Home / Romansa / Menggoda Ayah Sahabatku / Bab 133 — Aku Bukan Pelakor

Share

Bab 133 — Aku Bukan Pelakor

Author: Papa Buaya
last update Last Updated: 2026-01-15 06:08:26

"J-jangan!" seru Amelia langsung membantah. Jantungnya berdebar gelisah. "Saya ke sana sekarang. Kita bicarain baik-baik ya, tante."

"Apa? Buat apa bicara baik-baik sama pelakor kayak kamu. Saya masih berbaik hati ngasih syarat buat kamu!" bentak Melisa makin kesal.

Amelia menggigit bibir bawahnya kemudian menjawab.

"Tante, saya mohon. Saya pasti bayar hutang saya, kok. Tapi jangan bongkar soal itu, ya. Kita diskusi dulu sebentar."

Terdengar dengusan dari seberang. "Oke. Saya tunggu kamu. Cepet ke sini!"

"Iya. Saya pulang sekarang, tante," balas Amelia hela napas lega. Dan panggilan pun berakhir.

Amelia bergegas mengambil tasnya dan berpamitan dengan rekan kerjanya yang lain. Setelah memesan ojek online, dia langsung pulang ke rumahnya.

Di depan halaman rumah, terlihat sebuah mobil yang familier. Lalu seorang wanita paruh baya yang tampak menunggu dengan raut wajah jengkel.

"Ck. Lama banget sih!" protes Melisa begitu melihat kedatangan Amelia.

Amelia mendekat sambil hela napas panjang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 136 — Kita Udahan Aja?

    “Iya, Nek.” Amelia mengangguk, tak ada lagi yang bisa ia katakan selain itu.Rania mendengus sebal lalu bergumam. "Hebat juga ya sampai sekarang nggak ada yang nyadar. Untung aja Melisa ngasih tau."Amelia terdiam. Kedua alisnya berkerut saat mendengar nama itu. Namun dalam hati ia semakin gelisah.‘Bener kan yang ngasih tau itu tante Melisa. Apa Nenek mau nerima dia lagi?’"Nggak usah bahas Melisa, Bu," Bima kembali menegur istrinya. "Dia cuma pengadu."Rania mendengus pelan sambil menggerutu. "Iya juga, sih! Agak kesel sebenernya dapat info dari dia. Pasti ada maunya.""Udahlah. Mending kita pulang aja," usul Bima, kemudian bangkit dari kursinya. Dia menatap pada Amelia yang masih membisu."Maaf ya ganggu kamu lagi ngerjain tugas. Kalau gitu kami pulang dulu."Amelia mendongak, memaksakan senyuman di bibirnya. "Nggak apa-apa, Kek.""Kenapa juga kamu harus minta maaf? Ini kan rumah anak kita. Dia cuma numpang di sini," sahut Rania masih dengan nada sinis.Mendengar hal itu, Amelia ke

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 135 Tak Merestui

    "H-hubungan asmara? Maksudnya apa ya, Nek?" tanya Amelia dengan suara sedikit terbata-bata, masih mencoba mengelak.Rania menyipitkan mata penuh kecurigaan. "Oh, ya. Kalau gitu ini apa?"Rania mengeluarkan ponsel dari tasnya, lalu menunjukkan sebuah foto. Itu adalah foto yang sama yang Melisa sempat tunjukkan sebelumnya."Nggak mungkin Kayden bakal begini kalau hubungan kalian cuma sekadar ayah dan sahabat anaknya," ujar Rania dengan nada kesal.Amelia terdiam, wajahnya menegang. Satu tangan terkepal menahan gemuruh dalam dadanya.‘Tante Melisa! Kenapa dia ngasih tau ke orang tuanya Kayden?! Padahal aku udah turuti semua kemauan dia!’ jeritnya dalam hati.Namun menyalahkan orang lain tak akan berguna. Orang tua Kayden sudah terlanjur mengetahuinya, dan kini melabrak Amelia secara langsung."Amelia! Jawab, dong!" geram Rania mulai kesal karena diabaikan.Amelia tak bermaksud mengabaikannya. Dia tak tau harus berkata apa lagi, tak ada kebohongan yang bisa dijadikan alibi."Em, kita bica

