Compartilhar

Bagian 89

Autor: Wideliaama
last update Data de publicação: 2026-10-24 11:37:46

Leon menatap pria di hadapannya dengan serius.

Selama hampir empat bulan ini, ia terus mencari bukti untuk membuktikan bahwa Christian bukan pembunuh buronan itu. Namun, penyelidikannya selalu menemui jalan buntu.

Leon sudah beberapa kali mengunjungi Aidan, pelayan Royal Club yang ditangkap atas kasus tersebut. Namun, pria itu selalu menolak bicara. Bahkan, pada awalnya, Aidan tidak mau menemuinya sama sekali.

Sekarang, setelah kasus mulai memasuki persidangan, Aidan akhirnya mau menemuin
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 90

    Sebuah tangan tiba-tiba menarik Alena dari belakang. Alena terkejut. Sebelum sempat berteriak, seseorang membekap mulutnya dan menyeretnya menjauh dari pintu kamar. “Diam, Alena.” Suara dingin yang familier itu membuat Alena membeku. Ia segera menoleh. Matanya membelalak ketika melihat pria yang berdiri di belakangnya. “Damian?” Apa yang dilakukan pria itu di sini? Bukankah Damian masih berada di Singapura untuk urusan perusahaan? Damian menatapnya tajam. Wajahnya tampak dingin, seolah sedang menahan amarah. Alena masih belum bisa menyembunyikan keterkejutannya. “Kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu masih di Singapura?” “Menurutmu, apa yang sedang kau lakukan di sini?” Damian balik bertanya dengan suara rendah. Alena terdiam. Ia tahu Damian pasti akan marah jika mengetahui dirinya datang untuk menemui Yovie. Alena sama sekali tidak menyangka pria itu akan muncul tepat di tempat ini. “Aku hanya ingin bicara dengannya,” jawab Alena pelan. Damian menyipitkan

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 89

    Leon menatap pria di hadapannya dengan serius. Selama hampir empat bulan ini, ia terus mencari bukti untuk membuktikan bahwa Christian bukan pembunuh buronan itu. Namun, penyelidikannya selalu menemui jalan buntu. Leon sudah beberapa kali mengunjungi Aidan, pelayan Royal Club yang ditangkap atas kasus tersebut. Namun, pria itu selalu menolak bicara. Bahkan, pada awalnya, Aidan tidak mau menemuinya sama sekali. Sekarang, setelah kasus mulai memasuki persidangan, Aidan akhirnya mau menemuinya. “Tuan Aidan, jika terus diam, Anda bisa menghabiskan sisa hidup di penjara untuk kejahatan yang tidak Anda lakukan. Apa Anda rela?” Aidan menunduk. Wajahnya tampak gelisah mendengar ucapan Leon. Leon tahu pria itu mulai goyah. Ia pun melanjutkan dengan suara tenang, “Suatu hari nanti, nenek Anda juga akan hidup sendirian di usia tuanya. Apa Anda tega membiarkannya kehilangan satu-satunya keluarga yang dia miliki?” Aidan mengepalkan kedua tangannya. Matanya mulai memerah. Akhirnya,

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 88

    Christian akhirnya menoleh. Alisnya terangkat tipis. “Kenapa kau menanyakan itu?” Alena menatap Christian dengan serius. “Bisa saja seseorang mengambilnya untuk menjebakmu. Coba ingat baik-baik, Chris.” Christian menyipitkan mata. “Jadi, kau benar-benar menyelidiki kasusku?” Sebelumnya, ia mengira janji Alena untuk membuktikan dirinya tidak bersalah hanyalah omong kosong. Ia tidak menyangka wanita itu benar-benar mengambil tindakan. Alena mengangguk singkat. “Aku sudah bilang akan membuktikan bahwa kau tidak bersalah.” Untuk beberapa saat, Christian menatap Alena dengan saksama. Ia mulai mempertanyakan penilaiannya sendiri terhadap kakak iparnya itu. “Kau sudah menemukan sesuatu?” tanyanya kemudian. “Aku masih mencari tahu. Jadi, kalau kau mengingat sesuatu yang mencurigakan malam itu, jangan ragu untuk memberitahuku.” Ingatan Christian kembali pada malam itu, tapi situasi sangat kacau sampai ia tidak bisa menyadari apa-apa. Sebelum pergi ke Royal Club, ia i

