Partager

Bagian 34

Auteur: Wideliaama
last update Date de publication: 2026-10-04 07:36:25

“Christian!”

Elsa akhirnya berdiri. Wajahnya berubah serius ketika mendengar ucapan putra bungsunya.

Namun, Christian sama sekali tidak merasa bersalah. Ia hanya mengangkat bahu dengan santai. “Siapa yang tahu?”

Ia menatap Alena dengan tatapan penuh kecurigaan.

“Orang-orang Teresha sangat licik, Ibu. Lihat saja apa yang terjadi sekarang. Begitu ada kesempatan, mereka langsung memanfaatkannya dan memasukkan wanita ini ke keluarga kita.”

Christian berkata dengan suara dingin, “Aku curig
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 85

    Alena langsung pamit dan meminta sopir mengantarkannya ke kafe Sunflower. Begitu tiba, Noel sudah menunggunya di salah satu kursi di ruang privat. Pria itu mengenakan kaus hitam yang dipadukan dengan celana denim. Ia terlihat santai seperti biasanya. “Noel,” sapa Alena. Pria itu akhirnya mendongak dari layar ponsel. Seketika senyum lebar terpampang di wajahnya. “Nona, kau sudah datang?” Noel segera berdiri, mengitari meja lalu menarik satu kursi untuk Alena duduki. Setelah Alena duduk, ia memanggil pelayan dan memesan minuman. Kini di atas meja mereka terdapat dua gelas minuman dingin. Noel menatap Alena, lalu bertanya, “Nona, apa kau menemukan sesuatu di rumah Aidan?” Alena mengangguk. Ia menyerahkan kartu nama yang diberikan nenek Aidan. Begitu membaca nama dan nomor telepon yang tertera di kartu nama itu, dahi Noel mengerut. “Bukankah ini putra kedua gubernur Yohan?” Alena mengangguk lagi. “Aku curiga dia ada kaitannya dengan kasus ini.” Noel mengerti. “

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 84

    Pagi hari, Alena sudah berada di toko furnitur. Ia berniat membelikan nenek Aidan sofa baru lantaran sofa di rumah mereka sudah lapuk dan tampak kurang nyaman. Alena berjalan menyusuri deretan sofa yang dipajang, memperhatikan warna dan desainnya satu per satu. Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, ia akhirnya menemukan sofa yang cocok. Warnanya sederhana dan terlihat nyaman. Alena segera meminta pegawai toko mencatat pesanannya. Ia juga membeli beberapa peralatan rumah tangga dan bahkan beberapa potong baju rajut hangat sebelum akhirnya pergi menuju rumah nenek Aidan. Namun, begitu sampai di halaman rumah tua itu, Alena dikejutkan oleh pemandangan yang mengiris hatinya. Rumah tua yang kemarin masih tampak rapi, kini terlihat berantakan. Beberapa kursi tergeletak di halaman, pot bunga pecah berserakan, sementara pakaian dan barang-barang lainnya terhambur di tanah. Bahkan, beberapa perabotan tampak rusak seolah-olah seseorang sengaja mengacak-acak tempat itu. Di tenga

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 83

    “Tidak bisa.” Heinry langsung menjawab. “Aku tidak mau dimarahi Damian karena menyembunyikan kondisimu. Apalagi, pria itu sudah berpesan supaya aku mengawasimu selama dia tidak di sini.” Alena hanya bisa pasrah saat Heinry menelepon Damian. Kata “mengawasi” itu pasti bukan karena Damian mengkhawatirkannya. Pria itu mungkin hanya takut dirinya membuat masalah yang bisa mencoreng nama keluarga. Heinry tidak bisa membaca pikiran Alena, jadi ia tidak menjelaskan maksudnya. Ia menunggu Damian mengangkat telepon tapi sampai panggilan terputus pun pria itu tetap tidak mengangkatnya. Heinry akhirnya menyerah. Ia memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celana lalu menatap Alena. “Ayo, aku akan mengantarmu pulang.” Alena merasa lega karena Heinry tidak berhasil menghubungi Damian. Ia mengangguk dan berjalan di belakang pria itu. Saat mereka tiba di lobi, seorang dokter cantik berambut panjang berjalan ke arah mereka. Langkah kaki Alena terhenti karena Heinry tiba-tiba diam.

