홈 / Romansa / Menikah Demi Hak Asuh / Bab 2. Bayi Merepotkan

공유

Bab 2. Bayi Merepotkan

작가: Dera Tresna
last update 게시일: 2026-04-01 06:33:35

“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. 

“Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly. 

“Tentu saja untuk menjauhkan anak ini darimu. Wanita jalang sepertimu tidak pantas membesarkan seorang anak dengan darah Collins yang mengalir di nadinya,” jawab Zack, lalu pergi menuju mobilnya. 

“Berhenti! Jangan bawa Ethan! Kamu tidak boleh membawanya. Aku akan mati tanpanya!” teriak Kelly sambil mengejar langkah Zack dengan kaki terpincang. 

“Kalau bgitu, matilah sekarang juga! Aku akan dengan senang hati melihatmu mati,” ucap Zack yang kemudian masuk ke mobil mewahnya. 

Kelly mencoba menahan mobil itu dengan memukul-mukulkan tangannya ke kaca mobil Zack, tetapi Zack tidak peduli. Dia menutup rapat pintu mobilnya dan meletakkan Ethan di bangku di sebelahnya. 

Zack segera menyalakan mobilnya dan bergerak menjauh dari halaman rumah Kelly. Kelly mencoba mengejar mobil Zack dengan lari terpincang, tetapi apa yang dilakukannya hanya sia-sia. Bukannya terkejar, Kelly malah terjatuh dengan sangat keras di jalan hingga membuat lututnya terluka dan berdarah. Kelly yang tidak bisa melakukan apa pun hanya bisa menangis tersungkur di jalanan. 

Di dalam mobil, tangis Ethan bukannya berhenti, tetapi malah semakin keras dan memekakkan telinga. 

“Diam!” bentak Zack yang mulai kesal dengan tangis Ethan. Bukannya diam, Ethan semakin ketakutan dan menangis semakin keras. 

"Ma-ma ... Ma-ma ...!" tangis dan teriak Ethan tersengguk.

Pupus sudah harapan dan tujuan hidup Kelly. Selain rasa bersalah terhadap Sara karena pria Collins itu telah berhasil membawa Ethan pergi, Kelly seakan tidak mempunyai tujuan hidup lagi tanpa Ethan bersamanya. Dia merasa gagal melindungi Ethan dan tidak mampu memangku amanat Kakaknya.

“Maafkan aku, Kak. Aku tidak mampu menahan kepergian Ethan bersama pria Collins itu,” isak Kelly, masih dengan keadaan tersungkur di jalan di tempatnya terjatuh.

Perlahan Kelly terbangun, dengan tertatih dia masuk ke rumah dan duduk di kursi yang berada di ruang depan rumah tersebut. Kelly menutup muka dengan kedua tangan dan kembali menangis terisak di sana.

“Ke mana aku harus mencari Ethan? Bagaimana caranya aku merebut Ethan kembali?” batin Kelly. Otaknya mulai berpikir untuk merebut Ethan kembali. Pemikiran tersebut mengembalikan semangat Kelly. Kali ini dia tidak akan menyerah sebelum mendapatkan Ethan kembali ke pangkuannya.

Tanpa peduli dengan luka di lutut dan rasa nyeri di kakinya yang terkilir, Kelly mengambil ponsel dan mencari informasi tentang keluarga Collins. Tubuhnya membeku ketika tahu siapa yang dia hadapi. Bahkan Collins masuk ke dalam lima puluh besar orang terkaya di negaranya.

Kelly mencari alamat Collins dan kembali terbelalak ketika menemukan foto sebuah rumah besar seperti istana. Rumah yang tidak pernah terbayang dalam impiannya sekalipun. Tangan Kelly seketika gemetar hebat, bisakah dia merebut Ethan dengan posisinya saat ini?

“Apa yang harus aku lakukan, Kak?” gumam Kelly berharap ada jalan keluar yang bisa ia dapatkan.

