Share

Mendadak Ngidam

Author: Rien rini
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-10 17:46:12

Pikirnya, bisa langsung kembali. Ternyata, diminta duduk di ruangannya dulu.

"Tunggu Ardi bawa teh hangat ke sini!" katanya.

Elena mendongak, lalu menggelengkan kepalanya.

"Saya sudah lebih baik, Pak. Jangan merepotkan!" balasnya segan, ia suka Aditya berbaik hati, tetapi ia harus tetap waspada dan menjaga hati.

"Kamu mau saya yang buatkan?"

"Eh, bukan itu! Maksud saya, ini jadi merepotkan pak Ardi. Nanti, kalau ada yang curiga, bisa—"

"Ardi membuat di sebelah ruangan ini, tida
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Terbongkar

    Malam itu, Elena merasa ada yang berbeda dari gelagat Aditya. Walaupun sebelum tidur di sampingnya, Aditya sempat memeluk dan mencium bibirnya lama, ada yang berbeda dari sorot mata pria itu, seperti tengah menyembunyikan sesuatu. Apa ada hubungannya dengan Liona? Mereka bertengkar? "Mas," panggil Elena begitu Aditya selesai mandi, pria itu keluar dengan bertelanjang dada, handuk melilit pada pinggangnya. "Hm? Mau muntah?" Elena menggelengkan kepala, berdiri tepat di depan Aditya yang mengerutkan kening, tampak penasaran. "Apa ada masalah? Atau hal yang mengganggu kamu?" Elena menatap lekat wajah Aditya, kedua tangannya terangkat menangkup sisi wajah tampan itu. "Nggak ada. Memangnya, kamu merasa apa?" Aditya ingin tahu seberapa peka Elena kepadanya. "Mungkin perasaanku saja, tapi sejak pulang semalam Mas berbeda. Cara Mas natap aku sampai tidur pun berbeda. Mas seperti menyimpan sesuatu, atau tengah cemas. Kalau berkenan, Mas bisa berbagi ke aku!" cetusnya, obrola

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Pilih Aku Atau Dia!

    Wajah Aditya mengeras membaca balasan Liona menyangkut anak yang ada di kandungan Elena. Terlepas pernikahan itu akan berlangsung lama atau tidak, janin yang memang sempat dia tolak itu tetap anaknya dan setelah kejadian waktu itu, Aditya tak rela jika anaknya menjadi korban. Bahkan, Aditya sempat membayangkan nasibnya bersama anak itu jika memang harus kembali pada Liona, bahwa mantan istrinya itu bisa menerima. Tetapi ini ... apa? Liona sudah menunjukkan penolakan. "Malam ini samlai jam berapa, Di?" tanya Aditya meraup wajahnya, kepalanya pusing. "Kemungkinan sampai jam 11 malam, Pak. Elena mengidam?" "Tidak, bukan Elena." "Maksud anda bu Liona?" Hati-hati sekali Ardi menyebut nama itu, apalagi setelah dia yakin benar hubungan Aditya dan Elena masuk pada tingkat yang baik, sudah ada kemajuan. Kepala Aditya teranguk, garis wajah pria itu berubah mengeras, sangat tegang. Hal ini seperti menjadi sesuatu yang tak istimewa lagi. "Saya akan aturkan anda ke sana, Pak.

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Kecemburuan Liona

    Elena tak melanjutkan ucapannya daripada menimbulkan masalah baru, sementara hubungan mereka baru saja membaik semalam. Pipinya merona setiap teringat dengan adegan semalam, bagaimana dia dan Aditya bisa sedekat itu. Bahkan, mereka mengerang dan mendesah bersama saat pelepasan itu datang, puncak yang nikmat. Aditya: Perutnya kram? Elena berdebar mendapatkan pesan dari suami rahasianya itu, dia baru saja muntah tadi, tetapi tidak terlalu parah. Aditya: Kalau sakit, di ruang sehat saja. Elena: Tidak kok, Pak. Perutnya aman, hanya tadi sedikit muntah. Astaga, Elena berdebar sekali bertukar pesan seperti ini, sebab ada perhatian di sana. Hal baru yang mungkin akan menjadi kebiasaan ke depannya sampai mereka berpisah. Sedih mengingat itu, tetapi Elena tidak mau anaknya ikut merasakan derita, maka telah dia putuskan untuk mulai menikmati sehingga si kecil pun riang tumbuh di rahimnya. Aditya: Saya lembur nanti, tidur duluan nggak apa. Elena membulatkan mulutnya.

