Home / Romansa / Mengubah Takdir Lunaya / Bab 61 Rencana Menjebak

Share

Bab 61 Rencana Menjebak

Author: Manila Z
last update publish date: 2026-09-17 21:05:58

Bab 61

Lunaya masih menatap layar ponselnya.

Alamat yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal itu terasa begitu mencurigakan.Terlebih ada satu kalimat yang membuatnya semakin waspada.

Jangan beri tahu Evano.

Lunaya menghela napas panjang.

"Kenapa selalu seperti ini..."

Sejak kembali ke masa lalu, hidupnya memang berubah drastis. Namun, semakin dia berusaha menjauh dari masalah, semakin banyak orang yang justru mencoba menariknya kembali.

Lunaya akhirnya menyimpan ponselnya. Dia tidak akan langsu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 62 Hampir Ketahuan

    Evano masih memegang ponselnya setelah membaca pesan dari anak buahnya. Wajahnya terlihat serius.Lunaya yang duduk di sampingnya ikut memperhatikan perubahan ekspresi pria itu."Siapa yang mengikuti kita?" tanyanya."Belum diketahui.""Terus bagaimana?" tanya Lunaya kini menatap kearah Evano dengan khawatir. "Aku sudah meminta mereka mencari tahu."Lunaya terdiam. Untuk beberapa saat, suasana di ruang keluarga Nenek Niar terasa hening.Kemudian Lunaya menghela napas."Evano." Lunaya memanggil Evano. "Hm?""Menurutmu, semua ini ada hubungannya dengan Karina?" tanya Lunaya mulai cukuo ga. Pertanyaan itu membuat Evano menatapnya. Dia baru kepikiran dengan Kakaknya. Terlebih dia tahu kalau Edward memang sekarang tengah dekat dengan Kakaknya. "Kenapa kamu berpikir begitu?""Karena pesan pertama menyuruhku menjauh darimu. Lalu ada pesan yang menyuruhku bertanya tentang Karina."Lunaya menunduk."Dan sekarang ada orang yang mengikuti kita."Evano tidak langsung menjawab. Dia tahu kecuri

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 62 Evano Menyelidiki

    Evano masih menatap layar ponsel Lunaya.Alamat yang dikirimkan nomor tidak dikenal itu terlihat seperti sebuah bangunan lama yang berada cukup jauh dari pusat kota."Berikan aku waktu sebentar," ucap Evano.Lunaya mengangguk.Evano segera menghubungi salah satu orang kepercayaannya."Periksa alamat ini."Dia menyebutkan alamat tersebut."Jangan datang terlalu dekat. Aku ingin tahu siapa pemilik tempat itu, siapa yang sering datang ke sana, dan apakah ada orang yang mengawasi lokasi tersebut."Setelah menerima jawaban, Evano menutup panggilan.Lunaya menatapnya."Kamu curiga?""Sangat.""Karena pesan itu?""Bukan hanya karena pesannya."Evano duduk di samping Lunaya."Orang yang benar-benar ingin memberitahumu sesuatu tidak akan memintamu datang sendirian dan melarangmu memberitahuku."Lunaya terdiam.Ucapan itu memang masuk akal."Aku juga berpikir begitu."Evano menatapnya."Jadi, jangan pergi ke mana pun sebelum aku tahu siapa yang mengirimnya."Lunaya mengangguk."Baik."Di tempat

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 61 Rencana Menjebak

    Bab 61Lunaya masih menatap layar ponselnya.Alamat yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal itu terasa begitu mencurigakan.Terlebih ada satu kalimat yang membuatnya semakin waspada.Jangan beri tahu Evano.Lunaya menghela napas panjang."Kenapa selalu seperti ini..."Sejak kembali ke masa lalu, hidupnya memang berubah drastis. Namun, semakin dia berusaha menjauh dari masalah, semakin banyak orang yang justru mencoba menariknya kembali.Lunaya akhirnya menyimpan ponselnya. Dia tidak akan langsung pergi. Setidaknya, tidak tanpa mencari tahu terlebih dahulu.Lunaya tidak akan memberitahu Evano, tetapi kenapa perasaan dirinya malah tidak nyaman. "Bagaimana kalau ini hanya jebakan saja?" Batin Lunaya. ***Sementara itu, di sebuah ruangan yang berbeda, Edward sedang duduk berhadapan dengan Karina.Karina meletakkan ponselnya di atas meja."Pesannya sudah dikirim."Edward tersenyum karena sebentar lagi rencana dirinya dengan Karina akan berhasil. bagaimana pun Lunaya harus kembali menjadi