 

Kepala Zack berdenyut mendengar tangisan Ethan yang begitu keras. Dia tidak mungkin membawa bayi itu dalam perjalan jauh ke New York. Sekencang apa pun dia membawa mobil, butuh lebih dari lima jam untuk sampai ke rumah.

Zack tidak mungkin membiarkan Ethan menangis selama lima jam, apalagi hari sudah mulai gelap. Sepertinya dia harus membuat rencana cadangan dengan kondisinya saat ini.

“Apakah kamu tidak bisa diam? Suaramu membuatku tidak bisa berkonsentrasi mengendarai mobil ini!” seru Zack yang tentu saja tidak dimengerti oleh Ethan.

Awalnya Zack berpikir jika bayi yang dia bawa itu akan diam dengan sendirinya. Tidak mungkin terus menangis jika sudah terlalu lelah, tetapi kenyataannya semakin lama tangisannya malah semakin kencang dan melengking. Bahkan wajah Ethan berubah menjadi merah akibat dari tangisannya yang begitu keras.

“Shit! Aku benar-benar ingin membuangmu jika saja kamu bukan ahli waris Owen. Diamlah! atau aku akan menyumpal mulutmu itu dengan kain!” bentak Zack yang malah membuat Ethan semakin ketakutan.

Zack memukul setir mobilnya dengan kuat ketika tidak mampu lagi menahan emosi. Beruntung beberapa meter di depannya, Zack melihat sebuah hotel. Dia memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu dan menenangkan Ethan di hotel tersebut.

Karyawan hotel menatap Zack dengan curiga ketika pria itu masuk menggendong seorang anak yang terus menangis.

“Dia anakku dan aku baru saja mengambilnya dari mamanya, pernikahan kami kurang baik,” ucap Zack asal bicara agar orang di depannya tersebut tidak mencurigainya sebagai penculik.

Karyawan itu tersenyum ramah ketika mendengar penjelasan Zack. “Selamat malam, Tuan. Apakah Anda memerlukan sebuah kamar?” tanya karyawan tersebut dengan ramah.

“Ya, kamar dengan ranjang besar, penghangat ruangan, tanpa area rokok dan menghadap ke jalan,” jawab Zack.

“Apakah dengan sarapan juga?”

“Ya.”

Zack segera menuju ke kamar ketika sudah mendapatkan kuncinya. Dia meletakkan Ethan ke atas ranjang dan berdiri di depan ranjang tersebut, menatap Ethan dengan kesal karena tidak berhenti menangis.

“Apa yang kamu mau? Apakah kamu mau susu?” tanya Zack yang kemudian menelepon karyawan hotel untuk menyediakan susu untuk bayi seumuran Ethan.

“Ma-ma ... Ma-ma ...!” tangis Ethan yang terus berulang.

“Mamamu sudah mati, kamu akan tinggal di rumah yang lebih bagus dari rumah mamamu,” seru Zack.

Bukannya diam, tangis Ethan malah semakin menjadi. Zack tampak kebingungan ketika Ethan tidak mau meminum susu yang dibawakan pelayan hotel. Zack menutup telinga dan membiarkan Ethan menangis begitu saja.

Lelah menangis, Ethan akhirnya diam dengan sisa senggukan yang terdengar. Matanya sedikit demi sedikit terpejam, dia tertidur dengan memasukkan ibu jarinya ke dalam mulut. Saat itulah Zack bisa bernapas lega.

Dia menyusul Ethan naik ke atas ranjang, lalu melepas bajunya dan tidur berbaring di samping anak kecil tersebut.

Entah berapa lama Zack tertidur ketika dia merasa ada sesuatu yang menyengat punggungnya. Zack langsung terbangun dan membalikkan tubuhnya. Dia terkejut ketika sadar jika yang menyengat di punggungnya adalah kening Ethan dengan suhu yang sangat tinggi.

“Hei! Bangun!” seru Zack sambil menepuk-nepuk pipi Ethan, namun tidak ada respon dari Ethan. Wajah Ethan memerah dan tubuhnya lemas.

