Share

45. Jangan Menatapku

Author: Black Aurora
last update Huling Na-update: 2025-09-01 12:12:42
Dylan menoleh dengan perlahan. Sorot matanya masih dingin, tapi ada sesuatu yang lain. Sebuah kilatan samar yang membuat Calla merinding.

“Aku sedang memeriksa sesuatu,” jawabnya tenang, seolah-olah itu adalah hal yang wajar. “Laptopmu terhubung ke jaringan perusahaan. Aku hanya ingin memastikan tidak ada file yang bocor.”

Calla mengerjap pelan, tapi kemudian melangkah masuk dengan gugup setelah menutup pintu di belakangnya.

“Tapi tetap saja kamu tidak bisa sembarangan membuka laptop pribadiku tanpa izin, Dylan.”

Dylan berdiri, lalu melangkah tegas menghampiri Calla. “Jangan salah paham. Ini untuk kepentingan perusahaan. Kamu bekerja di Luxterra, Rivera. Artinya setiap file yang kamu pegang adalah tanggung jawab Luxterra.”

Jarak mereka kini semakin dekat. Calla bisa merasakan aroma parfum Dylan yang maskulin sekaligus menyesakkan di ruang sempit itu.

“Dan kalau kamu merasa keberatan,” Dylan melanjutkan dengan suara rendah, “maka cukup pastikan saja bahwa tidak ada satu hal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-10

    Knox mematikan lampu kamar sebelum keluar, meninggalkan hanya cahaya temaram dari koridor yang menyusup tipis melalui celah pintu. Pintu itu menutup tanpa bunyi. Namun di balik ketenangan ruangan, Lumi sedikit mengernyit dalam tidurnya. Alisnya berkerut samar, seolah tubuhnya menyadari ada sesuatu yang berubah meski pikirannya belum sepenuhnya sadar.*** Pagi hari datang terlalu cepat. Lumi terbangun dengan desahan kecil ketika sinar matahari menembus tirai tipis. Tubuhnya refleks bergerak, lalu rasa nyeri itu menghantam tanpa ampun. “Astaga…” desisnya. Ia mencoba duduk, dan baru menyadari sesuatu yang aneh. Pergelangan kakinya terasa… lebih ringan. Tidak berdenyut separah yang ia bayangkan. Saat selimut tersibak, Lumi pun membeku. Kakinya telah dibalut rapi. Lebamnya tertutup lapisan salep yang sudah meresap, dan aroma dingin mentol samar masih tertinggal di kulitnya. “Siapa yang melakukannya…?” gumannya bingung. Lumi menoleh ke sekeliling kamar, mencoba untuk mengingat.

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-9

    Sekitar tiga jam kemudian, Lumi akhirnya menyeret dirinya kembali ke kamar. Begitu pintu tertutup, ia bahkan tidak sempat melepas sweater atau menyingkirkan bantal. Tubuhnya langsung dijatuhkan begitu saja ke atas kasur seperti karung yang kehabisan tenaga. “Dasar Knox Bennet brengsek,” gumannya lirih sambil merintih. Seluruh tubuhnya terasa nyeri. Kaki kirinya berdenyut, pergelangan kakinya terasa kaku, dan otot-otot betisnya seperti diremas kuat tanpa ampun. Setiap senti tubuhnya seolah menjadi pengingat pada apa yang terjadi selama tiga jam terakhir. Jatuh, bangun, jatuh lagi, berdiri dengan kaki gemetar, lalu dipaksa mengulang dari awal sambil memakai heels terkutuk itu. Lumi menatap langit-langit kamarnya sambil mendesah frustrasi. Ia benar-benar tidak yakin apakah besok masih bisa berjalan normal. Bahkan sekadar berdiri pun sekarang terasa seperti beban yang sangat berat. Ia meraih ponselnya dengan tangan gemetar, lalu mulai mengetik dengan penuh emosi. Kalima

