Inicio / Todo / Menikah Demi Hak Asuh / Bab 3. Rasa Kasihan Mengusik

Compartir

Bab 3. Rasa Kasihan Mengusik

Autor: Dera Tresna
last update Fecha de publicación: 2026-04-01 06:40:38

Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.

Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh Kelly dengan kasar untuk masuk ke mobil tersebut. “Diam di sana! atau kamu tidak akan pernah bertemu dengan Ethan lagi!” ancam Zack.

Kelly terdiam dengan tubuh yang gemetar, pria Collins itu sangat kasar, pantas saja kakaknya melarang Ethan tumbuh bersama keluarga Collins. Akan jadi seperti apa Ethan, jika dia tumbuh di keluarga yang suka dengan kekerasan?

“Ke mana kamu ak--”

“Diam!” bentak Zack, memotong perkataan Kelly. Kepala Zack sudah sangat sakit menangani Ethan, dia tidak mau dipusingkan lagi oleh wanita di sebelahnya tersebut.

Kelly langsung terdiam mengerutkan tubuhnya di pojok kursi yang dia duduki.

“Jika kamu bicara sedikit saja, aku akan langsung menurunkanmu dan selamanya kamu tidak akan bertemu dengan Ethan.” Zack kembali mengancam Kelly. 

Keadaan di dalam mobil itu seketika menjadi sunyi dan itu yang Zack inginkan sehingga ia bisa berpikir langkah selanjutnya yang bisa ia ambil. Keduanya  sibuk dengan pikiran masing-masing.

Ada desiran aneh yang mengganggu hati Kelly, dia merasa ada sesuatu yang terjadi pada Ethan. Kekhawatirannya semakin besar ketika Zack masuk ke sebuah parkiran rumah sakit. Mulut Kelly sudah terbuka ingin menanyakan pada Zack, kenapa mereka berhenti di rumah sakit? tapi langsung terkatup kembali ketika melihat tatapan dingin dan tajam dari Zack.

Setelah turun dari mobil, Kelly sempat kesulitan mengikuti langkah panjang Zack. Pria itu terus berjalan tanpa mempedulikan keadaan Kelly. Tidak mau kehilangan jejak Zack, Kelly memaksa kakinya untuk berlari mengejar pria itu.

Ketika mereka berada di sebuah lorong, telinga Kelly mendengar suara tangisan Ethan. Entah kekuatan dari mana, Kelly tiba-tiba bisa berlari mendekati sumber suara itu dan masuk ke sebuah kamar di mana Ethan dirawat.

“Ethan!” teriak Kelly yang langsung memeluk dan menggendong anak itu.

“Mama ... Mama ... Mama!” tangis Ethan sambil memeluk Kelly dengan erat, takut jika Kelly akan meninggalkannya. Lengan kecil Ethan melingkar di leher Kelly dan tidak mau terlepas.

“Kamu kenapa, Sayang?” tanya Kelly sambil mendekap Ethan dan meneteskan air mata.

“Selamat pagi, Nyonya. Maaf mengganggu waktu istirahat Anda,” sapa dokter itu ketika melihat Kelly.

“Apa yang terjadi, Dok?” tanya Kelly.

“Putra Anda mengalami demam dan dehidrasi. Semua sudah teratasi dengan baik, hanya saja putra Anda tidak mau makan dan minum. Saya berharap, Anda bisa membujuknya untuk makan dan minum terutama minum agar cepat pulih,” jawab dokter tersebut.

“Baik, Dok. Saya akan membuat Ethan makan dan minum,” kata Kelly dengan patuh.

“Baiklah kalau begitu, saya tinggal terlebih dahulu. Jika Anda membutuhkan saya, Anda bisa memanggil saya,” ucap dokter tersebut dengan ramah.

“Terima kasih, Dok, telah peduli pada Ethan.”

“Sama-sama, Nyonya.”

Dokter itu kemudian meninggalkan kamar Ethan. Tinggallah Kelly dan Zack di kamar tersebut menjaga Ethan.