Zack terduduk dan memeriksa tubuh Ethan dan seketika mengumpat keras merasakan panas tinggi tubuh Ethan di permukaan tangannya. Dengan buru-buru Zack memakai pakaian, bahkan sampai belum sempat mengancingkan seluruh kancing kemejanya, langsung menggendong Ethan untuk membawanya ke rumah sakit. 

Sambil berlari, Zack membawa Ethan ke mobil dan membaringkan Ethan di bangku depan mobilnya. “Jangan mati dan merepotkanku! Papa akan membunuhku jika kamu mati!” kata Zack sambil menyentuh leher dan kening Ethan, yang merasakan suhu tubuh Ethan semakin panas.

Dengan kecepatan tinggi, Zack berhasil sampai rumah sakit dengan waktu singkat. Dia membawa Ethan ke ruang gawat darurat dan langsung mendapat perawatan. 

Seorang dokter memeriksa Ethan dan menyuntikkannya obat-obatan untuk mempercepat penurunan suhu tubuh Ethan. Dokter menghindari agar Ethan tidak mengalami kejang.

Beberapa jam setelahnya, Ethan dapat tertangani dengan baik. Suhu tubuhnya mulai turun dan mendekati normal. Hanya saja anak itu masih menutup mata dan tubuhnya masih sangat lemas.

“Putra Anda mengalami demam dan dehidrasi, berapa jam dia belum minum susu?” tanya dokter.

“Aku tidak ingat kapan terakhir dia minum susu,” jawab Zack.

Ketika Zack masih berbicara dengan dokter tentang keadaan Ethan, anak itu tiba-tiba terbangun dan kembali menangis memanggil Kelly.

“Ma-ma ... Ma-ma ...,” tangis Ethan sampai suaranya serak.

Dokter mencoba membujuknya dan memberinya air minum, tetapi Ethan menolaknya. Dia terus menangis dan memanggil Kelly.

“Dari sore, dia bersikap seperti itu terus. Aku sampai bingung harus bagaimana?” kata Zack.

“Apakah Anda bisa membawa mamanya ke sini agar bisa menenangkan putra Anda. Putra Anda harus bisa makan dan minum. Infus saja tidak akan membuatnya cepat pulih,” saran dokter tersebut.

“Tetapi tidak ada yang akan menjaganya jika aku meninggalkannya sendiri.” Zack mencari alasan agar tidak perlu menjemput wanita yang bernama Watson itu ke rumah sakit, membuatnya bertemu lagi dengan putranya. Zack tidak ingin memberi kesempatan pada Watson untuk masuk ke kediaman Collins.

“Saya yang akan bertanggung jawab langsung terhadap putra Anda. Anda bisa membawa kartu identitas saya jika Anda tidak mempercayai saya,” jawab dokter tersebut yang tampak sangat perhatian terhadap Ethan.

“Shit!” umpat Zack dalam hati. Sepertinya dia tidak bisa mengelak dari apa yang dokter itu sarankan. Apalagi Ethan sangat keras kepala, dia betah sekali menangis dan pintar mengambil hati orang.

“Baiklah, aku akan menjemput mamanya. Jaga putraku, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan padanya!” ucap Zack.

“Tentu saja, Tuan. Saya akan langsung menghubungi Anda jika terjadi sesuatu,” jawab dokter tersebut dengan ramah.

Kelly baru bisa memejamkan mata beberapa menit yang lalu, pikirannya masih penuh dengan Ethan dan keadaan anak itu. Selama ini, Ethan dan dirinya tidak pernah terpisahkan, Kelly khawatir jika Ethan akan terus menangis dan rewel menginginkan dirinya.

Kesadaran Kelly yang sempat terhilang, kembali ke tubuhnya ketika mendengar seseorang menggedor pintu rumahnya dengan sangat keras. Dia langsung terduduk kaget dengan jantung yang berdetak kencang.

Buru-buru ia turun dari ranjang, lupa jika kakinya sedang sakit. 

“Aw!” teriak Kelly sambil meringis kesakitan. Denyutan menyakitkan, menyengat di kakinya yang terkilir siang tadi.