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 87

    “Anna!” Christian berlari cepat sebelum tubuh Annalise ambruk ke lantai. Beruntung, ia berhasil menangkapnya tepat waktu. “Anna, kamu tidak apa-apa?” tanyanya cemas. Annalise masih sedikit sadar. Dengan susah payah, ia membuka mata dan menatap wajah pria di hadapannya. “Chris ....” “Aku akan membawamu ke klinik kampus.” Christian mengangkat tubuh Annalise dan menggendongnya dalam dekapan. Begitu tiba di klinik kampus, ia segera membaringkan gadis itu di ranjang pemeriksaan. Petugas yang berjaga langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisinya. Christian berdiri di samping ranjang dengan wajah tegang. Ia baru bisa sedikit tenang setelah dokter selesai memeriksa Annalise. “Dia hanya kelelahan. Sepertinya dia juga belum makan dengan cukup. Biarkan dia beristirahat di sini sampai kondisinya membaik,” jelas dokter singkat. “Baik, Dokter.” Setelah memberikan beberapa instruksi kepada petugas, dokter itu segera meninggalkan ruangan untuk menangani pasien lain. Chr

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 86

    “Aku sangat terharu Nona langsung tahu kalau ini aku. Apa selama ini Nona Alena menyimpan nomorku?” Suara Alena begitu dingin. “Tuan Yovie, langsung saja. Kenapa Anda menghubungi saya?” Sifat angkuh Alena membuat Yovie bersemangat. Ia tersenyum miring sebelum menjawab. “Nona Alena, kau sangat tidak sabaran.” “Saya tidak mau membuang waktu, Tuan Yovie.” “Baik, baik. Aku tidak akan mengganggu waktu berharga seorang wanita cantik sepertimu.” Yovie menjentikkan jarinya, membuang abu rokok ke salam asbak. “Nona Alena, bukankah kau sedang mencari tahu sesuatu?” Dahi Alena mengernyit. Apakah pria itu menyadari bahwa dirinya sedang dicurigai? “Anda benar. Kalau begitu, saya akan langsung bertanya, kenapa malam itu Anda berada di kawasan perumahan tua?” Alena tidak ingin basa-basi. Malam itu saat mengunjungi rumah nenek Aidan, ia sebenarnya tidak melihat Yovie secara langsung. Yang dilihatnya adalah sebuah mobil mewah terparkir tidak jauh dari halaman rumah nenek Aidan.

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 85

    Alena langsung pamit dan meminta sopir mengantarkannya ke kafe Sunflower. Begitu tiba, Noel sudah menunggunya di salah satu kursi di ruang privat. Pria itu mengenakan kaus hitam yang dipadukan dengan celana denim. Ia terlihat santai seperti biasanya. “Noel,” sapa Alena. Pria itu akhirnya mendongak dari layar ponsel. Seketika senyum lebar terpampang di wajahnya. “Nona, kau sudah datang?” Noel segera berdiri, mengitari meja lalu menarik satu kursi untuk Alena duduki. Setelah Alena duduk, ia memanggil pelayan dan memesan minuman. Kini di atas meja mereka terdapat dua gelas minuman dingin. Noel menatap Alena, lalu bertanya, “Nona, apa kau menemukan sesuatu di rumah Aidan?” Alena mengangguk. Ia menyerahkan kartu nama yang diberikan nenek Aidan. Begitu membaca nama dan nomor telepon yang tertera di kartu nama itu, dahi Noel mengerut. “Bukankah ini putra kedua gubernur Yohan?” Alena mengangguk lagi. “Aku curiga dia ada kaitannya dengan kasus ini.” Noel mengerti. “

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status