“Anakmu sangat merepotkan. Gara-gara dia, aku kurang tidur. Pastikan dia tidak menangis karena aku ingin tidur. Awas jika dia mengganggu tidurku!” seru Zack yang kemudian menjauh dari Kelly dan membaringkan dirinya di sofa yang berada di ujung kamar. Tidak butuh waktu lama, Zack  sudah terlelap.

“Maafkan Mama, Sayang. Kamu pasti ketakutan,” kata Kelly sambil mengusap pipi Ethan yang memerah. Anak kecil itu masih sesenggukan di dekapan Kelly, tapi sudah tidak menangis dan berteriak lagi.

“Sekarang Ethan minum susu dulu, habis itu bobok, ya,” kata Kelly lagi.

Sambil menggendong Ethan, Kelly membuat susu yang berada di atas meja. Ketika Kelly memberikannya pada Ethan, Ethan langsung meminumnya dengan cepat seakan-akan sudah berhari-hari tidak minum.

“Pelan-pelan, Sayang,” ucap Kelly.

Ethan mulai tenang dan matanya perlahan mulai tertutup dengan dot yang masih setia di mulutnya. Kelly menggendong dan mengayunnya, merasa nyaman dan aman di dekapan Kelly, Ethan akhirnya tertidur dengan pulas.

Ketika matahari sudah meninggi, Zack terbangun dan menatap Kelly dan Ethan yang tidur saling berpelukan di atas ranjang pasien. Ethan memeluk leher Kelly seakan takut wanita itu meninggalkannya, sedangkan Kelly mendekap Ethan, melindunginya agar tidak ada seorang pun bisa mengambilnya.

Untuk pertama kalinya, dia merasa kasihan pada wanita dan anak yang ada di depannya tersebut. Zack sadar jika mereka tidak bisa dipisahkan. Ethan juga masih terlalu kecil untuk dipisahkan dari mamanya.

Zack memikirkan kembali perkataan papanya yang menginginkan cucunya bisa dipisahkan dari mamanya. Zack tidak ingin jika kejadian kemarin terulang kembali. Nyawa Ethan hampir saja melayang hanya karena terpisah dari mamanya.

“Dasar anak keras kepala, sifat Owen benar-benar menurun pada anaknya,” gumam Zack.

Kelly terbangun dan terkejut ketika matanya langsung bertabrakan dengan mata tajam Zack dan ekspresi dinginnya. Ia terduduk dan menyembunyikan Ethan di belakang tubuhnya, berusaha melindungi Ethan dari jangkauan Zack.

“Aku mohon Tuan Collins, jangan pisahkan aku dengan Ethan. Aku akan melakukan apa pun agar Anda tidak memisahkan kami,” pinta Kelly memohon belas kasihan dari Zack. Ia mengubah cara bicaranya dengan sopan untuk meluluhkan hati Zack.

Zack masih terdiam menatap Kelly, membuat Kelly takut dan gelisah. “Kenapa Anda tega membuat anak Anda menderita? Dia masih sangat kecil dan belum mengerti apa-apa,” kata Kelly lagi.

“Anakku? Aku tidak pernah menidurimu, bagaimana bisa dia menjadi anakku?” bantah Zack.

“A-apa? Anda bukan Papanya? Siapa Anda sebenarnya?” Kelly mendadak bingung. Jika pria di depannya bukan Papa Ethan, kenapa dia ingin mengambil Ethan darinya?

“Dasar wanita jalang, berapa pria yang kamu tiduri sehingga kamu tidak mengenal Papa dari putramu? Jangan-jangan anak itu bukan putra dari kakakku,” tuduh Zack dengan nada dan ekspresi merendahkan Kelly.

Kelly hanya bisa diam, mencerna perkataan Zack. Sedikit saja dia salah bicara, dia bisa kehilangan Ethan untuk selamanya.

“Tunggu di sini dan jangan berpikir untuk kabur! Nasibmu dan putramu ada di tanganku. Sedikit saja kamu berani membantahku! Aku pastikan kamu akan kehilangan putramu itu!” ancam Zack yang kemudian keluar dari kamar Ethan dirawat.

