Share

Bab 288

Author: QueenShe
last update Last Updated: 2026-01-04 16:30:19

Malam sudah larut, Ares akhirnya sampai di kamar hotelnya. Jantungnya masih berdegup kencang, seolah baru saja berlari maraton. Napasnya tersengal, bukan karena lelah, tapi karena adrenalin yang masih memompa keras di pembuluh darahnya.

Diraihnya ponsel dengan gerakan tergesa, jari-jarinya mengetik pesan untuk David dengan kecepatan luar biasa.

Ares: David, segera cari vendor pernikahan yang bisa menggelar pernikahan minggu ini. Jangan pikirkan soal budget. Yang penting profesional dan bisa selesai cepat.

Ares: Siapkan juga hantaran untuk lamaran hari Selasa. Lengkap. Sesuai tradisi Jawa. Tanya orang yang paham. Jangan sampai ada yang kurang.

Bahkan sebelum David sempat membalas, Ares sudah mengetik lagi.

Ares: Satu lagi. Perhiasan. Carikan yang terbaik. Berlian. Kirimkan katalognya biar nanti saya yang pilih.

Ares meletakkan ponselnya di atas meja, lalu berjalan mondar-mandir di kamar dengan tangan di pinggang. Ia mengusap wajahnya kasar, menarik napas dalam berkali-kali, berus
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Iin Rahayu
kok cuma 2 bab hari ini?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 292

    Raya duduk di samping Ares, wajahnya memerah, senyumnya tak pudar. Ares masih menatapnya. Terpesona, terpaku, seolah dunia berhenti berputar. Fattah menyenggol kakinya pelan. "Res, fokus," bisik Fattah sambil menahan tawa. Ares tersadar, lalu menatap ke depan dengan wajah memerah. Prosesi janji setia dua insan dalam ikatan sah di mata Tuhan dan negara berlangsung khidmat. Ares menarik napas dalam. Mengucapkan sumpah pernikahan dengan suara yang jelas, lantang, penuh keyakinan. Tak lama penghulu menyatakan sah, Tepuk tangan riuh langsung meledak di seluruh ballroom. Teriakan rasa syukur dan "Selamat!" terdengar dari berbagai sudut, terutama dari Brandon, Kevin, Fattah, dan Geri yang bersorak kencang sambil bertepuk tangan. Seperti menonton bola, membuat para istrinya meminta mereka diam. Ketegangan di wajah Ares seketika mencair menjadi senyum haru. Ia menunduk dalam, mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Napasnya tersengal, dadanya sesak karena terlalu banyak emosi yang m

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 291

    Lima hari ke depan terasa seperti putaran badai bagi Raya. Sejak matahari terbit hingga larut malam, rumahnya tak pernah sepi. Vendor bunga datang dan pergi, tim katering melakukan uji rasa terakhir, dan Liora—memutuskan menginap—menjadi asisten pribadi Raya yang paling sibuk sekaligus paling cerewet soal perawatan diri. ​"Pokoknya kamu harus tidur yang cukup, Raya! Aku nggak mau melihat pengantin wanita mengantuk saat akad nikah," omel Liora sambil menempelkan masker wajah ke wajah Raya pada H-2. "Li—" Raya mencoba protes. "Diam!" potong Liora galak. "Lihat kantung matamu. Kamu bukan panda, tapi lingkar matamu udah mulai hitam. Itu tandanya kamu kurang tidur." Belum sempat Raya membela diri, Liora sudah mengeluarkan ramuan lain—minyak esensial, eye cream, dan berbagai produk perawatan yang membuat meja rias Raya terlihat seperti toko kosmetik mini. "Aku juga udah panggil orang buat ratus rempah besok pagi. Biar auramu wangi dan segar. Aura pengantin tuh harus wangi dari ubun-ub