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-8

    Lumi memasuki ruang latihan dengan langkah ragu. Ruangan itu panjang dan luas, dengan dinding penuh cermin dari atas lantai hingga langit-langit. Cahaya pagi masuk dari jendela tinggi di salah satu sisi, memantul pada lantai kayu yang licin dan membuat bayangannya terlihat berlipat ganda. Ia masih mengenakan sweater kebesaran berwarna krem yang menutupi sebagian hot pants-nya. Pakaian yang nyaman, aman dan jauh dari kata glamor. Sementara itu, Knox sudah menunggunya di sana. Pria itu berdiri dengan tangan terlipat di dada, mengenakan jaket kulit dan celana gelap. Rambut pirangnya ditata dengan gaya sedikit berantakan dan ekspresinya datar dan agak bosan, seolah kehadiran Lumi hanyalah bagian dari rutinitas jenuh yang harus ia selesaikan. Tanpa menyapa, Knox hanya sedikit mengangkat dagunya untuk menunjuk ke arah sudut di dekat pintu. Di sana tergeletak sepasang heels hitam dengan tumit tinggi, ramping, runcing dan tajam. Terlihat kejam dan sama sekali tidak ramah,

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-7

    Pintu apartemen Knox kembali terbuka tak berapa lama kemudian. “Pagi,” sapa suara ceria itu, disusul oleh sosok Trey yang masuk sambil membawa paper bag cokelat dan satu kotak kecil transparan. Seketika Lumi langsung menoleh. Wajahnya yang sejak tadi terlihat tegang, seketika berubah menjadi cerah. “Trey!” Trey lalu mendekat dan meletakkan bawaannya di atas meja. “Aku cuma mampir sebentar. Kamu belum sarapan, kan?” Pria itu lalu dengan cekatan mengeluarkan isinya, yaitu onigiri hitam isi tuna pedas dengan taburan wijen dan saus madu asin, dipasangkan dengan susu hangat rasa jahe dan vanila. Knox menatap semua makanan dan minuman itu seperti sedang melihat sebuah eksperimen gagal. “Dia makan benda itu?” bisiknya rendah pada Adrian. “Sepertinya iya,” jawab Adrian singkat, masih menatap layar laptopnya. Lumi sudah duduk, membuka bungkus onigiri dengan mata berbinar, lalu menggigitnya dengan lahap dan puas. “Ini yang paling enak,” katanya sambil mengunyah, lalu tersen

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-6

    Lumi membeku mendengar kalimat itu.((Itu adalah keputusanku sendiri)) Dadanya terasa sesak. Dan ada sesuatu yang bergetar di dalam perutnya yang terasa asing dan mengganggu.Seolah ciuman barusan meninggalkan jejak yang tidak seharusnya ada, apalagi dalam hubungan palsu yang bahkan belum ada sehari umurnya. Knox sekarang sudah meluruskan tubuhnya. Tangannya telah terlepas dari pinggang Lumi, gesturnya kembali dingin dan profesional, seakan apa pun yang baru saja terjadi hanyalah adegan yang harus diselesaikan dengan rapi.“Ayo masuk,” ucapnya singkat dengan nada perintah, bukan ajakan. Lumi menurut dan mengangguk. Ia lebih dulu membenarkan bath robe-nya dengan tangan usedikit gemetar, lalu melangkah kembali ke dalam apartemen. Begitu pintu balkon tertutup, suara tombol kamera di luar langsung teredam, meninggalkan keheningan yang aneh dan berat.Knox berjalan lebih dulu seolah ingin menciptakan jarak, sementara Lumi berhenti di tengah ruang tamu. Ia membuka masker dan kacamata

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-5

    Pagi itu, Lumi akhirnya keluar dari kamarnya dengan langkah ragu. Ia mengenakan bath robe putih yang diikat longgar di pinggang dengan panjangnya menjuntai sampai lutut. Rambut hitam panjangnya diikat ekor kuda rendah dan sederhana. Wajahnya bersih dari riasan, karena toh akan tersembunyi juga di balik masker dan kacamata hitam. Knox dan Trey sudah menunggunya di ruang santai, dan keduanya menoleh hampir bersamaan saat melihat Lumi. Knox mengamati cara Lumi berdiri dengan kaku dan canggung seperti seseorang yang siap dieksekusi, bukan hendak berjemur di balkon apartemen mewah dan menjadi pusat perhatian. Trey-lah yang lebih dulu berdiri dan tersenyum hangat padanya. “Pagi, Lumi. Sudah siap?” Lumi hanya meringis kecil. “Siap atau tidak, sepertinya aku tidak punya pilihan,” gumannya jujur. “Aku… masih malu, Trey. Aku tidak pernah pakai bikini dan difoto.” Trey mengangguk paham. Ia semakin mendekat, lalu dengan gerakan lembut merapikan helai rambut Lumi yang keluar dari ika

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status