Compartilhar

Bab 50

Autor: Sasha
Malam semakin larut, tetapi Chastine tidak bisa tidur.

Mengingat kembali adegan dalam mimpinya, ternyata saat itu ada begitu banyak orang yang membantu mereka.

Memikirkan Farhan, dia jadi teringat celana Zevan. Dia mengeluarkan celana itu dari mesin pengering, menyetrikanya hingga rapi, lalu memasukkannya ke tas.

Setelah itu, dia membersihkan seluruh bagian rumah dari dalam hingga ke luar. Sampai tubuhnya terasa lelah dan mati rasa, dia pun tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang seharus
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 50

    Malam semakin larut, tetapi Chastine tidak bisa tidur.Mengingat kembali adegan dalam mimpinya, ternyata saat itu ada begitu banyak orang yang membantu mereka.Memikirkan Farhan, dia jadi teringat celana Zevan. Dia mengeluarkan celana itu dari mesin pengering, menyetrikanya hingga rapi, lalu memasukkannya ke tas.Setelah itu, dia membersihkan seluruh bagian rumah dari dalam hingga ke luar. Sampai tubuhnya terasa lelah dan mati rasa, dia pun tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak dipikirkannya.Setelah hari mulai terang, dia mandi untuk menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.Saat hendak keluar, dia menerima telepon dari psikolognya. Sudah waktunya kontrol bulanan.Sebentar lagi Chastine akan pergi ke luar negeri. Akhir-akhir ini, dia makin sering bermimpi buruk. Dia pun ingin berbicara dengan psikolognya. Dia berencana pergi sore nanti.Saat hendak keluar, pintu unit di seberang terbuka. Zevan mengenakan setelan jas yang dibelikannya kemarin. Potongannya pas di

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 49

    "Mencari masalah dengannya sama saja dengan mencari masalah denganku. Aku harap Bu Solana memahami hal ini.""Barang-barang ini akan kusimpan dulu untukmu."Ancaman yang begitu jelas membuat Solana langsung ketakutan dan tidak berani bersuara.Elric menutup telepon, lalu menatap Karina yang berlutut di lantai sambil menangis tersedu-sedu. Tatapan dinginnya perlahan berubah lembut."Kak Elric, maaf .... Apa Kakak pergi dari rumah ...?" Karina gemetar ketakutan setelah mendengar percakapan telepon Elric dengan ibunya.Namun, karena Elric tidak menyalahkannya, dia kembali menenangkan dirinya sendiri.Pergi dari rumah? Wanita itu bersusah payah mendekatinya, bukankah demi membalas dendam? Dendamnya bahkan belum terbalaskan, bagaimana mungkin Chastine tega meninggalkannya?Namun, ketika teringat tatapan Chastine yang begitu kecewa saat pergi, jantungnya seolah diremas kuat-kuat oleh sesuatu.Rasa sesak itu segera ditepisnya. Mana mungkin dia peduli pada seseorang yang telah memanfaatkannya?

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 48

    Chastine berhadapan dengan sepasang mata hitam Elric yang mengerikan.Amarah membara di mata pria itu saat dia menatap Mawar. Setelah mengetahui bahwa Chastine diberi obat, dia sangat marah.Mawar menjelaskan dengan panik, "Tuan, Nyonya, saya nggak memasukkan obat itu. Sarang burung walet ini saya masak selama dua jam ...." Nada bicaranya menyiratkan rasa menyesal."Kamu mengada-ada!" Suara Karina terdengar tajam.Elric menunduk menatap Karina. Mata Karina berkaca-kaca saat mengadu dengan wajah penuh kesedihan, "Dia memfitnahku. Mana mungkin aku mencelakai Kakak? Ibuku juga nggak mungkin melakukannya."Suara Elric melunak. "Tenang saja. Asalkan kamu nggak melakukannya, nggak ada yang bisa memfitnahmu ....""Tuan, saya punya buktinya." Mawar mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menjelaskan dengan tenang, "Saat bertemu Nyonya Solana sore tadi, saya merekam percakapan kami."Karina langsung pucat dan menerjang Mawar. Namun, Mawar sudah menekan tombol putar dan mengangkat ponselnya tinggi-

