Home / Romansa / Menikah Demi Hak Asuh / Bab 4. Pernikahan Kontrak

Share

Bab 4. Pernikahan Kontrak

Author: Dera Tresna
last update publish date: 2026-04-01 06:41:54

“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.

Kelly terkejut dengan kelicikan Zack. Bagaimana bisa ada orang seperti Zack yang hanya fokus pada uang tanpa mementingkan hal yang lain, tanpa mengenal belas kasihan? 

Kelly terdiam memikirkan sejenak perkataan Zack. Jika memang hanya itu kesempatan yang dia miliki untuk bisa lepas dari cengkeraman keluarga Collins, menikah dengan Zack akan menjadi peluang yang besar sebagai jalan keluar dari masalahnya. 

Kelly hanya cukup memastikan jika kedoknya jangan sampai terbongkar sebelum dirinya berhasil membawa Ethan pergi jauh dari kehidupan keluarga Collins. Setelah itu, dia bisa hidup  bersama Ethan tanpa gangguan lagi.  ersama  memulai kehidupan yang baru  bersama putranya.

Kelly merasa gugup ketika Zack mengajaknya ke sebuah gedung besar berwarna putih. Dia mendekap Ethan dengan erat, anak itu memberi kekuatan baru bagi Kelly sehingga dia bisa berdiri tegak saat ini.

Sebelum mereka pergi ke gedung tersebut, Zack memberi Kelly gaun panjang berwarna putih yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah. Entah sebuah kebetulan atau Zack memang telah memperhitungkan semuanya sehingga Kelly kini tampil cantik dan elegan, meski penampilan wanita itu harus terganggung dengan Ethan yang terus menempel di gendongannya.

Wajah Zack sempat terperangah melihat penampilan Kelly, beruntung pria itu masih bisa menggendalikan diri dengan baik dan berpura-pura tidak peduli dengan pesona wanita itu. Dia tidak mau Kelly merasa tinggi hati yang nantinya malah akan merepotkannya. Zack berpikir jika dia harus bisa mengendalikan dan menekan Kelly sehingga wanita itu tidak melunjak di masa depan.

Zack dan Kelly yang menggendong Ethan, masuk ke sebuah ruangan di salah satu gedung. Seseorang dengan jas hitam dan dasi berwarna biru sudah menanti di sana. Terlihat sebuah meja dan dua kursi berada di tengah ruangan tersebut.

Zack mengajak Kelly mendekati meja tersebut dan menyuruh duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan Zack juga ikut duduk di samping Kelly. Pria berjas hitam itu menyodorkan sebuah dokumen dan menyerahkan pena pada Kelly.

“Nona bisa menandatanganinya di sini!” ujar orang tersebut sambil menunjukkan di mana Kelly harus tanda tangan.

Sebelum menandatanganinya, Kelly membaca terlebih dokumen tersebut dan tenggorokannya seketika merasa kering dan pahit. Matanya terbelalak melihat logo resmi negara di bagian bawah dokumen tersebut.

Dokumen tersebut adalah dokumen pernikahan antara dirinya dengan Zack yang sah diakui negara. Kelly mengira pernikahan mereka hanyalah sandiwara, agar pria itu mendapatkan harta yang Owen wariskan, dia tidak menyangka jika pernikahan tersebut adalah pernikahan resmi.

“Ini?”

“Tandatangani saja dan jangan banyak bicara!” ucap Zack dengan nada yang tidak ingin dibantah, memotong perkataan Kelly.

“Ma-ma ... rrrr ... mama ...,” celoteh Ethan sambil memainkan bibirnya menggunakan ludahnya.

Kelly menatap anak dalam gendongannya tersebut, keraguannya seketika lenyap mengingat jika dia tidak bisa berpisah dengan Ethan.

Dengan tangan gemetar, Kelly mengambil pena yang diberikan oleh pria dengan jas hitam di depannya, lalu menandatangi dokumen yang sudah dia baca. Melihat Kelly telah menandatangani surat pernikahan mereka, Zack segera merebut pena yang Kelly pegang dan langsung menandatanganinya.

“Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri. Saya akan memberikan memberikan dokumen aslinya pada kalian setelah menyalinnya. Saya akan mengirimkan ke alamat Anda, Tuan Collins.”

“Baiklah, aku tunggu dan segera kirim secepatnya,” ucap Zack dengan dominasinya.

“Saya akan segera mungkin mengirimkannya,” balas pria itu.

“Ayo, kita pergi,” ujar Zack sambil mencengkeram lengan Kelly dan membuat wanita itu ketakutan.

“Kita mau ke mana?”

“Kekediaaman Collins menemui orang tuaku.”

“A-pa? Secepat itu!”

“Lebih cepat lebih bagus. Persiapkanlah dirimu dengan baik.”

“Dasar bodoh! Anak tidak berguna! Aku menyuruhmu membawa cucuku pulang, bukan malah menikahi wanita murahan seperti dia!” teriak Elbert memarahi putranya yang pulang dengan membawa wanita yang dia yakini ibu dari cucunya.

“Aku lelah berdebat denganmu, Pa. Setelah perjalanan yang jauh, aku hanya ingin istirahat,” jawab Zack tampak tidak peduli dengan perkataan papanya.

“Kita harus bicara, apa maksudmu menikahi wanita jalang itu?” tanya Elbert tanpa peduli perasaan Kelly ketika menyebutnya wanita jalang. Sedangkan Kelly hanya bisa diam membisu di belakang Zack sambil menggendong Ethan.

“Tidak ada alasan apa pun. Aku hanya ingin dia menjadi penghangat ranjangku. Jika kakakku menikmatinya, maka aku juga bisa menikmatinya,” jawab Zack yang membuat Elbert semakin geram.

“Kamu bisa menidurinya lalu memberinya uang, tanpa harus menikahinya,” seru Elbert.

“Menikah atau tidak, itu adalah urusan pribadiku. Papa dan orang lain tidak berhak mengaturku,” balas Zack yang tidak mau kalah dengan pendapat Papanya.

Kedua pria itu sama sekali tidak mempedulikan Kelly yang merasa sangat terhina dengan ucapan mereka. Rasanya seperti barang yang bisa dipakai bergantian dan dibuang ketika mereka tidak membutuhkannya lagi.

Air mata Kelly sudah mengembang di ujung matanya. Dia langsung mengusapnya cepat sebelum air mata itu jatuh ke pipinya.

“Apa yang kamu mau? Aku tahu kamu pria licik dan serakah, sangat berbeda dengan kakakmu yang sangat bertanggung jawab. Kenapa orang sebaik kakakmu harus mati terlebih dahulu?” ujar Elbert.

“Papa kira sikap licik dan serakahku itu menurun dari siapa? Jangan lupa bercermin! Cermin orang tua adalah anak-anaknya karena mereka tumbuh seturut dengan apa yang mereka lihat dan dengar dari orang tua mereka,” sindir Zack.

“Satu hal lagi, urusan hidup dan mati orang itu adalah urusan Tuhan, bukan hal yang bisa Papa atur seperti apa yang sering Papa lakukan di dunia ini,” lanjut Zack.

“Manusia sepertimu tidak pantas menyebut nama Tuhan,” ucap Elbert, yang ditanggapi seringai sinis oleh Zack.

“Apakah Papa menginginkan aku mati terlebih dahulu dibanding kakakku? Sayangnya orang licik dan serakah itu selalu panjang umur. Itulah kenapa aku dan Papa belum mati sampai detik ini,” lanjut Zack yang membuat kemarahan Elbert sampai ke ubun-ubun.

“Dasar anak tidak tahu diri! Pergi dari hadapanku sekarang juga!” usir Elbert.

“Dengan senang hati, Pa. Itu yang aku inginkan dari tadi,” seringai Zack merasa puas telah membuat emosi papanya bergejolak.

