LOGIN“Apakah kamu sedang menggodaku sehingga tidak memakai apa pun di balik pakaianmu?” tanya Nathan.
“Aku tidak sedang menggodamu, tadi aku ingin menghindarimu secepat mungkin sehingga tidak sempat memakai pakaian dalam,” jelas Alona.“Aku menyukainya,” guman Nathan menyukai apa yang istrinya kenakan.“Aku tahu itu, kamu memang selalu menyukai wanita telanjang. Itu keahlian ketigamu,” Alona menanggapi perkataan Nathan.“Selesaikan makananmu atau kamu akan kelapSerena tidak ingin membuat Jackie khawatir padanya dan mengganggu konsentrasi pria itu saat mengendalikan helikopter yang sedang dalam keadaan tidak baik.Petir menerjang bagian ujung baling-baling, membuat bagian belakang helikopter tersebut mengeluarkan asap hitam yang mengepul. Tubuh Serena gemetar hebat saat melirik ke arah bagian belakang pesawat dan melihat asap tersebut.Teriakan mayday ... mayday ... yang Jackie serukan di radio, membuat Serena yakin jika mereka tidak akan selamat.Di saat Serena sudah merasa putus asa, tiba-tiba helikopter yang mereka tumpangi bisa kembali naik ke udara. Meski goncangan masih bisa dirasakan, tapi Jackie bisa mengendalikan dengan baik. Pria itu membawa helikopter rusaknya selamat sampai tujuan.Helikopter tersebut berhasil mendarat dengan selamat, tubuh Serena masih gemetar hebat, bahkan kakinya tak bisa berdiri dengan baik. Mulut Jackie masih terkatup saat pria itu mematikan mesin, dia keluar dari helikop
Pemikiran itu membuat mata Serena melirik ke arah Jackie yang masih tertidur pulas dan menatap punggung telanjang pria itu yang berbaring membelakanginya. Tiba-tiba saja dia merasa malu dengan ketertelanjangan mereka. Dengan tangan gemetar, dia menarik selimut, menggenggamnya dengan satu tangan di depan dada, sedangkan satu tangan yang lain masih menggenggam ponsel Jackie dan mendengarkan Ariana berbicara.Dengan berjinjit dan bertelanjang kaki, dia berjalan ke teras yang ada di samping kamarnya. Selimut itu menjuntai di lantai dan terseret ketika dia melangkahkan kakinya. Dia membuka pintu kaca yang menyekat ruangan antara teras dengan kamar dan keluar dari kamar itu.Dia menutup kembali pintu tersebut dan berdiri membelakanginya, kini dia bisa fokus mendengar apa yang Ariana katakan.“Aku tahu kamu marah padaku, bahkan sebelum kamu memaafkan aku dan belum kembali ke keluarga Collins, hidupku tidak akan tenang, aku akan selalu dihantui oleh rasa bersalah.
Kepolosan dua manusia yang saling menyentuh dan menikmati surga yang Tuhan turunkan ke dunia menjadi hal yang sangat wajib disyukuri.Jackie menghentikan lumatan bibirnya dan menjauhkannya dari bibir Serena, erangan kecewa lolos dari tenggorokan Serena merespon hal tersebut. Dia berseringai penuh arti, memperlihatkan ketampanan dan dominasinya. Ibu jarinya menyentuh bibir bawah Serena dengan perlahan. “Maaf jika aku membuat bibirmu membengkak.”“Aku sama sekali tidak merasa keberatan,” balas Serena lalu memasukkan jari Jackie ke dalam mulutnya, membuat pria itu mengerang.Dengan sigap, Jackie menangkap tangan Serena dan ganti memasukkan satu persatu jari wanita itu secara bergantian ke dalam mulutnya, membuat tubuh Serena bergetar seakan ada sengatan listrik yang masuk ke tubuhnya melalui ujung jari yang Jackie cecap.Kini terlihat jelas mata Jackie memancar cerah karena gairah membara. Pupil matanya membesar menuntut sesuatu, ekspresiny
Serena mengecap jari itu dan merasakan rasa asin dan aroma samar logam yang begitu memikat. “Sial, ada yang salah dengan diriku. Kenapa aku begitu menikmatinya?” batinnya.“Rasanya sangat nikmat bercinta dengan mulutmu,” ujar Jackie dengan seringai tampan yang memabukkan.Jackie kemudian membalikkan tubuh Serena sehingga wanita itu berdiri berhadapan dengannya. “Jangan menangis lagi, itu membuatku sedih.”Serena mengangguk mengiyakan dengan patuh. “Aku akan belajar untuk memahami karaktermu,” balas Serena.“Itu sungguh berani, siapapun tidak akan bisa mengerti karakterku, bahkan diriku sendiri tidak mampu mengendalikan karakterku,” ujar Jackie.“Aku akan berusaha keras,” tegas Serena.“Terserah dirimu saja, yang terpenting saat ini aku ingin meminta hakku setelah berhasil memuaskanmu,” tuntut Jackie yang membuat tubuh Serena bergetar hebat.Tangan Jackie bergerak ke bawah dan mencengkeram pinggiran baju tidur Serena. Dia
Rahang Jackie terus mengeras seakan ada sesuatu yang tertahan, membuat rahang itu tampak semakin kokoh dan terlalu maskulin untuk dilihat. Sialnya sikap itu malah menggetarkan hati Serena dan membuatnya semakin gelisah.Beberapa kali Serena berusaha untuk mengajak Jackie mengobrol, tapi pria itu hanya menjawab seperlunya saja. Obrolan mereka menjadi obrolan satu arah yang membosankan serta menyedihkan.Rasanya seperti sedang mewawancarai seseorang yang hanya menjawab pertanyaan yang kita ajukan tanpa balik bertanya atau memberi umpan untuk bisa membicarakan tema yang lain. Hal itu membuat Serena akhirnya memilih diam.Kesunyian di antara mereka membuat suasana menjadi tidak nyaman. Tubuh keduanya terlonjak kaget ketika ponsel Jackie berdering. Tanpa dikomando, mata keduanya langsung menatap ke layar ponsel secara bersamaan.Lagi-lagi nama Ariana ada di layar ponsel tersebut.Denyut kencang di nadi Serena seketika terasa karena kekesalan y
Dia berjalan ke lemari makanan yang besar yang berada di ujung dapur lalu membukanya. Dirinya terperangah melihat bahan makanan yang sangat lengkap di sana. Sayangnya dia kebingungan harus memasak apa karena tidak terbiasa dengan bahan makanan mahal dengan berbagai macam merek.Tidak ingin mendorong dirinya untuk melakukan yang bukan keahliannya dan menghancurkan makanan yang sebenarnya bisa dimasak dengan baik, dia memutuskan untuk mengambil bahan makanan yang sudah sangat dia kenal yaitu roti gandum, telur, keju dan bacon.“Aku rasa sarapan kali ini cukup berat,” gumamnya dengan bibir menyeringai.Tidak lama setelahnya, Serena tenggelam dalam kesibukan barunya. Menata satu persatu bahan makanannya, memanggang roti dan memasak telur. Tanpa dia sadari, mulutnya mulai bersenandung menyanyikan lagu yang dia sukai.Hanyut dalam lirik lagu tersebut, Serena menari berputar di tempatnya memasak sambil bernyanyi, seakan dia sedang berada di atas panggung
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du