Dengan tertatih dan terpincang, Kelly berjalan ke bagian depan rumahnya, membukakan pintu untuk tamu yang tidak tahu sopan santun tersebut. Bahkan ini sudah dini hari, siapa yang bertamu di waktu yang tidak tepat?

Wanita itu terkejut ketika membuka pintu dan tahu siapa yang berdiri di depannya. “Di mana Ethan? Ke mana kamu membawanya?” cecar Kelly.

“Ikut aku!” perintah Zack.

“Ke mana?” tanya Kelly heran.

“Bertemu dengan putramu,” jawab Zack singkat.

“Di mana Ethan sekarang? Kenapa kamu tidak bersamanya sekarang?” tangis Kelly kembali terdengar.

“Dasar cerewet dan cengeng!” bentak Zack yang langsung mencengkeram lengan Kelly, menarik dan menyeret wanita itu ke mobilnya.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 388. Dendam Masa Lalu Membentuk Diri

    Kening Ariana berkerut merespon pemikiran Athena yang di luar dugaannya. Dengan cepat dia menyanggah. “Aku tidak membenci keluarga Collins dan David tetaplah pria Collins, tentu saja aku tidak akan memisahkannya dari keluarganya. Jika aku melakukannya, sama halnya itu menyakiti hati David dan aku sama sekali tidak ingin menyakiti hati pria yang aku cintai. Aku dan keluarga Collins bukanlah sebuah pilihan dan David bisa memiliki keduanya.”“Jika benar seperti itu pemikiranmu, maka kamu tidak bisa menolak apa yang seharusnya kamu miliki. Memiliki David berarti kamu juga harus menerima kami sebagai keluargamu dan juga kekayaan David sebagai milikmu. Apakah kamu bersedia menerima semua tanggung jawab itu?” tanya Athena.“Aku …? Bukankah kalian yang tidak menerimaku karena aku bukanlah wanita dari kelas yang sederajat dengan kalian?” tanya Ariana terkejut dengan apa yang Athena katakan padanya.“Kami selalu menerimamu. Dari semua keluarga Collins, ha

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 387. Proses Melahirkan Anak Pertama

    “David ...!” teriak Ariana.“Ya, Sayang,” balas David santai karena tidak tahu apa yang sedang Ariana rasakan.“Tolong aku ...!” seru Ariana lagi.Mendengar kata tolong, David langsung meninggalkan semua pekerjaannya dan berlari mendekati istrinya. Saat sampai di sana tiba-tiba ...Pyaaah ...Air ketuban Ariana pecah begitu saja dan membasahi lantai dapur, setelah itu teriakan kesakitan Ariana terdengar. Wanita itu mencengkeran pinggiran meja dapur untuk menahan rasa sakitnya.Bukannya cepat menolong, David malah kebingungan. Dia lari ke sana kemari tanpa tahu apa yang harus dia lakukan, membuat Ariana merasa geram dan berteriak menegur suaminya itu.Hal terakhir yang bisa David lakukan adalah mengambil ponsel dan menelepon mamanya.“MAMA, TOLONG AKU ...!”Beruntung Athena bisa mengendalikan diri dengan baik dan tidak ikut panik, ketika mendapat telepon dari putranya yang panik karena Ariana akan melahi

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 386. Butuh Legalitas untuk Jaminan

    Toko Ariana pun libur karena semua toko diambrukkan untuk kemudian dibangun dengan pasar modern yang lebih bersih dan rapi. Hal itu juga bertepatan dengan jadwal kelahiran wanita itu.“Aku akan memeriksa pekerjaanku sebentar,” ucap David lalu menghilang ke balik kamar.Hari itu berlalu begitu saja, tidak ada yang menyinggung apa yang dokter sarankan. Namun saat malam menjelang dan David naik ke ranjang di mana Ariana ada di sana, suasana kembali kikuk.Tadinya David memejamkan mata dan memeluk Ariana seperti biasa, tapi tak lama kemudian dia kembali membuka matanya.“Ariana, apakah kamu sudah tidur?” tanya David.Suara David membuat Ariana dengan cepat membuka matanya. “Belum, ada apa?” Ariana balik bertanya.“Apakah kamu memikirkan perkataan dokter itu?”“Tidak!” balas Ariana cepat.“Jawabanmu yang terlalu cepat, mengatakan yang sebaliknya,” sanggah David yang tiba-tiba menarik dagu Ariana hingga wanita itu men