“Ayoo! Kita istirahat, Sayang,” ucap Zack yang sengaja membuat Papanya semakin marah. Dia mencengkeram lengan Kelly dan menariknya begitu saja. Zack membawa Kelly masuk ke sebuah kamar besar dengan satu ranjang di bagian tengahnya.

“Aku ingin istirahat dan jangan ganggu aku. Pastikan anakmu itu tidak menangis dan berisik!” perintah Zack sambil melepaskan cengkeraman tangannya dan meleparkan dirinya ke atas ranjang.

“Di mana kamarku?” tanya Kelly.

“Kamu pikir saat ini sedang berada di kamar siapa?” gumam Zack dengan nada malas.

“Kita sekamar?” seru Kelly terkejut.

“Dan seranjang juga,” ucap Zack yang kemudian menutup matanya.

Jantung Kelly berdetak kencang mengetahui hal tersebut. Seumur hidupnya, dia belum pernah seranjang dengan seorang pria. Bagaimana dia bisa tidur dan menghadapi pria arogan yang bernama Zack Collins tersebut?

Kelly tertidur di pojok ranjang dan jauh dari jangkauan Zack. Dia terbangun ketika ada seseorang yang menyentuh kakinya. Dia langsung menegakkan tubuhnya dan terkejut melihat Zack sedang menyentuh kakinya.

“Apa yang Anda lakukan?” tanya Kelly sambil menjauhkan kakinya dari jangkauan pria itu.

“Bengkak kakimu semakin parah, sebaiknya kamu pergi ke dokter,” jawab Zack, membuat Kelly heran karena ternyata pria itu masih punya rasa perhatian dengan keadaannya.

“Tidak masalah, aku akan mengompresnya dengan air dingin. Nanti juga sembuh sendiri,” tolak Kelly.

“Terserah kamu saja, tapi ingat! jangan sampai sakit kakimu itu merepotkanku. Sekarang bangunlah! Kita makan siang di bawah,” seru Zack yang meninggalkan Kelly begitu saja sebelum dia sempat menolak. Rasanya akan sangat canggung jika dirinya harus makan bersama keluarga Collins.

Kelly masuk ke ruang makan sambil menggendong Ethan. Dia berdiri bingung karena tidak ada kursi untuknya.

“Mau apa kamu ke sini? minta makan? Kamu tidak sederajat dengan kami untuk bisa duduk bersama di sini,” ucap Judy, Mama dari Zack. Kelly semakin terdiam mendapat penghinaan tersebut.

“Pergilah ke dapur dan makanlah di sana Kelly! Aku sedang malas berdebat dengan orang tuaku yang terhormat ini,” sindir Zack menyuruh Kelly makan bersama para pelayan.

Bukannya tersinggung, Kelly malah merasa senang. Dia memang tidak akan nyaman makan dengan orang-orang kaya itu, akan lebih nyaman makan di dapur dengan orang yang sederajat dengan dirinya.

Kelly mengangguk mendengar perkataan Zack dan menjauh dari ruang makan mewah tersebut dan berjalan ke dapur. Melihat Kelly masuk ke dapur, para pelayan berdiri menyambutnya.

“Apakah ada yang bisa saya bantu?” ujar kepala pelayan paruh baya yang memperkenalkan dirinya dengan nama Maria.

“Apakah aku bisa makan bersama kalian di sini?” tanya Kelly tanpa rasa malu.

Dia tahu pernikahannya dengan Zack hanyalah kepura-puraan semata dan semua orang yang sedang duduk makan dengan hidangan lezat di meja makan mewah itu hanya menganggapnya sebagai wanita murahan, wanita jalang dan derajatnya mungkin lebih rendah dari semua pelayan yang ada di rumah ini.

Semua pelayan yang di sana tampak heran dan saling memandang satu sama lain. Seorang nyonya rumah tidak seharusnya makan bersama mereka di dapur. Maria yang sedikit banyak tahu masalah yang dihadapi Kelly menyambutnya dengan senang hati.

“Duduklah bersama kami, masih ada banyak kursi kosong di sini. Saya akan mengambilkan piring untuk Anda,” sambut Maria.

