Home / Rumah Tangga / Menggoda Suami Majikanku / 94. Chat Pengubah Fokus

Share

94. Chat Pengubah Fokus

Author: pramudining
last update Last Updated: 2025-11-05 08:12:13

Happy Reading

***

"Yan, lepas," pinta Thalia terbata, tetapi sang pengacara malah mengetatkan tangannya.

Sang asisten hampir kehabisan napas. Air matanya sudah mengajak sungai, isakan pun mulai terdengar. Yandra menatap sang kekasih, raut wajahnya berubah sedih dan perlahan tangannya mengendur.

"Maafkan aku, Honey. Aku nggak bermaksud menyakitimu." Kedua tangan sang pengacara menangkup pipi Thalia. Bergerak perlahan mengusap air mata yang berjatuhan. Lalu, lelaki itu menyatukan kening mereka. Ada banyak kesedihan di mata sang pengacara melihat kekasihnya kesakitan.

"Kamu gila, Yan. Kenapa ada pengacara yang memiliki sifat sepertimu," bentak Thalia sambil berusaha melepaskan diri.

"Honey, jangan katakan itu. Aku cuma terlalu mencintaimu, aku sangat takut kamu pergi. Meninggalkan aku dengan sejuta harapan dan rencana masa depan kita," ucap sang pengacara begitu memilukan.

Andai Thalia benar-benar jatuh cinta pada Yandra, mungkin kalimat yang dikeluarkan tadi sangat menyentuh hati sehi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Suami Majikanku   152. Kejutan Menegangkan

    Happy Reading*****Melati yang mendengar ucapan sang suami menjadi penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi. "Memangnya kenapa sama tempat yang disebutkan Thalia, Yah?" tanyanya. Wisnu menoleh dan menatap sang istri, lalu menunjukkan hasil pencarian alamat yang disebutkan oleh putrinya tadi. Melati mengambil ponsel milik Ardha, membacanya dengan seksama. Keningnya pun mulai berkerut. "Ngapain dia di resort dekat pantai kayak gini? Aneh," ucap Melati tanpa sadar. "Bukannya tadi, Ayah mengatakan jika Elang terburu-buru ke kantor karena ada masalah? Kenapa sekarang larinya malah ke resort." Wisnu mengangkat kedua bahunya, tanda jika dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Elang. "Sudah ... sudah. Kalau semua orang terus meributkan kenapa Papi ada ditempat itu, kapan kita akan menolong Papi," sahut si kecil." "Kak," panggil Ardha. Harjuna menoleh ke arah si bungsu. "Tenang, Kakak akan mempercepat mobil kita supaya lekas sampai dan kita bisa melihat langsung apa yang terjadi dengan Ela

  • Menggoda Suami Majikanku   151. Sangat Aneh

    Happy Reading*****Ardha baru menyadari jika sambungannya dengan Thalia sudah lama terputus ketika tak ada tanggapan atas pertanyaannya tadi. Menatap semua orang bergantian, Ardha ingin sekali menangis. "Ma, Yah," panggil maminya Zanitha. Mengerti arti tatapan putrinya, Wisnu pun membuka suara. "Nggak usah panik, Dek. Kita datangi saja lokasi yang disebutkan oleh Thalia tadi," sarannya. "Ayahmu benar, Dek," tambah Melati. "Jadi, jangan panik, ya.""Kakak ganti baju dulu," sahut Harjuna. Lelaki itu segera menuju kamar yang ditempatinya semenjak menginap di rumah tua tersebut. "Mama juga mau ganti baju. Sekalian beresin masakan di dapur," pamit Melati. "Kamu juga harus bersiap, Dek. Ayo cepetan," perintah Wisnu. "Aku nggak usah ganti baju. Gini aja, Yah. Aku khawatir banget, bener-bener takut kalau Mas Awan kenapa-napa," kata Ardha. Si kecil menarik ujung kaos oblong yang digunakan maminya. "Ada apa, Za? Jangan rewel, deh," kata si mami yang sejak tadi terus sibuk menghubungi E