Zack berjalan ke ujung lorong kamar dan mengambil ponsel di saku bajunya lalu menekan nomor papanya.

“Halo, Pa. Kita harus bicara. Wanita itu benar-benar wanita jalang, bahkan dia tidak mengenali Owen dan mengira aku Papa dari putranya. Mungkin di sudah meniduri banyak pria sehingga lupa dengan wajah Owen. Siapkan saja tes DNA, jika anak itu bukan anak Owen, urusan kita selesai. Aku ingin segera mendapatkan bagianku,” ucap Zack, memastikan jika papanya mengerti dengan apa yang dia katakan.

Setelah mengatakan hal tersebut, Zack memutuskan panggilannya dan kembali ke kamar Ethan.

ZACK meremas kertas di tangannya dan mengumpat keras. Hasil DNA Ethan telah keluar dan terbukti jika anak itu adalah anak dari Owen Collins. Yang membuat Zack lebih marah lagi ketika pengacara keluarga Collins mengatakan jika secara hukum, Ethan sah sebagai putra dari Kelly Watson.

Situasi yang dihadapi Zack menjadi semakin sulit. Dia harus memutar otak untuk mendapatkan hak asuh atas Ethan dan menguasai harta Owen. Dengan rahang yang mengeras, Zack masuk ke kamar Ethan dirawat. Mengetahui jika Ethan sedang tidur nyenyak, dia mencengkeram kuat lengan Kelly dan menyeretnya ke ujung ruangan.

“Kita harus bicara,” ucap Zack dengan sikap memaksa.

“Apakah tentang Ethan?” tanya Kelly dengan nada gemetar.

“Ya, tentang Ethan,” jawab Zack.

“Aku akan melakukan apa pun untuk Ethan, asal jangan pisahkan kami,” mohon Kelly.

“Bagus, aku suka dengan perkataanmu. Kamu harus menikah denganku jika ingin terus bersama Ethan,” paksa Zack.

“A-apa? Me-ni-kah?” ulang Kelly terkejut.

“Jangan berpikir aku tertarik padamu. Aku bahkan jijik menyentuhmu, mengingat sudah berapa pria yang bercinta denganmu. Aku heran kamu masih sehat dan tidak tertular penyakit dengan banyaknya pria yang kamu tiduri,” hina Zack yang membuat Kelly hanya bisa menunduk dengan hati sakit yang terasa diremas.

“Apa yang akan terjadi jika aku menolak menikah dengan Anda?” Kelly memberanikan diri untuk bertanya.

“Papaku akan melakukan segala cara untuk memisahkanmu dari Ethan dan aku tidak akan bisa membantumu. Dia akan sangat mudah menendangmu menjauh dari keluarga Collins, bahkan sampai mati kamu tidak akan bisa melihat Ethan lagi,” jawab Zack menakuti Kelly.

“Anda berbaik hati sekali ingin membantuku agar aku bisa bersama dengan Ethan, tapi aku tidak percaya dengan rencana Anda itu. Apa yang Anda inginkan sebenarnya atau lebih tepatnya, apa yang Anda dapatkan dari pernikahan ini?” tanya Kelly yang ingin tahu alasan Zack sebenarnya.

Kelly menyadari, sangat mustahil jika Zack tertarik padanya, bukan hanya dia wanita miskin dan tidak menarik, tapi juga wanita murahan di mata pria tersebut.

“Aku tidak menyangka wanita sepertimu punya penilaian yang sangat cermat. Baiklah, aku akan memberitahukan alasanku. Owen, kakakku meninggal karena kecelakaan. Dia membuat surat wasiat seakan dia tahu jika umurnya tidak panjang.” Zack memulai ceritanya.

“Owen mewariskan kekayaannya padamu dan putramu, tapi Papa memberiku jaminan. Jika aku bisa memisahkan dirimu dengan Ethan dan menendangmu jauh dari keluarga Collins, warisan yang Owen berikan padamu akan menjadi milikku,” jelas Zack.