“Tidak perlu, biar aku saja yang mengambilnya,” tolak Kelly.

“Anda duduk saja Nyonya, biar saya yang mengambilkannya untuk Anda,” ulang Maria dengan senyum ramah. Sadar jika tidak bisa menolak bantuan Maria, Kelly membalas senyuman wanita itu.

“Terima kasih,” ucap Kelly menanggapi bantuan yang Maria berikan. Ketika Maria meletakkan piring di depannya Kelly, Kelly kembali berkata, “Panggil saja aku Kelly, aku tidak pantas dipanggil Nyonya di rumah ini.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 415. Apa yang Tertawan Kini Lepas

    Rasanya sangat berbeda dengan yang Serena rasakan di malam sebelumnya. Di malam itu dia merasakan nikmat yang luar biasa, tapi dia tidak tahu jika malam ini rasanya akan lebih nikmat lagi. Dia semakin takjub dengan kemampuan Jackie dan merasa penasaran sebesar apa nikmat yang mampu diberikan oleh pria itu padanya.Pikirannya berhamburan tak terangkai oleh kata apa pun, hanya ada sensasi yang menyiksa, gerakan yang meluluh lantahkan dirinya. Yang ada di pikirannya sekarang hanya ada dirinya dan Jackie yang terus bergerak, selain pikiran itu semuanya KOSONG, dia tak mampu memikirkan yang lain lagi.Denyut otot di dalam miliknya mulai meronta dan meremas milik Jackie. Pria itu mengerang keras dan berjuang dalam kendali diri yang tipis.“Keluarlah untukku, Serena!” bisik Jackie dengan terengah.Serena masih bingung dengan hal itu, dia masih mencerna dengan apa yang Jackie katakan. Apa yang harus dia keluarkan?Namun ketika Jackie mendorong m

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 414. Kepedihan yang Begitu Manis dan Menyiksa.

    Jackie mendekatkan bibirnya dan melumat bibir Serena dengan rakus dan menuntut. Tangannya menelusup ke tengkuk Serena dan menekannya sehingga bibir Serena menyatu sempurna dengan bibirnya.Lidah Jackie menelusup masuk ke dalam mulut Serena dan merayap menyapu semua yang ada di sana, membuat nafas Serena tersengal kekurangan asupan oksigen di paru-paru dan otaknya. Tidak ingin Serena pingsan dan memberi ruang untuk bernafas, membuat Jackie menggerakkan bibirnya ke tempat lain.Bibirnya merambat ke rahang, dagu dan sudut-sudut mulut Serena, lalu turun ke dadanya. Dia memberi jarak antara wajah dan dada wanita itu dan menatapnya penuh kekaguman. “Kamu memiliki kulit paling indah, putih dan mulus yang pernah aku lihat. Aku ingin mengecap setiap inci kulit ini.”Wajah Serena langsung memerah mendengarnya, tubuhnya menggigil ketika lidah panas Jackie menyapu puncak dadanya yang mengeras dan sangat sensitif. Erangan lolos dari tenggorokannya, saat sapuan itu beru

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 413. Tempat Terpencil Untuk Belajar

    Saat Jackie membuka pintu rumahnya, aroma kayu langsung terasa di indera pembau Serena. Jackie berkata jika rumah itu adalah bangunan tua tapi masih terlihat sangat kokoh dan terawat. “Apakah ada yang tinggal di sini sebelumnya? Bangunan ini sangat terawat?” tanya Serena.“Ada penduduk terdekat yang keluarga Collins bayar untuk merawat rumah ini,” jawab Jackie.“Hmm, pantas saja. Rumah ini sangat mempesona, gambaran Collins ada di sini. Selalu kokoh tak tergerus jaman,” sambung Serena.Selain mempesona, rumah itu begitu nyaman dan sangat menyenangkan. Pencahayaannya lembut karena cahaya matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah karena tersaring oleh pepohonan di sekitar rumah tersebut yang sekarang membeku karena salju.Dinding dan langit-langitnya berwarna alami kayu sehingga terasa menyatu dengan alam. Lantainya dilapisi kayu yang terlihat sudah tua dan dipernis. “Rasanya lebih hangat daripada rumahmu yang di kota,” celetuk Serena d