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 60 Rencana Jahat

    Malam semakin larut.Mobil Evano melaju meninggalkan restoran, membawa Lunaya kembali ke rumah Nenek Niar.Di sepanjang perjalanan, Lunaya masih memikirkan ucapan Evano. "Jangan pernah kembali melihat ke belakang."Entah kenapa kalimat sederhana itu terus terngiang di kepalanya.Lunaya menoleh ke arah Evano yang sedang fokus mengemudi."Evano.""Hm?" dehem Evano yang kini menoleh kearah Lunaya yang kebetulan ada disampingnya. "Kenapa kamu selalu begitu?"Evano meliriknya sekilas. "Begitu bagaimana?""Selalu membuatku merasa aman."Evano terdiam sesaat. Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya."Karena aku memang ingin kamu merasa aman."Jantung Lunaya berdegup lebih cepat. Dia buru-buru mengalihkan pandangan ke jendela. pria itu benar-benar melindungi dirinya. Lunaya merasa aman ketika dekat bersama dengan Evano. "Terimakasih Evano.""Iya." Sementara Evano kembali fokus pada jalan. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mulai mengawasi pergerakan mereka***Di tempat lain, Edwar

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 59 Pulang Ke Rumah

    Edward masih berdiri di tempatnya.Tatapannya tidak pernah benar-benar lepas dari Lunaya. Terlebih ketika melihat tangan Evano yang masih menggenggam tangan wanita itu. Ada sesuatu yang terasa menyesakkan di dalam dadanya.Lunaya yang dulu selalu menunggunya, selalu mencari perhatiannya, kini bahkan tidak peduli ketika mereka berada di tempat yang sama.Seolah Edward sudah tidak memiliki arti apa pun baginya."Edward."Suara Selena membuat Edward tersadar. Dia menoleh dengan wajah datar."Apa?" tanya Edward yang kini menoleh kearah Selena. Dia masih tidak terima ketika melihat Lunaya yang dirangkul dengan begitu mesra oleh Evano. "Kita pulang."Edward tidak menjawab. Matanya kembali menatap Lunaya.Selena mengikuti pandangannya dan langsung merasa semakin kesal. Lagi-lagi semuanya tentang Lunaya. Selena dibuat kesal, tetapi lebih penasaran lagi dengan apa yang direncanakan oleh Edward dan Karina. "Kamu masih melihatnya?" dengus Selena. Edward akhirnya menoleh kepada Selena."Jangan

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 58 Kejutan Dari Evano

    Tanpa diketahui oleh Selena, Desi, Edward, maupun Karina, ternyata ada dua orang lain yang berada di restoran tersebut.Evano membawa Lunaya ke tempat itu. Sebelumnya, Evano sama sekali tidak mengatakan ke mana mereka akan pergi. Setelah selesai makan di rumah Nenek Niar, pria itu hanya meminta Lunaya ikut bersamanya.Lunaya yang awalnya mengira mereka akan langsung pulang pun menurut saja. Namun, begitu mobil berhenti di area parkir sebuah restoran mewah, Lunaya mengerutkan kening."Kita mau ke mana?"Evano turun dari mobil lebih dulu, lalu berjalan ke sisi Lunaya dan membukakan pintu untuknya."Keluar."Lunaya menatapnya bingung."Kenapa kita ke restoran? Bukannya tadi kita sudah makan di rumah Nenek Niar?"Evano hanya tersenyum tipis."Aku ingin menunjukkan sesuatu.""Sesuatu?""Ikut saja."Lunaya masih terlihat heran, tetapi akhirnya mengikuti langkah Evano.Keduanya masuk ke dalam restoran dan memilih tempat yang cukup jauh dari meja Edward. Dari posisi tersebut, mereka bisa meli

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status