Beranda / Romansa / Menggoda Ayah Sahabatku / Bab 49 — Senyum Palsu

Share

Bab 49 — Senyum Palsu

Penulis: Papa Buaya
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-12 09:32:27

"Kalau Ayah cuma mau marah-marah, mending nggak usah telepon. Aku capek mendengarnya,” balas Amelia.

Suaranya datar namun bergetar halus menahan emosi.

“Kamu ditanya sama orang tua, balesnya begitu?! Nggak punya sopan santun!” bentak Alan di seberang sana, semakin menjadi.

Tangan Amelia mengepal erat. Dia menggigit bibir bawahnya. Mengendalikan gejolak panas dalam dada.

“Iya. Karena aku mirip Ayah. Dari dulu aku nggak pernah diajarin yang namanya sopan santun,” balasnya pelan namun tajam.

“Kamu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menggoda Ayah Sahabatku   Bab 200 — Akhir

    ‘Padahal aku udah bertekad merelain kamu. Tapi lihat kamu sama pria lain, ternyata masih terasa sakit,’ batin Alvin.Alvin tetap datang sebagai hubungan baiknya dengan Nathan, dan juga Amelia adalah mahasiswanya yang membanggakan.Tapi perasaan yang pernah Alvin rasakan pada Amelia membuatnya merasa berat berada di ruangan itu. Namun dia tetap menahannya, dan bersikap sebiasa mungkin.Usai upacara pernikahan dilaksanakan, semua para tamu undangan dan pengantin beralih ke aula resepsi yang ada di ruang sebelah.Tak banyak teman-teman Amelia yang diundang, hanya mereka yang paling dekat dengannya saja. Salah satunya adalah Satrio."Amel, sayangku! Selamat, ya!"Pria yang dulunya gemulai itu kini menangis terharu saat menemui Amelia di pelaminan.Satrio hendak memeluk Amelia, tapi dengan cepat Kayden menahannya. "Udah, di situ aja. Jangan peluk-peluk."Sudah sejak lama Kayden waspada dengan kedekatan Amelia dan Satrio. Apalagi Satrio selalu memanggil Amelia dengan sebutan sayang.Satrio

  • Menggoda Ayah Sahabatku   Bab 199 — Pernikahan

    "Mempelai wanita memasuki ruangan!" suara seorang MC terdengar lantang dari dalam ruangan.Pintu di hadapan Amelia terbuka. Refleks dia menutup mulut, lalu fokus menatap ke depan.Di dalam ruangan, tampak beberapa tamu undangan turut hadir. Amelia sontak kembali terkejut. Dalam hati dia bergumam.‘Kirain cuma keluarga aja. Mereka juga undang tamu?’Tapi yang datang saat ini adalah teman-teman Amelia. Lalu beberapa rekan kerja Kayden, serta kolega dari kedua orang tua mempelai.Tak sempat mempertanyakan rasa penasaran Amelia, Nathan sudah berbisik padanya. "Ayo, Amelia."Amelia tersentak, tersadar dari rasa terkejutnya. Dia perlahan mulai melangkah bersama ayahnya.Dan di altar pernikahan, mempelai pria sudah siap dengan tuxedonya. Bunga di dada kiri Kayden dan tatapan rambut yang membuatnya terlihat lebih tampan.Tamu undangan di sekitar pun menatap kaget ke arah Amelia. Mereka tampak tak menyangka bahwa orang yang dinikahi Kayden adalah Amelia."Wah, gila. Kirain siapa pacarnya Pak K

  • Menggoda Ayah Sahabatku   Bab 198 — Tugas Pertama Dan Terakhir

    "Kenapa jadi aku?"Amelia terlihat semakin kebingungan. Dan ekspresi wajahnya itu membuat mereka yang ada di sana menahan tawa. Lucu juga melihatnya kebingungan.Nathan di samping Amelia akhirnya bersuara. "Ini udah kami siapin dari bulan-bulan kemarin. Mungkin beberapa hari setelah jemput kamu."Alis Amelia bertaut. Dia mengerjap, masih tak percaya dengan apa yang ia dengar."Udah, sekarang mending kamu siap-siap," ujar Rania memutuskan.Karina pun ikut menambahkan. Dia menarik tangan Amelia untuk duduk di kursi meja rias."Nanti keburu siang. Kamu harus dandan cantik, dong." Pandangan Karina beralih pada orang tua dan sepupu Amelia. "Kalian juga ganti baju dulu. Udah disiapin di ruang sebelah."Aurel membalas dengan senyuman tipis. "Terima kasih ya, Karina."Keluarga Amelia berjalan keluar dari ruangan.Noel yang akhirnya paham apa yang terjadi bergumam pelan dalam hati. ‘Pantes aja aku nggak dikasih tau. Pasti langsung ngasih tau Kak Amelia sih kalau tau.’Seorang perias kemudian m