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 412. Kejutan Mempesona yang Tidak Terulang

    Jackie menuntun Serena dan membawanya berjalan melewati lapangan bersalju. Serena merasa curiga ketika mendengar sesuatu berdengung di telinganya, seperti lebah besar yang mendengung.“Suara apa itu?” tanya Serena.“Itu adalah kejutanmu,” jawab Jackie lalu membuka penutup mata wanita itu.Mata Serena terbelalak tidak percaya dengan apa yang dia lihat. “Tidak mungkin! Cukup dengan jet pribadimu saja,” ujarnya tak percaya dengan hal gila yang kembali Jackie suguhkan untuk dirinya.Di depan Serena terlihat sebuah helikopter hitam yang terlihat garang dan maskulin dengan tulisan COLLINS dan lambang yang sudah tidak asing lagi baginya sekarang. Sebelum dia naik jet pribadi milik Collins, dia tidak tahu arti lambang tersebut.Dia sempat heran, kenapa lambang itu memenuhi barang-barang Jackie seperti pena, buku agenda, layar laptop bahkan semua pakaian Jackie memiliki lambang tersebut di labelnya? Kini dia tahu jika lambang itu adalah lambang ke

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 411. Terbangun Dengan Debaran yang Sulit Hilang

    Jackie kembali mengambil alih dominasi. Gerakan lembut yang Serena lakukan berubah menjadi gerakan cepat dan menghentak karena Jackie. Kini pria itu telah siap mencapai pelepasan. “Aku ingin meledak. Sambutlah aku!” erangnya.Serena membuka kakinya lebar dan menyerahkan diri pada Jackie, tampak pasrah dengan apa yang Jackie lakukan terhadapnya. Tak lama kemudian teriakan keduanya menandakan pelepasan mereka. Jackie meledakkan benihnya ke dalam milik Serena, menghangatkan rahim wanita itu hingga ledakannya menetes keluar karena saking banyaknya.Begitu pula Serena, menghangatkan milik Jackie di dalam sana dengan ledakannya yang kesekian kali. Tubuh keduanya bergetar hebat, tubuh Jackie ambruk menindih tubuh Serena, untuk sesaat mereka hanya terbaring saling menindih tanpa bergerak.Keduanya masih berusaha menormalkan nafas dan jantung mereka yang berdetak kencang.Ketika kekuatan Jackie mulai pulih, dia bergeser tubuhnya dan berbaring di

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 410. Sudah Saatnya Memilikimu

    Jackie melumat bibir Serena dan mengajak wanita itu kembali terhanyut dalam gairah yang menghentak. Tangan Serena melingkar di punggung pria itu dan menyambut lumatan bibir Jackie.Yakin jika Serena telah hanyut dalam permainannya, tangan Jackie menyentuh inti milik wanita itu untuk memastikan jika Serena telah siap menerima miliknya. “Milikmu telah basah, kamu sudah sangat siap menerima milikku,” gumam Jackie.Serena hanya mengangguk tanpa tahu benar apa yang Jackie maksud. Dia merasa sangat bodoh karena sama sekali tidak berpengalaman soal ranjang atau percintaan. Bahkan saat lutut Jackie membuka kakinya, dia hanya bergerak pasrah seperti apa yang pria itu mau.Awalnya dia menikmati semua permainan Jackie, bahkan ketika benda asing itu bergerak di pintu gerbang surga miliknya, dia masih menikmatinya. Tubuhnya berubah menegang ketika benda asing yang besar dan mengeras itu menekan miliknya dan berusaha untuk menelusup masuk ke dalamnya. Tangan Serena lang

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 6. Godaan Orang Ketiga

    Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 5. Wanita yang Dicintai Zack

    “Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 3. Rasa Kasihan Mengusik

    Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 1. Tugas Untuk Zack

    Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status