Share

Persahabatan

Mazaya memuaskan hatinya memandang wajah tampan yang terlelap di sampingnya. Dia sungguh tidak percaya, perjuangannya untuk mendapatkan Riki membuahkan hasil.

Mazaya tak pernah sebahagia ini, dengan pelan Mazaya menyentuh wajah Riki dengan jarinya, kenapa ada manusia setampan ini, dan manusia tampan itu adalah suaminya sendiri.

Mazaya meletakkan kepalanya di dada Riki, menghitung detak jantung yang berbunyi teratur, mengecup pipi yang mulai ditumbuhi bakal jenggot.

"Hai." Riki membuka matanya, menatap wajah cantik Mazaya, mengelus pipi halus yang merona merah.

"Hai," jawab Mazaya, mereka saling tatap, Mazaya lebih dulu menundukkan wajahnya, dia merasa malu.

"Ini masih pukul empat pagi." Riki melirik jam di atas meja, suaranya serak.

"Iya, kita baru tidur satu jam," jawab Mazaya.

Riki tersenyum, tadi Mazaya bangun karena Rafael merengek haus.

"Masih ada waktu tidur sebelum subuh." Mazaya menarik selimut menutupi tubuh Riki.

"Enak saja disuruh tidur."

Riki membalikkan posisi, Mazaya ha
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Prapto Vera
astaga celin,,tugas berat itu, antara hidup&mati.hahaha..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status