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Hari Baru

    Apa dirinya tidak sepantas itu? Melihat pria itu mengurut sendiri di puncak percintaan mereka, membuat hatinya sedih. Tampaknya, Aditya mengerti maksud dari pertanyaan sesaat istrinya itu, wanita yang sedang mengandung, sudah dia nikahi dan baru saja ia nikmati untuk kedua kalinya sejak malam itu. Kali ini, rasanya benar-benar nyata, dahaganya terpuaskan setelah sekian lama, rapatnya Elena menghisap habis pertahanannya seakan ingin meminta lagi, tetapi cukup karena kehamilan Elena jauh lebih penting. "Kamu mempertanyakan yang saya lakukan tadi?" Aditya menunjuk tisu yang baru saja ia gunakan untuk membersihkan sprei dari cairan putihnya. "Kamu sedang hamil muda, Elena. Cairan saya bisa membuat otot rahimmu tegang dan mungkin keguguran dini. Saya tidak mau itu terjadi," jelasnya. Ah, bodoh sekali, pikir Elena. Wajahnya memerah karena malu, seharusnya ia yang seorang wanita jauh lebih paham tentang hal itu. Melihat wajah malu Elena, Aditya mengulum senyum, ia mengakui kecantika

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Memberi Hak Suami

    Adegan dewasa ya ... *** Basah dan hangat. Aditya bisa merasakan meskipun dari lapisan luar yang menutupi kewanitaan istrinya, usapan lembutnya yang tak berhenti di paha dalam juga ciuman yang intens berhasil mengundang gairah keduanya. Dibalik celana kain berwarna gelapnya itu, sesuatu telah mengeras di sana, menunjukkan seberapa besar gairah yang sedang ditahan mati-matian sejak beberapa tahun lalu. Pagutan bibir mereka tak berhenti, hanya sebentar untuk mengisi rongga dada yang sedikit, lalu berlanjut lagi dan lagi. Elena terbuai dengan segala penawaran kelembutan itu, dingin dan garangnya Aditya seakan bertolak belakang dengan kenyamanan yang diterimanya saat ini hingga tanpa sadar kedua kakinya berjarak guna memudahkan jemari pria itu bergerak leluasa. "Boleh saya ...?" bisiknya tak tuntas, tetapi satu jarinya telah lolos ke dalam bilik basah itu, terasa kuat cengkeraman tangan Elena di kedua lengannya dengan nafas terengah-engah, mata berair wanita itu menatap Adit

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Sebuah Janji

    Hangat, lembab nan lembut. Bukan lagi rasa takut yang menyergapnya, melainkan ketenangan dan kenyamanan. Tengkuknya meremang, bibir bawahnya tergigit memerah, pun binar matanya lantas teduh. Aditya tidak tahu alasannya, ia terdorong begitu saja bagai hanyut pada peran mereka dan rasanya ingin memberikan semua dengan layak. Ia angkat bibirnya menjauh dari perut itu, tetapi tidak dengan tangannya yang mulai merambat naik menyusuri lembut nan halus perut itu sampai pada batas sensitif yang mengundang helaan berat keduanya. "Boleh saya menyentuhnya?" tanya Aditya mengantarkan izin, dapat ia rasakan tubuh Elena gemetaran saat ujung jemarinya menyentuh karet pembatas antara perut dan bawah dada. Elena mencari-cari kepalsuan dari sorot mata itu, tetapi yang ia temukan justru kepercayaan maka ia pun mengangguk. Hanya, — "Jangan di sini!" katanya mencekal tangan Aditya yang sudah sedikit mengangkat karet itu. "Hem?" "Di rumah saja, nanti ada orang ke sini," kata Elena mema

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Tinggal Di Rumah Mertua

    "Is-tri?" Dunia Liona seakan berhenti, otaknya tak mampu berpikir lagi. Aditya menipiskan bibirnya. "Aku jelaskan nanti, sekarang aku harus pergi. Hati-hati!" Lelaki itu langsung duduk ke bangku kemudi, memundurkan mobilnya kemudian pergi dari pandangan sang mantan. Rasa bersalah dan semua pen

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Bertemu Mantan

    Nyatanya, walaupun dirinya seorang duda dan menjabat sebagai presdir, merapikan sprei saja tidak bisa sehingga pelan-pelan Elena membantu, setelah Vera keluar kamarnya. “Apa ada yang sakit?” tanya Aditya waswas, sebab Elena tak kunjung memejamkan mata. Elena menggelengkan kepalanya. “Sudah hamp

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Malam Pertama Berdarah

    Kram dan nyeri bercampur menjadi satu, Elena pikir dengan berbaring tenang di kasurnya akan membuat rasa sakit itu mereda, nyatanya terus berlanjut, apalagi keberadaan Aditya yang juga ada di kamar bersamanya, membuatnya gugup dan kurang nyaman. “Pak,” panggilnya pada lelaki yang sedang duduk di

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Serba Mendadak

    “Len, mereka siapa?” Dewi melihat satu per satu wajah tamunya yang datang bersama Elena. “Em, mereka—” “Saya kekasihnya Elena, Bu Dewi. Kedatangan saya beserta keluarga ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus meminang Elena,” potong Aditya sembari maju ke depan, tepat di samping Elena. Dewi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status