Tubuh Kelly membeku, dia tidak menyangka jika kekasih kakaknya itu mewariskan kekayaannya pada Sara dan Ethan. Hubungan seperti apa yang mereka jalani sehingga seorang Collins rela memberikan kekayaannya?

Di sisi lain, Kelly merasa terhimpit karena kekayaan itu bukanlah untuknya tapi untuk kakaknya. Jika suatu hari nanti ada yang tahu kebenarannya, jika sebenarnya dia bukanlah ibu kandung dari Ethan, bisa dipastikan jika dia akan dengan mudah ditendang menjauh dari keluarga Collins dan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Ethan lagi.

“Aku tidak peduli dengan warisan yang kakakmu berikan. Yang terpenting bagiku adalah Ethan. Jika benar aku mendapatkan kekayaan kakakmu, ambilah! tapi izinkan aku dan Ethan pergi jauh dari keluarga Collins dan jangan ganggu kehidupan kami,” pinta Kelly memanfaatkan keadaan yang saat ini sedang mendukungnya.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 56. Masa Lalu yang Menyiksa

    “Sekarang Ethan kasih tahu jalan menuju rumah Mama, Aunty antar ke sana,” ucap Leah.“Itu...” jawab Ethan sambil menunjuk jalan di depan rumah Owen.Leah melangkah ke luar teras mengikuti arah jari Ethan. “Aduh, ternyata hujan. Baju Aunty dan Ethan basah, langitnya juga gelap, sepertinya hujannya akan deras. Bagaimana kalau kita main air yang hangat saja, sambil menunggu hujan. Baju Ethan juga kotor dan bau, jadi kita ganti baju lebih dulu. Apakah Ethan mau?” ucap Leah.“Mau,” jawab Ethan cepat.“Bolehkah aku meminjam kamar mandi kalian? Aku akan mengajak Ethan bermain air,” tanya Leah pada pelayan Owen.“Boleh Nona, mari ikut saya,” kata salah satu pelayan tersebut sambil mengajak Leah masuk ke rumah.Mereka mengantar Leah dan Ethan menuju kamar yang sudah disiapkan Owen sebelumnya khusus untuk Ethan. Ketika masuk ke rumah tersebut, dia terperangah kagum melihat keindahan dan kemewahannya. Rumah megah yang belum pernah dia lihat

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 55. Berusaha Diterima Menjadi Pelayan

    “Dengan senang hati, Sayang,” jawab Zack lalu mencuri satu kecupan di bibir Kelly sebelum akhirnya memeluk wanita itu.Ibu jari Zack mengusap bekas air mata di pipi Kelly ketika wanita itu tidur di pelukannya. “Aku berjanji tidak akan membiarkanmu terus menangis dan bersedih,” bisik Zack sambil mengecup puncak kepala Kelly.Meski Ethan tidak bersama dengan mereka saat ini, mereka yakin akan ada hari indah yang mereka jelang sehingga mereka bisa berkumpul berempat.“Aku mencintaimu, Kelly,” ucapnya sambil memeluk perut istrinya di mana buah hati mereka sedang tumbuh di sana.Leah berdiri gelisah di depan sebuah rumah yang besar dan mewah. Dia meremas jari tangan tampak gugup. Benarkah keputusan yang dia ambil adalah keputusan yang benar? Dia terpaksa bekerja pada orang yang secara tidak langsung menyebabkan Sara meninggal, rasanya seperti mengkhianati sahabatnya sendiri. Namun bayangan adiknya dipenjara membuat keraguannya hilan

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 54. Jalan yang Terbaik

    Rahang Owen mengeras mendengar hal itu. Namun dia masih berusaha bersabar menghadapi sikap Kelly. “Maaf atas apa yang terjadi pada hubungan kita. Maafkan aku atas apa yang aku lakukan pada Kakakmu,” ucap Owen. “Jika kamu ingin meminta maaf pada kakakku, kenapa tidak sampaikan langsung saja padanya?” geram Kelly. Owen menghela napas mendengar perkataan tersebut, perkataan Kelly benar-benar menyakitinya. “Apakah kita bisa seperti dulu lagi?” tanya Owen penuh harap. “Setelah aku mengetahui jika kamu memperkosa Sara? Tidak, Owen. Hubungan kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Rasa segan dan hormatku padamu telah menguap entah ke mana. Apa yang sebenarnya kamu mau dariku, Owen?” “Aku menginginkanmu dan Ethan untuk menjadi milikku. Aku mencintaimu.” “Cukup! Tidakkah kamu sadar jika aku adalah istri adikmu?” “Kalau begitu, ceraikan Zack dan menikahlah denganku. Aku akan membuat hidup