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 82

    “Tuan Yovie, apa yang Anda lakukan?” Yovie tersenyum canggung. “Aku mengerti, Nona Alena memang bukan wanita manja. Kalau begitu, boleh tidak aku menumpang? Mobilku sepertinya harus diderek.” Alena tidak mau bersikap kasar, tapi ia juga tidak ingin sembarangan memberi tumpangan pada seorang pria. Apalagi pria yang sudah beristri. Jadi ia berkata, “Saya akan menghubungi seseorang untuk menjemput dan mengantarkan Tuan Yovie ke rumah. Tolong tunggu sebentar.” Alena bermaksud menghubungi Noel. Namun, Yovie tiba-tiba bicara. “Nona Alena, apa kau takut padaku? Setiap kali aku mendekatimu, kau selalu saja menghindariku seperti ini.” Yovie akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Sebenarnya, sudah lama ia menyukai Alena. Wanita tercantik di kota Mananta itu, sangat rugi jika ia tidak bisa mendapatkannya. Walaupun mereka sama-sama sudah menikah, apa salahnya bermain belakang asal tidak sampai ketahuan? Dahi Alena mengernyit halus. “Tuan Yovie, apa kamu baru saja mengaku sengaja m

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 81

    Pria itu merogoh saku jaketnya lalu mengeluarkan ponsel dari sana. Setelah mencari kontak seseorang, ia segera menghubunginya. “Apa yang dilakukan putrimu di rumah pelayan itu?” tanyanya tidak sabar setelah sambungan terhubung. Dari seberang, Axel malah mengomel, “Kau di rumah Aidan? Sudah kukatakan, menjauh dari sana! Kasus itu memang sudah diatasi, tapi kalau kau terus berada di sekitar lokasi kejadian atau pun berkeliaran di rumah tersangka, orang mungkin akan mencurigaimu!” Rahang pria itu mengeras. Ia sangat kesal mendengar Axel mengomeli dirinya. Memangnya siapa dia? Hanya kepala polisi korup yang suka mengendalikan kelemahan orang. Benar-benar rubah tua menyebalkan! Sialnya, ia tidak bisa bicara sesuka hati karena Axel memegang rahasianya. Pria itu mendengus kesal. “Aku hanya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai dengan rencanamu. Setelah ini aku tidak akan datang lagi.” Di kantornya, Axel memijat kepalanya yang berdenyut. “Sudahlah. Cepat pergi dari sana.

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 80

    Alena tersenyum sopan. “Permisi, Nek. Apa benar ini rumah Aidan?” Mendengar nama cucunya, wanita tua itu sedikit terkejut. Ia menatap Alena dengan lebih saksama sebelum mengangguk pelan. “Benar. Tapi Aidan tidak ada di rumah.” “Saya tahu, Nek. Saya datang untuk membicarakan sesuatu tentang Aidan.” Ekspresi wanita tua itu seketika berubah. Tangannya yang keriput mencengkeram tepi pintu, sementara matanya menatap Alena dengan penuh kecemasan. “Apakah terjadi sesuatu dengan cucu saya? Apa dia baik-baik saja di sana?” Melihat kecemasan di wajah wanita itu, Alena merasa sedikit tidak tega. Ia bisa membayangkan betapa sulitnya hidup sendirian di usia senja, terlebih setelah satu-satunya anggota keluarga yang merawatnya dipenjara. “Jangan khawatir, Nenek. Saya cuma mau menanyakan beberapa hal tentang Aidan. Saya tidak bermaksud menyusahkan Nenek.” Wanita tua itu mengamati Alena selama beberapa saat, seolah berusaha memastikan apakah perempuan muda di hadapannya bisa dipercaya

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status