  • Menggoda Suami Majikanku   150. Teriakan Misterius

    Happy Reading*****Elang cuma melempar senyum atas semua pertanyaan yang diajukan Wisnu. "Saya nggak punya banyak waktu untuk menjelaskan, Om. Permisi.""Oke ... Oke. Kamu berangkat saja. Kalau ada hal mendesak dan kamu butuh bantuan, segera hubungi kami. Jangan memendam semua masalahmu sendirian. Libatkan kami juga, anggap kami keluargamu," nasihat Wisnu sebelum Elang benar-benar menghilang dari pandangan mata.Wisnu menatap kepergian Elang dengan perasaan campur aduk, tak lama kemudian, lelaki paruh baya itupun meninggalkan ruangan tersebut. Berjalan ke dapur di mana sang istri dan putrinya sedang memasak untuk makan malam mereka sekeluarga. "Yah, wajahnya kok ditekuk-tekuk gitu. Ada apa?" tanya Melati yang menoleh ke arah sang suami karena mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. "Adek Ardha mana, Ma?" Bukannya menjawab pertanyaan sang istri, Wisnu malah melempar pertanyaan. "Hmm, ditanya apa jawabnya apa," gumam Melati. Dia kembali menoleh ke arah kompor sambil sesekali me

  • Menggoda Suami Majikanku   149. PANIK

    Happy Reading*****Sang dokter menatap semua orang setelah mengeluarkan kalimat kontroversial. Wajah-wajah tegang dari semua keluarga Wisnu terlihat jelas. Detik berikutnya sang dokter terbahak melihat raut muka sang sahabat begitu sendu."Apa, sih. Nggak jelas banget kamu. Sudah tua dan sekarang membawahi beberapa anak buah, masih saja kelakuan random di pake. Apa maksud kata-katamu tadi?" kata Wisnu sedikit kesal dengan sahabat masa mudanya dulu. "Dok, jangan main-main, dong. Kami baru saja menemukan putri kami yang hilang. Masak dia mau hilang lagi atau jangan-jangan kamu merekayasa hasil tes DNA ini, ya?" tanya Melati."Nah, bener kata Mama. Aku juga ikut curiga kalau Om ngomong kayak gitu," tambah Harjuna. "Hei, kalian ini. Mana ada aku memalsukan hasil tes. Dikira aku ini dokter yang bisa disuap, apa gimana, sih. Kalian itu pikirannya negatif saja," sahut sang dokter membela diri. Sang dokter menyanggah semua tuduhan yang dilayangkan padanya, tetapi tawanya masih belum mau b

  • Menggoda Suami Majikanku   148. Bahagia

    Happy Reading*****Wisnu menatap perempuan yang telah melahirkan Zanitha dengan tatapan aneh. Bola mata bergerak dari satu wajah ke wajah lainnya. Bibirnya bergetar seperti anak kecil sedang dimarahi sama orang tuanya. "Yah, jangan buat kami penasaran. Gimana hasil tesnya? Kenapa Ayah cuma diam saja?" kata Melati sambil menyentuh pundak sang suami.Elang yang selalu berada di sebelah Ardha, mulai tak sabar. Dia terpaksa merebut kertas hasil tes yang berada di tangan Wisnu dan mulai membacanya. Reaksi Elang pun sam seperti lelaki paruh baya yang sudah menjadi ayah angkat Ardha sejak lima tahun lalu. "Dek, ini ...," ucapnya seakan tak percaya dengan hasil kertas yang ada di tangannya kini. "Apaan sih, Lang." Harjuna merebut kertas tersebut bersamaan dengan Ardha yang ingin merebutnya juga. Namun, gerakan tangan sang kakak jauh lebih gesit dari tangan si sia adik. Membaca sebentar apa yang ada di kertas tersebut, Harjuna juga membulatkan mata. Namun, berbeda dengan kedua lelaki sebe

  • Menggoda Suami Majikanku   147. Hasil Tes

    Happy Reading*****Suasana mendadak tegang, semua orang fokus menatap Ardha dan Wisnu. Melati yang sudah sangat mendambakan kehadiran buah hatinya yang telah lama hilang tersebut, pindah ke sisi Ardha. Tangan Melati meraih jemari kanan Ardha. Ketika putri angkatnya itu menoleh perempuan paruh baya tersebut menarik garis bibirnya ke atas. "Jangan pernah ragu untuk menemukan suatu kebenaran, Ar. Mama dan Ayah juga punya ketakutan yang sama. Takut jika hasil tes DNA ternyata nggak sesuai dengan harapan kami. Tapi, kami berusaha menepis semua itu. Jika memang hasil tes nantinya, sangat mengecewakan. Kamu dinyatakan bukan anak kandung kami. Maka, kamu akan tetap dan selalu menjadi kesayangan kami semua," ucap MElati begitu lembut. Kini, semua ucapan dan kalimat yang dikeluarkan Melati bagai air es yang melegakan dahaga Ardha. Perempuan yang telah melahirkan Zanitha itu mengangguk patuh. "Mama sama Ayah akan tetap menyayangiku, kan? Apa pun hasilnya nanti," tanya Ardha. Inderanya sayu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status