekatinya, bukankah demi membalas dendam? Dendamnya bahkan belum terbalaskan, bagaimana mungkin Chastine tega meninggalkannya?Namun, ketika teringat tatapan Chastine yang begitu kecewa saat pergi, jantungnya seolah diremas kuat-kuat oleh sesuatu.Rasa sesak itu segera ditepisnya. Mana mungkin dia peduli pada seseorang yang telah memanfaatkannya?

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 48

    Chastine berhadapan dengan sepasang mata hitam Elric yang mengerikan.Amarah membara di mata pria itu saat dia menatap Mawar. Setelah mengetahui bahwa Chastine diberi obat, dia sangat marah.Mawar menjelaskan dengan panik, "Tuan, Nyonya, saya nggak memasukkan obat itu. Sarang burung walet ini saya masak selama dua jam ...." Nada bicaranya menyiratkan rasa menyesal."Kamu mengada-ada!" Suara Karina terdengar tajam.Elric menunduk menatap Karina. Mata Karina berkaca-kaca saat mengadu dengan wajah penuh kesedihan, "Dia memfitnahku. Mana mungkin aku mencelakai Kakak? Ibuku juga nggak mungkin melakukannya."Suara Elric melunak. "Tenang saja. Asalkan kamu nggak melakukannya, nggak ada yang bisa memfitnahmu ....""Tuan, saya punya buktinya." Mawar mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menjelaskan dengan tenang, "Saat bertemu Nyonya Solana sore tadi, saya merekam percakapan kami."Karina langsung pucat dan menerjang Mawar. Namun, Mawar sudah menekan tombol putar dan mengangkat ponselnya tinggi-

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 47

    "Bu, bukankah menjebaknya seperti itu kurang pantas?""Kurang pantas gimana? Lebih bagus lagi kalau si anak durhaka itu melihatnya sendiri dan cemburu sampai mati."Chastine pergi tanpa ekspresi. Setelah mengambil tas di ruang VIP, dia berkendara menuju rumah sakit untuk kembali menangani urusan setelah insiden di peresmian itu. Dia menemui ibu dan anak itu lagi.Larut malam, dia duduk di balkon Moon Bay, menatap pemandangan di kejauhan dengan tatapan muram.Karina akan memberi Elric obat agar bisa tidur dengannya ....Ucapan Jona kembali terngiang di benaknya. Bagaimana kalau sebenarnya Elric dan Karina tidak pernah berhubungan, dan Elric hanya mendekati Karina karena sudah berjanji akan memberinya seorang anak?Waktu itu, meski terhalang hujan dan jarak, melihat mereka saling tarik hingga jatuh ke sofa bukan berarti mereka benar-benar melakukan apa-apa. Jangan-jangan Elric memang tidak pernah menyentuh Karina?Chastine menoleh dan melihat sosok pria yang elegan dan berwibawa di balko

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 46

    Chastine mendengar panggilan itu dan menoleh. Pandangannya melewati koki yang sedang memasak di dalam ruang VIP, lalu dia melihat Jona. Dia pun tersenyum senang."Ada temanku yang datang mengantarkan sesuatu. Pak Zevan, Kak Aires, aku keluar sebentar."Aires yang duduk di sampingnya menjawab singkat, "Hati-hati."Sementara itu, Zevan justru tampak tidak senang.Ternyata hari ini Aires yang mengundang Zevan datang. Zevan tidak puas dengan perkembangan penelitian mereka. Aires berharap Chastine bisa memberikan beberapa masukan.Dia berjalan menuju pintu dan melihat Jona mengalihkan pandangan dari belakangnya. Menghadapi tatapan Jona yang dipenuhi rasa heran, dia menjelaskan, "Aku sudah bergabung dengan tim penelitian Kak Aires."Jona langsung merangkul bahunya dengan gembira. "Akhirnya kamu sadar juga.""Mana ada ibu rumah tangga yang lebih menarik daripada wanita karier? Dulu kamu benar-benar seperti kehilangan akal."Setelah mengatakan itu, Jona spontan menghentikan ucapannya. Melihat

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 45

    Tanpa menunggu jawaban Zevan, Chastine sudah berdiri dan berjalan ke luar.Melihat sosoknya yang tampak kehilangan semangat, ujung jari Zevan mengusap bekas air mata yang jatuh di jasnya.....Setelah membasuh wajah dengan air, barulah dia berhasil menenangkan diri."Kak, gimana kalau aku pakai gaun ini untuk menghadiri pemilihan ketua yayasan amal?" Karina masuk dengan angkuh. Melihat wajah Chastine yang sudah merah padam, dia pura-pura baru menyadarinya. "Kak, nggak ada yang memberitahumu ya?"Chastine tidak menggubrisnya. Setelah mengeringkan wajah, dia berjalan ke luar.Karina mengejar menarik tangan Chastine. "Dewan direksi yayasan sangat nggak puas dengan tindakanmu. Besok mereka akan mengadakan rapat untuk mencopot jabatanmu dan memilih ketua baru. Aku kandidat yang paling kuat.""Kamu nggak akan terpilih!" Chastine melepaskan tangannya.Karina sengaja membiarkan tubuhnya jatuh ke belakang. Sepasang tangan yang panjang dan ramping segera merangkul pinggangnya dan membantunya ber

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status