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 385. Tips Agar Cepat Melahirkan

    “Di awal kehamilanmu, aku tidak ada untukmu. Di tri semester pertama, aku meragukan kehamilanmu dan tidak mengakui jika anak yang kamu kandung adalah anakku. Di tri semester kedua, ketika ingatanku pulih dan aku menyesali semua perbuatanku padamu, kamu menghilang dan aku tidak bisa menemanimu saat kamu mengalami semua kesulitan, kini ...”Perkataan David terhenti sebentar untuk mengatur nafasnya. Dadanya sesak penuh dengan emosional yang berkecamuk. Setelah tenang kembali, dia kembali bersuara.“Kini di tri semester ke tiga dan sisa kehamilanmu, aku ingin ikut ambil bagian dalam perkembangan anak kita. Jadi bolehkah aku hanya sekedar membuatkanmu susu atau membuatkanmu makanan sederhana yang bisa aku masak berkat ajaranmu saat dulu kita tinggal bersama?”Mata Ariana berkaca-kaca saat mendengar perkataan David karena hal itu sungguh menyentuh hatinya. “Maafkan aku jika aku bersikap egois dan tidak adil padamu.”“Jangan meminta maaf padaku karena ka

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 384. Memberi Kepercayaan Lagi

    Dia mengabaikan perhatian yang David berikan dan berharap pria itu bisa pergi dengan cepat dari rumahnya. Dia mengingkari dirinya sendiri jika sebenarnya dia suka dengan semua perhatian yang pria itu berikan. Sayangnya, dia takut berharap dan harapannya itu akan mematahkan semangat hidupnya.David hanya mengeraskan rahang merespon semua sikap Ariana. Harga dirinya seakan direndahkan ketika Ariana terus mengabaikan perhatiannya.Keesokan harinya, Ariana tidak menemukan David di sofa tempat tidur pria itu. Tiba-tiba hatinya mencelos teringat jika dirinya memang menginginkan kepergian pria itu. “Benarkah David pergi? Apakah hanya segitu usahanya untuk meluluhkan hatiku?”Untuk memastikan kepergian David, dia berjalan cepat mendekati jendela untuk memeriksa mobil pria itu dan benar saja jika mobil David sudah tidak ada. Kekecewaan terasa menekan dada Ariana.Seandainya dia berkata jujur tentang perasaannya, David pasti tidak akan meninggalkannya. Saya

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 383. Ingin Meraih Tapi Takut Berharap

    Ingin sekali David mengatakan jika dia sudah mengesahkan pernikahan mereka, tapi dia tidak ingin Ariana marah dan malah meminta bercerai darinya. Hati wanita itu masih penuh kemarahan sehingga tidak bisa berpikir jernih, seperti dirinya dulu yang akhirnya mengambil keputusan yang salah.David bertekad untuk meluluhkan hati Ariana lebih dulu, lalu memberitahukan tentang status pernikahan mereka.“Apa yang kamu lakukan setiap harinya? Aku akan membantumu,” ujar David mengalihakan pembicaraan mereka.Sadar jika dia tidak bisa mengusir pria keras kepala tersebut, Ariana memutuskan untuk mendiamkan pria itu. Namun lucunya, dia tetap menyiapkan sarapan untuk David, memberikannya pakaian bersih lalu baru meninggalkan David untuk mengurus hasil pertanian yang akan dia jual.Perhatian Ariana selalu ada untuk David bahkan tidak berkurang membuat David yakin jika mereka masih memiliki harapan untuk bisa kembali bersama.David dengan tanggap membantu

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 4. Pernikahan Kontrak

    “Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 3. Rasa Kasihan Mengusik

    Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 1. Tugas Untuk Zack

    Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 6. Godaan Orang Ketiga

    Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status