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 134 — Hubungan Asmara

    "Apa kamu bilang? Coba ulangi lagi," tanya Kayden sambil tertawa hampa mendengar perkataan Melisa yang penuh percaya diri itu.Melisa mendengus sebal. "Kamu pasti denger jelas. Kita bisa jadi keluarga lagi, asalkan kamu putusin pacar—""Kamu masih nggak tau malu ngomongin soal keluarga?!" bentak Kayden menyela, ia tak kuasa menahan amarah. "Ini kali terakhir kamu lancang begini. Saya nggak segan-segan ancurin bisnis kamu yang hampir bangkrut itu, paham?!"Melisa terbelalak kaget mendengarnya. "Apa? Kay—"Tapi belum selesai bicara, Kayden lebih dulu memutus panggilan.Melisa segera menghubunginya lagi. Tapi malah tak tersambung. Artinya Kayden sudah memblokir nomornya."Sialan!" teriak Melisa sambil memukul setir mobil. "Segitunya kamu bela dia?! Lihat aja. Kalau aku nggak bisa dapetin kamu lagi, kamu juga nggak bakal bisa bahagia sama bocah itu!"Melisa mengepalkan tangannya pada ponsel, dengan tatapan tajam penuh tekad dan dendam.Sementara itu, Amelia yang usai diteror oleh Melisa

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 133 — Aku Bukan Pelakor

    "J-jangan!" seru Amelia langsung membantah. Jantungnya berdebar gelisah. "Saya ke sana sekarang. Kita bicarain baik-baik ya, tante.""Apa? Buat apa bicara baik-baik sama pelakor kayak kamu. Saya masih berbaik hati ngasih syarat buat kamu!" bentak Melisa makin kesal.Amelia menggigit bibir bawahnya kemudian menjawab."Tante, saya mohon. Saya pasti bayar hutang saya, kok. Tapi jangan bongkar soal itu, ya. Kita diskusi dulu sebentar."Terdengar dengusan dari seberang. "Oke. Saya tunggu kamu. Cepet ke sini!""Iya. Saya pulang sekarang, tante," balas Amelia hela napas lega. Dan panggilan pun berakhir.Amelia bergegas mengambil tasnya dan berpamitan dengan rekan kerjanya yang lain. Setelah memesan ojek online, dia langsung pulang ke rumahnya.Di depan halaman rumah, terlihat sebuah mobil yang familier. Lalu seorang wanita paruh baya yang tampak menunggu dengan raut wajah jengkel."Ck. Lama banget sih!" protes Melisa begitu melihat kedatangan Amelia.Amelia mendekat sambil hela napas panjang

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 132 Kerja Ekstra

    "Ayah tunggu!" teriak Amelia, tanpa membuang waktu lagi langsung mengejarnya.Alan berlari sambil menabrak orang-orang di hadapannya. Tapi Amelia lebih cepat dan akhirnya bisa mencegat pundaknya."Berhenti dulu!" geram Amelia langsung menariknya.Alan terpeleset dan akhirnya terjatuh. Beberapa kotak makanan instan terjatuh dari dalam jaketnya, seolah benda itu adalah barang yang hendak dicuri."Apa sih?!" desis Alan kesal sembari mengusap punggungnya yang terbentur lantai.Amelia menatap tajam, menahan emosi."Bisa-bisanya Ayah kabur. Apa Ayah tau aku diteror tante Melisa gara-gara hutang Ayah?!" protesnya marah dengan suara pelan, berusaha tak membuat kegaduhan.Tatapan orang-orang di lorong itu tentu menatap ke arah mereka sambil berisik. Beberapa bahkan ada yang merekam pertengkaran mereka."Aku nggak mau tau, Ayah harus lunasin hutang-hutang itu!" geram Amelia berusaha menariknya untuk berdiri.Baru saja Alan bangkit, bukannya menuruti perkataan putrinya, pria itu malah menepis Am

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 131 — Terancam Berakhir

    'Kay gak tau ya? Apa dia juga nggak sadar ada Melisa kemarin?' batin Amelia bertanya-tanya.Di tengah memikirkan hal itu, ponsel Amelia berdering. Kayden menelponnya. Perlahan Amelia menerima panggilan itu."Halo?""Pagi, Amel. Kamu di mana sekarang? Kenapa belum ke rumah?" tanya Kayden dengan suara ramah.Amelia menggigit bibir bawahnya. "Aku, ketiduran. Baru bangun.""Oh, ya udah. Kamu ke rumah aja, ya. Aku udah berangkat karena ngejar jadwal pesawat.""Iya," sahut Amelia. Sejenak ia hendak membuka mulut untuk memberitahu Kayden tentang Melisa.'Tapi kalau aku bilang, nanti dia tau semuanya. Soal hutang aku juga,' Amelia bergumam dalam hati. Ia jadi ragu."Di rumah bahan masakan udah habis, kamu boleh belanja apa pun. Nanti uangnya aku transfer," suara Kayden kembali terdengar membuyarkan lamunan Amelia.Amelia buru-buru menjawab. "Iya. Kamu hati-hati di jalan.""Makasih, sayang. Akhirnya denger lagi perhatian kamu. Artinya kita udah baikan, kan?"Amelia tak menjawab dan malah menyu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status