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 47

    "Bu, bukankah menjebaknya seperti itu kurang pantas?""Kurang pantas gimana? Lebih bagus lagi kalau si anak durhaka itu melihatnya sendiri dan cemburu sampai mati."Chastine pergi tanpa ekspresi. Setelah mengambil tas di ruang VIP, dia berkendara menuju rumah sakit untuk kembali menangani urusan setelah insiden di peresmian itu. Dia menemui ibu dan anak itu lagi.Larut malam, dia duduk di balkon Moon Bay, menatap pemandangan di kejauhan dengan tatapan muram.Karina akan memberi Elric obat agar bisa tidur dengannya ....Ucapan Jona kembali terngiang di benaknya. Bagaimana kalau sebenarnya Elric dan Karina tidak pernah berhubungan, dan Elric hanya mendekati Karina karena sudah berjanji akan memberinya seorang anak?Waktu itu, meski terhalang hujan dan jarak, melihat mereka saling tarik hingga jatuh ke sofa bukan berarti mereka benar-benar melakukan apa-apa. Jangan-jangan Elric memang tidak pernah menyentuh Karina?Chastine menoleh dan melihat sosok pria yang elegan dan berwibawa di balko

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 46

    Chastine mendengar panggilan itu dan menoleh. Pandangannya melewati koki yang sedang memasak di dalam ruang VIP, lalu dia melihat Jona. Dia pun tersenyum senang."Ada temanku yang datang mengantarkan sesuatu. Pak Zevan, Kak Aires, aku keluar sebentar."Aires yang duduk di sampingnya menjawab singkat, "Hati-hati."Sementara itu, Zevan justru tampak tidak senang.Ternyata hari ini Aires yang mengundang Zevan datang. Zevan tidak puas dengan perkembangan penelitian mereka. Aires berharap Chastine bisa memberikan beberapa masukan.Dia berjalan menuju pintu dan melihat Jona mengalihkan pandangan dari belakangnya. Menghadapi tatapan Jona yang dipenuhi rasa heran, dia menjelaskan, "Aku sudah bergabung dengan tim penelitian Kak Aires."Jona langsung merangkul bahunya dengan gembira. "Akhirnya kamu sadar juga.""Mana ada ibu rumah tangga yang lebih menarik daripada wanita karier? Dulu kamu benar-benar seperti kehilangan akal."Setelah mengatakan itu, Jona spontan menghentikan ucapannya. Melihat

  • Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk   Bab 45

    Tanpa menunggu jawaban Zevan, Chastine sudah berdiri dan berjalan ke luar.Melihat sosoknya yang tampak kehilangan semangat, ujung jari Zevan mengusap bekas air mata yang jatuh di jasnya.....Setelah membasuh wajah dengan air, barulah dia berhasil menenangkan diri."Kak, gimana kalau aku pakai gaun ini untuk menghadiri pemilihan ketua yayasan amal?" Karina masuk dengan angkuh. Melihat wajah Chastine yang sudah merah padam, dia pura-pura baru menyadarinya. "Kak, nggak ada yang memberitahumu ya?"Chastine tidak menggubrisnya. Setelah mengeringkan wajah, dia berjalan ke luar.Karina mengejar menarik tangan Chastine. "Dewan direksi yayasan sangat nggak puas dengan tindakanmu. Besok mereka akan mengadakan rapat untuk mencopot jabatanmu dan memilih ketua baru. Aku kandidat yang paling kuat.""Kamu nggak akan terpilih!" Chastine melepaskan tangannya.Karina sengaja membiarkan tubuhnya jatuh ke belakang. Sepasang tangan yang panjang dan ramping segera merangkul pinggangnya dan membantunya ber

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status