  • Menggoda Ayah Sahabatku   Bab 197 — Permintaan Maaf

    "Hah? Apa tuh maksudnya?" tanya Karina keheranan, terdengar tak terima. "Ya harus jadilah!""Ini misalkan aja," ucap Kayden sedikit merapalkan perkataannya.Karina langsung membalas penuh penekanan. "Nggak bisa, tetap harus jadi! Nggak ada lagi perempuan yang bisa aku restuin buat nikah sama Papa kecuali Amelia. Titik!"Kayden mengerjap pelan, namun akhirnya tertawa kecil. Dia sedikit terhibur mendengar dukungan putrinya."Ya udah. Makasih, ya," katanya sembari mengusap pelan rambut Karina. "Kamu tidur aja sana. Papa mau istirahat."Karina akhirnya mengangguk. Dia berdiri dan berjalan keluar dari kamar ayahnya.Keesokan paginya, Kayden menjalani hari-hari seperti biasa. Dia tengah memasak sarapan untuk dirinya dan putrinya. Tapi setiap berkumpul di meja makan, seperti ada yang kurang.Setelah kepergian Amelia, di rumah mereka kembali terasa sepi. Tapi Kayden tetap berusaha untuk terbiasa.Di saat Kayden sibuk memasak, terdengar teriakan Karina yang memanggil."Papa!"Kayden menoleh da

  • Menggoda Ayah Sahabatku   Bab 196 — Kelayakan

    'Jadi karena mereka, aku nggak bisa ketemu sama Kay?' gumam Amelia pada dirinya sendiri.Dalam hati terasa berdenyut sakit mendengar hal ini. Amelia tak menyangka orang tuanya sendiri yang menjauhkan Kayden darinya.Tak ingin menyimpan kekesalannya sendiri, Amelia langsung menghampiri kedua orang tuanya."Maksudnya Mama tadi apa, ya?" tanyanya tanpa basa-basi.Kedua orang tua itu tersentak kaget. Aurel terbata-bata. "A-Amel. Kamu nggak ke kantor kamu?""Aku tanya, maksud omongan Mama tadi apa?" Amelia mengulangi kalimatnya, tak peduli dengan pertanyaan Aurel. "Kalian yang bikin aku nggak bisa ketemu sama Kayden?"Wajah Amelia sedikit memerah, matanya melotot marah. Aurel menelan ludah, dan langsung menatap suaminya, seolah meminta bantuan.Karena sudah terlanjur ketahuan, Nathan akhirnya berdiri. Dia menghampiri Amelia dan mengulurkan tangannya."Nak, dengerin dulu—"Tapi Amelia menepis tangan ayahnya. Wajahnya tampak tak akan mempan dengan bujukan."Aku cuma mau penjelasan!"Nathan m

  • Menggoda Ayah Sahabatku   Bab 195 — Menjauh

    "Nggak, kok. Dia nggak bisa dateng karena kerjaan," sahut Amelia dengan nada keheranan. "Dia nggak bilang apa pun ke kamu?"Karina segera menggeleng sebagai jawaban. Amelia kembali terdiam. Alisnya mengerut, berpikir keras.Rian, melihat situasi yang canggung dan membingungkan ini segera menyela. "Ekhem, ini ada bingkisan, Mel. Saya kut seneng kamu bisa ketemu orang tua kamu."Rian mencoba mengalihkan perhatian. Amelia pun kembali fokus pada tamunya. Bibirnya mengulas senyuman tipis."Oh, iya. Makasih, Kak." Amelia kemudian menoleh pada sepupunya. "Noel, ajak Karina sama Kak Rian ke halaman belakang, ya. Aku mau bawa minuman dulu."Noel mengangguk dan membawa mereka menuju halaman belakang, walau terlihat ekspresi Rian waspada pada pemuda itu. Dengan posesif dia merangkul Karina di sampingnya.Di halaman belakang, orang tua Amelia menyambut Karina dan Rian dengan ramah.Sedangkan Amelia, dia pergi ke dapur bukan untuk mengambil minuman dulu, melainkan mengeluarkan ponselnya. Perasaann

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status