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 290

    Raya menatap layar ponselnya. Tangannya perlahan mulai dingin. Pesan dari Kenzie seolah menjadi siraman air es di tengah hangatnya persiapan pernikahan yang sedang berlangsung di luar kamarnya. ​Suara palu yang memukul pasak tenda dan tawa para pekerja dekorasi di halaman terdengar seperti dengungan jauh di telinganya. Kalimat "Aku akan menunggumu" terasa seperti beban berat yang mencoba menariknya mundur tepat saat ia akan melangkah maju. ​Raya menarik napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya. Bukan karena goyah, tapi mengingat hubungannya dengan Kenzie di masa lalu. Dan juga hubungan Kenzie dengan Ares. Kini Raya sudah tak membenci Kenzie. Tapi entah kenapa setiap berurusan dengan mantan kekasihnya itu, ia selalu merasa bersalah untuk sesuatu yang bukan kesalahannya. ​Ia mulai mengetik balasan dengan jemari yang kini mantap. ​Raya: Kenzie, tolong berhenti. Aku sebentar lagi menikah dengan ayahmu. Kuharap kamu bisa menerimanya, jadi berhentilah. ​Setelah menekan tomb

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 289

    Raya baru saja selesai sarapan ketika terdengar ketukan pintu yang sopan namun tegas. "Siapa pagi-pagi begini?" tanya Ratih sambil berjalan ke pintu, mengeringkan tangannya yang masih basah dengan lap dapur. Begitu pintu terbuka, tampak seorang wanita berusia empat puluhan dengan penampilan rapi, mengenakan blazer hitam, rambut diikat kuncir kuda, dan membawa koper besar berwarna silver. Di belakangnya berdiri dua orang asistennya dengan tas dan peralatan. ​"Selamat pagi, Ibu," sapa wanita itu. "Saya Putri dari Butik Elizabeth. Kami datang atas permintaan Bapak Ares Mahardika untuk melakukan fitting pakaian lamaran besok, sekaligus pengukuran gaun pengantin." ​Ratih tertegun, keningnya berkerut dalam. "Pengukuran? Gaun pengantin?" ​"Benar, Bu," lanjut Putri. Raya ikut muncul di balik bahu ibunya. "Maksudnya gimana, mbak?" tanya Raya ikut bergabung di depan pintu. "Bapak Ares memesan pakaian khusus untuk seluruh keluarga inti agar siap digunakan besok dan saat akad dan resepsi n

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 288

    Malam sudah larut, Ares akhirnya sampai di kamar hotelnya. Jantungnya masih berdegup kencang, seolah baru saja berlari maraton. Napasnya tersengal, bukan karena lelah, tapi karena adrenalin yang masih memompa keras di pembuluh darahnya. Diraihnya ponsel dengan gerakan tergesa, jari-jarinya mengetik pesan untuk David dengan kecepatan luar biasa. Ares: David, segera cari vendor pernikahan yang bisa menggelar pernikahan minggu ini. Jangan pikirkan soal budget. Yang penting profesional dan bisa selesai cepat. Ares: Siapkan juga hantaran untuk lamaran hari Selasa. Lengkap. Sesuai tradisi Jawa. Tanya orang yang paham. Jangan sampai ada yang kurang. Bahkan sebelum David sempat membalas, Ares sudah mengetik lagi. Ares: Satu lagi. Perhiasan. Carikan yang terbaik. Berlian. Kirimkan katalognya biar nanti saya yang pilih. Ares meletakkan ponselnya di atas meja, lalu berjalan mondar-mandir di kamar dengan tangan di pinggang. Ia mengusap wajahnya kasar, menarik napas dalam berkali-kali, berus

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 287

    Minggu pagi, suara ketukan pintu kembali terdengar. Kali ini Raya yang membukanya. Senyumnya langsung merekah melihat Ares berdiri di sana dengan kaos santai berwarna hijau tua dan celana jean. Tampilannya jauh lebih kasual dari biasanya. "Pagi, Sayang," sapa Ares ringan, senyum lebarnya membuat dada Raya menghangat. ​"Hei... pagi," jawab Raya manja, matanya berbinar. "Pagi banget udah sampai sini?" "Aku kangen. Gak boleh aku kesini pagi-pagi?" Ares mengulurkan tangan, menyelipkan anak rambut Raya ke belakang telinga dengan gerakan protektif. "Bolehlah. Kan aku juga kangen," jawabnya terdengar lebih manja. "Udah sarapan?" Ares mengangkat sebuah paper bag dari restoran ternama. "Belum. Makanya aku kesini, biar sarapan bareng," jawab Ares jujur. Raya mengernyit heran. "Loh? Jam segini mereka sudah buka? Biasanya buka jam sebelas siang?" ​Ares terkekeh. "Pemiliknya sahabatku. Aku memintanya menyiapkan ini dari semalam." ​"Ah... ternyata privilege orang kaya," sindir Raya jenaka,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status