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 53. Kehamilan

    Zack mengusap kepala dan rambut Ethan dengan lembut dan mengecup pipi gembil bocah itu. Setelahnya, dia menelusupkan tangan ke bawah punggung dan kaki Kelly lalu mengangkat dan membawa istrinya ke dalam gendongannya. Gerakan tersebut membuat Kelly terkejut dan membuka mata, menatap suaminya yang sedang menggendongnya. Tanpa bicara apa pun, dia melingkarkan lengannya ke leher Zack dan membenamkan wajahnya ke dada pria itu. Zack membawa Kelly ke kamar mereka dan menaruhnya ke ranjang dengan hati-hati. Tanpa diduga, Kelly kembali menangis di pelukan Zack. “Maafkan aku jika tadi aku berkata kasar padamu,” gumam Kelly sambil tetap menyembunyikan wajahnya di dada suaminya. “Aku bisa mengerti kekalutan dirimu, tapi berjanjilah padaku apa pun yang terjadi jangan pernah pergi menjauh dariku. Kita lalui semua ini berdua, sudah banyak badai yang kita lewati, jangan sampai masalah kali ini membuat kita terpisah kembali,” ucap Zack deng

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 52. Rasa Gelisah dan Tangis

    “Bolehkah aku bersama Ethan sekarang?” isak Kelly ketika menjauh dari pelukan Zack. “Pergilah! Bermainlah dengan Ethan agar hatimu lebih tenang,” kata Zack. Kelly segera berjalan ke kamar Ethan dan menghabiskan waktu bersama putranya. “Apakah selama ini kamu sudah tahu jika Owen masih hidup?” tanya Elbert kepada Zack. “Aku mengetahuinya dari Kelly, dia menemukan identitas Owen secara tidak sengaja ketika mereka akan pergi ke Paris. Owen sengaja ingin membawa Kelly untuk hidup di Paris setelah Kelly menyerahkan surat cerainya padaku. Dia ingin memisahkan aku dengan Kelly. Beruntung aku tidak memproses perceraian kami, aku menenangkan diriku dan sadar jika Kelly adalah wanita yang terbaik yang aku miliki. Begitulah kenyataan yang terjadi, kami bisa melalui semua badai yang menimpa pernikahan kami. Aku tidak akan membiarkan Owen merusak kebahagiaan kami,” jelas Zack. “Kenapa kamu tidak memberitahu keben

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 51. Ancaman Kehilangan Ethan

    Kelly masih diam mendengar penjelasan Judy, dia tampak tidak berniat untuk menanggapinya. “Pikirkan tentang keluargamu, Kelly. Demi Ethan dan demi Zack, akan jauh lebih baik jika hubungan kita bisa membaik,” sambung Elbert. “Entahlah, bahkan sampai saat ini aku belum sepenuhnya percaya dengan ketulusan kalian untuk menerimaku sebagai bagian dari keluarga Collins,” kata Kelly dengan jujur. “Kami tidak memaksamu untuk mempercayai kami sekarang, tapi izinkan kami untuk memperbaiki kesalahan kami dan biarkan waktu yang menjawabnya,” sambung Judy, menanggapi perkataan Kelly. “Jangan paksa hatimu untuk menerima apa yang belum sanggup kamu terima. Semua butuh waktu dan proses. Aku melakukan hal yang sama sepertimu ketika belajar menerima orang tuaku yang dulu aku anggap memperlakukanku secara tidak adil. Orang tuaku memang tidak sempurna, tapi dengan mereka mau memint

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status